
Andien langsung menepiskan pelukan Bagas dan segera pergi ke kamar mandi.
" Pulanglah Aku ingin sendiri! Ambil itu!" ucapan Din yang kemudian meninggalkan Bagas di atas ranjang dalam keadaan bengong dan bingung.
Bagas melihat setumpuk uang yang tadi diberikan oleh Andien kepadanya.
Bagas menarik nafasnya dalam-dalam. Dia terus menatap wanita paruh baya yang tadi mengajaknya menikah.
" Maafkan aku Andien. Tapi aku bersamamu bukan karena membutuhkan pernikahan dengan kamu. Aku hanya membutuhkan berita tentang Rossa dan juga tubuhmu yang molek. Tentu saja uang yang kau berikan untukku adalah bonus yang layak untuk aku dapatkan!" ucap Bagas lirih.
Satu jam lebih Bagas menunggu Andien keluar dari kamar mandi. Tetapi wanita itu tampaknya belum puas berada di kamar mandi. Andien ingin menghanyutkan kesedihan dan juga kemarahan di hatinya atas penolakan Bagas untuk menikah dengannya.
" Baiklah. Lebih baik aku pulang saja. Hari semakin larut malam, tidak baik juga kalau aku berlama-lama di sini!" ucap Bagas yang kemudian meninggalkan kediaman Andien.
Bagas mengetuk pintu kamar mandi dan berpamitan kepada Andin untuk pulang ke rumahnya yang lumayan jauh dari san.
Sejenak Bagas melirik ke arah uang merah segepok yang tadi ditaruh oleh Andien di atas Nakas di samping kamar tidur.
" Aku sudah menyakiti hati Andien dengan menolak menikah dengannya. Sudahlah, untuk service kali ini anggap saja sebagai kompensasi karena aku sudah menyakitinya!" Bagas kemudian mengambil posisi mobilnya dan langsung meninggalkan kediaman Andien tanpa banyak kata.
Bagaimanapun Bagas merasa senang karena dia mendapatkan semua yang dia mau. Berita tentang Rossa dan juga tubuh mulus Andien yang walaupun sudah berusia tetapi masih padat dan terawat dengan baik.
Andien memang seorang wanita yang sangat mementingkan penampilannya dan dia tidak membiarkan dirinya menua begitu saja.
Setiap Rosa melakukan perawatan tubuh pasti anda selalu ikut bersamanya.
Keuntungan Rosa sebagai seorang model memang sangat luar biasa. Dia bisa menunjang kehidupannya sebagai seorang modal papan atas hanya dengan menjadi brand Ambassador dari tempat-tempat yang dia kunjungi. Sehingga dia bisa mendapatkan hal gratis tanpa harus membayar.
Atau bisa juga melalui kesepakatan dengan cara Rossa mengupload dirinya berada di tempat itu di medsos Rossa yang memiliki banyak follower tentu saja. Ah pokoknya kehidupan Rosa memang benar-benar sangat beruntung dengan statusnya sebagai modal terkenal di negeri ini.
" Aku harus segera membuat laporan untuk berita yang kudapatkan hari ini. Aku yakin berita ini akan menjadi skandal terbesar di negeri ini. Di mana seorang Maria Dirgantara dikerjai oleh seorang Rossa yang hanya seorang model esek-esek yang bermodal wajah cantik saja!" ucap Bagas dengan tersenyum licik.
__ADS_1
Bagaimanapun Bagas merasa tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh Rossa. Zetiap kali wanita itu bertemu dengannya!
" Akan ku tunjukkan kepadamu Rossa. Tenyang kekuatan pria benalu ini dan akan kita lihat, siapakah yang akan hancur di sini! Hahaha!" ucap Bagas sambil tertawa keras.
Begitu sampai di apartemen miliknya, Bagas langsung menghidupkan kembali ponsel yang tadi dia gunakan untuk merekam pembicaraan antara Andien dan Rossa.
Dengan begitu tenang Bagas mendengarkan kembali percakapan itu sambil mengetiknya.
" Aku tidak mengira kalau seorang Mario Dirgantara, bisa dijebak oleh pelacur seperti Rossa." ucapnya senang.
Tampak Bagas yang tersenyum licik dan penuh kebahagiaan.
" Tampaknya kalau aku menjual rekaman ini kepadamu Mario, dia pasti akan membelinya dengan harga yang mahal!" ucap Bagas begitu bahagia.
" Aku juga bisa mendapatkan tubuh Rossa tanpa harus membayarnya dengan mahal! Hahaha! Bagas. Kenapa hidupmu begitu beruntung penuh dengan kesenangan yang kau raih tanpa harus bekerja keras?" tanya Bagas kepada dirinya sendiri.
Setelah selesai menyusun naskah ketikan pembicaraan yang dia dengarkan percakapan antara Andien dan Rossa. Bagas kemudian menyimpan file tersebut dan menyalin isi rekaman di dalam ponselnya ke dalam sebuah flash disk yang kemudian dia simpan di tempat rahasia.
" Baiklah. Aku istirahat dulu besok aku akan bertemu dengan Rossa Aku ingin tahu apa yang akan dia lakukan ketika aku menunjukan rekaman ini kepadanya!" setelah merasa puas tertawa Bagas kemudian membaringkan tubuhnya di atas ranjang dia tidak memperdulikan badannya lengket karena bekas-bekas bercinta dengan Andien.
Tubuh lelah dan remuk yang membuat Bagas memilih untuk langsung memejamkan matanya daripada pergi ke kamar mandi.
Walaupun Andien sudah tua tetapi nafsu birahinya sangatlah tinggi. Membuat Bagas lumayan kelapakkan ketika melayaninya.
Bagas kembali mengingat percakapannya dengan Andien sebelum mereka mengakhiri percintaan mereka berdua.
" Ya Tuhan! Lama-lama Aku bisa gila gara-gara memikirkan Andien terus!" Bagas kemudian memejamkan matanya dan berusaha keras untuk segera tidur karena besok pagi-pagi banyak sekali acara yang harus dia lakukan mengenai rekaman yang ada di dalam ponselnya yang dia dapat melalui sebuah penyelidikan yang sangat beresiko tinggi untuknya.
Pada jam 02.00 dini hari, baru nampak Bagas mulai terlelap dalam tidurnya.
Sementara itu di kediaman Mario tampak Mario yang masih belum bisa kembali moodnya setelah kejadian buruk dirinya yang dijebak oleh Rossa.
__ADS_1
Padahal dirinya sudah berjalan-jalan dengan si kembar dan juga Angel pergi ke berbagai destinasi wisata yang menarik di ibu kota. Tetapi semuanya tidak ada yang bisa berhasil membangunkan mod bahagia Mario.
" Kamu kenapa sih sayang Dari tadi aku perhatikan kau terus cemberut dan tidak bersemangat. Lihatlah anak-anak kita jadi tertular denganmu moodmu yang hancur!" ucap Angel sambil mengelus lengan Mario.
Mario mengerjapkan kelopak matanya yang terasa panas. Jujur saat ini dia benar-benar sangat ingin sekali menangis. Tetapi dia menahannya sejak tadi karena ingin menjaga harga dirinya sebagai seorang ayah di depan kedua anaknya yang baru dia temukan.
Angel memeluk tubuh Mario dengan erat berusaha untuk memberikan ketenangan untuk suaminya.
" Apakah kita pulang saja sayang? Percuma juga kita di sini kalau hatimu tidak bahagia!" ucap Angel yang juga Mulai Murung melihat suaminya yang tidak bersemangat sama sekali selama seharian ini.
Angel berusaha untuk mengerti kondisi Mario Walaupun dia tidak tahu apa yang sedang terjadi sebenarnya.
' Entah beban berat apa yang mengganjal di hatimu suamiku. Sehingga membuatmu sepanjang hari tampak begitu murung dan sedih!' bathin Angel merasa sangat prihatin dengan keadaan Mario.
" Tidak sayang. Kau temanilah anak-anak kita. Aku akan di sini mengawasi kalian. Tenanglah sayang. Tolong jangan memperdulikan aku. Aku baik-baik saja kok. Aku hanya sedikit lelah setelah bekerja begitu keras kemarin saat mencari kamu!" ucap Mario.
Hati Mario seakan ditusuk oleh sembilu ketika dia mengatakan hal itu kepada Angel. Sungguh dia benar-benar merasa tersiksa sekali dengan rahasia yang dia simpan di dalam hatinya kepada sang istri tercinta.
" Baiklah aku akan menemani si kembar dulu. Kasihan mereka kalau hanya bermain berdua saja!" ucap Angel pelan.
Angel tersenyum setelah mengecup bibir Mario. " Aku baik-baik saja sayang! Jangan khawatir. Pergilah bermain dengan anak-anak kita. Aku disini akan mengawasi kalian!" ucap Mario.
Angel pun kemudian meninggalkan laki-laki yang sedang tertekan batin itu dan pergi ke area permainan mandi bola bersama dengan Steven dan Bryan yang tampak begitu bahagia. Karena untuk pertama kalinya mereka satu keluarga pergi keluar bersama.
" Bagaimana Sayangku? Apakah kalian menyukai arena permainan ini? Papa kalian sedang sedih saat ini. Apakah bisa kalian berdua menolong Mama dan menghibur Papa kalian agar dia merasa bahagia lagi?" tanya Angel dengan wajah memelas Dan kedua tangan dilipat di depan dadanya.
Steven dan Bryan menatap Angel dengan serius. " Apa yang bisa kami bantu untuk membuat papa bahagia? Mama?" tanya Steven agak ragu-ragu ketika memanggil Angel dengan panggilan mama.
Angel bahagia sekali mendengarkan kata-kata yang diucapkan oleh Steven dengan nada khas anak kecilnya.
Angel memeluk tubuh Steven dan Brian dengan erat. Meluapkan seluruh kebahagiaan yang ada di dalam hatinya. Karena Steven yang mau memanggilnya Mama kembali. Walaupun masih terlihat ragu-ragu tetapi Angel sangat bahagia. Itu adalah sebuah awal yang sangat baik untuk hubungan mereka berempat kedepannya nanti.
__ADS_1
" Terimakasih sayang!" ucap Angel sambil mencium Steven dan Bryan bergantian dengan air mata yang mengalir di pipinya.