Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
64. Aku ingin pulang


__ADS_3

Angel kembali kemeja makan dan fokus kembali dengan makanannya.


" Ayolah sayang kau jangan mulai lagi dengan ngambek seperti itu! Ayolah sayang! Itu adalah aku yang dulu. Sekarang aku tidak pernah melakukan itu lagi!" pinta Mario kepada Angel yang tampak kembali fokus untuk segera menghabiskan makanannya karena dia ingin segera keluar dari apartemen Mario yang tiba-tiba membuat dadanya terasa sesak dan tidak nyaman.


Melihat Angel yang terus diam dan seperti tidak memperhatikannya benar-benar membuat Mario sangat frustasi di buatnya.


' Berarti selama ini Mario memang sudah biasa membawa perempuan-perempuan ke apartemennya untuk bercinta. Waktu itu aku hanya melakukan dengannya dua kali dan itu telah memberikan dua orang anak kembar kepadaku. Ya Tuhan! Aku tidak bisa membayangkan. Berapa banyak anak yang telah lahir di atas dunia ini karena benih unggul yang dititipkan oleh Mario kepada mereka?' pertanyaan tersebut benar-benar membuat Angel sangat frustasi.


Ketika melihat Angel yang sudah selesai makan dan hendak bangkit dari tempat duduknya Mario langsung mendekat ke arahnya.


" Please sayang katakan sesuatu kau jangan membuatku gugup seperti ini!" ucap Mario sambil menggenggam tangan Angel.


Angel menarik nafasnya dalam-dalam. Dia berusaha untuk membuat hatinya tenang kembali. Setengah samudra di laut dalam.


" Aku ingin pulang sekarang. Apa kau bisa mengantarkanku? Kalau tidak, tolong kau sudi untuk meminjamkan aku uang untuk aku bisa membayar sopir taksi dan pulang sendiri!" ucap Angel yang bersiap untuk keluar dari apartemen Mario.


Mario langsung mendekati Angel dan memeluknya dengan erat.


" Please sayang! Kamu jangan kayak gini dong. Tolong tunggu sebentar petugas butik untuk datang kemari. Kita akan langsung datangi rumah kedua orang tuamu dan aku ingin melamarmu sekarang kepada mereka. Malam ini juga kita harus menikah!" ucap Mario sambil menarik tangan Angel masuk ke dalam pelukannya.


Angel berusaha untuk memberontak dan melepaskan dirinya dari pelukan Mario yang membuatnya terasa sangat sesak dan kesulitan bernafas.


" Aku ingin pulang cepat kau antarkan aku!" ucap Angel bersikeras ingin kembali ke apartemen miliknya.


Tetapi Mario terus menggelengkan kepalanya dan menolak keinginan Angel.


" Aku akan menelpon Ibuku agar mereka semua bersiap dan segera berangkat ke kediaman Bagaskara dan melamarmu di sana.


" Mario! Sadarlah bahwa kita berdua tidak akan pernah bisa menikah! Karena aku tidak mau menjadi istrimu yang setiap malam harus kebingungan memikirkan di mana suamiku sekarang? Bersama dengan siapa dia? Eh, punya berapa banyak anakkah dia di luar sana? Aku tidak mau mengalami nasib seperti itu. Jadi tolong kau hapus semua impianmu untuk menikah denganku! Karena aku tidak akan pernah sanggup untuk membagimu dengan siapapun!" ucap Angel mulai menggila karena memikirkan semua hal yang tadi dia katakan sudah benar-benar membuatnya kehilangan akal.


Mario langsung memeluk tubuh Angel dan membenam wajah Angel di dalam pelukannya.

__ADS_1


" Please jangan mengatakan hal-hal buruk seperti itu! Selama ini aku kalau melakukan hal seperti itu dengan wanita lain selalu menggunakan pengaman. Hanya denganmu aku selalu kelepasan kontrol dan tidak mengingat tentang itu! Kalaupun sampai akan ada benih yang tumbuh dariku, itu pasti adalah dari rahimmu seorang. Karena tidak akan ada dalam rahim perempuan lain!" ucap Mario dengan nada serius dan membuat Angel seketika menghangat hatinya.


Angel mengangkat wajahnya sehingga saat ini mereka berhadapan satu sama lain.


" Apakah benar kalau kau hanya melakukan itu tanpa pengaman denganku?" tanya Angel ingin memastikan kembali.


" Aku bersumpah sayang. Aku selalu menggunakan pengaman dan aku juga selalu memberikan mereka pil anti hamil yang aku campur di minuman mereka. Aku hanya lepas kontrol setiap melakukan itu denganmu saja. Aku tidak pernah mengingat untuk menggunakan pengaman setiap kali bercinta denganmu. Sayang kau benar-benar sudah membuatku gila!" ucap Mario dengan nafas yang memburu.


Entah kenapa mendengarkan semua pengakuan Mario hati Angel merasa sangat bahagia.


' Ampunkan aku Ya Allah! Karena sudah memiliki pikiran jahat terhadap wanita lain Entah kenapa mendengarkan Mario selalu memperlakukan wanita lainnya seperti itu, benar-benar membuatku sangat bahagia. Apakah aku termasuk seorang wanita yang jahat?' batin Angel sambil membenamkan wajahnya di dada bidang Mario yang saat ini masih menggunakan handuknya saja.


Sementara itu petugas butik yang tadi kembali lagi ke butik, mereka melaporkan bahwa pelanggan mereka menginginkan pergantian pakaian sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh pemakainya.


" Ya sudah kalian carikan pakaian yang diinginkan oleh wanita itu dan segera kirimkan jangan sampai nanti Tuan Mario marah. Dan malah menutup butik ini gara-gara keteledoran kalian!" perintah manajer tersebut sambil menatap dua orang karyawannya yang tadi dia tugaskan untuk mengantarkan pakaian ke apartemen Mario.


Perempuan cantik itu menatap pakaian yang tadi di bawa oleh karyawannya dan telah dikembalikan lagi ke butik miliknya.


" Tampaknya wanita yang bersama dengan Mario sekarang berbeda. Buktinya dia tidak menyukai pakaian seperti ini. Dahulu para wanita yang dekat bersama Mario selalu mengincar pakaian-pakaian seperti ini darinya. Pakaian limited edition dengan harga selangit yang langsung didatangkan dari Prancis dari desainer terkenal yang bikin orang langsung naik status hanya dengan menggunakan pakaian itu ke acara sosialnya" monolog pemilik butik itu sambil menatap pakaian yang sekarang teronggok di kursi.


Satu pakaian saja seharga 300 juta. Dia sedang berpikir wanita macam apakah yang berani menolak pakaian semalam itu dari seorang Mario Dirgantara.


" Aku akan mengantarkan sendiri pakaian itu dan memastikan bahwa partner Tuan Mario menyukai pakaian yang sudah kita pilihkan untuk wanitanya. Kalian persiapkan satu baris pakaian itu agar perempuan itu memilih sendiri dan kita tidak perlu bolak-balik lagi!" perintahnya kepada karyawan dia yang tadi tampak sibuk memilihkan pakaian untuk Angel sambil menunjuk pakaian-pakaian gaun malam, pakaian kasual yang berbaris rapi dan cantik dihadapannya.


Karyawan tadi kemudian langsung menarik satu baris pakaian itu dan membawanya ke mobil box mereka.


Begitu sampai di apartemen Mario, wanita yang bernama Stella itu pun langsung mengetuk apartemennya.


Maria langsung mempersilahkan Stella dan karyawannya untuk masuk.


Angel seketika melotot sempurna matanya ketika melihat satu baris pakaian yang sangat cantik dan memanjakan matanya telah didatangkan oleh dua orang karyawan Stella yang tadi di suruh pulang lagi oleh Mario.

__ADS_1


" Kenapa harus kau sendiri yang datang dan mengantarkannya kemari? Bukankah kau mempunyai karyawan yang bisa kau perintahkan Stella?" tanya Mario sambil menatap sinis kepada Stella yang sejak tadi terus memperhatikan Angel tanpa berkedip.


Mendengar pertanyaan Mario, Stella seketika tersenyum kepada Angel yang masih menatap dirinya yang saat ini masih menggunakan kemeja milik Mario.


Sementara Mario dengan cuek duduk di sofa hanya dengan menggunakan handuk sebatas pinggang. Menampakan otot perut dan lengannya yang membuat Stella dan karyawan kesulitan menelan salivanya.


" Sayang, kau masuklah ke kamarmu dan pakai pakaian kamu!" perintah Angel sambil mendorong tubuh Mario untuk masuk ke dalam kamarnya.


" Tapi aku masih ada urusan dengan mereka sayang! Aku belum membayar pakaian yang mereka bawa untuk kamu!" ucap Mario tampak protes.


" Aku yang akan membayar semuanya. Sudah kau masuk dalam kamar atau Aku tidak mau ikut dengan kamu ke rumah orang tuaku!" ancam Angel sampai menatap tajam Mario yang langsung auto berlari ke dalam kamarnya.


Stella masih tidak percaya dengan apa yang dia Lihat saat ini di hadapannya. Seorang Mario Dirgantara menuruti keinginan seorang wanita! Itu adalah berita besar yang baru pertama kali dia lihat sepanjang hidupnya mengenai Mario.


Angel kemudian mendekati Stella yang matanya masih belum berkedip hingga sekarang. Angel kemudian mengambil 5 buah pakaian yang menurut dia sesuai dengan selera dan kriterianya selama ini. Setelah itu dia langsung mengambil Black card miliknya dan membayar langsung pakaian tersebut.


" Terima kasih karena sudah mengantarkan pakaian ini kemari dan mohon maaf karena sudah merepotkan kalian malam-malam begini!" ucap Angel sambil mengantarkan Stella dan karyawannya sampai di depan pintu apartemen Mario.


Setelah Stella dan karyawannya pergi. Angel langsung menarik satu buah gaun untuk dia kenakan sekarang.


" Sayang, aku senang deh saat kamu cemburu seperti tadi!" ucap Mario ketika dia sudah menggunakan pakaian.


Angel juga sudah mengganti kemeja Mario dengan gaun yang tadi dia pilih. Mario langsung memeluk Angel dari belakang.


" Aku semakin mencintai kamu sayang. Aku menelpon orang tuaku dulu. Agar mereka segera datang ke rumah orang tua kamu dan menyiapkan pernikahan kita malam ini juga!" ucap Mario begitu antusias dan sangat bersemangat.


Angel hanya menggelengkan kepalanya melihat Mario yang benar-benar membuatnya sangat frustasi dengan kelakuan dia yang absurd baginya.


" Stop semua kegilaan kamu itu sekarang dan jangan membuat orang jadi ingin tertawa!" protes Angel yang kemudian langsung mengambil barang-barangnya yang tadi disimpan oleh Mario di atas meja makan.


" Cepat antarkan aku pulang sekarang. Aku benar-benar ingin istirahat!" perintah Angel kepada Mario.

__ADS_1


Mario menatap Angel dengan sangat lekat dan mencoba menebak isi hati wanitanya yang sangat sulit dia baca kedalamannya.


" Kalau kau ingin beristirahat kau bisa istirahat di sini sayang!" ucap Mario sambil tersenyum menatap Angel.


__ADS_2