Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
48. Makan Siang


__ADS_3

Setelah jam makan siang datang Thomas, Mario dan Rossa akhirnya Pergi ke restoran yang sudah di reservasi oleh sekretaris Mario.


Mario tampak terus cemberut dan merasa tidak rela untuk duduk satu meja bersama dengan Rossa. Gadis yang selalu sukses membuatnya merasa jengkel dan kesal dengan kelakuannya yang menyebalkan di dalam pandangan Mario.


Saat Mario merasa jengkel karena harus Satu meja bersama dengan Rossa, saat tidak sengaja Mario melirik ke arah pintu masuk. Dia merasa terkejut melihat Angel yang berjalan bersama dengan seorang pria asing yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.


" Lihatlah kekasihku! Ya ampun! Aku tinggalkan sebentar saja dia sudah pergi bersama dengan laki-laki yang entah siapa itu!" ujar Mario sambil melirik kepada Angel yang tampak akrab dengan laki-laki yang tidak dikenal oleh Mario.


Rossa yang melihat Mario tampak bete dan tidak senang dia pun kemudian mengalihkan pandangannya kepada sesuatu objek yang saat ini sedang terus diperhatikan oleh Mario.


" Ya ampun! Lihatlah betapa murahannya dia. Padahal dia sudah bertunangan denganmu. Tetapi dia bisa begitu akrab dengan laki-laki lain. Di saat dia tidak sedang bersamamu!" ucap Rossa berusaha mengompori Mario agar marah terhadap Angel.


Mario yang pada dasarnya memang sedang marah terhadap Rossa. Dia pun akhirnya tidak bisa lagi menahan kemarahannya dan langsung pergi dan meninggalkan meja tersebut untuk mendatangi Angel.


Rossa yang merasa senang sekali karena ternyata dia telah berhasil membuat Mario marah. Dia hanya tersenyum licik melihat usahanya untuk memisahkan Mario dan Angel tampaknya akan berhasil sebentar lagi.


" Kenapa Mario tampaknya marah menatap mereka berdua?" tanya Thomas kepada Rossa yang sejak tadi dia perhatikan terus tersenyum sendiri melihat Mario yang begitu emosi mendekati Angel.


" Perempuan itu adalah tunangan dari tuan Mario. Tetapi kau lihatlah perempuan itu, sekarang sedang berakrab ria dengan laki-laki asing. Tentu saja Tuan Mario akan marah melihatnya bukan?" tanya Rossa sambil tersenyum kepada Thomas yang mulai mengerti apa yang sedang terjadi saat ini.


" Tampaknya Tuan Mario sedang cemburu terhadap tunangannya. Apakah aku benar?" tanya Thomas sambil melirik kepada Rossa yang saat ini terus memperhatikan mereka bertiga di meja yang tidak terlalu jauh dengan keberadaan mereka saat ini.


Sementara itu Angel yang belum menyadari kehadiran Mario di restoran yang sama dengannya. Dia tampak sedang mengobrol asik dengan sahabatnya yang baru datang dari Australia.


" Pilihlah makanan yang ingin kau makan. Aku akan mentraktirmu kali ini, selama kau berada di indonesia," ucap Angel tampil tersenyum kepada Robert.


Robert Siang saat ini sedang memperhatikan daftar menu yang ada di tangannya dia tampak bingung hendak memesan Apa karena dia tidak terlalu familiar dengan makanan Indonesia.


Di saat mereka berdua sedang sibuk untuk memesan makanan apa saja yang akan mereka makan untuk makan siang mereka, tiba-tiba saja Mario sudah berdiri di samping Angel dengan mata memerah karena marah.


" Sedang apa kamu di sini Yang?" tanya Mario sambil duduk di dekat Angel yang tampak terkejut dengan kehadirannya.


" Loh Mario? Kenapa kau malahan ada di sini? Bukankah tadi pagi kau bilang akan melakukan rapat dengan rekan dari Swiss yang akan membangun hotel barumu di sana?" tanya Angel sambil tersenyum kepada tunangannya yang masih menatapnya dengan rasa curiga.


" Kau tidak menjawab pertanyaanku yang? Kau malah bertanya balik sama aku!" ucap Mario dengan kesal.


" Aku di sini sedang makan siang dengan sahabatku dari Australia," ucap Angel tanpa merasa berdosa.


Angel merasa heran dengan kelakuan Mario yang seperti sedang marah terhadapnya dan terasa sangat tidak nyaman untuknya.


" Kok kamu nggak bilang sih Yang? Kalau mau makan siang dengan sahabatmu ini? Kau tidak akan aku bisa sekalian mereservasi restoran ini," ucap Mario merasa tidak senang.

__ADS_1


" Ya ampun! Kenapa sih dengan kamu Mario? Ih, aneh banget deh! Aku kan cuma makan siang saja dengan Robert tidak melakukan apapun! Apakah semua kegiatanku harus aku laporkan padamu? Jangan bersikap konyol deh!" ucap Angel Merasa tidak senang dengan apa yang dilakukan oleh Mario sekarang apalagi dilakukan di hadapan sahabatnya yang sejak dulu selalu menemaninya dalam suka dan duka.


Robert dan Angel adalah sahabat sewaktu mereka sekolah di Australia. Mereka selalu pergi kemanapun bersama. Bahkan sahabat-sahabat mereka menjodohkan mereka sebagai pasangan kekasih yang paling cocok menurut versi mereka.


" Kok kamu ngomongnya kayak gitu sih Yang! Kita kan sudah tunangan loh Yang! Kamu punya kewajiban untuk memberitahukan kepadaku apapun yang kau lakukan dan aku tidak suka kalau kau pergi makan bersama laki-laki ini!" tunjuk Mario dengan sengit kepada Robert yang tampak bingung dengan pertengkaran mereka berdua.


Robert berusaha untuk mengerti apa yang sedang terjadi di antara Angel dan Mario.


" Angel bisakah kau kenalkan kepadaku, siapa laki-laki itu?" tanya Robert dengan suara perlahan.


" Maafkan aku Robert, kalau ada kekacauan seperti ini. Sepertinya kita pindah saja apa ya? Kita restoran lain untuk kita bisa makan siang bersama. Tanpa ada gangguan dari manusia labil seperti dia." ucap Angel dengan wajah memerah karena marah dengan apa yang dikatakan oleh Mario kepadanya.


Mario tampak mengepalkan kedua tangannya ketika dia melihat Angel yang sudah bersiap untuk meninggalkan restoran itu bersama dengan Robert.


Mario yang sudah sangat jengkel sekali melihat Angel yang sepertinya tidak memperdulikan emosinya, dia pun langsung menarik tangan tunangannya itu untuk meninggalkan restoran tersebut tanpa memperdulikan Angel yang terus memberontak dan ingin melepaskan diri darinya.


" Cepat masuk!" ucap Mario memberikan perintah kepada Angel yang mulai merasa kesal kepadanya.


Walaupun merasa marah, tetapi Angel berusaha untuk meredam emosi yang ada di dalam hatinya. Karena saat ini bagaimanapun status Mario adalah sebagai tunangan resminya yang sudah diakui oleh dua keluarga besar mereka berdua.


Bahkan keluarga Dirgantara saat ini sudah mulai menyiapkan pesta pernikahan untuk mereka berdua yang akan dilaksanakan satu bulan kemudian.


Karena Mario diam saja dan tampak fokus dengan mobilnya yang saat ini sedang membelah kota Jakarta. Entah mau pergi ke mana Mario membawa Angel bersamanya.


Angel yang merasa khawatir dan tidak enak dengan Robert, dia pun kemudian berusaha untuk menghubungi Robert untuk segera menjelaskan situasi saat ini yang sedang terjadi kepada mereka bertiga.


" Halo Robert tolong kau maafkan aku. Karena aku tidak bisa untuk mentraktirmu makan siang kali ini. Nanti aku akan menghubungi lagi kalau sudah tersedia waktuku untuk bertemu denganmu lagi. Oh ya, bagaimana kalau begini saja, nanti kau datanglah ke apartemen ku kita bisa makan malam bersama di sana," mendengar apa yang dikatakan oleh Angel, Mario benar-benar terbakar emosi karena cemburu buta. Dia langsung merebut ponsel dari tangan Angel dan langsung mematikannya.


Angel yang terkejut dengan perilaku frontal Mario dia pun seketika melotot kepadanya.


" Astaghfirullahaladzim! Apa yang sedang kau lakukan Mario!? Ya ampun! Apa kau gila apa ya? Atau kau salah makan kah?" tanya Angel merasa benar-benar kesal terhadap kelakuan Mario yang terasa begitu mengekang dirinya.


Tiba-tiba saja Mario menghentikan laju kendaraannya dan dia menatap Angel yang saat ini sedang marah kepadanya.


" Katakan padaku! Siapa Robert itu? Kenapa kau sangat bersikeras untuk bertemu dengannya? Padahal ada aku disini yang sedang bersamamu!" tanya Mario dengan emosi yang memuncak di dadanya.


Angel yang benar-benar merasa tidak mengerti dengan kemarahan Mario. Dia pun hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menarik nafasnya dengan dalam. Angel berusaha untuk menyebarkan dirinya dengan kelakuan Mario yang sangat absurd baginya.


" Robert itu sahabatku saat aku tinggal di Australia. Memangnya ada apa denganmu? Kenapa aku tidak bisa bertemu dengan sahabatku sendiri? Please deh jangan aneh deh! Aku jadi nggak nyaman tau nggak kalau kau begini!" protes Angel sambil menatap tajam kepada Mario.


" Setidaknya aku harus minta izin padaku kalau kau ingin bertemu dengan laki-laki lain. Supaya aku tidak berpikiran negatif tentangmu Yang!" ucap Mario dengan nada tinggi.

__ADS_1


Angel hanya bisa menajamkan tatapan matanya kepada Mario. Angel merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh tunangannya itu yang terdengar begitu mengekang dirinya.


" Aku tidak pernah mengekangmu untuk bergaul dengan siapapun. Lalu kenapa kau harus melakukan hal seperti ini terhadapku?" tanya Angel jangan perasaan kesal terhadap Mario yang sudah berbuat semena-mena terhadapnya.


Mario yang mendengarkan perkataan Angel dia pun melatap kekasihnya dengan lekat.


" Aku cemburu yang melihatmu tertawa dengan laki-laki itu. Kau tampak begitu nyaman dengannya. Padahal kau selama ini selalu menjaga jarak denganku dan tidak pernah merasa nyaman denganku. Apakah aku salah kalau aku marah Yang? Aku hanya ingin melindungi apa yang menjadi milikku!" ucap Mario dengan mata berapi-api.


" Memangnya apa yang sudah aku lakukan sih? Aku cuma bicara biasa saja dengan Robert karena kami sudah lama tidak bertemu sejak aku pulang ke Indonesia!" ucap Angel yang sudah mulai mengerti kemarahan seorang Mario padanya.


' Ya ampun bisa-bisanya dia merasa cemburu hanya dengan melihatku makan siang bersama Robert? Tolong jangan katakan padaku kalau dia benar-benar jatuh cinta denganku! OMG!' batin Angel benar-benar tidak percaya kalau Mario benar-benar telsh mencintainya dan sekarang sedang menunjukkan sifat posesifnya terhadap dirinya yang sekarang berstatus sebagai tunangan Mario.


" Sayang! Kau harus ingat bahwa kita sudah bertunangan dan pernikahan kita satu bulan lagi akan dilangsungkan. Tolong jagalah kehormatanku sebagai tunanganmu!" ucap Mario dengan wajah memelas.


Angel tertawa terbahak-bahak mendengarkan perkataan Mario yang terdengar sangat lucu di telinganya.


" Ya ampun! Tolonglah jangan melawak seperti itu. Memangnya apa yang kulakukan dengan Robert? Aku hanya makan siang dengannya biasa saja dan tidak melakukan apapun hal-hal yang berbau keromantisan!" ucap Angel sambil tertawa melihat Mario yang malah cemberut kepadanya.


" Aku tahu kalau kalian cuma makan siang saja. Tapi tolong lain kali, kalau kau akan bertemu dengan seorang laki-laki kau harus minta izin padaku dan minta aku untuk menemanimu!" ucap Mario dengan wajah serius menatap Angel.


Tawa Angel begitu lepas mendengarkan apa yang dikatakan oleh Mario yang menurutnya sangat lucu.


" Kenapa kau tertawa seperti itu Yang? Apa sih yang lucu dari kata-kataku?" tanya Mario tampak jengkel kepada Angel.


" Dengar ya Mario! Aku tidak pernah benar-benar menganggapmu sebagai tunanganku. Karena aku tidak mencintaimu saat ini. Aku belum mencintaimu itu yang bisa kukatakan padamu! Jadi tolong hentikanlah sifatmu yang berlebihan ini itu hanya membuatku semakin takut denganmu!" ucap Angel yang langsung keluar dari mobil tersebut karena kebetulan saat ini Mario sedang menghentikan mobilnya di bahu jalan.


Akan tetapi 5 menit kemudian Angel kembali lagi karena dia lupa bahwa tadi ponselnya direbut oleh Mario dan dilemparkan entah ke mana.


" Ke mana kau tadi melemparkan ponselku?" tanya Angel menatap kepada Mario yang masih terpaku di tempat gara-gara syok dengan apa yang dikatakan oleh Angel kepadanya.


" Jadi kau hanya menganggap hubungan kita sebagai lelucon karena kau tidak pernah mencintaiku?" tanya Mario rasa harga dirinya telah diinjak-injak oleh Angel yang tidak menghargai cintanya.


" Tolonglah Jangan bersikap seperti ini kau benar-benar membuatku takut! Bukankah waktu itu aku hanya memintamu untuk menolongku agar pura-pura menjadi pacarku? Agar aku tidak perlu ditunangkan dengan orang yang dijodohkan dengan orang tuaku? Aku rasa sekarang Aku tidak membutuhkan kamu lagi. Sudahlah lupakan saja. Nanti aku akan mengatakan kepada orang tuaku. Untuk membatalkan pertunangan kita," Angel terkejut karena tiba-tiba saja Mario langsung menarik tengkuknya dan mencium bibirnya yang dari tadi sangat ingin dia cium.


Angel yang terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Mario tampak hanya diam dan tidak merespon apapun dengan apa yang dilakukan oleh Mario terhadapnya.


Mario tanpa kecewa karena Angel yang tidak terpengaruh dengan apapun yang dia lakukan.


" Katakan padaku Apa yang harus kulakukan untuk membuatmu jatuh cinta padaku?" tanya Mario sambil menatap kepada Angel.


" Entahlah yang jelas aku belum merasa kalau aku mencintaimu. Apakah kita bisa melewati hubungan ini secara alami?" tanya Angel berusaha untuk mendamaikan debaran jantungnya yang tiba-tiba saja sangat kencang gara-gara perbuatan Mario yang tiba-tiba menciumnya tanpa permisi.

__ADS_1


__ADS_2