Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
56. 5 tahun kemudian


__ADS_3

Angel yang sekarang sedang duduk di belakang kursi kebesarannya tampak mengerutkan keningnya ketika dia mendapatkan laporan dari sekretarisnya tentang produk baru yang saat ini sedang dia meluncurkan ternyata mengalami banyak sekali masalah.


" Debenarnya pekerjaan Direktur Pemasaran itu apa? Bagaimana mungkin produk kita di pasaran begitu anjlok seperti ini?" Angel terus marah ketika melihat laporan di mejanya yang terlihat negatif hampir 50%.


Target penjualan bulan ini benar-benar kurang dan tidak sesuai dengan target yang sudah ditetapkan di dalam rapat dewan direksi. Oleh karena itu Angel saat ini sedang pusing kepalanya dengan masalah yang terus bertubi-tubi datang silih berganti.


" Ini semua gara-gara perusahaan Dirgantara group yang selalu menekan penjualan produk kita. Mereka juga meluncurkan produk yang sama dengan kualifikasi yang sedikit berbeda sehingga konsumen menjadi teralihkan karena melihat harga yang mereka tawarkan jauh lebih murah dari kita!" ucap sang sekretaris melaporkan kepada Angel.


" Dirgantara Group?" tanya Angel kaget.


" Benar Nyonya. Dirgantara grup 2 bulan terakhir telah melakukan ekspansi ke Australia dan mereka juga meluncurkan produk yang sama dengan perusahaan kita. Oleh karena itu produk perusahaan kita terus tertekan perkembangannya. Karena harus bersaing dengan produk yang sama tetapi harga yang jauh lebih murah!" ucapnya kembali.


" Bisa kau selidiki Siapa CEO yang memimpin Dirgantara grup yang ada di Australia?" tanya Angel sambil memijat pelipisnya yang tiba-tiba saja berdenyut kencang.


" Baik nyonya. Akan segera saya selidiki!" jawan sang sekretaris.


" Pergilah! Oh iya, kalau nanti ada orang yang mencariku. Tolong katakan kalau aku tidak ada. Pokoknya aku tidak mau diganggu siapa pun juga. Kepalaku sangat pusing sekali. Aku ingin istirahat!" ucap Angel yang kepada sekretarisnya memberi perintah untuk meninggalkan ruangannya. Karena dia ingin membaringkan tubuhnya dulu di kamar private miliknya.


Setelah sekretarisnya pergi, Angel langsung membuka pintu yang menghubungkan dengan kamar privat yang selalu dia gunakan kalau dia hendak Istirahat di kantor.


" Jangan sampai CEO itu adalah Mario. Oh Tuhan! Apa yang harus kulakukan kalau sampai bertemu lagi dengan laki-laki b******* itu? Susah payah Aku sudah melupakannya. Kenapa pula dia harus datang lagi dalam hidupku?" monolog Angel sambil berusaha untuk memejamkan matanya.


" Tampaknya Aku harus meminum obatku dulu, baru bisa tidur!" Angel pun kemudian mengambil obat tidur yang sudah biasa dia konsumsi sejak Dia pergi meninggalkan Indonesia dan memilih untuk menetap di Australia.


Setelah mengambil 2 butir obat tidur, Angel pun kemudian mulai terlelap. Masalah kantor yang datang bertubi-tubi tanpa jeda, benar-benar membuat Angel sangat kelelahan dan pusing kepala.


Bagaimana tidak? Mario yang memang sengaja ingin mencari masalah dengan Angel. Dia selalu menekan produk-produk dari perusahaan Bagaskara Group di manapun. Pokoknya di mana ada cabang Bagaskara group, maka di situ Dirgantara group pasti akan membangun perusahaan juga. Entah apa yang sedang direncanakan oleh Mario selama beberapa tahun dia tidak bertemu dengan Angel.


" Sudah hampir 5 tahun lamanya. Aku terus menekan perusahaan keluargamu. Tetapi kenapa kau tidak juga datang kepadaku untuk memohon agar aku menghentikan apa yang kau lakukan? Sayang! Aku hanya ingin satu kata dari mu untuk aku bisa menghentikan semuanya." ucap Mario yang saat ini sedang memandang foto Angel yang ada di dalam ponselnya.


Hati Mario benar-benar sangat sedih. Karena pertunangannya dengan Angel sudah putus begitu saja. Dan dia tidak pernah bertemu lagi dengan wanita yang sangat dia cintai.


Beberapa kali Mario mendatangi kediaman Bagaskara dan berusaha untuk bertemu dengan Angel tetapi selalu menemui kegagalan.


Mario mendatangi hampir semua cabang Bagaskara Group Hanya untuk menemukan keberadaan Angel. Tetapi semuanya nihil.


Angel sangat pandai bermain petak umpet dengan Mario. Sehingga keberadaannya hingga saat ini masih belum terdeteksi oleh Mario. Banyak detektif yang sudah dikerahkan oleh Mario untuk bisa menemukan Angel tapi semuanya gagal.


Tentu saja Mario tidak akan bisa menemukan jejak Angel. Karena sekarang Angel telah menggunakan kembali identitas lamanya sebagai Maria yang pasti tidak akan diketahui oleh Mario maupun detektifenya.


Detektif Mario mencari identitas Angel Bagaskara di setiap cabang perusahaan milik keluarga Bagaskara tetapi tidak berhasil di temukan. Hal itu benar-benar membuat frustasi seorang Mario. Sehingga akhirnya dia pun mengambil keputusan untuk menekan perusahaan itu. Sehingga membuat Angel tidak tahan lagi dan pada akhirnya akan datang kepadanya. Tetapi sudah hampir 5 tahun dia tidak pernah menemukan Angel untuk menemuinya barang satu kali pun.


" Di mana sebenarnya keberadaanmu sayang? Kenapa kau seperti menutup mata dengan beberapa cabang perusahaan yang sudah berhasil aku kuasai? Apakah kau tidak peduli kalau sampai perudahaan keluargamu bangkrut dan akhirnya menjadi milik keluarga ku?" monolog Mario dengan mata yang berembun.


Mario kemudian menutup ponselnya berusaha untuk menenangkan hatinya. Ketika tiba-tiba saja pintu ruangannya diketuk oleh seseorang.

__ADS_1


" Maaf tuan di luar ada Nona Rosa yang ingin bertemu dengan anda!" ucap sekretaris Mario.


" Katakan saja aku sedang rapat karena aku tidak ingin bertemu dengan wanita itu!" ucap Mario dengan jengah.


" Tapi Tuan dia sudah ada di sini___" belum selesai sekretaris Mario mengatakan ucapannya tiba-tiba saja Rossa sudah nyelonong masuk dan langsung menghadapi Mario.


" Sayang kamu kenapa sih? Aku datang jauh-jauh dari Indonesia untuk menemuimu loh. Kok kamu tega sih tidak mau menemani aku? Aku disuruh oleh Mamah kamu untuk mendatangimu di sini. Karena kamu yang masih belum mau memutuskan tanggal pernikahan kita berdua!" ucap Rossa sambil bergelayut mesra di lengan Mario.


Mario memberikan kode kepada sekretarisnya untuk keluar dari ruangannya. Karena dia tidak mau kalau sampai ada orang yang menyaksikan apa yang dilakukan oleh Rosa kepadanya.


" Duduklah di sofa! Jangan kau melakukan hal seperti ini aku tidak suka!" ucap Mario yang bangkit dari kursi kebesarannya dan kemudian duduk di sofa single.


Siapa yang menyangka Rosa malah duduk di pangkuannya dan berusaha untuk mencium bibirnya. Mario sontak memalingkan wajahnya. Berusaha untuk menghindari Rossa yang berusaha untuk memaksanya berciuman dengannya.


" Pergilah dari kantorku! Kau kira perusahaan ini adalah tempat permainanmu? Kau benar-benar tidak sopan!" ucap Mario kesal sekali dengan kelakuan Rosa yang selalu saja mengumbarkan kemesraan kepada dirinya.


" Kenapa sih kamu selalu menolak aku? Bukankah kedua orang tuamu sudah mengizinkan kita untuk segera menikah? Apalagi yang mengganggumu? Maria yang kau cinta itu mungkin saja sekarang sudah bersama dengan laki-laki lain dan sudah tidak mengingatmu lagi!" ucap Rosa kesal.


" Maria? Siapa itu Maria?" tanya Mario merasa bingung.


" Maria itu Angel. Dia mengganti identitasnya sebagai Angel Bagaskara hanya untuk menghindari Ayahku agar tidak bisa mengambil dia dari keluarga Bagaskara!" ucap Rosa.


" Kenapa dia mengganti identitasnya?" tanya Mario penasaran.


" Karena dulu ketika orang tuanya bercerai. Hak asuh berada di tangan ayahku. Tetapi dia kabur dari rumah kami dan pergi ke ibu kandungnya yang kaya raya. Untuk mengelabui pengadilan Maria lalu mengganti namanya menjadi Angelina Bagaskara!" ucap Rosa tampak kesal.


" Aku pergi dulu!" Mario langsung meninggalkan Rossa tanpa memperdulikan wanita itu memanggilnya terus-menerus.


" Sekarang aku baru tahu kenapa aku tidak pernah bisa menemukanmu!" ucap Mario dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


" Ternyata kau menggunakan nama masa kecilmu untuk bersembunyi dariku! Kau benar-benar seorang wanita yang nakal sayang. Untuk sekarang kau pasti tidak akan bisa lari lagi dariku!" monolog Mario yang begitu bersemangat untuk segera pergi ke cabang Bagaskara group yang ada di Australia yang sudah dia ketahui CEO nya bernama Maria.


Dengan semangat 45 Mario langsung Melarikan mobilnya menuju kantor Angel.


" Saya CEO dari Dirgantara group, ingin bertemu dengan CEO perusahaan kalian!" ucap Mario dengan wajah penuh wibawa dan kharismanya sebagai seorang pemimpin yang begitu tercetak jelas di wajahnya yang begitu tampan.


" Maaf tuan. Apakah anda sudah memiliki Janji temu dengan CEO kami?" tanya petugas resepsionis ketika Mario meminta bertemu dengan Angel.


" Bisakah kau menunjukkan aku di mana ruangan CEO mu? Masalah urusan yang lainnya biar aku yang menanggung!" ucap Mario dengan tidak sabar sehingga membuat petugas resepsionis itu pun jadi tidak enak kepadanya.


Mario mengedipkan satu matanya berusaha untuk menggoda petugas itu agar mengizinkannya untuk bertemu dengan Angel.


" Tolonglah aku satu kali ini saja. Karena aku sangat membutuhkan untuk segera bertemu dengan CEO mu!" ucap Mario sambil mengelus tangan petugas resepsionis sehingga wanita itu pun menjadi salah tingkah.


Petugas resepsionis yang masih berusia muda itu pun merasa kembang kempis hidungnya. Bagaimana tidak? Seorang CEO tampan seperti Mario yang selalu menjadi the most wated ketika berhadapan dengan banyak wanita. Sekarang memperlakukannya dengan begitu baik dia pun langsung meleleh hatinya.

__ADS_1


" Baiklah Tuan. Mari Saya tunjukkan di mana ruangan CEO kami!" ucapnya yang langsung mengantarkan Mario ke ruangan Angel.


' Maafkan aku sayang aku melakukan ini agar aku bisa bertemu denganmu! Kau Jangan cemburu ya?' bathin Mario ketika petugas resepsionis itu akhirnya mengantarkannya menuju ruangan Angel.


" Itu adalah ruangan CEO kami. Silakan Anda berbicara dengan sekretarisnya. Saya hanya bisa mengantarkan Anda sampai di sini!" petugas itu pun langsung meninggalkan Mario. Karena bagaimanapun dia ketakutan kalau sampai ketahuan oleh sekretaris Angel, kalau dia telah mengantarkan tamu yang tanpa membuat janji temu dulu dengan CEO mereka yang terkenal keras kalau masalah tamu tanpa di undang.


Dengan hati yang deg-degan, Mario pun mendekati sekretaris Angel yang saat ini sedang terpana melihatnya.


" Maaf tuan Ada yang bisa saya bantu?" tanya sekretaris Angel tampak terpesona melihat ketampanan Mario yang luar biasa.


" Ehmm!" Mario berdahan berusaha untuk mengatur suaranya agar sewibawa mungkin. Bagaimanapun dia tidak mau sampai gagal bertemu dengan Angel.


" Saya ada urusan mendesak untuk bertemu dengan CEO mu! Oh ya, 0erkenalkan nama saya adalah Mario Dirgantara CEO dari Dirgantara Group!" ucap Mario dengan wajah yang penuh kharisma Sebagai seorang pemimpin sebuah perusahaan besar.


" Oh ya ampun! Jadi ternyata anda yang bernama Mario Dirgantara?" tanya sekretaris Angel tampak terkejut.


" Hmmm!" jawab Mario dengan datar.


" Tapi maafkan saya tuan Mario. Saat ini CEO Kami sedang sakit dan dia sudah berpesan kepada saya untuk tidak mengizinkan siapapun menemui dia___" mendengar bahwa Angel saat ini sedang sakit, Mario auto langsung berlari menuju ruangan Angel dan menerobos masuk ke dalam ruangan itu.


" Tuan Mario! Oh ya Tuhan! Anda tidak boleh masuk sembarangan!" sekretaris Angel mengejar Mario dan mencegahnya untuk masuk ke dalam ruangan.


Mario yang sudah ada di dalam ruangan Angel tampak terkesiap ketika mendapatkan ruangan itu kosong tidak ada siapapun.


" Di mana CEO mu? Kau bilang dia sedang sakit bukan? Cepat cari dia! Bagaimana kalau dia pingsan atau terjadi apa-apa dengannya? Apa kau bisa menanggung resiko itu?" ucap Mario dengan mata berapi-api.


Mendengar perkataan Mario, sekretaris Angel pun mulai panik. Akhirnya dia pun membuka ruang private Angel yang langsung diikuti oleh Mario dan langsung menerobos masuk.


Melihat Angel yang sedang terbaring di atas ranjang dengan memejamkan matanya, membuat Mario hilang kendali. Dia langsung mendekati Angel dan memeluknya dengan penuh kebahagiaan.


" Sayang! Akhirnya aku menemukan kamu!" ucap Mario sambil memeluk Angel yang masih memejamkan matanya.


" Maafkan saya tuan Mario. Kenapa anda melakukan itu terhadap CEO kami? Siapa anda sebenarnya?" tanya sekretaris Angel merasa keheranan melihat Mario yang langsung memeluk dan mencium Angel.


" Saya adalah tunangannya! Sudahlah kau pergi keluar jangan mengganggu kami!" hardik Mario yang langsung mengibaskan tangannya mengusir sekretaris Angel dari ruangan itu.


Sekretaris Angel merasa sangat terkejut mendengarkan Pengakuan dari Mario dia pun kemudian keluar dari ruangan itu tanpa banyak bicara lagi.


" Ya ampun aneh sekali dia mengaku sebagai tunangan dari CEO kami tetapi perusahaannya selalu saja menyerang perusahaan kami sehingga membuat saya CEO ku sampai sakit memikirkannya. Ah, cinta para orang kaya sungguh sangat rumit dan memusingkan kepala!" ucapan sekretaris Angel itu terdengar oleh Mario.


Tetapi Mario tidak memperdulikannya sama sekali. Karena saat ini yang ada di dalam pikirannya adalah dia ingin bicara dengan Angel.


" Sayang aku datang untukmu!" ucap Mario.


Mario mengerutkan keningnya ketika Angel belum juga mau terbangun dia pun merasa khawatir kemudian memeriksa suhu tubuh Angel yang begitu panas di tangannya.

__ADS_1


" Ya ampun kau sakit sayang?" Mario pun dengan panik langsung menggendong tubuh Angel untuk membawanya ke rumah sakit.


__ADS_2