Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
85. Perceraian


__ADS_3

Setelah pernikahan Mario dan Angel sukses Catherine pun kemudian mulai mengurus surat perceraiannya dengan Dion. Karena dia sudah tidak tahan lagi untuk menjalani kehidupan pernikahan bersama Dion yang tidak membuatnya bahagia sama sekali.


Walaupun mereka tinggal di satu atap tetapi mereka tidak benar-benar bersama.


Dion bahkan sering membawa kekasihnya ke rumah mereka untuk bercinta tentu saja. Entah kenapa hati Catherine sudah kebas dan dia tidak merasakan apa-apa lagi. Dahulu, pada awal-awal pernikahan mereka. Memang dia merasa sakit hati karena tidak dianggap sebagai istri oleh Dion. Tetapi berjalan seringnya waktu, Catherine sudah mulai berdamai dengan nasibnya menjadi istri seorang Dion Bagaskara yang memiliki hati sedingin es balok yang tidak pernah memiliki rasa cinta untuknya.


Keputusan Caterine untuk bercerai dengan Dion, dia awali dengan pindah ke apartemen miliknya sendiri yang dia beli dengan uang pribadinya yang dia kumpulan dengan bekerja di perusahaan milik keluarganya.


Selain itu Catherine juga memiliki bisnis kecil-kecilan yang dia geluti bersama temannya dan itu sangat membantu sekali keuangan Catherine dalam mempersiapkan dirinya sebagai seorang janda dari seorang Dion Bagaskara.


" Hari ini aku harus bisa membujuk Dion untuk datang ke pengadilan bersama agar perceraian kami berdua bisa segera diketok Palu!" ucap Catherine.


Catherine kemudian menjemur pakaian-pakaiannya yang tadi malam dia cuci di balkon apartemennya.


Tanpa Catherine sadari di ujung balkon sana, seseorang terus memperhatikannya dengan penuh rasa penasaran.


" Aku ingin mengetahui siapa sebenarnya perempuan itu! Tampaknya aku harus segera menyewa seorang detektif untuk bisa menyelidikinya. Aku khawatir kalau dia adalah orang yang dikirim oleh saingan bisnis papaku untuk menggodaku." ucap Deka yang masih begitu asik memperhatikan Catherine yang sibuk menjemur pakaiannya.


Setelah selesai menjemur pakaian, tanpa sengaja Catherine mengarahkan pandangan matanya ke arah Deka yang terus saja memperhatikannya.


Deka yang tidak menyadari bahwa Caterine sekarang sedang melihat ke arahnya terus saja menatap wanita cantik itu tanpa berkedip.


" Sedang apa laki-laki itu terus menatapku seperti orang bodoh? Dasar menyebalkan!" Catherine pun kemudian langsung masuk ke dalam apartemennya dan menutup semua jendela yang bisa terlihat oleh Deka dari arah balkonnya yang bersebelahan dengan Catherine.

__ADS_1


Deka yang baru menyadari bahwa Catherine sudah tidak ada di hadapannya. Akhirnya dia pun masuk ke dalam apartemennya sendiri.


" Ya ampun apa yang aku lakukan kenapa aku bisa kehilangan kesadaran seperti ini hanya karena perempuan yang nggak jelas seperti dia!" ujar Deka merasa kesal kepada dirinya sendiri yang begitu mudah terpesona dengan wanita cantik.


Akan tetapi Deka merasa heran dengan dirinya sendiri. Kenapa dia bisa begitu terpesona kepada Catherine yang bahkan dia tidak tahu siapa namanya maupun identitasnya. Maklum saja selama ini Deka berada di luar negeri dan tidak pernah kembali ke Indonesia. Ini adalah pertama kalinya Deka datang ke Indonesia itu pun atas permintaan dari sepupunya yang memaksa dia untuk ikut ke Indonesia.


Akan tetapi sampai sekarang sepupunya belum juga menemuinya karena terlalu sibuk untuk mengurus urusannya sendiri.


" Aku harus segera ke kantor dan bekerja. Agar otakku menjadi kembali lurus dan tidak konslet hanya gara-gara memikirkan perempuan aneh itu terus!" ucap Deka berusaha mensugesti dirinya sendiri agar bisa melupakan Catherine yang selama beberapa hari ini terus dia perhatikan dari arah balkonnya.


Ketika Catherine keluar dari apartemennya. Deka pun hendak pergi keluar untuk bertemu dengan Aprilia yang sudah membuat Janji temu dengannya di sebuah kafe.


Kebetulan saat Deka keluar dari pintu apartemennya. Catherine pun sedang keluar sehingga tanpa disengaja mereka berdua beradu pandang untuk sekian detik.


Deka hanya mengedipkan kedua bahunya dan kemudian berjalan mendahului Catherine untuk masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai dasar.


Siapa yang menyangka kalau mereka pun akan bertemu di dalam satu lift? Akan tetapi Catherine yang merasa malas untuk berada di dalam suatu ruangan dengan Deka, dia lebih memilih untuk tetap diam dan menunggu life berikutnya.


Deka mengurutkan keningnya ketika melihat Catherine yang tetap mematung di tempat dan tidak segera masuk ke dalam lift yang hendak berangkat ke lantai dasar.


" Kau tidak akan naik?" tanya Deka dengan wajah penasarannya.


Akan tetapi Cathrine lebih memilih untuk mengalihkan pandangannya daripada melayani pertanyaan Deka.

__ADS_1


Siapa yang menyangka kalau ternyata Deka malah menarik tangan Catherine untuk masuk ke dalam lift sehingga membuat Catherine menjadi jengkel dibuatnya.


" Apa yang kau lakukan memaksaku untuk masuk ke dalam sini?" tanya Catherine protes kepada Deka yang hanya tersenyum manis saat dia melihatnya marah-marah.


" Aku hanya merasa kasihan kepada pengelola gedung ini. Kalau harus berkali-kali mengoperasikan lift hanya karena kau yang tidak ingin satu lift denganku!" jawab Deka sekenanya.


" Ih, random banget!" Cibir Catherine sambil melirik sinis ke arah Deka yang malah meringis kepadanya. Membuat Catherine sangat kesal di buatnya.


Untuk menghilangkan rasa jengkelnya kepada Deka yang sejak tadi terus tersenyum kepadanya dengan tidak jelas. Percis seperti orang bodoh. Setidaknya itu yang ada di dalam pikiran Catherine saat ini tentang Deka yang tampan itu. Caterine pun kemudian menelepon Dion untuk memastikan bahwa dia datang ke pengadilan hari ini.


" Halo? Kau akan datangkan ke pengadilan?" tanya Catherine to the point karena dia tidak mau berlama-lama berbincang dengan Dion.


" Aku tidak mau datang ke pengadilan. Kau urus saja sendiri. Kalau kau memang benar-benar sangat menginginkan untuk bercerai denganku!" ucap Dion yang kemudian langsung menutup panggilan telepon dari Catherine.


Catherine sangat kesal sekali menerima perlakuan seperti itu dari Dion yang seperti tidak pernah memikirkan apapun tentang dirinya.


Catherine tidak tahu kalau sebenarnya saat ini hati Dion sedang di amuk massa dan dilanda kebingungan yang luar biasa.


Entahlah kenapa dia merasa bahwa dia tidak bisa hidup tanpa Catherine. Sudah satu minggu sejak Caterine memutuskan untuk pindah ke apartemen miliknya dan dia dibiarkan tinggal sendiri di mansion milik keluarga Dirgantara yang di hadiahkan oleh kedua orang tua Catherine untuk pernikahan mereka berdua.


Dion sebenarnya ingin pindah ke Mansion milik keluarganya yang sudah dipersiapkan oleh Bayu. Akan tetapi Cat herine menolak karena dia tidak mau hidup di rumah milik Dion dengan alasan kenyamanan untuk hidup.


Apalagi selama ini Dion selalu membawa kekasihnya ke rumah mereka untuk bercinta dengan wanita gatel itu. Dia tidak mau kalau sampai nanti kedua orang tua Dion pada akhirnya akan mengetahui tentang kelakuan buruk putranya yang tidak menghargai ikatan sakral pernikahan diantara mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2