
Rossa merasa kesal sekali karena dia menunggu kedatangan Angel sangat lama dan tidak juga kunjung datang.
" Ke mana Angel? Astaga! Kenapa dia tidak datang juga? Aku sudah mengantuk sekali!" akhirnya karena rasa kesal gara-gara menunggu Angel terlalu lama, pada tengah malam, Rosa pun tertidur sambil memeluk tubuh Mario yang masih dalam pengaruh obat bius yang tadi telah dia berikan.
Sementara itu Angel setelah mengantarkan Steven dan Bryan kembali, Angel tampak bolak balik di teras rumahnya kentara sekali wajah Angel yang terlihat kebingungan menunggu Mario yang tak kunjung pulang. Padahal waktu sudah menunjukkan tengah malam. Dia sudah mulai cemas dengan keselamatan suaminya.
Angel sudah membeli ponsel baru, tetapi Angel tidak mengingat nomor telepon Mario. Sehingga dia mengalami kesulitan untuk menghubungi suaminya.
" Kamu di mana Mas? Tidak seperti biasanya kau melakukan hal seperti ini. Biasanya jam 08.00 kau sudah pulang ke rumah!" ujar Angel yang terus bolak-balik melihat jamnya.
Sekitar jam 02.00 pagi Angel akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam rumah dan dia berbaring di sofa ruang tamu. Rasa kantuknya tidak bisa di tolerir lagi sehingga dia terlelap sampai pagi.
Sampai pagi menjelang Angel pun membuka kelopak matanya karena salat matahari yang masuk melalui celah-celah jendela dan menyilaukan matanya.
Angel langsung pergi keluar. Dia melihat ke arah garasi, barangkali Mario sudah pulang ke rumah. Akan tetapi Angel merasa kecewa karena di garasi hanya ada mobilnya saja.
" Kamu di mana Mas?" Angel merasa lemas sekali tubuhnya sehingga dia memilih untuk masuk ke dalam kamar dan bersiap-siap untuk shalat shubuh.
Sementara itu Mario yang masih berada di kamar hotel yang sudah dipesan oleh Rossa. Dia mulai membuka kelopak matanya. Kepalanya terasa sangat penting sekali.
Tatapan matanya pun masih kabur dan dia masih tampak linglung dengan apa yang terjadi kepada dirinya.
" Ya Tuhan apa yang terjadi padaku? Kenapa kepalaku rasanya pusing sekali?" ucap Mario sambil terus memijit pelipisnya untuk bisa mengurangi rasa sakitnya.
__ADS_1
Mata Mario mulai melihat ke sekeliling, melihat di mana dia berada saat ini. " Di mana ini?" mata Mario membulat sempurna saat dia melihat Rossa yanh tengah tersenyum kepadanya. Bahkan tangan Rossa masih melingkar di pinggangnya di balik selimutnya.
" Selamat pagi sayang! Bagaimana malammu sayang? Apakah kau tertidur nyenyak? Hm?" Mario mengerutkan keningnya.
Angel menatap Mario dengan senyum penuh kemenangan dan kebahagiaan. Karena dia dan ibunya sudah berhasil menjebak Mario untuk jatuh dalam pelukannya. Walaupun bisa dikatakan setengah rencana mereka gagal, karena tidak berhasil membawa Angel untuk datang ke hotel itu dan menyaksikan apa yang sedang terjadi di kamar itu antara Rossa dan Mario yang masih polos bagaikan bayi.
Mario berusaha untuk bangkit dari ranjang tersebut dan menepiskan tangan Rosa dengan kasar yang saat ini masih berada di pinggangnya.
" Apa yang kau lakukan di atas ranjang ini? Huh? Bagaimana kita bisa berada dalam satu kasur huh?" tanya Mario dengan geram.
Mario langsung menyambar semua Pakaiannya yang terletak di lantai. Mario mengenakan semua pakaiannya secara buru-buru. Mario kemudian langsung mencari ponsel dan juga kunci mobilnya.
" Kamu mau kemana sayang? Aku masih belum puas menikmati tubuh indahmu sayang!" ucap Rossa sambil tersenyum mengejek Mario yang tampak begitu jijik terhadapnya.
Mario mengarahkan mobilnya menuju apartemen pribadinya. Sebelum dia kembali ke Mansion Di mana tempatnya tinggal bersama Angel.
Mario membersihkan dirinya. Dia memastikan bahwa semuanya sudah rapi dan tidak ada sisa-sisa yang akan membuat Angel curiga dengan apa yang sudah terjadi bersama Rossa tadi malam.
Mario membuang semua pakaian yang digunakannya tadi malam dan langsung membakarnya begitu saja di taman belakang. Mario tidak mau ada sesuatu yang akan membuat dirinya mengingat tentang malam terkutuk di mana dirinya tidur satu ranjang dengan Rossa.
Sejak dulu Mario memang sudah tahu kalau Rossa sangat terobsesi dengannya dan selalu menghalalkan berbagai cara untuk bisa mendapatkan dirinya.
" Lihat aja aku pasti akan segera memberikan pelajaran kepada perempuan ular itu! Kurang ajar! Berani sekali dia bermain-main dengan Mario Dirgantara!" Mario sangat geram sekali dengan apa yang terjadi kepada dirinya.
__ADS_1
Mario kembali mengingat apa saja yang telah terjadi kepada dirinya kemarin siang.
" Sebenarnya apa yang terjadi? SMS itu mengatakan kalau Angel dalam bahaya. Tetapi kenapa di kamar hotel itu malahan Rossa yang di sana? Apakah dia telah menjebak aku? ****! Apa yang sudah dia lakukan kepadaku?" tidak ada habisnya Mario terus mengumpat dan marah.
Mario menarik nafasnya dalam-dalam dan berusaha untuk menenangkan pikirannya agar bisa berpikir jernih dan mengingat semua kejadian kemarin siang. Metika dirinya pergi dan meninggalkan kantornya untuk mencari Angel karena sebuah SMS dari nomor asing yang menghubunginya.
Mario kemudian mengambil ponselnya dan mencari pesan yang kemarin masuk ke dalam ponselnya. Tetapi dia kebingungan karena pesan itu tidak ada lagi di sana.
" Ya ampun! Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa pesan itu tidak ada di sini? Padahal aku yakin sekali kalau kemarin ada seseorang yang mengirimkan pesan padaku kalau Angel dalam bahaya dan meminta pertolongan dariku. Ya Tuhan! Ini benar-benar membuatku merasa sangat gila!" Mario terus mondar mandir di kamarnya.
Mario kemudian mencoba menghubungi nomor Angel. Tetapi nomor itu masih tidak aktif. Sehingga membuat Mario benar-benar sangat frustasi di buatnya.
Setelah berhasil menenangkan dirinya, Mario kemudian meninggalkan apartemen pribadinya dan segera menuju mantionnya bersama Angel. Karena bagaimanapun dia harus menemukan keberadaan Angel agar hatinya bisa tenang.
Begitu sampai di mantion, Mario sangat terkejut melihat mobil angel yang sudah terparkir di garasi dengan cantik.
Mario segera keluar dari mobil dan langsung berlari menuju kamarnya mencari keberadaan Angel yang saat ini sedang berbaring di atas ranjangnya.
" Sayang, kau baik-baik saja?" tanya Mario ketika dia melihat istrinya sedang berbaring dan memejamkan matanya.
Angel yang terkejut mendengarkan suara Mario sontak dia pun membuka matanya. Angel mengerutkan keningnya, ketika dia melihat suaminya yang tampak begitu khawatir dengan dirinya.
" Kamu kenapa sayang?" tanya Angel bingung, Mario langsung memeluk dan mencium Angel dengan penuh rasa syukur. Karena istrinya ternyata baik-baik saja sekarang.
__ADS_1
" Ya Allah terima kasih! Karena kau baik-baik saja sayang. Kau tidak tahu, betapa aku kemarin hampir gila karena mencarimu. Aku sangat mengkhawatirkan keadaanmu sayang!" ucap Mario terharu sekali.