
Deka akhirnya memutuskan untuk kembali ke Dubai Setelah dia putus dengan Catherine.
Bagaimanapun Deka belum siap untuk memperkenalkan Catherine sebagai kekasihnya mengingat status Catherine adalah seorang janda.
" Kamu kenapa sih Deka? Sejak kembali dari Indonesia aku perhatikan kamu selalu bersedih!" tanya sepupu Deka yang juga ikut kembali ke Dubai bersamanya. Karena dia ingin bertemu dengan kedua orang tua Deka.
" Jangan ganggu aku!" Deka pun kemudian meninggalkan sepupunya yang tampak kesal padanya karena saat ini hatinya benar-benar sedang tidak ingin melakukan apapun.
Deka merasa kesal sekali karena dia mendengar bahwa Catherine sekarang sudah kembali rujuk bersama dengan Dion.
Berita itu baru saja didapatkan oleh Deka dari mata-mata yang sengaja di tanam oleh Deka di samping Catherine yang akan selalu melaporkan apapun tentang Catherine kepadanya.
Terlihat Deka yang saat ini sedang serius memperhatikan foto-foto yang tadi dikirimkan oleh mata-matanya.
Kedua tangan Deka terkepal. Amarah dan kesal benar-benar membuat hati dekat tidak bisa diajak kompromi lagi.
Deka bersiap untuk pergi ke Indonesia. Akan tetapi ketika dia berpikir lagi tentang kedua orang tuanya, hal itu membuat hati Deka mencelos dan kemudian lunglai seketika.
" Oh Tuhan kenapa aku selama ini? Aku sangat mencintaimu Cath dan aku tidak bisa hidup tanpamu. Akan tetapi, kenapa kita terlambat untuk bertemu Cath? Sehingga ada jarak dan dinding pemisah yang begitu lebar yang sangat sulit untuk aku seberangi!" keluh Deka benar-benar sangat frustasi dengan nasib percintaannya bersama Catherine.
Deka kembali mengingat malam terakhir ketika mereka hendak berpisah. Di mana mereka berdua telah menghabiskan malam pertama mereka. Ya! Deka sangat ingat dengan jelas! Bahwa dirinya adalah laki-laki pertama yang pernah menyentuh tubuh Catherine dan dia sangat ingat sekali bagaimana rasanya saat itu. Hatinya sangat bahagia dan merasa beruntung.
" Bodohnya kamu Deka! Seharusnya saat itu Kau genggam tangan Catherine untuk selamanya dan langsung kau bawa dia ke Dubai untuk bertemu dengan kedua orang tuamu dan menikah dengannya! Dasar kau bodoh dan kau sangat menyedihkan! Pecundang!" tidak ada habisnya Deka terus menutupi dirinya sendiri karena telah bodoh melepaskan kesempatan untuk hidup bersama dengan Catherine.
" Jelas-jelas malam itu Catherine telah menyerahkan segalanya untukmu. Akan tetapi kau malah menghempaskannya dan membuat hatinya terluka dan menangis begitu parah! Kau tolol Deka Yamada!" Deka mengacak rambutnya dengan begitu frustasi ketika dia kembali melihat foto-foto pernikahan ulang antara Catherine dan Dion.
Karena merasa kesal luar biasa. Akhirnya Deka pun membanting ponsel tersebut sehingga pecah berserakan di lantai kamarnya.
__ADS_1
" Brengsek!" maki Deka dengan amarah dan kecemburuan yang sangat besar di dalam hatinya.
Terlihat Delia yang masuk ke dalam kamar putranya. Delia mengerutkan keningnya melihat ponsel putranya yang seharga 40 juta itu sekarang berserakan di lantai.
" Ada apa ini Sayangku? Kenapa kau menggila seperti ini? Apa kau sedang ada masalah?" tanya Delia merasa heran dengan keadaan putranya yang berharga begitu kacau dan berantakan.
" Mama stop melakukan itu! Aku bukan anak kecil lagi!" protes Deka ketika dia melihat ibunya yang mencubit pipinya dengan begitu gemes dan menjengkelkan bagi Deka.
" Bagi Mama kamu selamanya akan menjadi anak kecil mama yang tersayang dan selamanya akan selalu begitu!" ucap Delia yang sekarang malah menepuk pantat Deka dengan menggemaskan.
Deka yang saat ini sedang kesal hatinya. Deka auto melotot melihat ibunya yang malah semakin menggodanya. Sehingga akhirnya membuat Deka mau tidak mau tertawa bersama dengan ibunya.
" Ayo cepat! Kau ceritakan sama Mama. Apa yang terjadi sayang? Kenapa kau kacau sekali begini huh? Bahkan ponsel kesayanganmu pun sudah kau banting tak bersisa begitu!" ucap Delia sambil melirik ke arah ponsel milik Deka yang sekarang sudah hancur dan tidak akan bisa lagi untuk di servis.
Tampak tatapan kesedihan di wajah Deka yang membuat Delia tergelitik hatinya.
Deka memang sangat dekat dengan ibunya daripada anak-anak Delia dan Kaisar yang lainnya.
" Apakah kau putus dengan kekasihmu yang waktu itu mengatakan akan datang kemari?" tanya Delia mencoba untuk menebak isi hati putranya.
Pertanyaan Delia sukses membuat Deka menjadi kembali sedih hatinya. Karena otomatis Deka mengingat kembali malam panas diantara dirinya dengan Catherine yang keesokan harinya mereka benar-benar berpisah sebagai pasangan.
" Lupakanlah Mah. Deka dan perempuan itu sudah putus. Bahkan dia sekarang sudah menikah!" ucap Deka dengan wajah sendu.
Delia mengerutkan keningnya merasa bingung dengan keterangan dari putranya.
" Kenapa kalian bisa putus Waktu itu mama jelas-jelas mendengar kalau dia akan segera datang kemari untuk bertemu dengan Mama dan Papa kamu. Mama terus menunggu kedatangan kalian. Tetapi kau malah pulang sendirian saja dengan wajah sedihmu itu!" ucap Delia tampak begitu kecewa.
__ADS_1
Akan tetapi Deka kembali diam. Karena sejujurnya Deka tidak berniat untuk menceritakan seluruh kisah cintanya dengan Catherine kepada ibunya. Karena jujurnya dia masih merasa malu karena telah jatuh cinta kepada seorang janda.
Sunggu jauh di lubuk hati Deka, Deka benar-benar belum siap untuk dicaci ataupun di maki oleh saudara-saudaranya yang lain. Apalagi kalau nanti dia mendapatkan sindiran dari ayahnya yang pasti merasa tidak senang ketika Kaisar tahu bahwa pewaris dari Kaisar corporation bersanding dengan seorang janda kembang.
Deka sendiri tidak paham kenapa hatinya seperti itu. Padahal jelas-jelas dia tahu bahwa Catherine dan semua keluarganya adalah orang-orang baik-baik yang tidak punya tendensi buruk kepada dirinya.
Mereka bahkan tidak ada yang mengetahui tentang identitasnya sebagai pewaris dari Kaisar Corporation dan Bramantyo Group milik kakeknya dari garis sang ibu.
" Sudahlah sayang. Kalau wanita itu memang sudah menikah, tidak usah kau pikirkan lagi. Mama yakin kalau suatu saat kau pasti akan bertemu dengan wanita yang bisa membuat hatimu bergetar kembali! Percaya sama mama sayang!" ucap Delia berusaha untuk menenangkan putranya dan menghibur hati Deka yang sedang sedih saat ini.
Deka memeluk Delia semakin erat berusaha untuk mencari kedamaian dari pelukan sang Ibu tercinta.
" Mama. Bagaimana menurut Mama kalau tiba-tiba aku jatuh cinta dengan seorang janda?" tiba-tiba saja Deka bertanya pertanyaan konyol seperti itu kepada Delia.
Delia auto melotot mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Putra kesayangannya.
" Jangan pernah melakukan itu Sayang! Tidak. Ok? Karena mama tidak rela putra berharga Mama menikah dengan wanita bekas laki-laki lain. Apalagi kalau ternyata dia memiliki anak dari laki-laki itu. Oh tidak sayang! Jangan kau memberikan beban seperti itu kepada kami!" ucap Delia histeris dan tidak senang.
Delia terus menggelengkan kepalanya sehingga membuat Deka hatinya semakin mencelos melihat ekspresi dari ibunya yang jelas-jelas tidak menerima apabila Putra berharganya menikahi seorang janda.
' Sudah kuduga Mamaku pasti tidak akan menerima pernikahan semacam itu. Entah bagaimana dengan reaksi papaku kalau dulu aku benar-benar membawa Catherine untuk menjadi calon istri.' bathin Deka benar-benar merasa frustasi dengan jalan cintanya yang seakan begitu terjal dan penuh onak duri.
' Kenapa kita harus terlambat bertemu kenapa harus ada tembok bernama ' janda' di antara kita? Kenapa Cath?' rintih hati Deka sangat pilu dan benar-benar merasa frustasi.
" Sudah sayang, lupakan saja. Ayo kita turun sekarang sayang. Kita makan bersama saja dengan yang lainnya. Ayahmu di bawah pasti juga sudah menunggu kita!" ucap Delia sambil menggenggam telapak tangan DK dan mengajak putranya untuk turun dan makan bersama dengan keluarga besar mereka.
Deka yang saat ini hatinya benar-benar sedang terluka. Dia hanya mengikuti ibunya tanpa banyak protes. Dia tahu kalau dirinya sedang cari mati kalau dahulu dirinya nekat memperjuangkan cintanya dengan Catherine.
__ADS_1