
Sementara itu di kediaman Dirgantara tampak Rossa sedang menemui kedua orang tua Mario dengan air mata yang mengalir deras di kelopak matanya.
" Aku hanya meminta agar Mario mau bertanggung jawab terhadap anak yang sedang aku kandung Om, Tante!" ucap Rossa dengan air mata yang berderai.
Kedua orang tua Mario hanya bisa menghela nafas dalam-dalam.
" Pulanglah dulu Rossa, ke rumah kamu. Nanti kami akan menghubungimu lagi setelah kami berdiskusi dengan Mario dan juga istrinya!" ucap Ibunya Mario yang tampak sangat kecewa kepada putranya.
Sejujurnya dia merasa tidak percaya dengan semua cerita yang dikatakan oleh Rossa tetapi melihat video dan foto-foto yang ditunjukkan oleh Rossa membuatnya menjadi pening seketika.
Entahlah tetapi yang jelas mereka berdua harus berdiskusi dengan Mario mengenai masalah yang tidak sepele itu.
" Tidak mau tante. Rosa mau Tante harus bicara dengan Mario sekarang juga. Mengenai keberadaan anak aku ini!" ucap Rossa bersikeras agar anak yang ada di dalam kandungannya diakui sebagai bagian dari keluarga Dirgantara.
Ayahnya Mario sejak tadi sebenarnya sudah marah. Tetapi dia menahan diri untuk tidak mengamuk kepada Rossa yang sangat bersikeras menginginkan Mario untuk segera dipanggil ke kediaman Dirgantara.
" Sudahlah sayang. Cepat kau hubungi Mario agar kita selesaikan masalah ini secepatnya!" ucap ayahnya Mario sambil pergi meninggalkan sang istri bersama dengan Rossa.
Bagaimanapun sebagai seorang pengusaha ayahnya Mario sudah mengetahui trek-rekor seorang Rossa di kalangan para pengusaha.
' Berani-beraninya dia datang ke rumahku untuk mengacau di kediamanku. Dasar perempuan tidak tahu diri!' umpat nya sambil pergi meninggalkan sang istri dan memilih untuk menenangkan diri di taman belakang bersama dengan hewan kesayangannya.
" Aku harus mencari bukti tentang profesi Rossa selain menjadi seorang model di kalangan para pengusaha. Aku tidak mau kalau sampai Putraku dijadikan tambang emas perempuan sinting itu!" ucap Ayahnya Mario yang geram sekali tampaknya.
Ayahnya Mario kemudian menghubungi anak buahnya untuk menyelidiki tentang Rossa.
" Pastikan kau mendapatkan bukti-bukti yang akurat dan langsung kau kirimkan semuanya ke kantorku! Apa kau faham?" tanyanya.
__ADS_1
Setelah memberikan perintah kepada anak buahnya. Ayahnya Mario kemudian kembali ke ruang tamu untuk melihat apakah putranya sudah datang ataukah belum.
" Kenapa Mario belum datang juga mama sudah menelpon atau belum?" tanyanya dengan ketus.
Sejujurnya Dia sangat tidak nyaman melihat Rossa yang berada di dalam rumahnya dengan wajah yang menampakan diri sebagai korban yanh teraniyaya.
Padahal dia sangat yakin kalau semua itu hanyalah akal-akalan dari Rossa untuk menjadikan dirinya bagian dari keluarga Dirgantara.
Bagaimanapun dia sudah sangat tahu tentang cita-cita gila seorang Rossa yang begitu menginginkan untuk bisa menjadi menantunya sejak beberapa tahun yang lalu.
" Mama tadi sudah menghubungi Mario. Tetapi dia bilang mau menunggu Angel dulu yang saat ini sedang diperiksa di rumah sakit. Angel sakit sejak tadi malam Pah, tetapi Baru tadi pagi diantarkan ke rumah sakit oleh Mario!" ucap ibunya Mario dengan wajah khawatir terhadap menantunya.
Mendengar Angel sakit, ayahnya Mario pun langsung terlonjak kaget.
" Ayo kita ke rumah sakit Mah. Menjenguk Angel menantu kita. Ngapain kita duduk di sini dan menemani orang yang sama sekali tidak ada hubungan apapun dengan kita?" tanya ayahnya Mario sambil melirik sinis ke arah Rossa yang melotot kepadanya.
" Tapi saya sedang hamil cucu Om. Apakah Om tidak peduli dengan saya?" tanya Rossa merasa kesal sekali dengan ayahnya Mario.
Rossa kemudian bangkit dari duduknya dia hendak mengikuti kedua orang tua Mario yang akan menjenguk Angel di rumah sakit.
" Mau apa kau?"
" Aku mau ikut dengan kalian ke rumah sakit. Karena bagaimanapun aku harus bicara dengan Mario mengenai kehamilanku ini!" ucap Rossa dengan muka badak, alias tidak tahu malu.
Ayahnya Mario benar-benar sangat kesal melihat kelakuan Angel yang benar-benar sudah membuat kemarahan di hatinya semakin mengejolak.
" Apakah kau tidak mendengar apa yang tadi dikatakan istriku? Pulanglah dulu ke rumah kamu. Nanti kami akan menghubungimu setelah keluarga kami diskusi tentang dirimu dan anak yang ada dalam perut kamu itu!" ucapnya sengit sekali.
__ADS_1
Rossa benar-benar merasa sakit hati melihat permusuhan yang jelas-jelas diperlihatkan oleh ayahnya Mario terhadap dirinya.
" Aku tidak tahu kenapa Om begitu membenciku padahal saat ini aku sedang hamil cucunya Om! Hiks hiks!" ucap Rosa dengan air mata yang mulai menetes di kelopak matanya membanjiri pipi mulusnya.
Ibunya Mario langsung menyentuh tangan suaminya dan menggelengkan kepala ketika dia melihat suaminya hendak marah lagi kepada Rossa.
" Sudahlah Pah! Tolong jangan marah-marah terus. Ingatlah dengan kondisi kesehatanmu!" ucapnya memperingatkan suaminya.
Ayahnya Mario kemudian masuk ke dalam mobil dan sudah tidak mau mempedulikan lagi tentang Rosa. Karena sekarang kepalanya sangat pening dan tidak ingin memikirkan hal-hal buruk yang di bawa oleh Rosa ke dalam keluarga nya.
' Ya ampun! Bagaimana mungkin keluarga Dirgantara harus memiliki keturunan dari perempuan seperti Rossa? Memangnya dosa apa yang sudah aku perbuat di masa lalu sehingga harus menjalani kehidupan macam itu dengan berurusan dengan Rosa?' batin ayahnya Mario yang sejak tadi terus mengelus dadanya yang terasa begitu sesak.
Hingga saat ini Mario dan Angel memang belum bercerita tentang Steven dan Bryan yang merupakan Putra mereka kepada kedua orang tua Mario. Karena sampai saat ini kedua putra mereka itu masih belum mau mengakui Angel dan Mario sebagai kedua orang tua mereka.
Rencananya setelah Steven dan Bryan mau mengakui mereka baru mereka akan bercerita tentang kebenaran bahwa mereka adalah bagian dari keluarga Dirgantara.
" Cepatlah kau masuk! Tetapi Ingat! Jangan sekali-kali kau membuat keributan di rumah sakit. Apalagi membuat menantuku sampai merasa terganggu dengan kehadiranmu!" ucapnya sambil memerintahkan supir mereka untuk segera menuju ke rumah sakit di mana Angel saat ini sedang dirawat.
Di sepanjang perjalanan menuju rumah sakit. Rossa hanya diam. Dia sibuk dengan skenario yang akan dia bangun ketika bertemu dengan Mario dan Angel.
Sementara kedua orang tua Mario hanya bisa saling menggenggam telapak tangan. Mereka terus berdoa agar tidak terjadi masalah yang akan mengganggu rumah tangga Putra mereka yang baru saja dibangun.
Setelah perjuangan Mario yang luar biasa untuk bisa menemukan Angel kembali yang telah menghilang selama lebih dari 5 tahun dari hidup putra mereka.
Bagaimanapun mereka berdua sangat tahu kalau Mario sangat mencintai Angel dan mereka sudah melihat dengan jelas, Mario sangat hancur ketika Angel menghilang dari kehidupan Mario.
" Sudah berapa lama usia kandungan kamu?" tanya ibunya Mario kepada Rosa yang masih melamun karena memikirkan reaksi Mario nanti ketika tahu dia mengandung anaknya.
__ADS_1