
Mario membawa Angel ke luar kota akan tetapi di tengah perjalanan tiba-tiba saja mobil yang dikendarai oleh Mario mogok di tengah jalan. Sehingga mengakibatkan mereka harus berjalan jauh untuk mencari bengkel yang bisa menolong mereka untuk memperbaiki mobil milik Mario.
" Lihatlah apa yang sudah kau lakukan! Semua ini gara-gara kau yang sembarangan sekali membawaku pergi tanpa rencana," protes Angel sambil menghentakkan kakinya berkali-kali karena jengkel.
Mario yang merasa kesal dengan apa yang terjadi kepada mereka berdua hari ini pun hanya bisa menyesali diri.
" Cobalah kau telepon siapa saja yang kau kenal, agar bisa membantu kita di sini!" ucap Angel kepada Mario.
Mario berusaha untuk menguatkan hatinya untuk tidak marah kepada Angel yang sejak tadi terus saja menggerutu dan protes semua yang terjadi kepada mereka pada hari ini.
" Maafkan aku sayang atas apa yang terjadi hari ini semuanya adalah kecerobohanku! Kau tahu? Ponselku mati. Sampai saat ini aku tidak bisa menghidupkannya kita akan mencari rumah warga untuk ikut ngecas ponselku di sana, hmmmm? Tolong sabarlah sayang," Angel berusaha untuk menguatkan kesabarannya agar tidak marah lagi atas semua hal yang terjadi kepada mereka.
Angel kemudian mengambil ponselnya dan memeriksa hp nya sendiri. tampak raut wajah Angel yang kesal setengah mati.
" Ponselku pun mati! Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Angel menatap Mario dengan pasrah.
Mario langsung turun dari mobil dan dia pun kemudian meminta kepada Angel untuk turun bersamanya.
" Bagaimana kalau kita berdua berjalan dulu? Mari kita berusaha untuk mencari rumah warga. Siapa tahu ada seseorang yang mau menolong kita, hmmm?" tanya Mario.
Walaupun merasa kesal akhirnya Angel pun turun dan mengikuti langkah Mario yang menggenggam tangannya dengan erat.
" Kenapa tidak ada juga rumah warga? Duh, mau berapa lama kita jalan seperti ini? Ya ampun, kau juga tadi tidak menguncimu mobilmu kan?" tanya Angel merasa benar-benar frustasi.
Mario tahu bahwa Angel tidak biasa menghadapi situasi semacam itu jadi dia merasa wajar dengan Angel yang sejak tadi terus saja misuh-misuh dan merasa kesal.
" Maafkan aku ya sayang. Karena sudah membuatmu jadi menghadapi kesulitan seperti ini. Tadinya aku ingin berjalan-jalan dan mengajakmu ke tempat yang romantis. Tidak disangka kalau mobilku berulah seperti ini dan ponsel kita semuanya mati," ucap Mario dengan tampang merasa bersalah.
Angel yang tampak kelelahan dan kesakitan kakinya, karena sudah berjalan hampir selama 1 jam lamanya. Akan tetapi mereka tidak menemukan perumahan warga di sana.
" Ya ampun sebenarnya tempat apa yang kau datangi ini? Kenapa jauh sekali perumahan warga di sekitar sini?" Angel benar-benar sangat kesal dengan apa yang terjadi kepada mereka hari ini.
Mario kemudian melihat kepada Angel.
" Apakah kakimu kesakitan? Lepaskanlah sepatumu dan aku akan menggendongmu!" ucap Mario ketika dia melihat Angel yang tampak berbincang-bincang berjalan karena kakinya yang terluka berjalan kaki terlalu lama dengan sepatu hak tinggi.
" Apa kau yakin kalau akan menggendongku? Aku takut kalau kau nanti malah jadinya malahan kelelahan gara-gara aku. Apalagi kita belum mengetahui keberadaan rumah warga di mana. Hari sebentar lagi akan gelap akan sangat berbahaya kalau terjadi apa-apa dengan kita berdua," ucap Angel.
Mario menatap wanita yang dia cintai dengan lekat dan berusaha untuk menenangkannya.
" Baiklah sebaiknya kita menunggu saja. Siapa tahu nanti ada mobil yang lewat ke sini kita bisa meminta tolong mereka untuk membawa kita ke bengkel maupun pom bensin terdekat," ucap Mario minta pendapat Angel.
" Baiklah kita akan melakukan itu!" ucap Angel yang kemudian mengikuti Mario untuk duduk di pinggir jalan. sekitar 30 menit mereka beristirahat di tempat itu tetapi tidak menemukan apapun yang bisa memperbaiki situasi mereka saat ini.
Angel tampak menahan rasa lapar, sementara mobil mereka sudah tertinggal jauh di belakang.
__ADS_1
" Apakah kau merasa lapar?" tanya Mario kepada Angel yang tampak memegang perutnya sejak tadi.
Angel tampak berusaha untuk sabar dan tidak marah kepada Mario. Karena dia pun tahu bahwa Mario juga merasakan hal yang sama seperti dirinya.
Mario merasa sangat bersalah kepada wanita yang dia cintai. " Tolong maafkan aku sekali lagi sayang. Aku berjanji aku tidak akan pernah mengulangi lagi hal seperti ini!" ucap Mario.
Tampak langit yang mulai gelap sehingga membuat Mario dan Angel mulai panik. Karena di sekitar mereka hanyalah dikelilingi oleh hutan belantara yang gelap dan sunyi.
" Kau tahu? Biasanya kalau di hutan tuh suka ada makhluk-makhluk aneh. Aku takut tau nggak sih?" ucap Angel berusaha untuk mengungkapkan perasaannya saat ini kepada Mario bahwa dia benar-benar sedang ketakutan karena mereka berada di jalanan yang begitu sunyi dan gelap.
" Sebenarnya kau tadi berniat membawa kita pergi ke mana sih? Dan kau juga tidak mempersiapkan sesuatunya dengan baik. Bagaimana kau bisa ceroboh sekali dan juga tidak mencharge ponselmu?" tanya Angel benar-benar sudah kesal dan sangat jengkel.
Di saat mereka sudah putus asa tiba-tiba dari kejauhan Mereka melihat sebuah mobil yang melintas di hadapan mereka.
" Ya ampun! Akhirnya ada pertolongan juga untuk kita berdua. Cepatlah kau hentikan mobil itu dan mintalah tolong kepadanya!" ucap Angel yang berbinar matanya melihat mobil yang tiba-tiba melintas di hadapan mereka.
Mario berdiri di tengah jalan dan memberikan kode kepada mobil itu untuk berhenti.
Pemilik mobil tersebut pun kemudian menurunkan kaca spionnya.
" Sedang apa kalian berdua di tengah jalan seperti ini?" tanya pemilik mobil tersebut yang ternyata seorang pria yang berusia sekitar 30 tahun dengan wajah yang tampan dan garis tegas di rahangnya yang semakin menambah keelokan wajahnya.
" Maafkan kami, mobil kami mogok di sana. Kami tadinya berniat untuk mencari pertolongan dengan mencari rumah warga di sekitar sini, tetapi sudah hampir satu jam setengah lebih, kami berjalan, kami tidak menemukan apapun di sini. Apakah kalau tidak keberatan kalau kami minta tolong untuk mencari bengkel ataupun pom bensin di sekitar sini?" tanya Mario kepada pemilik mobil tersebut yang tampak mengerti dengan kesulitan mereka berdua.
" Marilah ikut denganku. Aku akan membantu kalian untuk mencari pertolongan," ucapnya santai.
" Maafkan kami. Kalau kami berdua sudah mengganggumu. Ponsel Kami mati sehingga kami tidak bisa menghubungi orang terdekat untuk meminta pertolongan kepada mereka!" ucap Angel menerangkan kondisi mereka berdua.
" Oh jadi ponsel kalian mati? Baiklah aku akan menghubungi mobil derek untuk membawa mobil kalian ke bengkel terdekat untuk sementara aku akan membawa kalian ke restoran dulu. Aku yakin kalian pasti sudah sangat lapar setelah seharian luntang-lantung di jalanan bukan? Oh ya chargelah ponsel kalian di mobilku. Semoga saja ponsel kalian nanti bisa berfungsi lagi!" ucap laki-laki yang bernama Arman sambil tersenyum kepada Mario yang sekarang duduk di sebelahnya.
" Kalian sebenarnya mau pergi ke mana? Kenapa tidak mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan jauh seperti ini?" tanya Arman merasa khawatir dengan teman baru nya.
" Tadinya aku akan membawa kekasihku ke daerah puncak untuk memberikan dia surprise dan berniat untuk liburan di sana. Siapa yang menduga kalau mobilku tiba-tiba saja ngadat di tengah jalan dan tidak ada pemukiman sama sekali di sekitar sini. Untung saja kau mau menolong kami berdua," ucap Mario dengan penuh rasa syukur.
Setelah mereka sampai di sebuah restoran. Pak Arman kemudian menghubungi mobil derek untuk di bawa ke bengkel yang tadi mereka sudah lihat lokasinya.
" Untuk sementara mari kita makan dulu di restoran itu. Mobil kalian sudah dibawa oleh mobil derek ke bengkel. Kita bisa menunggu mobil kalian diperbaiki sambil makan. Kebetulan aku juga sudah lapar!" ucap Arman.
Mario yang sejak tadi begitu posesif dan tidak pernah mau melepaskan telapak tangan Angel. Sekarang dia bisa bernafas lega karena sudah ada yang menolong mereka berdua. Mobil mereka sudah diamankan oleh mobil derek. Dan sekarang sedang diperbaiki di bengkel dan mereka pun sudah menemukan restoran untuk menyelamatkan perut mereka yang kelaparan sejak tadi siang.
Setelah mobil mereka sudah selesai diperbaiki, Arman pun mendapatkan telepon bahwa mobil mereka sudah selesai.
" Syukurlah pihak bengkel sudah menghubungiku kalau mobil kalian sudah selesai diperbaiki! Ayo sekarang kita habiskan makanam kita, lalu kita ke bengkel untuk mengambil mobil kalian di sana!" ucap Arman merasa senang akhirnya masalah Mario dan Angel bisa diatasi.
Mereka bertiga pun kemudian bergegas untuk menghabiskan makanan mereka.
__ADS_1
Setelah selesai Mereka pun langsung pergi ke bengkel untuk mengambil mobil milik Mario yang sudah selesai di service oleh pihak bengkel.
Untung saja Mario membawa banyak uang cash di dalam dompetnya sehingga mereka tidak mengalami kesulitan untuk menyelesaikan perkara tersebut.
Setelah mobil mereka beres, ponsel mereka pun full. Sekarang mereka bisa melanjutkan perjalanan ke tempat yang hendak dituju oleh Mario sejak tadi siang.
" Terima kasih banyak Arman atas pertolonganmu ini. Kalau kau ada waktu nanti kau datanglah ke perusahaanku kita bisa ngobrol-ngobrol di sana nanti!" ucap Mario sambil bersalaman dengan Arman.
Arman yang merasa senang karena berkenalan dengan seorang Mario Dirgantara. Seorang pebisnis yang terkenal di dunia bisnis otomotif. Dia pun langsung menyerahkan kartu namanya agar suatu saat nanti mereka bisa melakukan pertemuan kembali ketika sudah kembali ke Jakarta.
" Alhamdulillah masalah kalian sudah beres. Jadi aku sudah bisa kembali melanjutkan perjalananku. Semoga hari kalian berdua akan terasa menyenangkan dan jangan lupa kalau misalkan mau pergi jauh-jauh harap untuk diperiksa dulu mobilnya jangan sampai mengalami lagi hal seperti ini," ucap Arman berpesan kepada Mario sebelum mereka benar-benar berpisah.
" Terima kasih sekali lagi Arman atas semua pertolonganmu ini. Kami berdua benar-benar berhutang budi kepadamu. Nanti kalau kita sudah kembali ke Jakarta kita bisa bertemu kembali. Oh ya, kau nanti bisa datang ke pernikahan kami berdua!" ucap Mario dengan antusias.
" Kalian berdua akan menikah?" tanya Arman tampak terkejut mendengarkan pernyataan dari Mario.
" Yah kami berdua sebentar lagi akan menikah. Ya, biasalah itu semua adalah pengaturan dari orang tua kami. Tapi untungnya kami berdua saling mencintai satu sama lain, sehingga perjodohan itu tidak terasa berat untuk kami berdua," ucap Mario sambil melirik kepada Angel yang sejak tadi lebih banyak diam daripada ikut nimbrung dengan pembicaraan dua laki-laki tampan di hadapannya.
" Baiklah aku nanti akan berusaha untuk datang ke pernikahan kalian. Aku berdoa semoga semua urusan kalian lancar dan tidak ada halangan yang berarti! Baiklah aku pergi sekarang karena aku harus melakukan urusan penting yang tidak bisa lagi ditunda!" ucap Arman yang kemudian berpamitan kepada mereka berdua.
Sejujurnya Angel saat ini sudah sangat mengantuk dan sudah sangat lelah sekali setelah mengalami hari terberat dalam hidupnya. Angel sudah tidak punya energi lagi untuk bercakap-cakap dengan mereka.
Setelah berpamitan satu sama lain. Mereka pun kemudian masuk ke mobil dan kembali melanjutkan perjalanan menuju tujuan mereka masing-masing.
" Alhamdulillah ada orang baik yang mau menolong kita berdua. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi terhadap kita berdua, di tengah jalan dengan kondisi seperti itu, tanpa ada pertolongan sama sekali!" ucap Angel merasa bersyukur sekali dengan pertolongan yang sudah dikirimkan oleh Allah kepada mereka berdua sehingga bisa keluar dari masalah.
" Baiklah sayang. Mari kita segera menuju villaku yang ada di puncak agar kau bisa beristirahat di sana!" ucap Mario sambil tersenyum kepada Angel yang sekarang sudah tampak tenang raut wajahnya.
" Kenapa kita tidak pulang lagi aja ke Jakarta? Aku besok harus pergi ke perusahaan karena banyak urusan yang harus kau selesaikan di sana," ucap Angel sambil menatap kepada Mario yang langsung menggelengkan kepalanya.
Mario langsung main starter mobilnya kemudian melajukan kendaraannya dengan kecepatan standar.
" Ayolah sayang! Aku ingin kita berdua berlibur di villa sebelum hari pernikahan kita nanti, kita akan menjalani kehidupan kita yang normal sebagai sepasang kekasih yang saling mencintai," ucap Mario sambil tersenyum kepada Angel.
Angel yang mengarti karakter Mario yang suka memaksakan kehendaknya itu pun, akhirnya hanya bisa pasrah saja dan mengikuti apa keinginannya daripada harus ribut dan berdebat dengan laki-laki yang sekarang sudah berstatus sebagai suaminya.
Begitu mereka sampai di Villa Angel langsung menuju ke kamar dan beristirahat di sana.
Angel protes ketika melihat Mario yang hendak masuk ke dalam kamarnya.
" Kita berdua belum menikah. Aku minta tolong. Bisakah kau menjaga kehormatanku sebagai calon istrimu? Tidurlah di kamarmu sendiri. Karena aku benar-benar sangat lelah dan aku tidak punya tenaga untuk berdebat denganmu. Oke?" ucap Angel tegas yang kemudian menutup pintu kamarnya.
Akan tetapi bukan Mario namanya kalau mendengarkan apa yang dikatakan oleh Angel.
Dengan tanpa merasa bersalah sama sekali, Mario langsung masuk ke dalam kamar yang ditempati oleh Angel dan dia memilih pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket setelah seharian berada di luar.
__ADS_1
Angel akhirnya hanya pasrah melihat laki-laki yang sangat bengal dan sangat sulit untuk diajak bicara baik-baik yang berstatus sebagai tunangannya. Akhirnya dia pun lebih memilih untuk langsung tidur dan tidak memperdulikan tubuhnya yang terasa lengket dan gatal karena rasa kantuk yang sudah menguasai dirinya.