Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
82. Bagas sang wartawan handal


__ADS_3

Rossa pulang ke rumahnya dan mencari ibunya yang ternyata sedang bermesraan dengan pacar benalunya.


" Aku ingin bicara dengan Mama datang ke kamarku sekarang!" ucap Rossa tanpa melirik sekilas pun tak ada kekasih ibunya yang sejak tadi terus memperhatikannya dengan takjub.


" Aku pergi menemui anakku dulu, ya? Kamu boleh melakukan apapun di rumah ini!" ucap Andien sambil mengecup bibir kekasih muda yang sangat dia banggakan karena ketampanan yang di milikmu.


Bagas hanya tersenyum sambil mengiringi kepergian Andien menuju kamar Rossa yang berada di lantai dua.



Visualisasi Bagas Hartoyo


Sejujurnya Bagas sudah tidak nyaman dengan hubungannya bersama Andien, akan tetapi dia butuh uang untuk biaya hidupnya dan yang paling penting dia membutuhkan untuk bertemu dengan Rossa setiap hari.


Rupanya Bagas ini adalah seorang wartawan yang menyembunyikan identitasnya dari Andien. Dia sengaja mendekati Andien dalam rangka menyelidiki kehidupan Rossa yang terkenal di luar sana sebagai model yang bisa dibooking oleh para pengusaha muda untuk melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri.


Kadang Rossa digunakan sendiri oleh penyewanya, kadang juga dijadikan sebagai hadiah untuk rayuan wanita cantik bagi sang penyewa untuk memudahkan dia bisa mendapatkan kontrak dan tender dari klien.


Akan tetapi Andien adalah tipe wanita yang sangat Royal kepada kekasihnya. Makanya Bagas cukup menikmati perannya sebagai kekasih muda seorang Andien yang haus belaian seorang pria di atas ranjang.


Bagas sendiri sebenarnya pernah menikah di usianya yang masih belia, akan tetapi mereka bercerai karena istrinya yang tidak bersedia hidup susah bersama Bagas.


Jadi wajar kalau Bagas mau melayani kemauan Andien kalau sedang butuh belaian dirinya di atas ranjang. Apalagi setelah itu Andien akan memberikan banyak uang buat dia. Dia sangat bahagia tentu saja mendapatkan kebutuhan bathinnya secara gratis, dapat uang pula.


Walaupun usia Andien sudah masuk angka 45 tahun. Tetapi dia termasuk wanita yang masih cantik. Karena dia selalu rajin merawat tubuhnya di perawatan mahal serta menggunakan skincare mahal yang selalu digunakan oleh Rossa yang diberikan oleh perusahaan yang menggunakan jasa Rossa sebagai brand ambassador perusahaannya.

__ADS_1


Pergaulan Rossa di dunia bisnis cukup luas dan dia memiliki banyak kenalan para pengusaha muda yang suka berpetualang dengan para model dan artis cantik yang demi kehidupan glamour dan kekayaan rela menggadaikan tubuh molek mereka kepada para pengusaha hidung belang yang kebingungan membuang uang mereka yang tak berseri. Sayang sekali mereka tidak menggunakannya untuk hal yang baik tetapi digunakan untuk berbuat sesuatu yang salah dan malah mengundang dosa bagi diri mereka sendiri.


kenikmatan duniawi yang dirasakan hanya sesaat saja yang kelak akan menghasilkan hukuman di akhirat di hari pembalasan sampai hari kiamat tiba.


" Ada apa kau mencari Mama Rossa? Ya ampun! Apa kau tidak bisa mencari waktu yang lain huh? Kau mengganggu saja waktu Mama untuk berkencan dengan Bagas!" ucap Andien terus menggundel dan marah kepada Rossa yang sedang kesal sekali.


Rossa meletakkan barang-barangnya di atas nakas. Kemudian dia duduk di atas sofa yang berada di kamarnya tampak Rosa memijat nya yang terasa sakit.


" Cepat katakan sama Mama, Rossa! Apa yang kau butuhkan? Kenapa kau diam saja?" tanya Andien mulai kesal di buatnya.


Rossa menatap ibunya dengan wajah penuh kemarahan. Matanya memerah dan nafasnya memburu karena menahan amarah sejak tadi.


" Sebenarnya bagaimana kerja Mama itu huh? Kenapa Angel tidak datang ke hotel itu? Sampai tengah malam aku menunggu kedatangannya, tetapi perempuan itu tidak datang juga. Semua usaha kita sia-sia!" ucap Rossa merasa kesal luar biasa.


Andien mengerutkan keningnya merasa bingung dengan apa yang dikatakan Rossa kepadanya sekarang.


" Tapi mana buktinya? Angel tidak datang ke hotel dan tidak ada yang terjadi apa-apa di sana selain Mario yang mengamuk padaku dan mengancam akan menghabisku kalau aku memberitahukan Angel tentang kejadian tadi malam!" ucap Rossa kesal setengah mati.


Walaupun di hatinya tetap merasa bahagia karena sudah berhasil mencicipi pulak berharga milik Mario. Rossa berharap akan mendapatkan anak dari Mario hasil dia memperkosa Mario saat pria itu dalam keadaan tak sadarkan diri karena obat bius yang diberikan Andien kepada Mario melalui sapu tangan saat Mario di bekap di kamar hotel yang sudah mereka sewa jauh-jauh hari.


" Setidaknya tadi malam aku berhasil mendapatkan bibit unggul dari Mario. Semoga bibit itu akan berbuah di rahimku dan menghasilkan anak untukku. Sehingga aku bisa meminta pertanggungjawaban dari Mario sebagai ayah dari anaknya!" ucap Rossa dengan senyum liciknya.


Akan tetapi Andien malah menggelengkan kepalanya seperti ragu dengan kata-kata Rosa yang dia tahu dalam satu minggu menerima tamu yang membooking dia 3-4 kali.


" Kita tidak akan tahu siapa Ayah dari Anakmu kalau nanti tiba-tiba saja kau hamil. Bukankah kau selama ini selalu melayani para pengusaha muda yang tampan dan kaya itu tanpa pengaman? Karena memang kau yang berharap punya anak dari salah satu di antara pelanggan kamu itu?" tanya Andien tersenyum kepada Rossa.

__ADS_1


Rossa menarik nafasnya dalam-dalam, " Aku gak perduli dengan siapapun aku hamil. Aku tidak peduli! Bagiku yang penting aku akan mendatangi Mario dan keluarga Dirgantara dengan membawa bukti-bukti video dan foto tadi malam itu dan mengatakan bahwa itu adalah anak Mario. Kalau urusan yang lainnya bisa diatur Mah. Mamah tenang saja!" ucap Rossa dengan penuh percaya diri.


" Ya sudah lakukan saja apa yang kau inginkan. Mama hanya akan membantumu dari belakang! Mama pergi dulu! Kekasih mama pasti sudah tidak sabar menunggu Mama!" ucap Andien kemudian meninggalkan kamar Rossa.


Tanpa mereka sadari. Di luar sana, di depan pintu kamar Rossa yang pintunya agak terbuka sedikit. Terlihat Bagas yang sedang menguping dan mereka semua pembicaraan mereka berdua.


' Tampaknya kalau ini dijadikan sebuah berita, maka akan menjadi booming di negeri ini!' bathin Bagas merasa sangat senang sekali.


Melihat Andien yang meninggalkan kamar itu, Bagas serta merta langsung melarikan diri dari sana dan kembali ke ruang tamu agar Andien tidak curiga sama sekali kepadanya.


Bagas berusaha untuk menetralkan nafasnya yang ngos-ngosan karena tadi habis berlari dari lantai 2 Ke ruang tamu. Bagas kemudian melakukan push up agar Andein tidak curiga dengan nafas dia yang ngos-ngosan karena berlari tadi.


" Wah kau sedang berolahraga sayang? Apa sudah tidak sabar untuk olah raga dengan ku di ranjang kamarku?" tanya Andien yang langsung mencium bibir Bagas yang masih sibuk push up.


Bagas tidak bisa berkutik dengan apapun yang dilakukan Andien kepadanya karena dia memang dalam posisi membutuhkan Andien dari segala hal.


Bahkan ketika Andien menarik tangannya untuk masuk ke dalam kamar untuk bercinta dengannya Bagas tidak bisa menolaknya.


Usia Bagas sekarang 37 tahun, tubuhnya sedang butuh-butuhnya nutrisi di atas ranjang apalagi dirinya yang terlalu lama menduda, klop sudah mereka berdua. Ketika bertemu layaknya ulat bulu yang sama-sama gatal dan butuh garukan untuk mengobati gatal di tempat khusus yang hanya mereka berdua yang paham. Bagas yang sejak tadi sudah menahan diri saat melihat kemolekan tubuh Rossa yang hanya menggunakan tank top dan hot pant saat di kamarnya tadi, dia langsung melampiaskan semuanya kepada Andien yang memang sedang membutuhkan dirinya yang amat perkara kalau urusan ranjang dan kehangatannya.


" Kau luar biasa sayang. Apa kita perlu menikah agar bisa melakukan ini setiap hari?" tanya Andien sambil bermain di atas tubuh Bagas yang polos di balik selimut miliknya.


Bagas menggelengkan kepalanya. Karena dia memang tidak mencintai Andien secara utuh. Dia hanya membutuhkan berita tentang Rossa yang berprofesi sebagai pelacur bertarif fantastis untuk setiap membooking dia. Hubungannya bersama Andien hanyalah sambil menyelam minum air. Tidak ada tendensi cinta di dalamnya.


Andien tampak sangat kecewa mendapatkan penolakan dari Bagas yang bahkan tidak berpikir sama sekali sebelum menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Apa kau tidak mencintaiku?" tanya Andien kecewa sambil bangkit dari ranjang dan memunggungi Bagas yang langsung memeluk tubuh polosnya dari belakang.


__ADS_2