Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
86. Masa?


__ADS_3

Entah kenapa mendengar bahwa Catherine saat ini sedang menjalani proses perceraian dengan suaminya membuat hati Deka tiba-tiba saja menjadi senang.


' Ah, rupanya dia calon janda!" tiba-tiba bibir Deka tersenyum tanpa dia sadari.


Catherine merasa kesal sekalian. Setelah selesai bertelepon dengan Diona, Catherine langsung melirik sekilas kepada Deka. Catherine mengerutkan keningnya ketika dia melihat Deka yang tersenyum sendiri seperti orang bodoh.


" Heh! Kenapa kau senyum-senyum sendiri seperti bodoh seperti orang bodoh? Apa ada yang lucu di sini?" sengit Catherine kepada Deka yang terkejut mendengarkan suaranya.


" Astagfirullah! Kau ini perempuan tapi kelakuanmu benar-benar sangat barbar dan tidak punya etika! Pantas saja suamimu tidak mau mengurusi mu lagi! Cih!" ucap Deka sambil melirik sinis kepada Catherine yang dari tadi telah sukses membuat hatinya berdebar sangat kencang.


Siapa yang menyangka kalau tiba-tiba saja Catherine malah menangis tersedu. Sehingga membuat Deka menjadi salah tingkah dibuatnya.


" Eh, kenapa kau menangis?" tanya Deka heran sekaligus khawatir karena dia telah sukses membuat seorang wanita yang menarik hatinya menangis tiba-tiba di depan dia. Deka tampak menggaruk bentuknya yang tidak gatal.


Deka mendekati Catherine kemudian dia memberanikan diri mengelus punggung nya, dia berusaha untuk menenangkan Catherine agar tidak menangis lagi.


" Sudahlah jangan menangis lagi ya? Kau maafkan aku. Kalau kata-kataku sangat kasar dan tidak berperasaan. Kamu wanita yang baik kok. Hanya mulutku ini yang jahat. Nggak apa kalau kamu marahin aku. Ya udah, jangan menangis lagi ya? Cup cup!" ucal Deka.


Dengan sangat telaten Deka terus berusaha menghentikan tangis Catherine yang malahan semakin menggugu tangisnya.


Deka benar-benar menjadi bingung dibuatnya. Sementara catherine yang saat ini hatinya sedang sensitif, dia merasa semakin sedih ketika ada orang asing yang malah memperdulikan dirinya. Padahal suaminya sendiri sama sekali acuh dengan dirinya dan tidak pernah menganggap di ada.


Secara perlahan Deka mendekati Catherine kemudian membawa gadis cantik itu ke dalam pelukannya.

__ADS_1


Catherine yang memang sudah lelah lahir batin. Dia pun kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Deka dan menangis sepuasnya di sana.


karena Catherine yang terus menangis dan air matanya bercucuran tanpa henti, membuat dada Deka menjadi basah karena air mata.


" Sudahlah jangan menangis lagi ya? Sebentar lagi lift-nya akan berhenti di lantai dasar. Kalau orang lain melihatmu menangis begini, nanti mereka berpikir kalau aku yang membuatmu menangis!" ucap Deka khawatir.


Mendengar perkataan Deka sontak Cathrine pun kemudian menarik dirinya dari pelukan Deka. Entah kenapa Deka merasa seakan ada sesuatu yang hilang setelah Catherine pergi menjauh darinya.


" Aaaa," ucap Deka merentangka kedua tangannya kepada Catherine seakan tidak rela perempuan itu meninggalkan pelukannya.


Catherine melihat ke arah kemeja Deka yang telah basah karena air matanya. Catherine bahkan melihat jas yang digunakan oleh Deka kotor karena ingu$nya tadi saat hidungnya mampet gara-gara ingu$ yang numpuk di hidungnya gara-gara kebanyakan menangis. Catherine merasa tidak enak dibuatnya.


" Maafkan aku karena kecerobohanku aku sudah membuat pakaianmu jadi kotor. Aku akan menggantinya, ayo kita ke mall dulu, kita ganti pakaian kamu dengan yang baru!" ucap Catherine serak suaranya.


Mendengar perkataan Catherine sontak Deka menjadi terkejut dan dia baru sadar bahwa ternyata pakaiannya memang kotor dan tampak menjijikan.


Siapa yang menyangka Catherine malah tertawa melihat reaksi Deka yang sangat lucu ketika melihat ingusnya melekat di jas nya yang mahal.


" Wah! Kau ini perempuan yang sangat hebat. Tadi kau menangis begitu kencang dan sekarang pun kau tertawa begitu kencang. Kau benar-benar seorang perempuan yang luar biasa!" puji Deka dengan senyum berkembang di bibirnya.


Mendengar perkataan Deka, seketika Catherine pun kembali ingat tentang kesedihan hatinya dan dia kembali murung.


Deka kembali merasa bersalah karena sudah membuat Catherine menjadi sedih lagi. Deka menjadi bingung bagaimana harus bersikap di hadapan Cathrine saat ini.

__ADS_1


Walaupun tangisan Catherine tidak sekeras tadi, tetapi terlihat bahwa Catherine masih terisak dan air mata pun masih mengalir di kelopak matanya yang cantik.


Selama perjalanan menuju lantai dasar itu, tidak ada yang bersuara. Semuanya sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Setelah pintu lift terbuka Catherine langsung pergi menuju mobilnya dan bersiap untuk meninggalkan gedung apartemen.


Tetapi Catherine ingat bahwa dia telah merusak pakaian orang lain. Sehingga dia pun kemudian berbalik dan melihat ke arah Deka yang hendak masuk ke mobil pribadinya yang di parkir tidak terlalu jauh dari mobilnya.


" Maafkan aku. Aku akan pergi ke mall untuk membeli pakaian baru untukmu. Apa kau bersedia untuk ikut denganku ataukah kau bisa mengatakan padaku ukuran pakaianmu? Nanti aku akan mengantarkan ke kantormu!" Ucap Catherine dengan gugup.


Mendengar perkataan Catherine. Entah kenapa tiba-tiba saja hati Deka merasa sangat bahagia. Sebenarnya di bagasi mobil Deka ada banyak pakaian yang bisa dia gunakan untuk ganti pakaian. Tetapi karena dia tertarik untuk pergi bersama dengan Catherine, dia pun berpura-pura menyambut niat baiknya.


" Aku tidak merasa nyaman kalau duduk di mobil seorang perempuan. Apakah kau tidak keberatan? Kalau aku mengundangmu masuk ke mobilku dan kita akan pergi ke mall bersama!" ucap Deka mengulas senyum kepada Cathrine.


Catherine pun kemudian melihat ke arah mobilnya dan mobilnya Deka yang jelas sangat jauh berbeda. Mobil Deka adalah mobil Ferrari keluaran terbaru yang baru saja dibeli oleh Aprilia untuk menyambut kedatangan sepupunya ke Indonesia.


" Baiklah kalau begitu!" Catherine kemudian mengambil kembali barang-barangnya yang ada di dalam mobil dan langsung mengunci kembali pintu mobilnya.


Deka merasa senang sekali karena Catherine bersedia untuk masuk ke dalam mobilnya dan pergi bersama dengannya.


Setelah Catherine duduk di sebelahnya. Deka pun kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi Aprilia.


" Halo Aprillia? Kau ada di mana sekarang? Kita batalkan pertemuan kita ya? Karena aku ada urusan penting yang tidak bisa aku tinggalkan sekarang! Hmmm, oh ya.. ok! Ya sudah, nanti aku akan datang ke kantormu setelah urusanku selesai. Mungkin kita ganti makan malam saja untuk pertemuan kita nanti ya? Ok sayang! Bye!" ucap Deka sambil mengakhiri panggilan teleponnya.

__ADS_1


Entah kenapa mendengar percakapan DK ditelepon tadi, apalagi ketika Deka memanggil wanitanya dengan kata "sayang" , seketika hati Catherine seakan mencelos di buatnya.


" Ehm, setelah membeli pakaian kau bisa bertemu dengan kekasihmu. Kenapa kau pakai acara membatalkan pertemuanmu segala? Dia pasti merasa kesal kalau mengetahui kau pergi denganku!" ucap Catherine merasa tidak nyaman.


__ADS_2