
Setelah tes DNA selesai dan membuktikan bahwa Maria memang benar adalah anak kandungnya. Tasya merasa sangat bahagia karena tidak ada lagi ganjalan di hatinya untuk mengakui Maria sebagai putrinya.
Setelah file-file yang dibutuhkan untuk kepindahan mereka ke Australia siap. Mereka sekeluarga pun kemudian pergi dari Indonesia dan menetap di Australia.
Selain ingin melakukan ekspansi perusahaan barunya. Bayu pun ingin menghindarkan Tasya dari bertemu dengan Zainal.
Entah sampai saat ini Bayu masih merasa belum cukup percaya diri untuk memiliki Tasya sebagai istri di dalam hidupnya.
Bayangan ketakutan bahwa suatu Tasya akan meninggalkannya masih dia rasakan. itulah yang membuat Bayu mau tidak mau dan siap tidak siap mau menerima kehadiran Maria di sisinya. Untuk membuat Tasya tidak membuat alasan bertemu dengan Zainal menggunakan nama anak kandungnya.
' Setidaknya dengan Maria bersama kami tidak ada lagi alasan untuk mereka bertemu. Walaupun aku harus merelakan cinta kasih Dion harus terbagi dengan Maria. aku yakin kalau Tasya bisa membagi porsinya secara adil sehingga tidak ada yang merasa dijadikan anak tiri oleh ibu kandungnya sendiri.
" Alhamdulillah sekarang kita satu keluarga telah bersatu. Mama tidak ingin kita berpisah lagi. Mama tidak rela kalau sampai Maria disiksa oleh orang lain!" ucap Tasya penuh kebahagiaan dan rasa syukur kepada suami barunya yang sudah mau menerima Putri kandungnya bersama dengan Zainal dari pernikahan pertamanya.
" Syukurlah Mah. Kalau kau merasa bahagia. Aku berharap tidak ada lagi beban batin yang akan mengganggu kesehatanmu. Setelah kalian bersama." Bayu sambil tersenyum kepada istrinya.
Maria merasa bahagia melihat ayah tirinya selalu bersikap baik kepada ibunya begitu pula kepada dirinya.
" Apakah Mario perlu sekolah di sini mah?" tanya Maria kepada Tasya.
Bayu menatap Maria dengan tajam berusaha untuk mulai menerima kehadiran Maria secara utuh di dalam kehidupannya tanpa harus merasa terancam.
__ADS_1
" Tentu saja kau harus bersekolah Maria. Bagaimana mungkin keluarga Bagaskara tidak bersekolah? Papa akan mengusahakan sekolah terbaik untukmu. Nanti begitu Dion sudah mulai bersekolah kau bisa membantu adikmu dalam pelajarannya!" ucapp Bayu mengulas senyum kepada Maria yang merasa sangat bahagia mendapatkan perlakuan baik dari ayah tirinya.
Walaupun awalnya Bayu sedikit canggung untuk bergaul erat dengan Maria. Tetapi sedikit demi sedikit Bayu bisa menerima kehadiran Maria dalam rumah tangganya. Apalagi setelah mengetahui Maria adalah seorang anak gadis yang sangat pintar dan juga cerdas. Kemampuannya di dalam bidang manajemen bisnis dan matematika sangat luar biasa. Selain itu Maria juga sangat cepat menguasai bahasa Inggris sehingga dia bisa beradaptasi dengan kehidupan Australia dengan cepat tanpa menyusahkan mereka.
Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Sekarang Maria telah berusia 25 tahun.
Tidak terasa mereka telah tinggal di Australia selama 15 tahun lamanya. Maria sekarang telah berganti nama menjadi Angelina Bagaskara. Karena Maria diadopsi oleh Bayu maka dia menggunakan nama belakang keluarga Bayu.
Walaupun mendapatkan pertentangan dari keluarga besarnya, tetapi Bayu tidak mendengarkan sama sekali pendapat mereka. Karena baginya kebahagiaan Tasya adalah segalanya.
Apalagi selama 15 tahun hidup bersama dengan Maria. Kasih sayang Bayu sudah mulai tumbuh di hatinya kepada putri sambungnya yang ternyata seorang gadis yang cantik dan juga baik hatinya.
Apalagi Bayu melihat kasih sayang Maria kepada Dion adalah tulus dan selalu melindungi putranya dari teman-temannya yang selalu berbuat nakal kepada Dion.
" Mah sekarang Angel akan kembali ke Indonesia dan membantu perusahaan Papa di sana! Tetapi Angel ingin bekerja sebagai staf biasa saja di sana. Angel tidak ingin ada karyawan lain yang mengetahui bahwa Angel adalah putri dari papa Bayu!" ucap Angel dengan senyum yang cerah.
" Kenapa?" tanya Bayu sambil mengerutkan keningnya.
Angel kemudian mendekati Bayu dan memeluknya dengan erat.
" Karena Angel tidak mau nanti memiliki teman-teman yang hanya ingin memanfaatkan status Angel sebagai Putri Papah! Angel ingin menemukan teman-teman yang tulus dan menerima Angel apa adanya. Boleh ya Pah? Kalau Angel bekerja sebagai staf biasa di perusahaan Papah yang ada di Indonesia!" ucap Angel dengan penuh permohonan kepada Bayu.
__ADS_1
Dion masuk ke dalam ruangan itu dan melihat kemesraan antara ayahnya dan juga kakaknya.
" Bagaimana kalau Kak Angel menjadi asistenku saja Pah?" tanya Dion yang langsung bergabung dengan mereka.
" Wah ide yang bagus!" ucap Angel dengan mata berbinar penuh kebahagiaan.
" Apakah kau yakin mau menjadi asisten adikmu? Padahal otakmu lebih xemerlang daripada Dion seharusnya Dion yang menjadi asistenmu!" ucap Bayu sambil menatap tajam kepada putranya yang cemberut seketika.
" Papa ini Kerjanya menistakan Putra sendiri! Di mana-mana seorang asisten itu memang harus lebih pintar daripada bosnya. Supaya bisa menghandle pekerjaan dengan lebih baik dan bisa mengingatkan sang bos Kalau melakukan kesalahan!" ucap Dion membela diri di hadapan ayahnya.
" Kenapa kau merasa bangga dengan kebodohanmu? Kau seharusnya belajar dari kakakmu dan jangan hanya manja dan tergantung kepada kakakmu!" ucap Bayu sampai melotot ke arah Dion yang selalu saja punya alasan dan jawaban dari setiap perkataannya.
" Sudah kalian berdua kenapa sih? Setiap bertemu selalu saja beradu argumen. Dion! Apakah kau bisa diam dan menerima saja apa yang dikatakan oleh ayahmu?" ucap Tasya berusaha mendamaikan Putra dan juga suaminya yang selalu saja berdebat dimanapun mereka bertemu.
" Habisnya papa tidak adil. Papa selalu lebih menyayangi kata Angel dari pada aku. Padahal kan aku adalah anak kandungnya sendiri. Darah dagingnya sendiri. Akan tetapi Papa jauh lebih menyayangi ke Angel dan selalu menyanjungnya di manapun berada!" ucap Dion misuh-misuh sambil cemberut dan melirik kepada Tasya yang mulai gelisah setiap kali Dia mengingatkan tentang hal itu.
" Baiklah semuanya. Saya akan bersiap-siap untuk segera berangkat ke Indonesia. Nanti saya akan menggunakan pesawat komersial biasa!" ucap Tasya sambil bangkit dari duduknya.
" Kenapa kau tidak berangkat sekalian bersama dengan Dion menggunakan jet pribadi milik kita?" tanya Bayu merasa keberatan dengan keinginan Angel.
" Tidak apa-apa Pah. Angel hanya ingin merasakan naik pesawat komersial biasa. Bosen juga selalu menggunakan jet pribadi milik kita. Angel jadi tidak bisa berbaur dengan masyarakat yang lain!" ucap Angel sambil meringis kepada Bayu yang langsung menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" Kalau aku ogah ya, di suruh naik pesawat komersial. Sudah berdesak-desakan dan pasti sangat berisik. Selain itu, tidak sehat juga karena pasti di pesawat banyak sekali orang-orang dengan berbagai karakteristik dan kehidupan mereka. Kita tidak tahu siapa yang sehat dan membawa penyakit ke dalam pesawat!" Bayu kesulitan menelan salivanya sendiri mendengarkan penjabaran dari Dion.
Dion dan Angel memang memiliki kepribadian yang berbeda. Tasya yang selalu memanjakan Dion dan selalu memberikan apapun keinginannya. Sehingga membuat kepribadian Dion menjadi apatis dan juga hedonis. Dion selalu mengagungkan kekayaan dan juga nama besar keluarganya.