
Mario menggeram ketika dia mendengarkan perkataan Angel yang mengatakan bahwa Angel tinggal bersama dengan Dion.
" Kalau begitu aku juga akan tinggal di apartement ini bersamamu!" ucap Mario sambil duduk di sofa yang ada di dalam kamar Angel.
Angel membelalakkan matanya ketika dia mendengar Mario akan tinggal di apartemennya seperti Dion.
" What? Nggak usah bercanda deh ! Tidak lucu tahu nggak! Udah sana keluar! Aku mau tidur. Seluruh badanku rasanya lelah sekali. Semuanya gara-gara kamu juga kan?" ucap Angel mengusir Mario dari kamarnya.
Tok tok
Sementara itu Dion di luar kamar Angel terus mengetuk pintu kamarnya. Karena dia sangat khawatir dengan keadaan Angel yang terkunci bersama dengan Mario.
" Apakah kau baik-baik saja di dalam? Bukalah pintunya!" Dion terus berteriak.
" Aku baik-baik saja Dion. Kau carilah kunci cadangan yang ada di laci di bawah televisi!" ucap Angel memberitahukan kepada Dion letak kunci cadangan kamarnya.
Mario membelalakkan matanya karena mendengarkan ucapan Angel.
" Pulanglah! Jangan menggangguku lagi. Aku benar-benar sangat lelah dan ingin istirahat!" ulang Maria kepada Mario.
" Pokoknya kalau Dion tinggal di rumah ini bersama.kamu, maka aku juga akan pindah kemari. Aku tidak akan pernah bisa tenang untuk membiarkanmu bersama dengan laki-laki lain!" ucap Mario bersikeras untuk tetap di dalam kamar Angel.
" Tolong berhentilah untuk menjadi orang gila! Bisakah kau bersikap normal seperti orang biasa aja?" tanya Angel dengan frustasi karena saat ini benar-benar dia sangat lelah dan juga mengantuk sementara Mario tidak juga mau beranjak dari tempatnya duduk.
" Kamu mengusirku dari Apartemen ini. Lalu kenapa kamu tidak mengusir Dion?" tanya Mario dengan cemberut.
" Kenapa aku harus mengusir Dion?" tanya Maria kebingungan.
__ADS_1
" Tentu saja aku harus mengusirnya. Kalau kau tidak membiarkan aku untuk tinggal bersamamu, artinya Dion pun tidak boleh tinggal di sini!" ucap Mario dengan penuh percaya diri.
" Aturan dari mana itu?" tanya Maria sambil mengurutkan keningnya.
" Dariku lah! Bukankah aku adalah kekasihmu sayang? Jadi aku memiliki hak untuk menentukan siapa yang boleh tinggal di apartemenmu dan siapa yang harus pergi dari sini!" ucap Mario sambil menatap tajam kepada Angel yang sudah mulai pusing dengan semua argumen yang dia katakan.
" Hah sudahlah! Aku menyerah untuk berargumen denganmu. Terserah kau mau melakukan apa." ucap Angel pada akhirnya.
Mario mengurutkan keningnya. Ketika dia melihat Angel yang mulai membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan memilih untuk acuh terhadapnya.
Di saat Mario hendak mendekati Angel, tiba-tiba saja pintu kamar tersebut terbuka dan Dion menerobos ke dalam dengan wajah yang memerah karena kemarahan yang luar biasa atas rancangan Mario yang sudah masuk ke dalam kamar kakaknya.
" Dasar kau pria brengsek! Mau apa kau berada di dalam kamar Angel, huh?" Dion langsung menarik tangan Mario untuk keluar dari kamar Angel. Akan tetapi Mario menolak dan tetap bersikeras menginginkan untuk tetap berada di kamar Angel.
" Sebenarnya kau ini laki-laki apa sih? Kenapa kau sembarangan sekali masuk-masuk ke dalam kamar seorang gadis?" ucap Dion sambil berkacak tinggal di hadapan Mario yang tersenyum miring kepadanya.
Angel tampak menggeram mendengarkan semua perkataan Mario tentang dirinya.
" Aku bukan wanitamu jangan sembarangan kau bicara!" ucap Angel merasa kesal kepada Mario yang sejak tadi memaksakan diri untuk menjadi kekasihnya.
" Apa aku perlu untuk menunjukkan video kita berdua, saat tadi malam kita bercinta?" tanya Mario kepada Angel yang langsung berlari ke arahnya. Ketika dia melihat Mario hendak mengambil ponselnya yang ada di saku celananya.
" Jangan Gila kamu!" ucap Angel sudah marah luar biasa kepada Mario yang selalu mengancamnya.
" Makanya kau menurut lah padaku. Kalau ingin video ini selamat dan tidak ada orang lain yang melihatnya selain kita berdua!" ucap Mario sambil memeluk Maria dengan erat.
" Dia sedang membicarakan apa?" tanya Dion merasa bingung sambil menatap Angel yang tampak berdiri kaku di tempatnya.
__ADS_1
" Dia tidak mengatakan apa-apa lupakan saja!" ucap Angel seakan tubuhnya lemas tak bertenaga melihat Mario yang seakan telah menguasai hidupnya karena dia telah memegang kelemahannya.
" Sekarang kau suruh laki-laki itu untuk keluar dari Apartemen ini! Karena aku paling tidak senang wanitaku tinggal bersama dengan laki-laki lain selain aku!" ucap Mario sambil tersenyum penuh kemenangan ketika dia menatap Dion yang langsung melotot kepadanya ketika dia mendengar permintaan Mario kepada Angel.
" Dion ikuti saja permintaannya. Kau sebaiknya tinggal di rumah utama saja. Kalau sampai nanti papa dan mama datang ke Indonesia dan tahu kau tidak tinggal di sana, mereka pasti akan kecewa kepadamu!" ucap Angel akhirnya menyerah kepada Mario. Karena dia sudah lelah seharian ini berurusan dengan Mario yang memiliki kelakuan ajaib luar biasa.
" Apa maksud perkataanmu?" tanya Mario bingung.
" Memangnya apa yang tidak kau mengerti?"
" kenapa Dion harus tinggal di kediaman utama keluargamu?" tanya Mario lagi.
" Tentu saja dia harus tinggal di kediaman utama, karena dia adalah pewaris dari keluarga Bagaskara! Emangnya ada masalah denganmu kalau adikku tinggal di kediaman utama?" tanya Maria sambil berkacak pinggang di hadapan Mario.
" Adikmu?" tanya Mario seperti orang bodoh.
" Yah! Dion adalah adikku. Emangnya kenapa? Ada masalahkah denganmu?" tanya Maria sambil menatap tajam kepada Mario yang seperti bingung dan salah tingkah.
Tiba-tiba saja Mario tertawa terbahak-bahak dan mendekati Dion. Terlihat Mario membereskan pakaian Dion yang tadi dia renggut dengan kasar karena emosi yang menguasai hatinya.
" Ya ampun Kenapa kau tidak bilang dari tadi, kalau kau adalah adik dari Angel? Aku kira kau adalah kekasihnya!" ucap Mario sambil meringis karena merasa malu dengan pikirannya sendiri.
" Ya ampun! Jadi dari kemarin kau selalu mengamuk kalau aku menyebut nama Dion, itu karena kau merasa marah, karena kau berpikit bahwa Dion adalah kekasihku? Dasar pria aneh! Masa kau tidak bisa berpikir bahwa nama keluarga kami sama? Namaku adalah Angel Bagaskara dan dia bernama Dion Bagaskara. Apa dari nama kami saja, kau tidak bisa menebak kalau Kami adalah saudara? Dasar pria bodoh!" ucap Angel jengkel setengah mati dengan kelakuan Mario yang benar-benar absurd.
" Maafkan aku Bro. Aku sepertinya salah paham dengan hubungan kalian berdua. Baiklah sebagai permohonan maaf ku, maka aku akan mengabulkan proposal dari Bagaskara Group di perusahaanku. Besok kau boleh membawa proposal yang kemarin telah ditolak olehku kembali, langsung ke ruanganku! Aku pasti akan langsung acc!" ucap Mario sambil tersenyum kepada Dion yang merasa aneh dengan kelakuannya.
" Kau berfikir bahwa bisnis itu adalah sebuah permainan bukan? Makanya kau tidak pernah menganggapnya sebagai hal yang serius. Kau menolak dan menerima sesuai dengan mood-mu sendiri. Dasar kau pria aneh!" umpat Dion merasa kesal dengan kelakuan Mario yang berbuat sekehendak hatinya.
__ADS_1
Mario hanya meringis ketika mendengarkan keluhan dari Dion yang dari kemarin selalu dia persulit. Karena dia pikir, Dion adalah saingan cintanya untuk mendapatkan Angel sebagai kekasihnya.