Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
52. Memaksa


__ADS_3

Mario meninggalkan Sulis yang masih menangis terisak. Sedih? Tentu saja. Hati Sulis sangat sedih dan juga terluka karena mendapatkan perlakuan yang begitu buruk dari Mario, laki-laki yang dia cintai.


" Kenapa kau mau merendahkan dirimu untuk laki-laki yang tidak mencintaimu?" Sulis terkejut karena mendapatkan Angel yang tiba-tiba sudah berdiri di hadapannya.


" Walaupun dia tidak pernah mengatakan cinta kepadaku, tetapi aku sangat mencintainya!" ucap Sulis sambil tersenyum getir kepada Angel.


Angel melihat ketulusan di wajah Sulis. Walaupun dia belum terlalu mencintai Mario tetapi sedikit banyak dia pun merasakan getar-getar asmara di hatinya terhadap seorang Mario. Laki-laki yang sekarang berstatus sebagai tunangannya yang berdasarkan rencana keluarga besar mereka, satu bulan lagi akan menjadi suami sahnya.


" Memang apa yang kau sukai dari Mario?" tanya Angel sambil duduk di samping Sulis.


Sulis tampak terdiam. Kemudian dia seperti sedang memikirkan sesuatu ataupun mengingat sesuatu. Angel bisa melihat bahwa banyak kenangan yang telah dilalui oleh Sulis bersama dengan Mario. Terlihat dari raut wajah Sulis yang bergantian setiap dia mengingat sesuatu.


" Mario itu menarik. Dia bisa membuat kita mencintainya tanpa syarat apapun!" ucap Sulis sambil tersenyum kepada Angel yang sejak tadi terus memperhatikannya dengan seksama.


Angel melihat ke sekeliling di mana matanya dapat melihat perkebunan teh yang hijau dan terasa sangat menyejukkan.


" Katakan padaku yang jujur. Masalah hantu anak kecil itu, apakah itu benar-benar ataukah Kau hanya sedang menakuti saja agar aku segera meninggalkan Villa ini?" tanya Angel dengan menatap serius kepada Sulis yang tertawa terbahak-bahak mendengarkan pertanyaannya.


Melihat reaksi Sulis, Angel pun jadi salah tingkah. Terlihat dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Jangan katakan padaku, kalau kau benar-benar mempercayai apa yang kau katakan tadi," ucap Sulis sambil tersenyum kepada Angel.


Berbicara dengan Angel membuat Sulis jadi melupakan tentang rasa sakit hatinya terhadap Mario.

__ADS_1


" Aku sekarang bisa mengerti kenapa Mario bisa jatuh cinta kepadamu." ucap Sulis melirik sekilas kepada Angel.


Angel terkesiap mendengarkan pengakuan Sulis yang terkesan begitu blak-blakan terhadapnya.


" Selain kau cantik sekali, kau juga wanita yang sangat menyenangkan. Satu lagi yang Pasti sangat disukai oleh Mario." ucap Sulis sambil melirik sekilas kepada Angel yang tampak penasaran dengan perkataannya.


" Apaan? Yang ada dia itu hanya senang membuatku pusing dan kehilangan akal dengan semua kelakuan absurdnya! ucap Angel sambil mengalihkan tatapannya ke tempat lain.


" Kau wanita yang sangat mudah ditipu pasti Mario akan sangat senang dengan type gadis cantik seperti kamu!" ucap Sulis dengan tertawa terbahak-bahak hilang sudah air mata yang tadi mengalir di pipinya gara-gara Mario yang mencampakannya.


Angel mengurutkan keningnya melihat Sulis yang tertawa dalam tangisnya. Angel bisa merasakan kegetiran di dalam suara Sulis yang terlihat bahagia. Ya memang itu benar sekali! Hanya wanita yang bisa mengerti hati wanita lainnya.


" Kalau kau ingin menangis, menangislah sepuasnya. Jangan menangis dalam tawa karena itu akan menjadi tidak baik untuk kesehatan mentalmu nantinya. Kalau kau memiliki unek-unek ataupun sesuatu yang ingin kau sampaikan. Katakanlah padaku! Siapa tahu aku bisa membantumu dan meringankan sedikit bebanmu!" ucap Angel berusaha untuk bersikap baik terhadap Sulis yang langsung meliriknya dengan begitu tajam setajam silet.


" Sudahlah kau tidak usah mengatakan yang aneh-aneh. Kita berdua ini Rival cinta. Kau tidak mungkin benar-benar membantuku bukan?" tanya Sulis sambil menatap tajam kepada Angel yang juga ikut berdiri di sampingnya.


Angel melihat ke sekeliling. Dia melihat bahwa hari sudah mulai sore. Banyak para pekerja yang sudah mulai meninggalkan perkebunan teh. Selain itu dari kejauhan Angel pun bisa melihat bahwa Mario sedang berjalan ke arahnya dengan tatapan penuh kekhawatiran.


Begitu Mario sampai di hadapan Angel, dia langsung menggenggam tangan wanita yang sangat dia cintai, yang sejak tadi dia cari dengan menggila. Karena Mario pikir bahwa Angel sudah meninggalkannya di villa itu sendirian.


" Ya ampun Sayang! Kau dari tadi ke mana saja sih? Aku hampir gila mencarimu, tahu gak? Kenapa kau mau pergi-pergi tidak bilang padaku?" tanya Mario dengan penuh kekhawatiran.


Mario melirik sekilas kepada Sulis yang dari tadi terus memperhatikan interaksinya bersama dengan Angel.

__ADS_1


" Kenapa kau belum juga pergi dari sini huh? Bukankah aku sudah mengatakan padamu untuk segera meninggalkan perkebunan teh bersama dengan seluruh keluargamu?" tanya Mario dengan tatapan penuh intimidasi ketika dia menatap Sulis yang masih terpesona melihatnya bersama dengan Angel.


Angel yang melihat kepedihan dalam tatapan Sulis. Dia pun kemudian menarik tangan Mario untuk menjauh dari Sulis. Karena Angel takut kalau Mario hendak melakukan sesuatu yang buruk kepada Sulis.


" Aku yang menyuruhnya untuk tetap tinggal di sini. Lagian Kamu kenapa sih Yang? Main pecat-pecat orang sembarangan begitu tanpa kesalahan apapun. Ingatlah Yang! Mereka itu memiliki keluarga yang harus diberi makan dan juga memiliki kehidupan yang harus diperjuangkan!" ucap Angel sambil menatap tidak senang kepada Mario.


Mario yang merasa sangat senang karena Angel memanggilnya "yang" Dia pun akhirnya tersenyum merasa bahagia.


" Baiklah sayang. Kalau itu maumu, aku akan membiarkan dia dan keluarganya untuk tetap bekerja di perkebunan ini. Akan tetapi dengan suatu syarat, bahwa dia tidak boleh lagi berbicara tentang omong kosong yang sudah dia katakan di perkebunan tadi. Sehingga membuatmu jadi ketakutan dan meminta pergi dari tempat ini!" ucap Mario menyetujui keinginan Angel, akan tetapi Mario masih menginginkan Sulis untuk berjanji kepadanya untuk tidak lagi melakukan hal konyol dengan bercerita aneh-aneh kepada tunangannya.


" Cepatlah kau berjanji padaku, kalau kau tidak akan pernah mengganggu hubunganku dengan Angel. Satu lagi, kau harus menjauh sejauh-jauhnya dari kami berdua!" ucap Mario dengan penuh penekanan.


Sulis tampak senang ketika mendengarkan semua perkataan Mario.


" Bagaimana kalau aku merindukanmu atau bagaimana kalau kau yang merindukanku? Apakah aku juga harus tetap menjauh darimu sayang?" tanya Sulis dengan tatapan genit sedang mengetes seorang Mario ketika berhadapan dengan Angel.


Mario tampak gugup. Tetapi dia adalah seorang Casanova yang jam terbangnya sudah tinggi. Jadi tidak akan mungkin hancur berkeping-keping hanya karena seorang yang saat ini sedang berakting di hadapannya.


" Aku tidak akan merindukanmu! Karena di sini ada wanita yang kucintai. Sudahlah kau pergi saja sana! Kau benar-benar sudah merusak hariku saja. Aku ingin berjalan-jalan dengan calon istriku dan kau pastikan untuk tidak mendekatinya lagi!" ucap Mario mengusir Sulis dari hadapannya.


Angel pun kemudian mengikuti keinginan Mario karena dia tidak mau kalau sampai Sulis dan keluarganya dipecat dari perkebunan itu apalagi sampai diusir. Mario benar-benar tidak memikirkan kehidupan mereka kedepannya.


' Aku harus membuat hati Mario menjadi senang. Agar keinginannya untuk memecat dan mengusir keluarga Sulis, bisa aku urungkan. Aku akan membuat dia senang sehingga akan mudah untuk membujuknya!' batin Angel yang kemudian dia pun mengikuti saja kemana pun Mario akan membawanya tanpa banyak protes.

__ADS_1


__ADS_2