
Angel pun kemudian mau menerima ajakan Mario untuk tetap tinggal di villa itu sampai dia menyelesaikan masalah perkebunannya hingga tuntas.
" Apakah masih lama urusanmu disini? Aku benar-benar harus segera kembali ke Jakarta. Gara-gara kau menculikku sekarang, urusan di perusahaan jadi banyak yang terbengkalai. Kasihan Dion yang harus menyelesaikan semuanya sendirian." ucap Angel sambil duduk di samping Mario yang masih asik menonton televisi.
Mario langsung merentangkan kedua tangannya meminta Angel untuk masuk ke dalam pelukannya.
Angel pun yang tidak mau membuat Mario menjadi bete, akhirnya hanya menuruti saja keinginan laki-laki itu.
" Apa sih sebetulnya urusanmu di perkebunan ini? Kenapa easanya lama sekali dan aku lihat kau tidak pernah pergi keluar, selain untuk pergi jogging dan mengecek para pekerja di sana atau lebih tepatnya kau sedang mengawasi para gadis cantik itu bekerja!" ucap Angel sambil melirik kepada Mario yang langsung tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Angel yang seperti marah.
Angel kemudian mencoba pinggang Mario karena merasa kesal ditertawakan olehnya.
" Sakit sayang! Cium aja ya, aku pasti senang deh!" ucap Mario sambil mengecup bibir Angel sekilas. Perbuatan itu benar-benar membuat Angel menjadi tersipu malu.
Mario mana mungkin cukup dengan hanya melakukan seperti itu saja. Pria petualang itu sudah biasa menggunakan tubuh Sulis apabila dia menetap di villa itu untuk menghangatkan ranjangnya. Tampaknya saat ini Mario berniat menggunakan Angel sebagai pengganti Sulis.
Nafas kedua nya sudah memburu, Mario sudah kesulitan untuk menahan hasrat dan gairah yang ada dalam dirinya. Saat Mario sudah bersiap untuk melepaskan pakaian Angel, Angel yang waspada sejak tadi siang langsung menahan tangan Mario dan menghentikan segalanya Sebelum terlambat.
" Cukup Mario! Aku akan kembali ke kamarku!" ucap Angel yang berusaha melepaskan diri dari rengkuhan seorang Mario Dirgantara.
Mario tampak kecewa karena mendapatkan penolakan dari Angel yang sekarang sudah masuk ke dalam kamarnya. Kemudian dia pun mengunci pintunya dari dalam.
" Untung saja tadi siang aku melihat percakapan antara Mario dan Sulis, sehingga aku tidak sampai melakukan kesalahan yang sama seperti dia. Aku tidak akan pernah membiarkan diriku dijadikan alat pemuas nafsu oleh Mario seperti dia menggunakan tubuh Sulis!" ucap Angel sambil berusaha untuk memejamkan matanya walaupun sebenarnya pikirannya saat ini sedang melayang-layang karena memikirkan tentang seorang Mario yang saat ini tidak di ketahui sekarang sedang ngapain di luar sana.
" Apakah Mario akan mencari Sulis untuk mendapatkan apa yang dia inginkan?" tanya Angel yang tiba-tiba saja merasakan hatinya seakan teriris karena merasa cemburu.
Angel mengacak rambutnya karena frustasi memikirkan tentang apa yang saat ini sedang dilakukan oleh Mario di luar sana.
" Aku yakin 100% kalau sekarang Mario pasti sedang bercinta dengan Sulis di kamarnya!" Entah kenapa Angel merasa sangat terluka dengan pikiran tersebut.
Karena benar-benar merasa penasaran dan seakan hampir gila karena memikirkan tentang hal tersebut. Angel pun kemudian secara perlahan membuka pintu kamarnya dan melihat keluar dari pintu kamarnya yang dia buka hanya sedikit saja hanya sekedar untuk mengintip apa yang sedang dilakukan oleh Mario.
" Kenapa di ruang tamu ga ada siapa-siapa? Ah mungkin mereka sudah ada di dalam kamar dan bercinta di sana. Sudahlah! Biarkan saja toh itu bukan urusanku!" ucap Angel yang kemudian menutup pintu kamarnya lagi.
Tetapi Angel dikejutkan ketika tiba-tiba saja Mario sudah mendorong pintu kamarnya secara tiba-tiba.
" Siapa yang bercinta di dalam kamar, hmmm? Jangan katakan kalau kau saat ini sudah memeriksa ku dan memastikan bahwa aku sedang bercinta dengan Sulis, hmmm? Ayo jujur apa yang ada di dalam pikiranmu saat ini!" ucap Mario sambil mendekati Angel yang masih terkejut.
Mendapatkan pertanyaan tersebut, Angel pun tampak gelagapan karena dia bingung untuk menjawab pertanyaan tersebut.
" Apa yang kau bicarakan? Aku tidak mengerti!" ucap Angel berusaha untuk menghindari Mario yang dari tadi terus berusaha untuk dan terus mencium leher jenjang Angel.
__ADS_1
Mario memang benar-benar tahu kelemahan Angel, yang sangat mudah di bangkit kan gairahnya kalau sudah di perkakukan manis olehnya. Sang casanova yang sangat ahli.
Angel sampai tidak sanggup lagi bertahan saat Mario akhirnya berhasil meloloskan pakaian yang melekat di tubuhnya. Sedikit kesadaran masih hinggap di kepala Angel hingga akhirnya dia menyerah dengan pesona seorang Mario yang sangat sulit di tolak dan tak terbantahkan.
" Kau selalu saja begitu kalau kita berdua seperti ini! Bagaimana kalau nanti aku hamil? Mana kau selalu melepaskan benih kamu di rahimku lagi!" ucap Angel sambil memukul dada Mario yang bidang dan sangat gagah itu. Pria pertama yang berhasil menjebol pertahanan iman seorang Angel.
" Aku akan menikahi kamu sayang. Kamu jangan khawatir! Aku gak akan membiarkan keturunan aku hidup menderita tanpa seorang ayah!" ucap Mario sambil mengecup puncak kepala Angel.
Angel tampak menyesapi kasih sayang dan cinta yang diberikan oleh Mario kepadanya.
" Tapi apa yang kita lakukan ini salah. Aku tidak mau kalau sampai memiliki anak di luar nikah!" ucap Angel sambil menatap tajam kepada Mario.
Mario kemudian bangkit dari tempat tidur dan mengelus dengan lembut wajah Angel yang tampak sedang khawatir tentang masa depan mereka berdua.
" Setelah kita pulang dari sini, aku janji akan langsung meminta kepada kedua orang tuaku untuk menyiapkan lamaran ke keluarga Bagaskara. Kita akan segera melangsungkan pernikahan setelah itu!" ucap Nario dengan sangat bahagia karena akhirnya dia bisa menaklukan seorang Angel yang kemarin begitu keras menentang perjodohan mereka berdua bahkan mengatakan kalau Angel tidak mencintai secara frontal di hadapannya.
Malam itu menjadi saksi bahwa Angel menyerahkan dirinya secara terbuka kepada seorang Mario dan menerima laki-laki itu untuk menjadi calon suaminya.
Keesokan paginya Angel terbangun dan dia terpana ketika melihat Mario yang sedang memeluknya dengan begitu damai.
Angel terus menetap ketampanan Mario Sisakan sedang melukisnya dalam ingatannya. Seakan dia takut kalau suatu saat akan melupakan wajah pria tampan yang telah berhasil menggetarkan hatinya yang sangat lama tidak pernah terisi oleh seorang laki-laki menakut.
" Semua yang terjadi di sini adalah kenyataan sayang bukanlah hanya sebuah mimpi dan aku berjanji padamu bahwa aku akan selalu berusaha untuk mewujudkan semua impianmu di masa-masa yang akan datang!" ucap Mario yang tiba-tiba saja membuka matanya dan menatap Angel yang tampak terkesiap ketika melihatnya tiba-tiba saja bangun.
Angel terlihat gugup karena kepergok oleh Mario sedang mengagumi ketampanannya yang paripurna dan luar biasa.
" Bangunlah! Apa kau tidak akan pergi bekerja huh! Kau bilang kau harus menyelesaikan urusanmu di perkebunan ini. Tapi kenapa Kau tampak begitu santai sih? Bagaimana kita bisa segera kembali ke Jakarta kalau kau selalu saja bersantai seperti ini?" ucap Angel dengan gugup.
Angel pun berusaha untuk turun dari atas ranjang dan pergi ke kamar mandi. Terlihat Mario mengikuti Angel ke kamar mandi dengan tergesa. Tapi gerakannya ditahan oleh Angel yang langsung mendorongnya untuk keluar dari pintu kamar mandi.
" Kau mau apa?" tanya Angel kepada Mario yang tadi berniat untuk masuk ke kamar mandi Angel dengan sekuat tenaga menahan pintu kamar mandi dengan kedua kakinya mencegah Mario untuk masuk kesana.
" Aku mau mandi dengan kamu sayang!" ucap Mario dengan senyum tak berdosanya yang membuat Angel jadi bergidig ngeri.
" Aku akan terlambat kalau tidak segera mandi sayang." ucap Mario mencoba untuk membujuk Angel agar mengizinkannya mandi bersamanya.
" No! Big no! Kalau aku mengizinkanmu pasti acaranya tidak akan hanya mandi saja, akan ada plus plus lainnya. Aku sangat kenal dengan otak mesum kamu itu! Kau mandi saja di kamarmu!" baca Avengers yang langsung mendorong tubuh Mario dan langsung mengunci pintu kamar mandinya.
Mendengarkan omelan dari Angel, Mario pun hanya tertawa saja. Dia pun kemudian langsung pergi ke kamarnya sendiri dan mandi di sana dengan perasaan bahagia Karena dia sudah berhasil membuat Angel memintanya untuk segera menikahinya.
" Syukurlah akhirnya aku sukses membuat dia jatuh cinta dan mau menikah denganku! Usaha keluarga Dirgantara untuk menguasai perusahaan Bagaskara sepertinya hanya tinggal masalah waktu saja. Sampai kami berdua melangsungkan pernikahan konyol itu tanpa hambatan sama sekali! Hahahaha! Mario otakmu memang cemerlang dan kau sangat hebat dalam menaklukan hati seorang wanita! Semua rencana yang telah kau susun semuanya berhasil sukses tanpa ada kegagalan sedikitpun! Kau memang layak mendapatkan trophy best aktor! Tidak ada wanita manapun yang berhasil untuk lari dari Pesonamu! Hahaha!" ucap Mario sambil berendam di batrub yang ada di dalam kamar mandinya.
__ADS_1
Tanpa Mario sadari, Angel saat ini sedang berdiri di depan pintu kamar mandi Mario. Tadinya Angel berniat untuk bertanya tentang jadwal Mario hari ini. Akan tetapi ternyata dia mendapatkan suatu kenyataan yang sangat miris dan membuat hatinya merasa dikhianati.
' Jadi kau mendekatiku hanyalah untuk mengincar perusahaan ayah tiriku? Kau tidak benar-benar tulus mencintaiku?' Angel pun merasa sangat kecewa dan dia pun langsung meninggalkan kamar Mario tanpa meninggalkan suara apapun sehingga Mario tidak menyadari tentang kesalahan yang sudah dia perbuat.
Setelah Angel berada di dalam kamarnya, dia pun langsung mengambil barang-barang yang dia bawa ke dalam villa itu.
Hanya sebuah handbag dan juga ponsel serta dompet miliknya yang selalu menyertainya dalam setiap perjalanan kemanapun dia pergi.
" Aku harus segera pergi meninggalkan Villa ini. Aku tidak mau dijadikan alat oleh laki-laki ambisius itu untuk menguasai perusahaan kedua orang tuaku! Aku tidak akan pernah terjatuh ke dalam jebakan dia lagi aku berjanji pada diriku sendiri!" Angel pun kemudian langsung mempersiapkan dirinya untuk segera meninggalkan villa tanpa menimbulkan banyak keributan.
Ketika Angel pergi keluar kamarnya dia mendapatkan pembantu serta penjaga Villa Mario sedang sibuk bekerja di dapur.
" Selamat pagi non Angel. Bagaimana kabarnya hari ini?" tanya Bi Inah sambil tersenyum kepada Angel.
Angel pun tersenyum kepada wanita paruh baya itu yang begitu bersahabat dan juga hangat pelakuannya terhadap dirinya.
" Bi Kalau transportasi dari tempat ini ke jalan utama itu menggunakan apa?" tanya Angel sambil menyeruput susu hangat yang tadi dipersiapkan oleh wanita paruh baya tersebut.
" Biasanya sih kalau Bibi mau pergi ke pasar ikut dengan mobil truk perkebunan teh milik perkebunan kita yang akan membawa produk kita untuk dijual ke swalayan-swalayan di kota." jawab Bi Inah tanpa merasa curiga sama sekali.
Angel hanya menganggukkan kepalanya saja mendengarkan informasi penting itu dari Bina yang sudah bekerja di villa itu lebih dari 10 tahun lamanya.
" Apakah Tuan Mario belum bangun? Tumben jam segini Tuan belum turun!" tanya Bi Inah lagi kepada Angel yang saat ini sedang fokus untuk menghabiskan sarapannya dengan terburu-buru karena dia takut kalau Mario sudah turun dari kamarnya.
" Dia kelelahan setelah tadi malam lembur dan bergadang semalaman wajarlah kalau bangun tidur kesiangan bi," ujar Angel sambil tersenyum kepada Bi Inah yang mengerti apa yang dia katakan.
Ketika Angel menyadari apa yang dia katakan tadi. Dia pun seketika langsung merona pipinya, menatap Bi Inah yang saat ini sedang tersenyum penuh arti terhadap Angel.
" Saya mau pergi untuk jogging dulu ya Bi? Tolong sampaikanlah kepada Tuanmu kalau nanti dia bangun!" ucap Angel berpamitan kepada Bi Inah Setelah dia selesai dengan sarapannya.
' Aku harus segera bergegas keluar dari villa ini, sebelum Mario menyadari tentang niatku untuk meninggalkan perkebunan ini!' batin Angel yang kemudian langsung pergi menuju area perkebunan di mana sebuah truk sudah bersiap untuk keluar dari area perkebunan milik keluarga besar Mario.
Dengan sangat hati-hati sekali Angel pergi dan menyelinap, masuk ke dalam truk yang pintunya terlihat terbuka ketika pegawai tadi meninggalkan truk tersebut untuk mengambil barang-barang yang akan dibawa ke kota dari gudang pabrik teh milik Dirgantara Group.
Angel kemudian duduk meringkuk dengan menekuk kakinya di ujung truk yang gelap dan tersembunyi. Hingga akhirnya mobil truk itu pun ditutup oleh karyawan Mario dan bersiap untuk meninggalkan pabrik.
Angel merasa sangat lega sekali karena dia berhasil meninggalkan perkebunan teh Mario tanpa banyak keributan maupun kesulitan.
' Alhamdulillah karena Tuhan telah menolongku dan mempermudah semua usahaku! sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau takluk kepada laki-laki jahat itu yang sedang berniat untuk mencuri perusahaan Papa Bayu!' ucap Angel di dalam hatinya dengan rasa pilu dan sendu.
Tidak dipungkiri bahwa Angel sedikit banyak memiliki perasaan terhadap Mario yang sudah berhasil mengetuk pintu hatinya dengan atas nama cinta yang ternyata hanyalah kepalsuan saja. Karena ternyata Mario dan keluarga dia telah merencanakan untuk merebut perusahaan Bagaskara dari tangan ayah tirinya yang selama ini selalu baik kepadanya.
__ADS_1