
Mario kemudian menerangkan bahwa tadi siang ada seseorang yang mengirimkan SMS yang mengatakan bahwa angel dalam bahaya dan meminta pertolongannya.
" Aku mencoba menghubungi nomormu puluhan kali, tetapi tidak juga kau angkat, oh sayang! Aku benar-benar frustasi sekali mencarimu ke mana-mana!" ucap Mario sambil memeluk Angel yang masih bingung dengan apa yang dikatakan oleh Mario.
Angel Kemudian menceritakan kejadian tadi siang tentang Steven yang tanpa sengaja melemparkan ponselnya ke kolam renang yang akhirnya membuat ponselnya mati dan tidak bisa digunakan lagi.
" pantas saja seharian aku menghubungimu tidak tersambung-sambung sayang. Jadi Itu penyebabnya? Ya Tuhan! Aku mengira kalau kau benar-benar dalam bahaya." Mario merasa bersyukur karena ternyata Angel baik-baik saja dan tidak terjadi apa-apa terhadapnya.
Akan tetapi Mario kemudian murung karena mengingat yang terjadi antara dirinya dan Rossa yang dia tidak mengerti bagaimana caranya hal itu bisa terjadi.
" Kenapa apa ada masalah?" tanya Angel merasa bingung dengan Mario yang tiba-tiba Diam seribu bahasa.
Mario sangat bingung dan bimbang antara berterus terang ataukah menyembunyikannya dari Angel. Tetapi dia takut kalau sampai menceritakan semuanya, pasti Angel akan marah dan meninggalkannya. Tetapi kalau dia tutup mulut pun, dia pasti akan selalu hidup di dalam rasa bersalah dan ketakutan karena Rosa pasti tidak akan pernah membiarkan hal itu berlalu begitu saja.
' Apa yang harus aku lakukan ya Tuhan?' bathin Mario benar-benar merasa Dilema.
Angel menyentuh telapak tangan Mario dan menatap mata suaminya dengan lembut. Angel berusaha untuk meyakinkan Mario untuk bisa jujur kepadanya.
" Katakanlah padaku kalau kau punya masalah sayangku. Siapa tahu aku bisa membantumu!" ucap Angel mencoba memberikan dukungan moral kepada Mario.
Mario kesulitan menelpon salivanya sendiri. Saat ini dia benar-benar bingung dan tidak mengerti harus melakukan apa.
" Katakanlah padaku. Apakah kau sedang ada masalah? Jangan khawatir sayang! Aku tidak akan marah kok. Selama kau jujur padaku. Aku akan berusaha untuk menerima semua yang terjadi kepadamu!" ucap Angel sambil mengulas senyum kepada Mario berusaha meyakinkan suaminya bahwa dia siap mendengarkan apapun yang akan diceritakan oleh suaminya.
Mario bangkit dari duduknya. Kemudian dia melihat ke arah jendela di mana langit pagi itu begitu mendung. Tampaknya hujan akan turun membasah bumi. Perasaan Mario seakan bercampur aduk saat ini.
" Ya sudah sayang, kalau kau belum siap untuk cerita. Sekarang kau Istirahatlah saja. Nanti kalau kau siap untuk menceritakan semuanya. Katakanlah padaku! Aku akan selalu menunggu kejujuranmu!" ucap Angel yang kemudian bangkit dan berganti pakaian. Karena dia hendak bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.
Mario membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Dia menatap semua yang dilakukan oleh Angel. Saat ini jantung yang berdebar sangat kencang karena rasa gugup yang menyerang tiba-tiba.
__ADS_1
" Aku pergi ke kantor dulu ya? Kau Istirahatlah kalau ada apa-apa denganmu kau hubungi aku di nomor telepon yang baru. Minta sama bibi aja ya, karena aku buru-buru sekali. Ada meeting pagi ini dengan sub contractor yang akan bekerjasama dengan perusahaan yang aku pegang. Aku berangkat ya, nanti aku akan menghubungimu kalau pulang terlambat!" ucap Angel berpesan kepada Mario sebelum dia meninggalkan kamar mereka.
Akan tetapi Mario langsung menarik tangan Angel ketika Angel hendak keluar dari kamar.
" Aku mohon sayang. Tolong, tinggallah bersamaku hari ini. Aku benar-benar sangat membutuhkanmu hari ini!" ucap mario dengan suara gemetar membuat Angel menjadi khawatir dengan keadaannya.
Angel kemudian duduk di samping suaminya. Melihat Mario dengan seksama.
" Sebentar! Aku akan menghubungi sekretarisku dulu untuk meminta jadwal meeting supaya diundur dulu!" ucap Angel.
" Tidak usah diundur sayang. Minta saja asistenmu untuk mewakilimu. Nanti kau tinggal meminta laporan darinya untuk hasil meetingnya!" ucap Mario sambil menarik tangan Angel ke dalam pelukannya.
Akan tetapi Angel menolak untuk melakukan saran dari Mario, " Aku tidak mau mewakilkan rapat penting seperti itu kepada asisten karena aku takut kalau nanti hasilnya akan berbeda seperti yang aku inginkan nanti nya! Tunggulah sebentar! Aku akan meminta sekretarisku untuk mengganti jam meeting ke sore saja!" ucap Angel.
" Tapi aku mau kita seharian di kamar ini bersama sayang. Ayolah lupakan pekerjaan sehari ini saja!" ucap Mario dengan penuh permohonan kepada Angel.
Angel mengerutkan keningnya merasa heran dengan tingkah laku Mario yang terasa begitu ganjil menurutnya.
Feeling Angel mengatakan ada sesuatu yang salah terhadap suaminya yang biasanya bersikap gantle dan cool. Entah kenapa Angel merasa penampilan Mario saat ini terasa berbeda sekali.
Angel bisa merasakan kesedihan dan kebingungan di dalam tatapan Mario. Tetapi dia pun tidak bisa mendesak suaminya untuk menceritakan masalah yang dia hadapi kepadanya sekarang.
Karena merasa tidak tega dengan Mario. Akhirnya Angel pun mengikuti keinginan suaminya. Karena bagaimanapun dia juga merasa khawatir dengan kondisi Mario yang tampaknya sangat mengkhawatirkannya.
" Ya sudah. Aku akan meminta kepada Edwin untuk mewakili ku di meeting itu. Kau tunggu dulu sebentar!" Angel kemudian mengambil ponselnya dan dia langsung menghubungi asistennya agar mewakili dirinya untuk mengikuti Meeting pagi ini.
Setelah selesai dengan semua urusan. Angel pun kemudian mengajak Mario untuk sarapan bersama.
" Ayo kita sarapan dulu sayang. Aku yakin kau belum makan kan? Atau jangan-jangan kau belum makan dari tadi malam ya?" tanya Angel menelisik wajah Mario yang tampak pucat sekali.
__ADS_1
Mario menarik tangan Angel dan menggenggamnya dengan erat.
Mario kemudian mengikuti Angel untuk pergi ke ruang makan. Dan mereka pun kemudian menghabiskan sarapan bersama.
" Apakah kau yakin kalau ingin menghabiskan waktu kita seharian di rumah?" tanya Angel saat dia mulai bosan karena hanya diam saja di rumah bersama Mario.
Mario tersenyum melihat istrinya yang tampaknya tidak nyaman berada di rumah seharian bersamanya.
" Bagaimana kalau kita menjemput si kembar di sekolah mereka? Kemudian kita pergi jalan-jalan ke taman bermain. Bukankah itu akan sangat menyenangkan?" tanya Mario dengan wajah antusias.
Angel tampak berpikir. Dia memikirkan apa yang dikatakan oleh Mario dengan serius. Kemudian Angel langsung memeluk Mario. Karena Angel merasa senang sekali akhirnya suaminya mengajak mereka sekeluarga untuk bermain bersama.
" Si kembar pasti akan sangat senang sekali pergi ke taman bermain bersama. Oh ya aku akan menghubungi Mama dulu. Takutnya si kembar malah sedang ada kegiatan yang lain di rumah Mamaku!" dengan riang gembira Angel pun kemudian masuk ke dalam kamar dan mengambil ponselnya.
Saat Angel kembali ke ruang tamu, Angel melihat Mario yang sedang menelpon seseorang. Terlihat wajah Mario yang tampak begitu serius. Kedua tangannya tampak mengepal karena menahan amarah.
' Ada apa dengan Mario tidak biasanya dia marah-marah seperti itu? Apakah benar selingkuh Kalau dia sedang menyembunyikan sesuatu dariku?' bathin Angel sambil diam mematung karena dia ingin mendengarkan pembicaraan yang sedang dilakukan oleh Mario di dalam teleponnya.
Sementara itu Mario yang tidak menyadari kehadiran Angel dia masih tampak sibuk dengan ponselnya.
" Aku sudah bilang jangan pernah kau coba- coba untuk menghubungiku! Aku akan melaporkan ke polisi atas tindakan penipuan yang telah kau lakukan padaku kemaren!" ucap Mario dengan nada keras.
Angel mengurutkan keningnya mendengar perkataan Mario entah apa yang sedang disembunyikan oleh suaminya tetapi perasaan Angel benar-benar tidak nyaman.
' Ya Tuhan apa yang terjadi kepada suamiku Kemarin kenapa dia tampak begitu frustasi? Lindungilah suamiku dari orang-orang jahat yang memiliki niat untuk menyakitinya!' doa Angel sambil berusaha terus menanamkan pikiran positif ke dalam dirinya.
" Lihat saja! Aku tidak akan pernah melepas penjahat sepertimu! Aku tidak akan pernah membiarkan kau untuk memerasku. Silahkan saja lakukan apapun yang mau kau lakukan! Karena aku tidak peduli sama sekali!" ucap Mario dengan suara baritonnya yang memekakan telinga.
Mario langsung membanting ponselnya Setelah dia menutup panggilan tersebut.
__ADS_1
Angel bisa melihat bahwa Mario saat ini benar-benar sedang frustasi terlihat Mario mengacak-acak rambutnya dan meraup wajahnya dengan begitu kasar.
' Ya Allah kejadian buruk apa yang sudah menimpa suamiku? Sehingga membuat dia berada di situasi seperti itu. Apakah itu ada hubungannya dengan SMS yang mengatakan bahwa aku dalam bahaya dan meminta suamiku datang untuk menyelatkan aku?' ada begitu banyak pertanyaan di dalam hati Angel saat ini. Walaupun dia merasa ragu. Tetapi dia berusaha untuk mempercayai Mario.