
Setelah mendaftarkan pernikahan mereka. Mario dan Angel memutuskan untuk tinggal di mantion milik Mario bersama dengan keluarga kecilnya.
Akan tetapi Bryan dan Steven tidak bersedia untuk mengikuti mereka berdua karena mereka tidak percaya bahwa mereka adalah orang tuanya.
Mereka berdua merasa sedih sekali karena ternyata Bryan dan Steven menolak untuk mengakuinya sebagai orang tua mereka.
" Kau adalah kakakku dan selamanya akan menjadi kakakku!" ucap Steven sambil berlari meninggalkan Mario dan Angel yang terpaku di tempatnya. Sedih? Sudah pasti.
Bryan yang menatap saudaranya pergi dan meninggalkan dirinya sendiri di ruang tamu. Dia pun menyusul Steven sambil berlari dan berteriak-teriak memanggil Steven.
Tasya hanya menarik nafasnya dalam-dalam melihat Steven dan Bryan belum menerima status Angel dan Mario sebagai kedua orang tua mereka.
" Bersabarlah. Nanti pelan-pelan Papa dan Mama akan memberikan penjelasan kepada mereka! Terserah kalian kalau mau tinggal di sini silakan. Mau tinggal di mantion pribadi milik kalian pun tidak apa-apa. Kami tidak akan melarang sama sekali!" ucap Tasya.
Angel memeluk Mario dengan erat yang terus berusaha menguatkannya sejak tadi.
Sejujurnya Mario pun merasa sedih melihat Brian dan Steven yang menolak mereka sebagai kedua orang tuanya.
" Ya sudah Pah, Mah. Kami berdua pergi ke Mansion dulu. Kami mau bersiap-siap di sana nanti kami akan datang lagi kemari untuk membujuk anak-anak agar ikut bersama kami untuk tinggal bersama!" ucap Mario berpamitan kepada Tasya dan suaminya.
Setelah kepergian Angel dan Mario Tasya langsung mendatangi kamar Steven dan Bryan.
Kedua bocah tampan Itu tampak sedang menelungkupkan wajah mereka di kasur mereka masing-masing.
Tasya mendekati keduanya kemudian mengajak mereka untuk mengobrol.
" Ayolah kemari! Apakah tidak mau bicara dengan Nenek?" tanya Tasya sambil menatap keduanya dengan senyum manisnya.
__ADS_1
Steven dan Bryan mendekati Tasya Mereka tampak bingung dengan semua yang terjadi kepada diri mereka akhir-akhir ini.
" Kenapa kami yang selama ini sebagai anakmu sekarang malam Jadi cucumu? Ini benar-benar sangat membingungkan!" protes Steven sambil mendekat kepada Tasya.
" Iya aku saja bingung bagaimana harus menyikapi semua ini!" ucap Bryan dengan wajah mengkerutnya.
Tasya kemudian memeluk Steven dan Bryan di dalam pelukannya dan berusaha untuk menenangkan keduanya yang tampaknya masih shock mendengarkan status baru mereka sebagai cucunya.
" Apa yang dikatakan oleh Kakek semuanya adalah benar bahwa mereka adalah orang tuamu. Mereka memiliki kesulitan sendiri sehingga menyerahkan kalian kepada kami untuk mengurus. Suatu saat kalau kalian sudah dewasa pasti akan mengerti apa yang telah dilakukan oleh kami semua dalam rangka melindungi kalian!" ucap Tasya Berusaha menjelaskan semuanya kepada Brian dan Steven.
Kedua bocah tampan itu tanpa berpikir begitu lama masih berusaha untuk mengerti semua situasi yang terjadi.
" Tapi aku tidak mau tinggal bersama mereka. Aku ingin bersama dengan nenek dan kakek saja di sini. Secara kan sejak kecil kami selalu bersamamu Nek! Bagaimana kalau nanti aku merindukanmu kalau sampai aku pindah dari sini?" tanya Bryan dengan mata berkaca-kaca.
" Bener Nek. Aku tidak sanggup kalau harus berpisah dengan nenek dan kakek. Apalagi orang yang bernama Mario yang mengaku sebagai Ayahku tampaknya dia tidak terlalu senang denganku." ucap Steven merasa sedih sekali ketika dia mengingat kembali kejadian pada malam pernikahan itu di mana dirinya tanpa sengaja telah menumpahkan minuman sirup kepakaian Mario.
Tampak Brian dan Steven yang merasa bersedih hatinya. Ketika mereka mengetahui tentang sejarah kelahiran mereka yang ternyata begitu rumit dan sangat sulit untuk dicerna dengan akal mereka yang masih kecil.
" Ternyata kehadiran kami tidak diinginkan oleh ibu kami. Makanya dia langsung menyerahkan kami kepada nenek dan kakek dan lebih memilih hidup sendiri di Australia tanpa dibebani oleh kami berdua!" ucap Steven dengan kesedihan yang mendalam di hatinya.
Bryan memeluk saudaranya yang sedang terisak setelah mengetahui kenyataan hidup mereka yang sesungguhnya.
" Sudahlah sebaiknya sekarang kalian tidur saja besok kan kalian mau sekolah!" ucap Tasya yang kemudian meninggalkan dua bocah tampan itu di kamar mereka.
Setelah meninggalkan Bryan dan Steven di kamar untuk segera beristirahat Tasya kemudian mendatangi suaminya dan ingin berdiskusi tentang mereka berdua.
" Ada apa Mah kenapa wajahmu ditekuk begitu?" tanya nya.
__ADS_1
Tasya langsung naik ke atas ranjang dan mendekati suaminya yang sudah bersiap untuk tidur dan beristirahat.
" Steven dan Bryan menolak untuk tinggal bersama dengan Angel dan Mario mereka mengatakan ingin tinggal bersama kita di sini!" Tasya Kemudian menceritakan semua pembicaraannya bersama dengan dua anak kembar tadi.
Sehingga membuat suaminya mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh cucu mereka.
" Ya sudah biarkan saja Steven dan Bryan kalau memang lebih senang tinggal di sini. Lagi pula kan mereka juga masih pengantin baru pasti masih membutuhkan waktu untuk adaptasi dan juga bulan madu!" ucapnya tersenyum kepada Tasya.
Tasya setuju dengan apa yang dikatakan oleh suaminya bahwa Mario dan Angel memang membutuhkan waktu untuk bersama mengingat status mereka sebagai suami istri yang baru.
" Baiklah Mama akan menghubungi Mario dan juga Angel mengenai keinginan Steven dan Bryan yang memilih tinggal di sini!" setelah mengatakan itu Tasya langsung mencari ponselnya dan segera menghubungi Angel untuk memberikan informasi tentang keputusan Steven dan Bryan.
Sementara itu Angel yang masih berada di jalan bersama dengan Mario yang saat ini sedang mencari restoran untuk makan malam bersama.
Mario yang pada dasarnya masih kena mental karena Brian dan Steven yang tidak mau mengakui mereka berdua sebagai kedua orang tuanya. Mario mengerutkan keningnya mendapatkan telepon dari mertuanya.
" Jadi Steven dan Bryan tidak mau tinggal bersama kami?" tanya Angel merasa sangat lesu dan tidak bersemangat.
Mario merasa tidak enak terhadap Angel yang harus mengalami penderitaan ditolak oleh Putra mereka.
Kalau bukan karena kesalahannya yang dulu sudah membuat Angel salah paham kepadanya sekarang mereka pasti sudah menjadi keluarga kecil yang bahagia.
Setelah telepon ditutup Angel langsung menangis tersedu sehingga membuat Mario merasa sedih.
" Maafkan aku karena sudah membuatmu harus memilih sesuatu yang sangat sulit ketika dulu kau memutuskan untuk melahirkan sendiri tanpa suami di sisimu. Maafkan aku karena aku yang tidak berusaha dengan keras untuk mencarimu!" ucap Mario yang merasa sangat menyesali semua kejadian masa lalu yang begitu pahit dan pedih di dalam hidup mereka berdua.
Mereka sekarang bahkan harus rela tidak diakui oleh Putra mereka sebagai kedua orang tuanya.
__ADS_1