
Angel nampak kesal sekali dengan ibunya yang tahu-tahu datang dan mengatakan bahwa dia akan dijodohkan dengan seseorang yang tidak dia kenal.
" Mama sudah mengatur pertemuan dengan keluarga dari calon suamimu. Datanglah nanti malam, mama tunggu! Kalau kau menolak rencana perjodohan yang sudah mama atur, kau bawalah kekasihmu sehingga keluarga akan mempertimbangkan tentang rencana Perjodohan itu"
Angel melemparkan ponselnya setelah membaca pesan dari ibu kandungnya.
" Zaman sudah modern seperti ini, tapi masih juga ada tentang perjodohan. Ah benar-benar menyebalkan!" Angel kemudian membaringkan tubuhnya berpikir apa yang harus dia lakukan.
" Mama bilang aku bisa membatalkan perjodohan itu, asalkan aku memiliki seorang kekasih. Siapa ya yang bisa aku ajak sebagai kekasihku?" Angel terus berpikir dan menguras otaknya untuk mencari tahu siapa kira-kira orang yang bisa dia gunakan untuk bisa membantunya menggagalkan perjodohan yang telah diatur oleh ibunya.
" Mario Dirgantara?" tiba-tiba saja Angel mengingat nama itu.
Angel mengingat bahwa Mario pernah mengatakan kalau dia akan melamarnya dan menjadikan dia sebagai istrinya. Apalagi dia mengingat tentang niatnya untuk membalas dendam kepada Rossa dan juga Andien yang selama dia masih kecil dulu, mereka selalu menyiksa dan juga memberikan hari buruk untuk hidupnya.
" Baiklah aku akan menghubungi Mario untuk memintanya untuk menjadi kekasih pura-puraku dan menolongku dari acara Perjodohan konyol itu!" setelah mantap dengan keputusannya, Angel pun kemudian menelpon Mario dan mengatakan keinginannya untuk bertemu dengan Mario.
Setelah selesai menghubungi Mario, Angel pun kemudian menyiapkan dirinya untuk segera berangkat ke acara makan malam keluarga yang telah disiapkan oleh ibunya.
Setelah selesai mandi, Angel pun kemudian keluar dengan hanya menggunakan handuknya saja yang melilit sempurna di tubuh indahnya. Saat Angel hendak menggunakan pakaiannya tiba-tiba saja bel apartemennya berbunyi.
" Duh siapa sih tanggung banget!" dengan misuh-misuh, Angel pun kemudian segera membuka pintu apartemennya. Dia merasa kesal kepada tamunya yang dari tadi terus membunyikan bel dengan tidak sabar.
" Sabar kenapa ya? Bertamu ke rumah orang kok tidak sopan sekali!" ucap Angel dengan kesal sambil memanyunkan bibirnya.
Begitu pintu terbuka, Mario langsung menerobos masuk dan dia terkejut ketika mendapatkan Angel yang berdiri di depannya hanya dengan menggunakan handuk saja.
" Ya ampun honey! Apakah Kau sengaja mengundangku karena ingin bercinta denganku? Hmmm? Aku baru datang kau sudah menggodaku seperti ini!" ucap Mario sambil menaik turunkan alisnya menggoda Angel yang masih membeku di tempat dan memeluk tubuh Angel dengan posesif.
Angel tersadar dari lamunannya ketika dia menyadari Mario yang sudah memeluk pinggangnya dan juga mulai mencium bibirnya dengan lembut.
__ADS_1
Ditambah lagi dengan niat dan keinginannya untuk membalas dendam kepada Rossa dan Andien. Hal itu semakin membuat pikiran Angel menjadi buntu dan tidak bisa berpikir dengan jernih.
" Ko melamun sih? Katakanlah honey, kau memanggilku kemari untuk apa? Hmm?" tanya Mario kembali mencium bibir Angel dengan menggebu.
" Ayo! Bergegaslah mandi dan bersiap-siap. Kita akan pergi ke acara makan malam keluarga besarku! Mulai sekarang berpura-pulalah kau menjadi calon suamiku!" ucap Angel sambil masuk ke dalam kamar mandi yang akhirnya diikuti oleh Mario.
" Aku akan datang ke kediamanmu sebagai calon suamimu yang sesungguhnya, bukan calon suami yang pura-pura!" ucap Mario berbisik di telinga Angel yang langsung merinding seketika.
" Memangnya siapa yang mau menjadikanmu sebagai calon Suamiku yang nyata? Aku hanya membutuhkanmu untuk menjadi calon suami pura-puraku. Tidak lebih dan tidak kurang!" ucap Angel kesal setengah mati.
" Setelah aku bercocok tanam denganmu lebih dari tiga kali. Apakah kau masih belum mengakuiku sebagai kekasihmu? Aku pasti akan menanamkan benih ku di dalam rahimmu, sehingga kau tidak bisa lari lagi dariku!" ucap Mario semakin memberi ultimatum kepada Angel.
" Serah deh!" ucap Angel pada akhirnya.
' Lebih baik mengalah saja kepada dia. Daripada urusan jadi berabe dan panjang nantinya. Aku gak tahu kenapa dia selalu begitu kalau kami bertemu. Dasar Casanove yang tidak bisa di tolong lagi!' bathin Angel akhirnya menyetujui untuk membiarkan Mario melakukan apa yang dia inginkan ketika bertemu dengan orang tuanya nanti di acara makan malam keluarganya.
" Ayo cepatlah, nanti kita bisa-bisa terlambat ke acara makan malam keluargaku. Aku tidak mau kalau sampai Aku dijodohkan oleh orang yang tidak aku cintai!" ucap Angel berusaha untuk membujuk Mario.
" Ingat kau harus bisa beracting sebagai calon suamiku jangan sampai mereka curiga tentang statusmu yang hanya sebagai kekasih pura-puraku!" Angel kembali mengingatkan Mario untuk menjaga sikapnya selama acara tersebut.
Mario yang merasa kesal karena dia terus tidak diakui sebagai kekasih oleh Angel. Dia pun mengerem mobilnya secara mendadak dan langsung mencium bibir Angel dengan ganas dan bersiap untuk mencumbu Angel kembali.
" Apa yang kau lakukan? Apa kau gila?" tanya Angel berusaha melepaskan diri dari Mario.
" Satu kali lagi kau mengatakan kalau aku hanya kekasih pura-puramu, maka akan kupastikan kau akan kutiduri walaupun di depan umum sekalipun! Camkan baik-baik kata-kataku ini Angel! Karena Aku tidak pernah main-main dengan apa yang aku katakan!" ucap Mario yang kemudian kembali menjalankan mesin mobilnya tanpa menatap Angel sama sekali yang mulai gemetar tubuhnya mendengar ancaman dari Mario.
" Dasar pria gila!" umpat Angel sambil membereskan kembali pakaiannya yang hampir berantakan gara-gara Mario yang mulai berulah lagi gara-gara tadi Mario marah kepadanya.
Di sepanjang perjalanan menuju kediaman utama Bagaskara, keduanya tampak terdiam dan hanya sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
__ADS_1
" Apa benar kalau kau memang mencintaiku?" tanya Angel tampak ragu.
Soalnya Angel pernah mendengar kabar di luar sana, bahwa seorang Mario Dirgantara adalah seorang Cassanova kelas kakap yang hidupnya hanya berpetualang dan hanya hobby mencari kesenangan dengan seorang perempuan di manapun dia berada. Oleh karena itu dia tidak percaya ketika Mario mengatakan bahwa dia mencintainya dan ingin menjadikan dirinya sebagai istrinya.
" Aku sangat mencintaimu dan aku bisa menjamin bahwa hanya kamu yang akan menjadi istri dan ibu dari anak-anakku!" ucap Mario sambil mengecup telapak tangan Angel yang berada di pangkuannya.
" Baiklah aku akan menerimamu sebagai kekasihku yang sesungguhnya tetapi kau harus berjanji padaku untuk meninggalkan kebiasaan burukmu bercinta dengan banyak wanita! Aku paling tidak suka harus berbagi milikku dengan siapapun!" ucap Angel pada akhirnya menyerah kalah kepada Mario.
Mario sangat senang sekali mendengarkan Angel mengatakan hal itu. Eksistensinya sebagai kekasih Angel telah diakui dan dia merasa sangat bahagia.
" Aku akan pastikan kau tidak akan menyesal karena menjadikanku sebagai Kekasihmu! Aku akan membuatmu menjadi seorang wanita yang paling bahagia di dunia ini!"
" Semoga saja kau bisa menepati janji kamu itu, walaupun aku ragu dengan kemampuan kamu untuk bisa menjaga janjimu setia kepadaku dan membuat aku menjadi wanita paling bahagia di dunia ini!" ucap Angel sambil memalingkan wajahnya ke arah jendela.
Jalanan Jakarta yang padat membuat mereka menghabiskan waktu di jalan cukup lama. Sehingga mereka tampak terlambat untuk sampai di kediaman Bagaskara.
" Wah kita terlambat ini, semua gara-gara kamu yang selalu punya agenda sendiri!" protes Angel sambil misuh-misuh ketika dia melihat tamu-tamu yang sudah datang di kediaman keluarga besarnya.
Mario hanya tersenyum melihat kekasihnya marah yang terlihat menggemaskan baginya.
Mario memang sudah benar-benar jatuh cinta kepada Angel. Oleh karena itu dia ga bisa marah kepada Angel walaupun sejak tadi Angel terus menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang lelaki.
Selama beberapa hari Mario berusaha untuk mengetahui apa-apa saja yang disukai oleh Angel. Dia bahkan sampai menyuap Dion dengan memberikan tender perusahaan kepada adiknya Angel agar Dion mau memberitahukan semua kesukaan dan hal yang tidak disukai oleh Angel.
Perjuangan seorang Mario Dirgantara untuk bisa mendapatkan cinta Angel bukanlah main-main. Dia membuktikan semuanya dengan tindakan bukan hanya dengan kata-kata belaka.
Mereka langsung masuk ke dalam rumah keluarga Bagaskara dan melihat begitu banyak tamu yang hadir.
" Ya ampun kelihatannya mamaku menipuku. Dia bilang kalau ini hanya acara makan malam biasa. Kenapa begitu banyak tamu yang hadir?" tanya Angel kebingungan.
__ADS_1
" Kalau melihat dari banyaknya tamu yang hadir kelihatannya ini akan menjadi sebuah pesta pertunangan!" ucap Mario menyampaikan analisisnya.
Angel merasa frustasi mendengarkan apa yang dikatakan oleh Mario tentang acara pertunangan yang sudah dipersiapkan oleh kedua orang tuanya dengan calon suami yang sudah dipilihkan oleh mereka.