
Catherine melirik ke arah kedua anaknya yang masih sibuk bermain dengan Steven dan Bryan.
Catherine kembali mengingat ketika anak-anaknya selalu pulang menangis karena selalu diajak oleh teman-temannya tentang mereka yang tidak memiliki ayah.
Terlihat Catherine memejamkan matanya. Hampir saja air matanya menetes ketika dia mengingat begitu banyak kesulitan yang telah dia lewati saat dirinya mengandung sendirian. Tanpa ada seorangpun yang mau membantunya untuk melewati itu semua termasuk keluarganya pun tidak mendukung dirinya yang hamil di luar nikah.
Catherine menatap Deka yang masih mengharapkan jawabannya. Atas lamaran yang tertunda dan selama ini selalu ditunggu oleh Catherine.
" Are you serious with your planning for marry with me?" tanya Catherine dengan suara yang tersekat di tenggorokan.
Deka langsung bangkit dan mencium bibir Catherine dengan begitu lembut dan penuh kasih sayang.
" I love you honey!" ucap Deka sambil membingkai wajah Catherine yang masih terisak karena belum percaya bahwa saat ini benar-benar terjadi dalam hidupnya.
" Trust me! I will make you happy!" ucap Deka lagi berusaha untuk meyakinkan Catherine bahwa dia pasti akan berusaha untuk membahagiakan Catherine dan juga anak mereka.
" Mama, ayo kita pulang, Cello sudah ngantuk!" ucapnya dengan mata yang sudah memicing karena menahan kantuk yang berat dan sulit di ajak kompromi.
Catherine kemudian mendekati Cello dan memeluknya.
" Kita tidur di rumah kakek dan nenek ya sayang? Kalau sampai ke rumah kita pasti akan lama sayang. Rumah kita kan jauh dari sini," ucap Catherine berusaha membujuk Putri kecilnya yang menggelengkan kepalanya dengan pelan.
" Cello tidur sama nenek ya?" tanya Delia yang tiba-tiba saja ikut nimrung juga di sana.
__ADS_1
Akan tetapi Cello langsung menggelengkan kepalanya dan malah menyusupkan kepalanya dipelukan Catherine.
" Maafkan Cello tidak terbiasa dekat dengan orang yang baru dia lihat." ucap Catherine merasa tidak enak kepada Delia yang mendapatkan penolakan dari putrinya.
Akan tetapi Delia tersenyum begitu manis sehingga membuat Catherine merasa senang dan nyaman mendapatkan penyambutan dari ibunya Deka yang belum pernah dia temui sebelumnya.
Delia kemudian mendekati Cello yang masih memeluk Catherine.
" Ayo Cello tidak ingin berkunjung ke rumah nenek dan kakek nanti di sana selalu bisa bermain sepuasnya bersama dengan dolphin yang kami punya di kolam renang!" ucap Delia yang masih belum mau menyerah untuk menaklukkan cucunya yang masih tampak takut kepadanya.
" Dolphine?" tanya Cello kaget dan exited banget. Karena dolphin adalah hewan kesukaan Cello. Mendengar itu rasa kantuk Cello langsung menghilang seketika dan dia langsung melorot dari pelukan Catherine dan berlari ke arah Delia.
Delia sampai tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia sampai menggelengkan kepalanya melihat putrinya yang sekarang sudah mau mengikuti Delia. Bahkan sudah masuk ke dalam mobil kedua orang tua Deka yang bersiap untuk pulang dari rumahnya.
" Wah! Aku tidak percaya kalau mamamu sangat pintar sekali membujuk anak kecil!" ucap Catherine masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
" Catherine kami akan membawa Cello dan Axel ke kediaman kami. Kalian berbicaralah masalah pernikahan kalian dan pikirkan secara matang-matang!" ucap Kaisar dengan aura yang luar biasa kuat sekali membuat Catherine tidak mampu berkutik untuk menolak keinginan tersebut.
" Ya ampun keluargamu benar-benar luar biasa!" ucap Catherine benar-benar telah jatuh cinta kepada kedua calon mertuanya.
" Kalau kau menerima lamaranku. Mereka juga akan menjadi keluargamu dan Percayalah kedua orang tuaku pasti akan menyayangi kedua anak kita!" ucap Deka sambil tersenyum kepada Catherine.
" Baiklah aku akan menerima lamaranmu tetapi kau harus berjanji satu hal padaku!" ucap Catherine dengan wajah serius.
__ADS_1
" Janji apa?" tanya Deka tampak gugup.
" Berjanjilah apapun yang akan terjadi di dalam rumah tangga kita. Kita berdua akan menghadapinya bersama dan kau tidak boleh memendam semua masalah sendirian saja. Bicarakanlah denganku semua keraguan dan juga kebimbangan di dalam hatimu!" ucap Catherine dengan mata berembun tampak beli air mata yang hampir saja menetes di kelopak matanya sungguh ini adalah momen yang paling mengharukan bagi Catherine yang selama ini selalu menunggu momen itu hadir di dalam hidupnya.
" i'm promise with you!" ucap Deka dengan penuh keyakinan.
" Baiklah, kita akan menikah. Kau bisa atur semuanya. Aku akan mengikuti sama pengaturan kalian untuk masalah pernikahan kita!" Deka langsung memeluk Catherine.
Malam itu menjadi malam paling bahagia untuk keduanya. Karena mereka berjanji akan mengikat cinta mereka dalam ikatan suci pernikahan dan memberikan keluarga utuh untuk kedua anak mereka yang terlahir karena kecelakaan satu malam sebelum malam perpisahan mereka berdua karena ego dan ketidakberanian Deka untuk menghadapi hubungan mereka di hadapan kedua orang tuanya yang terkenal sangat perfeksionis.
Keesokan harinya Mereka pun bertemu dengan kedua orang tua masing-masing dan mengatakan tentang kesanggupan Catherine untuk mulai mengharungi rumah tangga bersama dengan penuh suka cita.
Catherine melihat kedua anaknya begitu dekat dengan kedua orang tua Deka. hatinya menghangat dan merasa sangat bahagia karena kedua anaknya diterima dengan baik oleh orang tua Deka yang terlihat begitu luar biasa di matanya.
Catherine sekarang mengerti kenapa Deka memiliki wajah begitu tampan dan juga pribadi yang begitu sempurna pasti semua itu diwariskan dari kedua orang tuanya yang sangat luar biasa.
" Mama, kami senang tinggal di sini. Kami akan tinggal bersama Nenek dan Kakek, kalian nanti fokus aja untuk membuat adik untuk kami berdua!" ucap Axel yang langsung tersenyum sehingga membuat Catherine wajahnya sampai merona mendengarkan perkataan anaknya yang sangat vulgar yang entah dia pelajari dari siapa.
" Kenapa Putra Mama mengatakan hal-hal seperti itu siapa yang mengajarimu sayang?" tanya Catherine sambil mencium pipi Axel yang sangat dia rindukan.
" Kakek yang bilang, Hahaha!" ucap Axel yang tertawa karena dia mengingat kejadian seru ketika dirinya dan kakeknya bercerita tentang bagaimana dirinya meretas akun sosial media milik ayahnya dan selalu mengerjai para perempuan yang selalu menggoda sang ayah.
Catherine benar-benar curiga dengan senyum yang begitu lepas dari wajah putranya dia tahu pasti ada sesuatu yang disembunyikan oleh Axel darinya.
__ADS_1
" Ya ampun Deka! Kenapa ayahmu sudah mengajarkan hal-hal seperti itu kepada anak kecil seperti dia?" tanya Catherine hopeless dengan kelakuan Kaisar yang absurd Dengan mengatakan hal-hal seperti itu kepada anak kecil sehingga membuat Axel sampai memerah wajahnya ketika mengatakan itu.
" Sudahlah, gak usah di pikirkan dengan berat!" ucap Deka sambil mencium kening Catherine agar wanitanya tidak marah lagi.