Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
90. Amarah


__ADS_3

Dion melangkahkan kakinya dengan lebar dan berusaha untuk mengimbangi Catherine dan Deka yang sudah masuk ke dalam ruang VVIP yang ada di restoran mewah itu.


" Ah, sial! Kenapa mereka masuk ke ruangan VVIP sih? Aku kan jadi ga bisa masuk ke sana!" umpat Dion benar-benar penasaran.


Sementara itu Susan cemberut mengikuti Dion yang seperti orang linglung dan tidak bisa diajak bicara olehnya.


" Kamu kenapa sih sayang? Ya ampun! Dari tadi kok kayak orang bingung begitu sih? Apa yang sedang kau cari si?" tanya Susan pelan.


Susan menghentakkan kakinya ke lantai dan mulai kesal karena sejak kedatangannya ke restoran itu, Dion tidak mengajaknya duduk di meja manapun. Tetapi Dion malah sibuk melihat sebuah ruangan VVIP yang dia tidak tahu siapa yang menggunakan ruangan VVIP tersebut karena tadi Susan berjalan lambat jadi dia tidak sempat melihat Catherine dan Deka yang masuk ke dalam ruangan itu.


" Sayang ayo cepet kita cari tempat makan. Aku lapar sekali tahu!" rengek Susan merasa jengkel karena sejak tadi Dion cuek padanya.


Sementara itu Dion mencari seorang pelayan untuk bertanya siapa yang berada di dalam ruangan VVIP itu.


" Maafkan saya Bolehkah saya mengetahui siapa yang menggunakan ruangan itu? Tadinya saya ingin menyewa ruangan itu karena sudah biasa menggunakannya tetapi ternyata ruangan itu sudah ada yang menggunakannya," dusta Dion kepada pelayan itu yang tadi mengerutkan keningnya.


" Oh! Pemuda tampan dan kekasihnya tadi? Dia itu adalah tuan muda Deka Yamada pemilik dari restoran ini. Kenapa Tuan? Apakah anda ada perlu dengan Tuan kami? Saya akan memanggilnya untuk Anda Kalau anda butuh bicara dengannya!" ucap pelayan itu.


" Deka Yamada?" tanya Dion kesulitan menelan salivanya sendiri ketika dia mendengar nama laki-laki yang bersama dengan Catherine saat ini.


" Benar Tuan, dia adalah Deka Yamada putra dari Kaisar Yamada yang memiliki group Kaisar corp!" ucap pelayan itu lagi.

__ADS_1


Dion langsung meninggalkan restoran itu setelah dia mengetahui laki-laki yang bersama dengan Cathetine.


Susan tidak terima karena ternyata mereka datang ke restoran itu bukan untuk makan, tetapi untuk mencari informasi tentang Catherine dan kekasih nya.


Sepanjang perjalanan mereka, Susan terus mengamuk dan marah-marah kepada Dion. Sehingga membuat Dion menjadi emosi di buatnya dan sontak menurunkan Susan di tengah jalan.


" Sayang kok kamu tega banget sih buat menurunkan aku di pinggir jalan seperti ini? Bagaimana kalau ada yang menculik Aku? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?" tanya Susan ketika dia disuruh turun oleh Dion dari mobilnya.


" Cepat turun dari mobilku sekarang juga dan satu lagi, besok kau tidak usah datang lagi ke kantor. Aku memecatmu sebagai sekretarisku hari ini!" ucap Dion datar dan tanpa ekspresi sama sekali.


Susan benar-benar terkejut melihat di on yang begitu tidak berperasaan memecat dan juga mengusirnya dari mobilnya.


" Maafkan aku sayang. Aku janji aku akan diam dan tidak lagi banyak protes kepadamu. Tolong kau jangan turunin aku dan jangan pecat aku juga ya? Kau ga akan dapat layanan plus dariku lagi nanti sayang!" ucap Susan dengan hati-hati tetapi jawaban Dion benar-benar membuatnya sakit hati.


Sepanjang dia mengenal Dion. Baru kali ini dia begitu marah kepadanya. Padahal dia sejak tadi tidak melakukan apa-apa. Hanya bicara dan mengikuti dia kemanapun Dion mengajak dia pergi.


" Aku mohon Sayang. Please! Tolong jangan lakukan ini padaku sayang. Bagaimana aku bisa hidup tanpamu?" tanya Susan begitu sedih dan memulai aktingnya yang selama ini selalu berhasil meluluhkan hati Dion.


" Cepatlah turun Susan! Sebelum aku mengusirmu dari mobil ini secara tidak manusiawi!" ulang Dion dengan nada bariton yang mulai naik beberapa oktaf sehingga membuat Susan gemetar ketakutan dan langsung keluar dari mobil itu.


" Dasar pria brengsek! Setelah bosan kau buang aku begitu saja! Ya ampun! Kau tidak punya perasaan Dion!" umpat Susan setelah dion pergi menghilang dari hadapannya.

__ADS_1


Sementara itu dion yang terus melajukan kendaraannya. Sekarang dia pergi menuju sebuah klub malam dan mencari hiburannya sendiri dengan para wanita malam yang selalu menjajakan tubuh mereka kepada para lelaki mesum yang kesepian dan patah hati.


" Tuan, apakah Anda butuh pertolongan saya untuk menyenangkan hati Anda?" tanya seorang wanita muda belia berusia sekitar 18 tahun dengan tertunduk malu.


Dion melirik sekelas kepada perempuan itu yang dia nilai lumayan lugu dan naif. Dion langsung menarik tangannya dan masuk ke kamar hotel yang ada di dalam klub malam itu bagi yang membutuhkannya untuk menikmati tubuh para wanita malam yang ada di sana.


Wanita itu tampak malu-malu dan sungkan saat Dion yang sudah pro bermain dengan dirinya, Dion tersentak ketika melihat darah perawan yang ada di atas seprai.


" Oh ****! Kenapa wanita baik-baik kayak kamu ada di tempat terkutuk macam ini?" tanya Dion setelah dia selesai dengan hasrat dan gairah satu malamnya.


Wanita mudah itu tampak masih menangis karena kesakitan di area sensitif nya yang tadi baru di jebol oleh Dion.


" Aku membutuhkan uang untuk perawatan ayahku Tuan yang memiliki penyakit jantung. Dia butuh banyak uang untuk operasi jantung segera Tuan. Oleh karena itu aku terpaksa jatuh ke dunia malam hari ini!" ucapnya sambil terisak.


Dion meraup wajahnya dengan kesal karena telah merusak gadis baik itu hanya karena dirinya yang sedang marah kepada Catherine dan dia tidak mampu melampiaskan amarahnya kepada lawannya yang ternyata lebih kuat darinya dari segala sisi.


" Tinggalkan alamat dan nomor rekening dan nomor telpon kamu, setelah itu tinggalkan tempat ini! Nanti aku akan kirimkan uang ke rekening kamu untuk biaya operasi ayah kamu! Sementara terima ini dulu, keluar lah dari kamar ini sekarang juga!" ucap Dion sambil meletakan uang cash 20 juta yang dia miliki di dalam dompetnya lalu dia langsung melangkahkan kakinya ke kamar mandi.


Wanita muda itu bangkit dari tidurnya lalu menuruti semua yang di katakan oleh Dion tanpa banyak bertanya lagi.


Setelah menggunakan pakaian dia lagi, dan mengambil uang di atas nakas yang tadi di berikan oleh Dion.

__ADS_1


Walaupun terasa sakit setelah acara pecah perawan tadi, tapi gadis yang sudah tak gadis itu lagi segera meninggalkan kamar itu dengan hati-hati karena dia tidak mau Dion marah kepadanya.


__ADS_2