
Setelah Andien meninggalkan Lastri, wanita itu langsung mendekati Mario dia hendak bertanya kepada putranya tentang anak kembar yang berada di dalam kediaman Bagaskara.
" Ada apa Mah? Ini kan malam pernikahanku. Bukankah seharusnya aku bersama dengan istriku? Bukannya alih-alih disini dengan Mamah!" protes Mario ketika tangannya di cekal oleh sang ibu.
Lastri langsung memukul lengan putranya sangking gemesnya dengan tingkah Mario yang absurd baginya.
" Kamu tahu tentang anak kembar yang ada di kediaman ini?" tanya Lastri kepada Mario.
Mario menatap ibunya dengan lekat. Dia memang belum bertemu dengan anak yang dimaksud oleh ibunya. Tetapi dia sudah mendapatkan informasi dari sekretaris Angel yang ada di Australia bahwa mereka adalah anaknya.
" Memangnya kenapa Mah? Apa ada masalah dengan mereka?" tanya Mario tampak cuek.
Lastri yang merasa gemas dengan putranya yang seperti tidak peduli sama sekali dengan masalah itu. Akhirnya hanya bisa menarik Mario untuk menjauh dari pesta.
" Mama tuh sebetulnya mau apa sih? Aku sekarang adalah seorang pengantin Mah. Aku sudah ditunggu istriku di kamar kami!" ucap Mario sambil menaik turunkan kedua alisnya menggoda sang ibu yang sedang marah dan membuat Lastri menjadi kesal dibuatnya.
Kembali Lastri memukul lengan Mario untuk melampiaskan rasa gemes di hatinya.
" Kamu tahu atau tidak identitas kedua anak itu?" tanya Lastri lagi dengan nada jengkel.
" Mama ini sok ngadi-ngadi deh. Jangankan tahu identitas mereka. Ketemu saja belum pernah. Mario kan baru pertama kali ini datang ke kediaman Bagaskara Mah!" protes Mario sambil memegang kupingnya yang saat ini sedang dijewer oleh sang ibu.
" Lepas dong Mah. Sakit tahu! Lagian Mario ini bukan anak kecil lagi loh! Kenapa Mama memperlakukanku seperti ini?" protes Mario menghiba kepada ibunya yang masih kesal.
Lastri pun kemudian melepaskan jewerannya dari kuping Mario. Lalu dia menatap putranya dengan lekat.
" Kamu harus bertanya kepada istrimu itu, tentang kedua anak itu. Apakah benar yang dikatakan oleh Andien kalau dia adalah anak dari Angel? Kalau benar Mama ingin tahu siapa ayah dari anak itu! Mama tidak mau kalau sampai kau harus mengurus anak orang lain!" ucap Lastri sambil menatap serius wajah putranya.
Mario meraup wajahnya dengan kasar kemudian dia pun menatap ibunya.
" Kalau benar kedua anak kembar yang ada di rumah ini adalah anak Angel itu pasti adalah anak Mario mah. Karena cuma Mario yang pernah menyentuh dia seumur hidupnya!" ucap Mario dengan penuh percaya diri.
Mendengarkan pernyataan dari putranya Lastri merasa lebih jengkel lagi.
__ADS_1
" Sifat playboy dan Casanovamu itu betul-betul tidak bisa ditolong lagi! Jangan sampai kau menaburkan benihmu di mana-mana dan akhirnya mendatangkan banyak perempuan yang datang ke kediaman kita dan mengaku-ngaku punya anak darimu!" ucap Lastri dengan sangat kesal kepada Mario yang langsung meringis kepada ibunya.
Setelah puas memarahi putranya Lastri pun kemudian meninggalkan Mario dan pergi mencari suaminya.
Setelah bertemu dengan Bagaskara, Lastri kemudian mengajak suaminya untuk bicara.
" Pah, Mama ingin bicara denganmu ini sangat penting!" ucap Lastri sambil menarik tangan suaminya untuk mengikutinya.
Sementara itu Mario yang melihat ibunya tampak berbicara serius dengan ayahnya dia hanya membiarkan mereka berdua. Mario langsung masuk ke dalam kamar dan mencari Angel yang tampaknya masih berada di dalam kamar mandi.
Tok
Tok
" Sayang kamu di dalam?" tanya Mario.
" Kenapa?"
" Sebentar lagi. Ada apa memangnya?" tanya Angel penasaran sambil melongokkan kepalanya di depan pintu untuk melihat Mario.
" Kamu sedang apa di sana?"
" Aku mau mengganti pakaian. Pakaian pengantin ini benar-benar membuat Kepalaku pusing. Kesal dan sesak aku di buatnya." ucap Angel sambil meringis.
Mario memperhatikan Angel, lalu dia mendorong pintu kamar mandi agar terbuka dengan lebar.
" Sini aku bantu. Biar kau bisa segera keluar dari kamar mandi. Karena aku butuh bicara denganmu!" ucap Mario sambil mendekat kepada Angel.
" Tolong Kau bukakan kancing-kancing di belakangku ini. Ini sangat susah untuk aku jangkau. Aku tidak mengerti kenapa ada orang yang membuat pakaian seperti ini, Oh Tuhanku! Ini benar-benar sangat susah untuk di tangani!" ucap Angel tampak frustasi.
" Pakaian ini bertujuan agar suami istri menjadi saling membantu!" ucap Mario sambil mencium bahu Angel yang mulai terekspos sedikit demi sedikit setelah kancing kebaya itu terbuka satu demi satu.
Angel merasa seluruh bulu kuduknya merinding diperlakukan demikian oleh Mario yang telah resmi menjadi suaminya secara agama. Rencananya besok baru mereka akan mendaftarkan pernikahan mereka ke pengadilan agama.
__ADS_1
Mario yang memaksa dan menginginkan pernikahan malam ini harus terlaksana. Sehingga membuat semua keluarga kelimpungan dibuatnya. Karena mereka semua harus mempersiapkan acara pernikahan dengan waktu sesingkat itu.
" Sudah?" tanya Angel gemetar dan merinding sekujur tubuhnya.
Mario membalikkan tubuh Angel lalu mencium bibirnya yang kini telah halal untuk dirinya. Angel tampak terdiam dan hanya menikmati cumbuan Mario yang telah resmi menjadi suaminya. Entah kenapa Maria merasa tidak bisa berkutik lagi di hadapan Mario saat ini.
" Aku mencintai kamu sayang!" bisik Mario di telinga Angel dan Angel hanya bisa memejamkan matanya mendengar kalimat sakral yang diucapkan oleh Mario kepadanya.
Angel tidak tahu dan tidak ingat kapan terakhir kali Mario pernah mengatakan itu. Tetapi entah kenapa, malam ini pengakuan itu benar-benar menggetarkan hatinya.
" Ko ga di jawab sih sayang? Aku bilang aku mencintai kamu sayang. Apakah kau tidak mencintai aku? Hmmm?" tanya Mario dengan mata berkabut.
Angel berusaha menghindar dari Mario. Tapi bukan Mario kalau dia bisa dikalahkan oleh Angel. "Jawab dulu baru aku akan melepas kamu!" ucap Mario sambil memeluk Angel dari belakang.
" Lepaskan aku. Aku mau ganti pakaianku dulu. Setelah itu aku akan menjawab semua pertanyaanmu!" ucap Angel dengan suara perlahan.
Seketika Mario mengingat tentang pembicaraannya dengan ibunya ketika dia mau masuk ke dalam kamar itu.
" Tapi kau janji kan? Kalau kau benar-benar akan menjawab semua pertanyaanku malam ini?" tanya Mario mengkonfirmasi ucapan Angel.
Angel hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan. Kemudian dia berusaha untuk melepaskan diri dari dekapan Mario.
Mario pun kemudian melepaskan Angel dan mundur dari hadapannya.
" Kau pergilah mandi dulu. Aku akan menunggumu di ruang makan!" ucap Angel setelah dia selesai menggunakan pakaian.
Mario yang sedang berbaring di atas ranjang terus menatap istrinya yang selama beberapa tahun telah membuatnya hampir gila karena mencarinya kemana-mana.
" Duduklah di sini. Karena aku ingin bertanya sesuatu hal yang sangat penting!" ucap Mario sambil menepuk ruang kosong yang ada di sebelahnya.
Dengan patuh Angel pun menuruti keinginan Mario. Mario cukup terkesiap melihat Angel yang begitu menurut kepadanya hari ini. Padahal biasanya Angel selalu memberontak dan membuat kepalanya pusing dengan semua sikap keras kepalanya.
" Apakah aku boleh bertanya tentang anak kembar yang ada di rumah ini?" tanya Mario sambil menatap Angel yang langsung melotot sempurna kepadanya.
__ADS_1