Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
114. Selalu


__ADS_3

Deka mendekati ayahnya dan juga Aprilia yang sedang makan malam bersama di meja makan yang sengaja di set di taman mansion mereka. Makan malam dengan cahaya lilin yang romantis di sertai cahaya bulan yang indah.


Deka memang paling menyukai suasana makan malam di kediamannya seperti itu. Makan malam yang terkesan begitu akrab dan juga menyenangkan.


" Bagaimana kabarmu Deka? Kenapa setelah pulang dari Indonesia tampaknya kau selalu saja murung? Apakah kau menemui masalah di sana?" tanya Kaisar sambil mengunyah makanannya diambil dari sekelas kepada putranya yang tampak begitu kurus.


Kaisar bisa melihat Deka saat ini hatinya tidak bahagia. Mata Deka tidak bersinar seperti biasanya. Hal itu benar-benar sangat mengganggu pikiran Kaisar.


" Apakah ada masalah yang mengganggu pikiranmu Nak? Kenapa Papa menangkap kalau kau tidak bahagia?" tanya Kaisar terus memperhatikan wajah Deka yang otomatis merasa gugup karena sadar kalau Ayahnya terus memperhatikan dirinya.


' Wah kebiasaan papa kalau berhadapan dengan orang selalu saja membaca pikiran mereka. Gawat!' bathin Deka mulai blingsatan dan takut kalau Ayahnya akan menyadari apa yang saat ini dia pikirkan.


" Ceritakanlah Pada Papa. Siapa tahu Papa bisa membantu penderitaanmu!" Desak Kaisar meminta penjelasan kepada putranya.


Akan tetapi Deka yang masih belum siap bercerita tentang masalah hatinya hanya bisa menggeleng dengan lemah.


" Bisa kau jujur dengan hatimu sendiri Deka?" demi mendengar pertanyaan dari ayahnya Deka sontak terkejut luar biasa.


' Apakah Papa mengetahui masalahku dengan Catherine?' bathin Deka mulai cemas.


Bagaimanapun Deka benar-benar tidak siap kalau harus menerima kemarahan dari ayahnya. Kaisar tampak tersenyum.


" Ayah tahu kalau kau selama di Indonesia memiliki hubungan dengan seorang wanita. Kenapa kau tidak membawa perempuan itu kepada kami?" tanya Kaisar penasaran.


Demi mendengarkan pertanyaan Kaisar, Deka sampai tersedak. Sehingga membuatnya batuk-batuk. Delia yang duduk di sampingnya langsung mengambilkan air putih dan menyodorkannya kepada putranya.


" Sudah sih Pah. Ya ampun! Orang lagi makan diajak ngobrol terus. Liihat nih. Putra kita sampai tersedak begini!" ucap Delia sambil menatap tajam kepada kaisar yang serta merta meminta maaf kepada istri tercintanya.


Bagaimanapun Kaisar paling tidak senang kalau melihat Delia marah kepadanya. Karena itu alamat dia akan tidur di sofa dan tidak diizinkan untuk memeluk sang istri.

__ADS_1


Dari dulu hingga sekarang Delia tetap saja tidak berubah selalu menghukum Kaisar dengan cara-cara menjauhkan dirinya dari sang suami. Sehingga membuat Kaisar selalu kelimpungan kalau sudah melihat Delia mulai cemberut di hadapannya.


" Maaf papa kan hanya penasaran saja karena melihat Putra kita begitu sengsara." ucap Kaisar meminta maaf kepada Deka sambil mengulas senyum kepada Delia.


Delia melotot sempurna menatap suaminya. Delia terus menggelengkan kepalanya karena heran dengan suaminya yang sudah tua tapi masih saja ceplas-ceplos gaya bahasanya.


' Sudah tahu kalau putranya sedang sedih, eh malah digodain. Benar-benar tidak punya empati terhadap Putra sendiri!' bathin Delia lumayan kesal dengan suaminya.


Setelah kejadian Deka yang keselek. Akhirnya mereka pun melewati makan malam dengan tenang. Tanpa keributan apapun. Aprilia pun lebih banyak diam daripada berceloteh seperti biasanya.


Deka bisa menangkap bahwa sepupunya pun sama-sama sedang merasakan perasaan yang sama dengan dirinya Patah Hati!


Begitu selesai menyelesaikan makan malam. Deka kemudian mendekati Aprilia yang sepertinya sudah bersiap untuk masuk ke dalam kamarnya.


" Bisa kita bicara?" tanya Deka pelan.


" Wah tempat ini masih belum juga berubah ya? Masih seperti saat dulu kita masih kanak-kanak!" ucap Aprilia begitu sumringah melihat ayunan yang telah menyimpan begitu banyak kenangan mereka berdua ketika masih kecil dulu.


" Yang berubah itu kan kita. Kita berdua sekarang sudah semakin tua dan berumur. Bukan remaja labil seperti dulu!" ucap dekah sambil tersenyum kepada Aprilia yang mengangguk setuju dengan perkataannya.


" Katakan padaku April. Apakah kau putus dengan Akeno?" tanya Deka dengan wajah serius menatap sepupunya yang langsung menundukkan kepalanya.


" Iya aku putus dengannya. Kenapa? Apakah terlihat sekali kalau aku sedang patah hati?" tanya Aprilia sambil melihat kepada DK yang langsung mengacak pucuk rambutnya dengan gemas.


Sejak dulu Deka selalu menyayangi Aprilia sama seperti menyayangi Adiknya sendiri.


Adik Deka saat ini sedang ke luar negeri karena harus melanjutkan studinya.


Jadi sudah biasa kalau Deka bermain seperti itu dengan Aprilia yang sering berkunjung ke Dubai hanya untuk bertemu dengannya.

__ADS_1


" Kenapa kau putus dengan Akeno? Padahal kemarin aku melihat kau sepertinya jatuh cinta pada laki-laki itu!" tanya Deka benar-benar sangat penasaran ingin mengetahui alasan sepupunya meninggalkan Akeno yang tampan dan sempurna.


" Akeno mengajak aku nginep di hotel. Aku menolak dan dia kemudian minta putus dariku!" ucap Aprilia terdengar seperti cuek dan terasa begitu dingin.


" Parah juga ih! Kalau aku tahu dia seperti itu, Aku pasti Kemarin langsung menghajar dia! Berani sekali dia bermain-main dengan keluarga Yamada!" ucap Deka kesal bukan kepalang mendengar sepupu kesayangan dia telah di lecehkan oleh Akeno.


" Sudahlah lupakan saja aku juga sudah meninggalkan dia kok. Aku datang ke Dubai jauh-jauh untuk bersenang-senang bukan untuk memikirkan masa lalu yang tak berarti menurutku!" ucap Aprilia berusaha untuk tegar dan tersenyum di hadapan sepupunya yang dia tahu begitu peduli kepadanya.


Tanpa mereka sadari Delia dan Kaisar terus memperhatikan interaksi mereka.


" Keterlaluan nggak sih? Kalau kita berdua menjodohkan mereka?" tanya Delia sambil melirik sekelas kepada suaminya yang masih sibuk dengan macbox pemiliknya.


" Sudahlah tidak usah ikut campur urusan anak-anak. Mereka tuh sudah dewasa kita terima beres saja!" protes Kaisar tidak setuju dengan melihat istrinya untuk menjodohkan Deka dengan Aprilia yang merupakan masih anak dari adik tirinya, Takeshi Yamada dan Kyoto.


" Memangnya kenapa Pah? Bukankah Lucu ya? Kalau kita mempunyai menantu seperti Aprilia. Apalagi Putra kita juga sejak dulu Sudah akrab dan dekat dengannya!" ucap Delia Merasa tidak senang dengan opini sang suami yang tidak setuju dengan keinginannya untuk menjodohkan Aprilia dan Deka.


Bagaimanapun juga Delia masih mengingat tampang menyedihkan putranya saat bercerita. Bahwa saat ini Deka sedang patah hati setelah kekasihnya menikah.


Delia benar-benar hanya menginginkan kebahagiaan mereka. Walaupun dengan cara yang salah dan membuat mereka malah jengkel terhadapnya. Apalagi Kaisar kalau sudah marah benar-benar sulit untuk dikendalikan membuat Delia benar-benar frustasi kalau semua itu benar-benar terjadi.


Setelah menyelesaikan semuanya. Mereka pun kemudian masuk ke dalam ruangan mereka masing-masing. Karena acara makan malam sudah dinyatakan selesai oleh Kaisar.


Terlihat Aprilia yang mendekati Deka yang sudah mulai bersiap untuk tidur karena merasa kelelahan tingkat dewa yang kabur.


" Mau apa kau malam-malam datang ke kamar aku?" tanya Deka mulai gugup


" Sudah sana pulang kau sudah terlalu lama berada di rumahku. Apa orang tuamu tidak mencarimu?" tanya Deka kepada Arillia yang masih menatapnya dengan tajam.


" Orang tuaku tidak akan mencariku tenang saja. mereka terlalu sibuk dengan bisnis mereka dan tidak pernah menganggap bahwa putrinya membutuhkan mereka." ucap Aprillia yang tersenyum kepada Deka.

__ADS_1


__ADS_2