
Mendengar perkataan Catherine tentang kekasih, membuat Deka menjadi tergelitik hatinya untuk menggoda Catherine yang menurut dia lucu.
" Kau jangan khawatir. Kekasihku itu adalah wanita yang sangat bijaksana dan dia tidak pernah mengekang kekasihnya untuk pergi dengan siapapun yang aku mau. Kekasihku itu wanita yang sangat pengertian!" ucap Deka dengan senyum tengilnya merasa sangat bahagia melihat ekspresi Catherine yang seketika membeku di tempat.
Mendengar perkataan Deka, Catherine pun kemudian lebih memilih untuk melihat jalanan yang ramai, di mana sudah mulai ramai karena jam kantor sudah dimulai dari tadi. Entah kenapa Catherine tiba-tiba menjadi gugup berdekatan dengan Deka. Padahal mereka tidak saling mengenal satu sama lain.
Kita cari mall yang terdekat saja. Agar tidak mengganggu waktumu. Apalagi aku juga sebentar lagi harus pergi ke pengadilan untuk menghadiri sidang perceraianku!" ucap Catherine dengan gugup.
Catherine pun benar-benar sangat bingung dengan dirinya sendiri. Kenapa bisa dia begitu gugup berdekatan dengan orang asing seperti Deka? Ah sungguh membuat frustasi.
Sejak tadi Catherine terus menggelengkan kepalanya. Merasa bingung dengan dirinya sendiri yang sangat tidak biasa.
" Ada apa denganmu, hmmm? Aku lihat dari tadi kelihatannya kau terus menggelengkan kepalamu. Apakah kau sedang sakit?" tanya Deka sambil mengelus pipi Catherine dengan lembut. Ya Tuhan! Perbuatan Deka ini telah benar-benar membuat Cathrine menjadi salah tingkah luar biasa.
Jantung Catherine laksana genderang perang yang terus berbunyi dengan kencang. Nafas Catheine bahkan memburu sejak tadi.
" Aku baik-baik saja! Ya ampun! Tolong kau singkirkan tanganmu dariku! OMG! Jangan sembarangan kau megang-megang orang lain!" gerutu Catherine dengan gugup sehingga membuat Deka menjadi sangat lucu dibuatnya dengan ekspresi wanita itu.
Entah kenapa melihat Catherine seperti itu, Deka seakan mendapatkan mainan baru untuk kesenangan hidupnya.
" Jangan katakan kalau kau sudah jatuh cinta padaku! Hahahaha!" sontak Deka pun tertawa memikirkan pikiran konyol yang lewat selintas di dalam otaknya.
__ADS_1
" What? Fall in love with you? Are you crazy baby?" Catherine benar-benar hilang akal ketika dia berhadapan dengan Deka.
Mendengar perkataan Catherine seketika hati Deka menjadi bahagia di buatnya., " Yess Baby, i am crazy because of you! Hahaha!" Deka sungguh tidak mampu lagi untuk menghentikan gelak tawanya melihat kelucuan Catherine yang luar biasa baginya.
' Entah kenapa. Dia calon janda, tetapi bersikap seperti gadis perawan yang tidak pernah disentuh seorang laki-laki. Ya Tuhan! Ini benar-benar sangat menarik!' bathin Deka.
Mendengar perkataan Deka, benar-benar membuat hati Catherine menjadi panas dibuatnya. Sehingga dia pun akhirnya memilih untuk diam dan tidak menimpali lagi apapun yang dikatakan oleh Deka. Karena ujungnya pasti tidak akan beres untuk dirinya sendiri.
Begitu mereka sampai di mall yang sangat besar. Deka pun kemudian memarkirkan mobilnya dan mengajak Catherine untuk masuk ke dalamnya.
Deka menggulurkan telapak tangannya untuk menggenggam telapak tangan Catherine, tetapi Catherine acuh saja terhadapnya dan memilih untuk jalan di depannya. Tapi siapa yang menyangka, kalau tiba-tiba saja Deka langsung menggenggam telapak tangan Catherine dengan begitu acuh dan menarik Catherine untuk mengikuti dirinya.
Catherine terkejut dan berusaha melepaskan diri dari Deka, tetapi Deka malah semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Catherine. Sehingga membuat Catherine akhirnya menyerah untuk memberontak lagi.
Ketika Deka dan Catherine masuk ke toko pakaian itu. Seketika para pekerja pun histeris karena melihat Deka yang menggenggam tangan seorang perempuan.
" Ya ampun? Bukankah dia itu Deka Yamada yang terkenal itu? Pangeran dari Dubai!" mendengar kericuhan yang diakibatkan oleh para pekerja tersebut. Membuat Catherine jadi mengetahui identitas seorang Deka yang sekarang sedang menggenggam telapak tangannya dengan sangat erat.
Para pengunjung Mall kemudian banyak yang mengalihkan pandangannya kepada mereka berdua dan memperhatikan Catherine dan Deka yang begitu romantis karena terlihat saling bergenggam tangan di depan publik.
" Cepatlah kau pilih pakaian yang kau mau karena aku sudah tidak nyaman berada di sini!" bisik Catherine di telinga Deka, tetapi bagi orang yang jauh melihat mereka, hal itu terlihat seperti Catherine yang kini sedang mencium pria tampan itu.
__ADS_1
Deka hanya tersenyum melihat ekspresi Catherine yang seperti tidak nyaman dirinya dikelilingi banyak wanita cantik.
" Kau pilihkan untuk aku! Karena aku tidak terbiasa untuk memilih pakaian untuk diriku. Biasanya kalau bukan asistenku, sekretarisku, maka Kekasihku yang akan memilihkannya!" ucap DK dengan senyum tengilnya yang sukses membuat Catherine menjadi sangat kesal dibuatnya.
Dengan ngedumel, Catherine pun kemudian memilihkan setelan untuk Deka dan langsung memberikannya kepada pria tampan itu yang begitu bahagia mendapatkan pakaian dari Catherine. Deka sendiri tidak mengerti dengan perasaannya sendiri yang saat ini begitu euforia, karena seharian dia telah berkeliling bersama dengan Catherine yang baru dia kenal beberapa hari sejak kedatangan dia ke Indonesia.
Bisa dikatakan orang pertama yang dikenal oleh Deka di Indonesia adalah Catherine. Sejak dia pertama kali Deka menginjakkan kakinya di bandara dia hanya bertemu dengan Catherine. Bahkan selama di apartemen dia pun, yang selalu diperhatikan oleh Deka adalah Catherine melalui balkonnya.
Setelah mencoba pakaian yang tadi dipilihkan oleh Catherine dan merasa puas dengan selera Catherine, Deka pun langsung menuju ke kasir untuk membayar pakaiannya.
Akan tetapi Catherine sudah mendahului menyerahkan Black card miliknya kepada kasir. Tetapi Deka langsung menariknya kembali dan menggantinya dengan Black card miliknya.
" Kau jangan membuat malu seorang Deka Yamada di hadapan para fansku dengan membayar pakaianku. Kalau kau merasa bersalah, mungkin kau bisa menggantinya dengan makan malam bersamaku saja nanti malam. Bagaimana?" tanya Deka berbisik di telinga Catherine.
Entah kenapa Catherine merasa seperti ada setan yang lewat yang telah sukses membuat bulu kuduknya merinding seketika.
Catherine membeku di tempat. Ketika dia melihat semua perbuatan Deka kepada dirinya. Sungguh! Para fansnya semuanya berteriak ketika melihat Deka yang berbisik di telinganya, tetapi dari kejauhan seakan Deka hendak menciumnya.
" Baiklah! kau Atur saja jadwalnya nanti aku akan mengikuti jadwalmu!" setelah selesai berbelanja. Catherine pun sudah siap untuk meninggalkan Deka dengan menghentikan taksi yang melintas di hadapannya.
Deka mengurutkan keningnya, ketika dia melihat Catherine yang hendak naik ke dalam taksi. Deka menyuruh taksi itu untuk pergi dan menarik tangan Catherine untuk masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
" Kau apa-apaan sih? Urusan kita sudah selesai ya?! Tadi aku hanya berjanji untuk memberikanmu pakaian. Aku harus segera pergi ke pengadilan untuk menghadiri sidang perceraianku. Aku tidak punya waktu untuk menemani anak manja sepertimu!" ucap Catherine kesal sekali.
Akan tetapi Deka malah memasangkan seat belt di tubuh Catherine. Sehingga tanpa sengaja wajah mereka berdua berdekatan satu sama lain nyaris tanpa jarak. Dan Deka seketika itu langsung mendaratkan bibirnya di bibir Catherine yang membeku di tempat nya.