
Karena merasa lelah dengan pikiran mereka masing-masing, mereka pun tidur dan tidak mengingat bahwa malam ini adalah malam pernikahan mereka berdua.
Keesokan paginya ketika Mario membuka matanya, dia melihat Angel sudah tidak ada di kamar mereka.
" Ini masih pagi, tetapi Angel sudah tidak ada di kamar. Ke mana dia pergi?" tanya Mario sambil melihat ke sekeliling kamar yang terlihat begitu sepi tidak ada penampakan Angel di manapun juga.
Mario kemudian memutuskan untuk keluar kamarnya dan mencari Angel di dalam rumah keluarga Bagaskara.
Saat Mario pergi ke area dapur dia melihat dua anak kembar yang sedang makan di meja makan bersama kedua orang tua Angel.
" Selamat pagi semuanya!" ucap Mario sambil tersenyum kepada semua orang yang ada di meja makan.
Semua orang sontak melihat ke arah Mario, Mario melihat di sana tidak ada Angel membuatnya menjadi bertanya-tanya.
" Istriku tidak ada di kamar, kemana dia pagi-pagi begini?" tanya Mario sambil melihat dua anak kembar yang tampak asik dengan sarapan mereka dengan ditemani oleh pengasuh mereka masing-masing.
' Ah benar! Mereka berdua adalah anak yang tadi malam menjatuhkan minuman ke pakaianku. Betapa bodohnya aku karena tidak mengenali mereka sebagai Putraku sendiri!' bathin Mario menyesali dirinya sendiri.
Mario terus menatap interaksi antara dua bocah kembar itu terhadap saudaranya satu sama lain.
" Om maafkan kami yang tadi malam sudah merusak pakaianmu!" ucap Steven sambil menatap tajam kepada Mario.
Mario seakan kena mental dipanggil om oleh putranya sendiri. Entah kenapa Mario merasa hatinya sangat sakit dan juga sedih dengan nasib yang terjadi pada dirinya.
' Apakah karena aku tidak mengenali mereka? Ketika aku pertama kali bertemu yang membuat Angel merasa tidak percaya denganku bahwa aku bisa menjadi ayah mereka yang baik?' bathin Mario sedih.
" Angel kalau jam segini biasanya dia sedang ada di taman belakang!" ucap Tasya.
__ADS_1
Mario menatap mertuanya sejenak kemudian dia melihat kepada Steven dan Bryan yang tampak begitu menikmati sarapan mereka.
" Apa yang dilakukan oleh Angel di taman belakang mah?" tanya Mario.
" Kakakku kalau di taman belakang biasanya merenung bersama dengan bunga-bunga kesayangannya!" ucap Bryan sambil menyunggingkan senyum kepada Mario.
Hati Mario benar-benar terhiris sembilu, ketika dia mendengarkan Bryan memanggil Angel dengan panggilan kakak.
' Pasti kau merasa sedih dan pedih ratusan kali lilat dari pada aku. Karena anak kita malah memanggilmu kakak, alih-alih memanggil kamu Mama. Aku sekarang merasakan kesedihan itu, ketika tidak dianggap Ayah oleh anak-anakku sendiri!' Mario terus menatap dua bocah kembar itu dengan tatapan penuh pengharapan.
Imgin sekali Mario berlari kepada mereka berdua. Dan memeriakkan bahwa dia adalah ayah kandung mereka.
" Ayolah Om makan jangan melamun terus! Nanti Om Jangan lupa ya untuk memberikan kami keponakan yang tampan seperti kami, bersama Kak Angel!" Mario hanya tersenyum perih mendengarkan ocehan dari Steven yang terlihat sangat tampan dan menggemaskan.
" Iya sayang Om akan makan yang banyak. Supaya nanti bisa bermain bersama dengan kalian!" ucap Mario sambil merentangkan kedua tangannya meminta untuk Steven dan Bryan agar masuk ke dalam pelukannya.
Bryan dan Steven pun kemudian berlari ke pelukan Mario. Tampak Mario meneteskan air matanya merasa sangat sedih, melihat anak-anaknya memanggil dia Om alih-alih memanggilnya ayah.
' Ini adalah hukumanku sebagai seorang laki-laki yang selalu mempermainkan cinta untuk kesenangan semata sekarang bahkan anakku sendiri tidak mengenali sebagai ayah kandung mereka!' Mario benar-benar kena mental melihat putra-putranya yang begitu tampan dan menggemaskan sejak tadi terus berceloteh memanggilnya Om.
Angel merasa terpaku ketika melihat suami dan putranya saat ini sedang berpelukan. Angel pun merasa sedih ketika melihat Mario yang tampak meneteskan air matanya.
" Apakah kalian berdua sudah saling berkenalan?" tanya Angel ketika dia duduk di meja makan.
" Steven Bryan perkenalkan dia adalah__" kata-kata Angel dihentikan oleh Mario.
" Aku adalah ayah kandung kalian!" sontak semua orang yang ada di dalam ruangan itu terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Mario tidak terkecuali Angel yang langsung melotot sempurna matanya menatap Mario.
__ADS_1
" Sejak kapan kau mengetahui bahwa kau adalah ayah mereka?" tanya Angel dengan suara bergetar.
Steven dan Bryan tampak saling menatap satu sama lain Mereka bingung dengan apa yang terjadi saat ini.
" Aku sudah mengetahui bahwa kita memiliki anak kembar, saat pertemuan kita pertama kali di Australia!" ucap Mario dengan menatap serius wajah Angel yang tampak terkejut.
Bayu dan Tasya hanya memperhatikan suami istri tersebut yang tampaknya memang membutuhkan waktu untuk bicara serius.
" Steven, Brian! Ayo ikut sama mama kita berangkat ke sekolah bersama!" ucap Tasya sambil menggandeng tangan kedua bocah kembar yang tampan itu.
" Tolong hentikan memposisikan diri anda sebagai ibu dari mereka berdua. Karena anda adalah neneknya, bukan mamanya!" ucap Mario sambil menatap tajam kepada Tasya yang tadi hendak membawa pergi Steven dan Bryan untuk pergi ke sekolah.
Tasya menatap tajam kepada Mario yang tampaknya marah kepada dirinya.
" Sampai kalian berdua menyelesaikan masalah diantara kalian berdua dan kalian bersedia mempublikasikan kepada media bahwa si kembar adalah anak kalian. Selama itu mereka tetap akan menjadi anakku!" ucap Tasya menatap tajam kepada Mario yang seperti marah kepadanya.
Terlihat Mario menarik nafasnya dalam-dalam dan sangat frustasi. Sungguh sebagai seorang laki-laki dia merasa harga dirinya benar-benar jatuh karena harus merelakan putranya diakui oleh mertuanya sebagai anak mereka. Mario benar-benar kesal kepada Angel yang tidak pernah datang kepadanya untuk meminta pertanggungjawaban atas kehamilannya 5 tahun yang lalu.
" Hari ini juga aku akan mendaftarkan pernikahan kami berdua dan juga akan memasukkan mereka berdua ke dalam kartu keluarga kami!" ucap Mario sambil bangkit dari duduknya dan kemudian menarik tangan Angel untuk ikut bersamanya ke dalam kamar.
Bayu dan Tasya hanya bisa saling menatap satu sama lain. Bagaimanapun mereka tidak bisa ikut campur urusan Angel yang sekarang sudah menjadi istri dari Mario.
Sementara itu Angel dan Mario di dalam kamar masih saling diam satu sama lain belum ada satupun yang berani angkat bicara.
Angel masih kesulitan untuk membuka mulutnya dan menjelaskan semua hal kepada Mario tentang kedua anak kembar yang sekarang sudah berusia empat setengah tahun.
" Jelaskan padaku! Kenapa kau melakukan ini semua padaku? Apakah aku di matamu sehina itu? Sehingga kau merampas hak aku sebagai ayah dari mereka?" tanya Mario dengan kekecewaan yang sangat besar terlihat di dalam matanya.
__ADS_1
Angel menatap lekat wajah laki-laki yang selama 5 tahun benar-benar sangat dia rindukan dan juga terus-terusan dia hindari karena sakit hati dan marah. Setelah dia mengetahui bahwa ternyata Mario tidak benar-benar mencintainya, tetapi memiliki maksud dan tujuan yang tersembunyi ketika dia mendekatinya. Mario hanya menginginkan untuk merebut perusahaan Bagaskara group dari tangan ayahnya dan Dion.