Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
60. Akhirnya


__ADS_3

Mario sangat marah sekali melihat adiknya diperlakukan tidak baik oleh Dion.


Mario segera menarik tangan Catherine dari kuasa seorang Dion yang saat ini sedang menatapnya dengan penuh kemarahan.


" Mau apa kau datang kemari? Apa kau tidak lelah mencampuri urusan orang lain?" tanya Dion sambil duduk di kursi dan tidak mempedulikan sama sekali Mario yang sedang menatapnya dengan marah.


" Apa kau baik-baik saja Catherine?" tanya Mario kepada adiknya yang tampak gemetar ketakutan. Angel yang kebetulan hendak masuk pun melihat adegan di dalam ruangan Dion yang tadi terlihat hendak memperkosa Catherine. Angel tampak geram dengan apa yang di lakukan adiknya ke pada Catherine.


" Apa yang kau lakukan Dion? Astagfirullah! Kau benar-benar membuat malu keluarga kita!" ucap Angel sambil memukul bahu Dion yang terkejut melihat kehadirannya.


" Kak? Kapan datang ke Indonesia?" tanya Dion sangat bahagia melihat kehadiran kakaknya yang selama ini menjauh dari keluarganya, setelah melahirkan Angel memilih untuk tinggal di Australia sendiri.


Mario dan Catherine tampak terkejut dan juga bahagia karena melihat Angel yang sekarang berdiri di hadapan mereka.


" Apa kau baik-baik saja Catherine?" tanya Angel menatap ketrin yang masih gemetar di pelukan Mario.


Mario sangat merindukan Angel, tetapi Angel tidak melirik sekilas pun kepadanya. Hal itu benar-benar membuatnya sangat frustasi. Akan tetapi Mario bahagia karena dia bisa melihat Angel tanpa harus berusaha keras lagi. Setidaknya dia bisa melihat wajah cantik Angel tanpa harus merasakan kerinduan yang begitu menyiksa jiwa raganya.


" Aku baik-baik saja kak. Terima kasih dengan kehadiran kalian. Sehingga aku selamat dari binatang buas itu!" ucap Catherine sambil melirik kepada Dion yang langsung tertawa sumbang mendengarkan perkataannya.


" Aku itu suamimu. Kalau kau masih ingat itu, ya? Kalaupun aku memperkosamu di depan umum, aku masih memiliki hak itu!" ucap Dion dengan senyum tengilnya yang telah benar-benar membuat Mario sangat emosi dibuatnya.


" Kau adalah laki-laki b******* yang tidak layak menjadi suami adikku!" ucap Mario bersiap untuk melayangkan bogem mentahnya kepada Dion. Tetapi Dion yang memang memiliki keahlian bela diri pun tidak mau kalah dari Mario yang saat ini sedang kalap karena melihat adiknya diperlakukan tidak baik oleh sang suami.


Angel langsung menarik tangan Dion agar menjauh dari Mario.


" Kalau kau memang pria yang gentle, ayo datang dan lawanlah aku! Jangan kau berdiri di belakang ketiak seorang perempuan!" ucap Mario menantang Dion yang saat ini sedang dipegang tangannya oleh Angel.

__ADS_1


Angel langsung menarik tangan Dion untuk keluar dari ruangannya dan tidak memperdulikan Mario sama sekali yang sedang marah terhadap keduanya.


Catherine yang melihat interaksi semacam itu diantara Angel dan kakaknya, hatinya benar-benar merasa sedih.


" Kenapa Kak Angel tidak mau melihatmu sedikitpun Kak?" katanya Catherine ketika kakak beradik itu sudah meninggalkan ruangan milik Dion.


Mario duduk di sofa kemudian dia menatap adiknya yang tampak sudah mulai membaik keadaannya.


" Bercerailah kalau kehidupan kalian tidak bahagia. Jangan memaksakan dirimu. Kau berhak untuk hidup bahagia. Kakak tidak rela melihatmu selalu dianiaya oleh suamimu yanv brengsek itu!" ucap Mario sambil memejamkan matanya.


Kepala Mario benar-benar sangat pusing sekali melihat Angel yang bahkan tidak mau melirik ke arahnya sedikitpun.


' Apakah kau begitu membenciku bahkan kau tidak mau bicara apalagi melihatku! Apakah dosaku padamu terlalu besar sayang? Hingga kau tidak bisa meluangkan sedikit saja pintu maaf untukku di dalam relung hatimu?' batin Mario merasa sangat sakit dan sedih hatinya, ketika melihat Angel yang begitu cuek dan bahkan seakan menganggapnya tidak ada di ruangan itu.


" Ayo kita pulang Kak jangan sampai nanti Dion kembali lagi kemari dan akan terjadi lagi keributan di antara kalian berdua!" ucap Catherine sambil menarik tangan Mario untuk keluar dari ruangan Dion.


Ketika sampai di luar, tampak Susan yang menatapnya dengan penuh kebencian.


" Bereskan semua barang-barangmu! Karena mulai hari ini, Kau dipecat! Jangan sekali-kali kau datang lagi ke kantor ini. Kalau satu kali lagi aku melihatmu ada di sini, percayalah aku akan memasukkanmu ke daftar Blacklist. Sehingga kau tidak akan pernah bisa bekerja di manapun!" ucap Mario ketika dia berada di hadapan Susan yang tadi tampak tersenyum manis kepadanya dan berusaha untuk menggodanya.


Mendengarkan perkataan Mario Susan langsung ciut nyalinya dan dia pun langsung menundukkan kepalanya.


Kerjasama antara Dirgantara group dan Bagaskara group memungkinkan Mario untuk bisa memecat siapapun yang ada di kantor itu tanpa harus meminta persetujuan siapapun juga di kantor Dion.


Apalagi sekarang saham Bagaskara group sudah semakin menyusut karena sedikit demi sedikit telah dibeli oleh Dirgantara Group.


Angel sangat tahu bahwa sekarang posisi Bagaskara grup di dalam perusahaan benar-benar sangat genting dan kacau.

__ADS_1


Semuanya adalah gara-gara Mario yang selalu saja menekan perusahaannya dan memberikan banyak masalah kepada Dion. Sehingga perusahaannya sangat sulit untuk beradaptasi dan melawan kekuatan Mario yang ahli dalam strategi bisnis dan memiliki ilmu pemasaran yang mumpuni.


Sementara itu Dion yang saat ini berada di dalam ruangan ayahnya sedang berbicara dengan Angel.


" Apa yang tadi kulihat itu Dion? Apakah benar laki-laki yang kulihat tadi adalah adikku? Kenapa aku benar-benar tidak mengenalmu lagi? Kemanakah Dion yang memiliki hati yang baik dan selalu menghormati wanita?" tanya Angel sambil menatap tajam kepada Dion yang saat ini sedang menundukkan kepalanya.


" Jawablah Dion kau punya mulut kan?" tanya Angel yang mulai kesal dengan adiknya.


" Maafkan aku Kak! Semuanya karena kemarahan yang ada di dalam hatiku yang menggunung. Semua itu gara-gara perbuatan kakaknya yang selalu mencari masalah dengan keluarga kita! Aku benar-benar tidak bisa mengontrol diriku ketika berhadapan dengan Catherine." ucap Mario sambil meraup wajahnya dengan kasar.


" Itu karena kau mencintainya adikku. Secara tidak sadar. Kau telah benar-benar jatuh cinta kepadanya! hanya saja semua masalah yang terjadi pada keluarga kita telah membuat hatimu merasa sedih hingga akhirnya rasa cinta itu berubah menjadi kebencian! Sudahlah Dion kau tidak usah ikut campur dalam urusan Kakak dan Mario itu bukanlah kapasitasmu untuk ikut campur di dalamnya!" ucap Angel berusaha menasehati adiknya yang tampak begitu menderita dengan kehidupan pribadinya bersama Catherine.


" Tidak mungkin aku mencintai perempuan manja itu! Kakak tidak usah mengarang!" ucap Dion berusaha untuk menghindari tatapan mata Angel yang seakan-akan tepat menusuk jantungnya. Sehingga membuat Dion gugup di buatnya.


Sejak dulu hanya Angellah yang selalu mengerti bagaimana perasaan Dion.


Hanya Angel yang benar-benar mengerti Bagaimana seorang Dion luar dalamnya. Sejak kecil mereka berdua tumbuh bersama. Ibarat kata Angel mengenal Dion lebih baik daripada dirinya sendiri.


" Kau tidak bisa menipu mata kakakmu ini! Walaupun kau bisa menipu seluruh dunia, tapi tidak akan pernah bisa menipuku!" ucap Angel sambil menepuk bahu adiknya.


Dion kesulitan menelan salivanya sendiri dan Dia pun akhirnya Hanya bisa pasrah duduk di atas sofa.


Catherine yang saat ini sedang berdiri di ambang pintu ruangan, dia tampak terkejut mendengarkan semua isi pembicaraan kakak beradik yang di luar perkiraan dirinya.


Mario pun hanya bisa diam mendengarkan semua percakapan mereka.


" Dengarkan aku Dion! Masalahku dan Mario bukanlah kesalahan Catherine ataupun kesalahanmu. Jangan kau merusak kebahagiaan rumah tanggamu sendiri untuk masalah kami berdua yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kalian berdua! Minta maaflah kepada Catherine dan perbaikilah rumah tangga kalian. Tolong! Jangan sampai membuat kedua orang tua kita merasa kecewa karena mengetahui putranya memperlakukan buruk menantu mereka!" Angel berusaha untuk menasehati adiknya yang dia tahu mencintai Catherine.

__ADS_1


__ADS_2