Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
55. Mario Kebingungan


__ADS_3

Sementara itu di Villa, terlihat Mario yang tampak kebingungan mencari keberadaan Angel.


" Sayang kau di mana?" Mario mencari keberadaan Angel di seluruh tempat yang bisa dia datangi. Tetapi hasilnya nihil dia tidak menemukan Angel di manapun.


Dengan tubuh yang lemas, Mario pun kemudian duduk di meja makan. Seharian ini dia mencari Angel seperti orang gila. Sampai melupakan bahwa dirinya belum makan sama sekali setiap pagi.


" Maaf Tuan. Kenapa Tuan tampaknya seperti bingung sekali? Bahkan Tuan sampai tidak menyentuh sarapan yang tadi pagi saya siapkan untuk anda." tanya pembantu yang bekerja di Villa milik Mario.


" Jangankan untuk makan. Untuk melakukan sesuatu yang lain pun aku rasanya tidak bersemangat Bi. Aku sangat pusing untuk mencari keberadaan Angel saat ini!" ucap Mario sambil menyandarkan tubuhnya di kursi makan.


" Memangnya non Angel pergi ke mana tadi pagi Dia pamit kepada Bibi katanya ingin pergi jogging. Tapi bibi heran kenapa sudah siang begini non Angel belum juga nampak batang hidungnya!" ucap pembantu Mario dengan wajah khawatir.


Mario kemudian menatap pembantunya dengan nekat. Mencari kejujuran di sana.


" Apakah benar kalau calon istriku tadi pagi berpamitan kepada Bibi untuk jogging? Tetapi aku sejak tadi sudah mengelilingi perkebunan teh kita. Aku tidak menemukan keberadaan Angel di manapun." ucap Mario mulai khawatir saat dia menyampaikan apa yang sudah dia lakukan seharian ini.


" Aduh bagaimana ya Tuan Mario? Kalau sampai non Angel diculik oleh penjahat!" ucap pembantu Mario dengan wajah ketakutan.


" Bibi jangan bicara aneh-aneh deh! Tidak mungkin ada penjahat di sekitar sini. Angel mungkin hanya tersesat. Atau mungkin dia pergi keluar tanpa mengatakan kepadaku!" ucap Mario sambil pergi ke kamarnya untuk menghubungi Angel.


Berkali-kali Mario berusaha untuk menghubungi kekasihnya. Tetapi ternyata teleponnya masih belum aktif hingga sekarang.


" Kamu sebenarnya di mana Sayang? Ya Allah! Kenapa kau membuatku khawatir seperti ini?" tanya Mario sambil terus mondar-mandir di dalam kamarnya.


" Aku tidak bisa terus-terusan seperti ini. Lebih baik aku segera pergi ke Jakarta saja. Mungkin saja Angel kembali ke rumahnya tanpa sepengetahuanku." Mario pun kemudian memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Walaupun sebenarnya urusannya di perkebunan teh masih jauh dari kata selesai.


" Biarlah untuk urusan perkebunan, nanti aku akan mengirimkan asistenku saja untuk membereskannya. Sekarang yang terpenting aku harus mencari Angel, jangan sampai nanti terjadi apa-apa dengan dia. Pasti keluarga Bagaskara akan mengamuk pada akhirnya. Karena aku sudah membawa pergi Putri mereka tanpa minta izin. Dan sekarang Angel malah menghilang begitu saja! Kau benar-benar sangat ceroboh Mario!" Mario terus saja mengutuk kesalahan dirinya sendiri karena sudah ceroboh dan lupa untuk meminta izin kepada kedua orang tuanya Angel ketika dia membawanya ke Villa mikirnya yang ada di puncak.


" Loh, Tuan mau ke mana toh? Kenapa begitu buru-buru sekali?" tanya pembantu Mario.


" Saya akan kembali ke Jakarta. Siapa tahu kalau Angel kembali ke Jakarta tanpa berbicara padaku." ucap Mario yang sudah bersiap untuk masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


Pembantu itu kemudian tampak mengingat sesuatu bahwa tadi pagi Angel sempat Bertanya kepadanya transportasi yang bisa digunakan untuk meninggalkan tempat itu.


" Tuan tunggu sebentar!"


" Ada apa bi?" tanya Mario mengerutkan keningnya karena saat ini dia sedang buru-buru untuk segera sampai ke Jakarta.


" Begini tuan. Saya baru ingat kalau tadi pagi non Angel pernah bertanya kepada saya. Cara untuk keluar dari villa kita ini. Kemudian saya mengatakan biasanya saya kalau mau pergi, suka menggunakan truk pengangkut produk kita yang akan menjual produk kita ke mall-mall. Waktu itu non Angel tampak sangat senang, ketika saya mengatakan hal itu. Saya tidak menduga kalau hal itu ternyata digunakan oleh non Angel untuk pergi dan meninggalkan Villa kita tanpa sepengetahuan Tuan. Tolong maafkan saya tuan karena sudah memberitahukan kepada non Angel cara untuk dia meninggalkan Tuan dari Villa kita ini," ucap pembantu Mario dengan perasaan pernah bersalah.


Mario mendengarkan semua yang telah disampaikan oleh pembantunya dan dia hanya mengangguk saja. Kemudian Mario pun langsung pergi meninggalkan Villa tanpa mengatakan apapun lagi.


" Semoga saja yang dikatakan oleh Bibi benar. Kalau Angel pergi keluar menggunakan truk itu dan sekarang mungkin dia sudah berada di Jakarta. Aku harus segera menghubungi asistenku. Aku harus tahu keberadaan Angel sekarang di mana." ucap Mario yang kemudian langsung mencari nomor telepon asistennya dan menghubunginya.


Asisten Mario sangat senang karena mendapatkan telepon dari atasannya. Karena dia memiliki berita besar yang harus disampaikan kepada Mario.


" Ah Tuan! Akhirnya anda menghubungi saya juga. Dari kemarin saya mencoba untuk menelpon tetapi anda tidak pernah mau mengangkat panggilan saya." ucap sang asisten merasa khawatir.


" Memangnya ada apa?" tanya Mario mulai kesal.


" Tadi pagi tuan Bayu Bagaskara mendatangi kantor Tuan besar dan mereka meminta untuk pertunangan tuan dan Nona Angel dibatalkan. Mereka bahkan tidak keberatan untuk membayar pinalti karena pelanggaran kontrak yang sudah disepakati oleh keluarga kita. Akan tetapi Tuan besar menolak hal itu. Karena mereka berpikir barangkali tuan muda tidak menginginkan untuk pembatalan aliansi pernikahan ini. Cepatlah pulang ke kediaman utama dan bicara langsung dengan Tuan besar!" Farel langsung mengerem mobilnya secara mendadak karena merasa terkejut ketika dia mendengarkan berita yang tadi disampaikan oleh asistennya yang mengatakan bahwa keluarga Angel meminta untuk membatalkan pertunangan mereka berdua.


" Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. Aku sekarang dalam perjalanan menuju Jakarta. Tolong sampaikanlah kepada Papah untuk tidak mengambil keputusan apapun. Sampai aku datang ke sana!" setelah mengatakan itu Mario langsung menutup telepon dan segera bergegas untuk sampai ke Jakarta.


Hati Mario benar-benar tidak tenang dan dia sangat gugup. Dengan kecepatan penuh Mario segera menggeber mobilnya agar bisa sampai ke Jakarta dengan cepat.


Untung saja hari itu bukanlah weekend sehingga jalan menuju Jakarta dari puncak Tidaklah terlalu padat merayap sehingga Mario bisa sampai di Jakarta dengan selamat.


Mario langsung mendatangi kediaman utama keluarga Dirgantara.


" Di mana Papa?" tanya Mario dengan wajah cemas dan tampak sangat lelah.


Akan tetapi dia tidak memperdulikan sama sekali kondisi tubuhnya yang telah mengendarai mobil dalam waktu yang lama.

__ADS_1


" Papa mau ada di ruang kerja. Kau temuilah dia sejak tadi dia terus marah-marah!" ucap ibunya Mario menunjukkan keberadaan Ayahnya di mana.


Dengan langkah lebar dan tergesa-gesa. Mario langsung masuk ke dalam ruang kerja sang ayah tanpa mengetuk pintu sama sekali karena sangking buru-burunya dia dan ingin segera bertemu dengan sang ayah.


" Pah apa yang terjadi kenapa asistenku mengatakan kalau keluarga Angel meminta pembatalan pertunanganku?" tanya Mario to the point karena hatinya saat ini benar-benar sedang gelisah.


" Kakak melakukan apa sih sama Kak Angel? Kenapa begitu datang ke Mansion dia langsung meminta untuk pembatalan pertunangan kalian!" tanya Cathrine dengan wajah cemberut karena dia benar-benar tidak senang dengan berita pembatalan pertunangan itu.


" Kapan keluarga mereka datang ke keluarga kita untuk meminta pembatalan tersebut?" tanya Mario kepada ayahny. Mario tidak menggubris apapun yang dikatakan oleh adiknya tadi.


" Tadi siang Bayu yang datang sendiri ke kantor papa dan meminta untuk kita meninjau kembali rencana pernikahan Aliansi itu. Karena menurutnya Angel menginginkan agar pertunangan itu dibatalkan!" ucap ayahnya Mario sambil menatap tajam kepada putranya.


" Katakan kepada Papa. Apa yang sudah kau lakukan kepada Angel? Sehingga membuat gadus itu langsung meminta pembatalan pertunangan kalian? Bahkan mereka rela membayar penalti yang begitu besar Hanya untuk membatalkan rencana pernikahan kalian!" tanya ayahnya Mario tampak kesal kepada putranya.


" Mario merasa tidak ada masalah apapun ketika terakhir kali Mario bertemu dengannya. Angel setuju untuk keluarga kita agar segera datang ke kediamannya untuk segera melamar dan melangsungkan pernikahan kami! Makanya Mario sangat terkejut ketika tadi mendengarkan kabar tentang Angel yang meminta pembatalan rencana pernikahan kami!" ucap Mario menceritakan semua kejadian ketika mereka terakhir kali bertemu.


" Kalau menurut Mama, pasti kau telah melakukan suatu kesalahan yang membuat Angel merasa tidak senang. Cobalah Nak, kau ingat-ingat lagi apa yang sudah kau lakukan ketika kalian bersama kemarin!" perintah ibunya kepada Mario.


Mario yang memang sebetulnya sangat lelah setelah melakukan perjalanan jauh dia nampak lemas dan duduk di sofa seperti orang linglung.


" Apa yang sudah kulakukan yang membuat Angel menjadi membatalkan pernikahan kami?" Mario tampak mengingat kembali apa yang sudah terjadi selama seharian kemarin.


" Syukurlah akhirnya aku sukses membuat dia jatuh cinta dan mau menikah denganku! Usaha keluarga Dirgantara untuk menguasai perusahaan Bagaskara sepertinya hanya tinggal masalah waktu saja. Sampai kami berdua melangsungkan pernikahan konyol itu tanpa hambatan sama sekali! Hahahaha! Mario otakmu memang cemerlang dan kau sangat hebat dalam menaklukan hati seorang wanita! Semua rencana yang telah kau susun semuanya berhasil sukses tanpa ada kegagalan sedikitpun! Kau memang layak mendapatkan trophy best aktor! Tidak ada wanita manapun yang berhasil untuk lari dari Pesonamu! Hahaha!"


Seketika wajah Mario mengeras ketika dia mengingat kembali apa yang telah dia katakan di saat dirinya ada di kamar mandi.


" Oh, ****!" Mario kemudian langsung bangkit dari duduknya dan langsung pergi untuk menuju kediaman Angel.


Dengan terburu-buru Mario langsung pergi ke apartemen milik kekasihnya. Akan tetapi ketika sampai di apartemen Mario tidak menemukan keberadaan Angel. bahkan barang-barang Angel di sana sudah tidak ada.


" Ya Tuhan kau ada di mana? Kau pasti marah padaku. Karena mendengarkan apa yang aku katakan di kamar mandi itu!" Mario meraup wajahnya dengan kasar. Mario sangat menyesali apa yang sudah dia katakan di kamar mandi yang dia katakan tanpa dia sadari.

__ADS_1


" Dasar kau Mario bodoh! Kau sangat ceroboh dan dungu! Bagaimana bisa kau mengatakan hal buruk seperti itu? Ya Tuhanku! Sekarang Angel pasti membenciku karena mengira bahwa aky hanya menggunakan dia sebagai alat untuk bisa menguasai perusahaan ayahnya!" tidak ada hentinya Mario terus memaki dan mencaci dirinya sendiri.


Sungguh kalau ada penyesalan yang paling besar di dalam hati Mario. Penyesalan itu adalah ketika dia mengatakan hal bodoh seperti itu dan ada kemungkinan Angel telah mendengarkan kata-katanya di kamar mandi. Sehingga membuat wanitanya menjadi marah dan akhirnya memutuskan pertunangan mereka berdua.


__ADS_2