Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
8. Pertemuan Pertama


__ADS_3

Sementara itu pemilik mobil sedang berjalan menuju mobil yang saat ini sedang di belakangi oleh sopir taksi yang tadi hendak menculik Maria.


" Apa yang sedang anda lakukan di dekat mobilku? Cepat minggir! Saya mau pulang ke rumah!" ucap laki-laki tampan yang saat ini sedang menggenggam tangan istrinya.


" Tidak usah kasar seperti itu Mas! Kamu bicara baik-baik kan bisa!" tegur sang istri merasa tidak senang mendengarkan suaminya yang berkata kasar kepada laki-laki yang saat ini sedang berdiri di samping mobil mereka berdua.


" Habisnya dia mencurigakan sekali sayang. Mas memperhatikan dia sejak tadi kerjanya celengak-selinguk ke kanan dan ke kiri. Dia seperti orang yang sedang mengawasi sesuatu. Mungkin saja kan, kalau dia hendak mencuri mobil kita?" ucap laki-laki tampan itu kepada istrinya.


" Anda jangan bicara sembarangan ya Pak!Saya seperti ini bukanlah seorang pencuri mobil ya! Saya adalah sopir taksi yang sedang mencari penumpang saya yang tiba-tiba saja menghilang!" ucap sopir taksi itu merasa marah dengan apa yang dikatakan oleh pria tampan tadi yang ternyata adalah Bayu Bagaskara yang saat ini sedang bersama dengan istrinya yaitu Tasya.


" Maafkan suami saya Pak. Dia tidak bermaksud untuk menghina Bapak. Dia hanya mencoba bersikap waspada saja. Kalau begitu, bisakah bapak minggir dari mobil kami Pak? Karena kami akan pulang ke rumah kami!" ucap Tasya sambil tersenyum kepada sopir taksi itu yang merasa senang sekali mendapatkan keramahtamahan darinya.


" Istri Anda begitu cantik dan juga lembut. Entah kenapa bisa mempunyai suami yang sangat kasar dan tidak punya sopan santun sampai Anda!" ucap Sopir itu merasa kesal kepada Bayu kemudian dia langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


Sopir taksi itu yang merasa mulai terancam dengan kehadiran Bayu dan Tasya di sekitarnya. Dia pun kemudian langsung meninggalkan lokasi dan merelakan Maria yang lepas dari genggamannya.


" Biarlah gadis kecil itu mungkin memang bukan rezekiku. Aih! Akan tetapi sungguh sangat sayang sekali. Ibarat kata, aku hendak memakan ikan tiba-tiba saja ikan itu menghilang dari hadapanku. Entah ikan itu dicuri kucing lain. Entah ikan itu berhasil melarikan diri. Aih, aku benar-benar sangat sial!" ucap Sopir itu terus menggerutu dan menyesali kebodohannya yang telah meninggalkan Maria seorang diri di dalam mobilnya tanpa menguncinya.

__ADS_1


Sementara itu Tasya dan Bayu sudah meninggalkan Mall tersebut dan mereka langsung menuju kediaman mereka.


" Mas ini selalu saja bersikap frontal kalau menemukan sesuatu yang tidak disukai. Untung saja Bapak tadi tidak merasa tersinggung denganmu dan tidak melaporkan kita ke kantor polisi atas perbuatan yang tidak menyenangkan!" ucap Tasya pelan saat dia menegur suaminya yang selalu saja berkata sesuka hatinya.


" Tapi benar lo sayang! Laki-laki itu sangat mencurigakan sekali gerak geraknya. Sejak kita keluar dari mall, Mas memperhatikan tingkah lakunya. Dia seperti sedang mencari sesuatu atau sedang mengawasi sesuatu!" ucap Bayu kepada istrinya sambil fokus menyetir.


" Bapak benar. Laki-laki tadi hendak menculik saya Pak. Dia sedang mencari saya untuk dia jual kepada bos besarnya!" ucap Maria yang langsung menampakan dirinya kepada pasangan suami istri itu.


" Astaghfirullahaladzim kau benar-benar mengejutkan kami berdua! Bagaimana kau bisa masuk ke dalam mobil kami?" tanya Tasya sangat terkejut ketika mendapatkan Maria yang tiba-tiba saja sudah ada di jok belakang mobilnya.


Entah perasaan apa yang saat ini dirasakan oleh Maria. Ketika matanya menatap Tasya yang begitu bening dan juga jernih.


' Ya Allah kenapa perasaanku mendadak seperti ini ketika melihat mata gadis kecil ini? Di manakah Aku pernah melihatnya? Kenapa dia begitu nampak familiar bagiku?' batin Tasya sambil menyentuh dadanya yang tiba-tiba terasa seperti berdenyut sangat kencang. Tidak seperti biasanya.


" Kamu kenapa Sayang? Apakah kaku sakit? Eh gadis kecil! Kau lihatlah apa yang sudah kau lakukan kepada istriku. Istriku sampai merasakan dadanya sakit gara-gara kau yang membuatnya merasa terkejut dengan muncul tiba-tiba seperti setan!" tegur Bayu sambil mengerem mobilnya karena terkejut dengan kehadiran Maria yang tiba-tiba.


" Maafkan saya om dan tante. Saya juga merasa terpaksa untuk masuk ke dalam mobil ini. Karena saya tidak mau dijual oleh penculik tadi!" ucap Maria dengan mata berkabut karena merasa sedih bahwa kehadirannya tidak diterima oleh pasangan suami istri pemilik mobil yang dia tumpangi.

__ADS_1


Bayu kemudian keluar dari mobilnya dan dengan kasar dia langsung menyeret Maria serta barang-barang miliknya keluar dari mobil miliknya. Nampak Tasya merasa sangat iba ketika dia melihat Maria yang sekarang menangis tersedu karena diperlakukan kasar oleh Bayu.


Tasya ikut keluar dari mobilnya. Karena dia berniat untuk mencegah sang suami berbuat kasar kepada Maria. Akan tetapi terlambat. Karena tiba-tiba saja Maria langsung jatuh pingsan setelah dilemparkan oleh sang suami dari mobil mereka.


" Mas kamu keterlaluan sekali sih sama anak kecil ini! Dia kan hanya mencari perlindungan saja dari penjahat tadi. Kamu tidak perlu bersikap frontal seperti itu! Lihatlah apa yang sudah kau lakukan kepadanya dia sampai pingsan gara-gara kamu! Dia pasti terkejut dengan sikap kasarmu itu!" tegur Tasya kepada suaminya yang tampak meraup wajahnya dengan kasar.


" Aku tidak membantingnya sayang. Tadi aku hanya menariknya keluar dari mobil kita. Kalau sampai dia terjatuh dan pingsan itu mungkin karena kondisinya yang tidak baik!" elak Bayu merasa tidak terima disalahkan oleh istrinya yang merasa telah membuat garis kecil itu pingsan gara-gara dia.


" Cepat bantu aku untuk mengangkat gadis ini dan membawa dia ke rumah sakit. Jangan sampai nanti terjadi apa-apa dengannya!" pinta Tasya kepada suaminya yang langsung melotot tidak terima.


" Ayolah sayang ini bukan tanggung jawab kita untuk membawa dia ke rumah sakit. Mungkin saja dia sudah sakit ketika dia masuk ke dalam mobil kita." ucap Bayu kesal.


" Ya ampun Mas! Anggap saja ini sebagai sikap perikemanusiaan kita terhadap orang yang membutuhkan pertolongan kita!" ucap Tasya merasa kesal dengan suaminya pasti tidak memiliki empati dengan orang lain.


" Baiklah sayang! Salahkan diriku sendiri yang memiliki istri yang begitu baik hati sepertimu!" Tasya hanya memutar bola matanya dengan malas mendengarkan perkataan suaminya.


" Sudah sayang. Kau masukkan saja semua barang-barangnya ke bagasi. Biar aku yang menggendongnya masuk ke dalam mobil kita!" ucap Bayu kepada istrinya.

__ADS_1


Tasya hanya mengangguk dan kemudian dia pun menuruti apa yang dikatakan oleh Bayu kepadanya.


__ADS_2