
Setelah sampai di apartemennya, tampak Mario mengajak Angel untuk naik ke atas.
" Ayo masuk apartemenku bukankah kau tidak pernah mengunjungiku?" ucap Mario kepada Angel yang sontak langsung menggelengkan kepalanya.
" Tidak usah aku menunggumu di sini saja!" ucap Angel sambil tersenyum kepada Mario.
Mario kemudian keluar dari mobilnya dan membuka pintu Angel memaksanya untuk keluar dari mobil.
Angel yang merasa bingung dengan kelakuan Mario. Akhirnya dia pun keluar dari mobil.
" Kenapa kok ingin aku keluar dari mobilmu huh? Apa kau takut kalau aku akan membawa kabur mobilmu ini?" tanya Angel sambil tersenyum kepada Mario.
Mario menggenggam tangan Angel dengan erat kemudian dia menarik paksa wanita itu untuk mengikutinya.
" Apa yang kau lakukan?" tanya Angel merasa keberatan untuk mengikuti Mario.
Tetapi Mario tidak mengatakan apapun, sampai mereka sampai di apartemennya.
" Duduklah dulu. Aku akan membuatkan kopi untukmu!" perintah Mario kepada Angel ketika mereka sudah sampai di apartemennya.
Tampak Angel yang manyun karena merasa tidak senang karena sudah dipaksa oleh Mario untuk masuk ke dalam apartemennya.
" Apa kau biasa memaksa orang lain untuk mengikuti kemauanmu?" protes Angel sambil duduk di sofa milik Mario.
Angel memperhatikan setiap sudut apartemen Mario yang begitu maskulin dan juga sangat rapi. Begitu mencerminkan kepribadian Mario yang sangat perfeksionis.
" Kau ternyata seorang yang sangat menyukai kebersihan dan kerapihan. Kita berdua benar-benar tidak cocok untuk menjadi pasangan. Jadi sebaiknya kita minta kepada kedua orang tua kita. Untuk membatalkan tentang pertunangan konyol yang tadi malam kita lakukan!" ucap Angel sambil menatap kepada Mario yang tampak sibuk di dapur.
Setelah membuatkan kopi untuk calon istrinya Mario kemudian meninggalkan Angel sendirian di ruang tamu.
" Heh! Apa kau dengar apa yang kukatakan? Kenapa kok diam saja?" tanya Angel mulai merasa kesal kepada Mario yang acuh terhadapnya.
" Memang kau ingin mendengarkan jawaban apa dariku? Bukankah semua jawabanku akan sama hasilnya kepadamu?" ucap Mario dengan malas.
Angel pun kemudian mengikuti Mario ke dalam kamarnya.
" Setidaknya aku ingin pendapatmu." ucap Angel yang tampak memperhatikan kamar milik Mario yang begitu luas dan juga bersih.
" Lihatlah kamarmu ini. Aiya.. begitu cantik dan juga wangi. Sungguh beda sekali dengan kamarku yang berantakan dan juga tampak tidak rapih!" ucap Angel yang sedang duduk di sofa yang ada di dalam kamar milik Mario.
" Kalau begitu mulai besok aku akan menghancurkan kamar ini menjadi kotor dan berantakan, biar kita berdua jadi pantas untuk menikah!" ucap Mario sambil menggunakan pakaiannya.
Angel yang terkejut melihat Mario membuka pakaiannya begitu saja di hadapannya seketika langsung menutup matanya.
" Woi apa kau tidak bisa ganti pakaian di kamar mandi?" protes Angel dengan wajah yang memerah karena malu.
Mario tampak tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Angel yang sangat lucu.
__ADS_1
" Untuk apa juga aku malu sayang? Bukankah kau sudah melihat semuanya? Aku juga sudah hafal dengan setiap inchi dari tubuhmu!" ucap Mario dengan tersenyum genit. Menggoda Angel yang pipinya sudah merah seperti udang rebus.
" Dasar mesum!" Angel bersiap untuk meninggalkan kamar itu tetapi Mario sudah menangkapnya terlebih dahulu.
Mario mencium bibir Angel dengan lembut, membuat Angel lemas seketika. Tubuhnya seakan tak bertulang. Mungkin kalau Mario tidak memegang pinggang dan tengkuknya Angel pasti sudah terjatuh di tempat.
" Aku mencintaimu dan kuharap hal-hal seperti ini tidak akan pernah berakhir di antara kita. Jangan pernah mengatakan kalau kau tidak pantas untuk menjadi calon istriku. Karena di mataku, kau seribu kali lebih pantas untuk menjadi Ibu dari anak-anakku suatu saat nanti. Apakah aku perlu membuatmu hamil dulu? Supaya kau tidak mengatakan lagi untuk membatalkan pertunangan kita? Hmm?" tanya Mario dengan mata berkabut menatap Angel yang berada di pelukannya.
Angel tampak menggelengkan kepalanya sambil menatap mata Mario yang sangat dekat dengan dirinya.
" Baiklah sayang. Ayo sekarang kau habiskan dulu kopimu. Setelah itu kita berangkat ke kantor tampaknya sudah terlambat sejak tadi!" ucap Mario pada akhirnya melepas pelukannya pada Angel.
Jantung Angel yang saat ini sedang berdebar sangat kencang seketika langsung merasa lega setelah Mario melepaskan dirinya.
' Syukurlah!' batin Angel sambil mengelus dadanya yang sejak tadi terus saja berdebar sangat kencang.
" Kenapa kau menghela nafas seperti itu? Hmmm? Apakah tadi kau berfikir bahwa aku akan melakukan sesuatu padamu?" tanya Mario sambil tersenyum menggoda Angel yang langsung keluar dari kamarnya.
" Wah wanitaku memang benar-benar sangat mempesona. Aku sepertinya sudah benar-benar jatuh cinta kepadanya dan tidak bisa keluar lagi." ucap Mario sambil keluar dari kamarnya dan mengikuti Angel yang sedang menghabiskan kopi yang tadi disediakan olehnya ketika pertama datang ke apartemen miliknya.
" Tunggu sebentar aku akan membawa bekal untuk kita makan siang!" ucap Mario yang kembali masuk ke dalam dapur.
" Ya ampun cepatlah! Kita benar-benar sudah terlambat. Nanti kita cari makan siang di restoran saja. Apa kau lupa kalau hari ini kita ada rapat dengan dewan direksi dari perusahaanmu?" tanya Angel kepada Mario yang kembali sibuk di dapur seperti tadi pagi ketika berada di apartemennya.
Angel benar-benar terkesiap dan terpesona melihat calon suaminya yang begitu mahir menggunakan peralatan dapur dan mengolah makanan yang enak.
Angel berulang kali terus menggelengkan kepalanya dan menepuk-nepuk pipinya dengan kedua tangannya.
" Kamu kenapa sih dari tadi bersikap aneh terus?" tanya Farel yang sekarang sudah berada di dekat Angel.
Angel yang tersentak ketika mendapatkan Mario yang tiba-tiba ada di dekatnya seketika hanya bisa tersenyum keki karena malu. Dirinya tertangkap basah oleh Mario, dia sedang memikirkan hal yang aneh-aneh.
" Memangnya ada yang salah?" pulang Mario bertanya kepada Angel.
Angel langsung menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kepada Mario.
" Aku sudah selesai masak. Ayo sekarang kita berangkat! Wah tampaknya kita terlambat banyak sekali. Semoga saja kedua orang tua kita tidak memarahi kita!" ucap Mario sambil menggandeng tangan Angel ketika mereka keluar dari apartemennya.
Ketika mereka hendak turun dari unit milik Mario, tiba-tiba saja dari arah lift keluar seorang wanita yang sangat cantik sekali.
" Mario!" panggilnya.
Angel dan Mario seketika memalingkan wajahnya untuk memeriksa siapa orang yang memanggil Mario.
" Daebak! Sungguh cantik sekali wanita itu!" Puji Angel tanpa dia sadari.
" Bagiku kau seribu kali lebih cantik daripada dia. Ayo kita pergi tidak usah hiraukan dia!" ucap Mario yang langsung menarik tangan Angel untuk masuk ke lift lain yang sudah terbuka.
__ADS_1
" Mario! Tunggulah aku Aku ingin bicara denganmu!" ucap wanita bernama Laila yang ternyata adalah kekasih Mario.
Kekasih?
Yah Laila adalah kekasih Mario yang tidak direstui oleh kedua orang tuanya. Mereka berdua hubungannya tidak jelas. Apakah sudah putus ataukah tidak. Akan tetapi yang jelas, sekarang Laila sudah memiliki kekasih baru bahkan sudah bersiap untuk menikah.
Angel menatap Mario ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
Suasana begitu canggung di dalam sana. Tampak Mario wajahnya yang mengkerut sejak pertemuannya dengan Laila.
" Kenapa kau pergi begitu saja? Padahal perempuan tadi memanggil namamu. Pasti dia ingin bicara denganmu!" Ucap Angel berusaha untuk mencairkan rasa canggung di antara mereka.
" Tidak usah sok tahu!" ucap Mario dengan dingin dan datar.
Entah kenapa Mario seketika merasa kesal hatinya. Kebahagiaan yang sejak pagi dia rasakan tiba-tiba hilang melayang begitu saja setelah kedatangan Laila.
Melihat ekspresi Mario yang tidak bersahabat Angel pun tidak berani untuk bicara lagi.
Sampai mereka tiba di perusahaan Bagaskara keduanya masih tampak terdiam dan tidak membuka percakapan sama sekali.
Begitu turun dari mobil Mario langsung membukakan pintu untuk Angel dan menggenggam tangannya dengan sangat erat seakan takut kalau kehilangan Angel.
Angel hanya menatap Mario yang sejak tadi wajahnya begitu dingin dan datar. Seperti yang sangat sulit untuk ditebak apa pikirannya saat ini.
" Apa kau marah kepadaku?" tanya Angel takut-takut ketika mereka sudah sampai di dalam lift.
Saar pintu lift tertutup, tiba-tiba saja Mario langsung mencium bibir Angel dengan sangat menggebu. Perasaannya yang sejak tadi di dalam mobil ditahan sekarang dia lampiaskan sepenuhnya kepada wanita yang saat ini mengisi ruang hatinya.
Setelah Angel kehabisan nafas dan terengah-engah, karena kehabisan pasokan oksigen, tampak Mario melepaskan ciumannya.
Wajah Angel di tangkupnya dengan kedua tangannya kemudian ditatapnya dengan lekat.
" Dengarkan aku! Apapun yang terjadi aku pasti akan menikahimu dan aku pasti akan selalu mencintaimu! Peganglah kata-kataku ini sampai kapanpun! Jangan dengarkan perkataan siapapun. Kalau itu bukan berasal dari mulutku. Hmmmm? Kamu paham?" tanya Mario dengan tatapan yang benar-benar meluluhkan hati Angel.
Angel hanya bisa menganggukkan kepalanya seperti anak bodoh yang mengikuti apapun yang dikatakan oleh Mario kepadanya.
" Anak baik!" ucap Mario sambil mengecup sekilas bibir Angel sekali lagi.
Setelah pintu lift terbuka, Mario langsung memeluk Angel dan menggenggam tangannya dengan sangat erat.
' Ya Tuhan! Ada apa dengan diriku? Kenapa aku begitu menurut kepadanya? Apa yang salah denganku?' begitu banyak pertanyaan di dalam hati Angel ketika dirinya tidak bisa menolak apapun yang dikatakan oleh Mario kepadanya.
' Jangan sampai hilang warasku karena dekat dengan laki-laki ini. Ya Tuhan! Dia adalah seorang casanova yang pasti memiliki banyak penggemar wanita fanatik. Apakah mungkin wanita tadi adalah mantan kekasihnya ataukah salah satu dari fansnya yang tergila-gila kepada dia?' bathin Angel frustasi.
" Kau tidak usah memikirkan hal yang aneh-aneh tentangku! Cukup kau pikirkan bahwa aku mencintaimu dan sebentar lagi kita akan menikah!" Ucap Mario pelan sambil berbisik di telinga Angel, sementara tangannya mengelus kepala Angel dengan sangat lembut.
Diperlakukan begitu lembut oleh seorang Mario seketika tubuh Angel membeku di tempat. Hati wanita manakah yang tidak akan meleleh? Mendapat begitu banyak cinta dari pria sekeren Mario Dirgantara!
__ADS_1