
Setelah pulang dari jalan-jalan Zaenal langsung mencari putrinya di kamarnya. Dengan penuh kebahagiaan dia membawa pakaian cantik untuk putri kesayangannya.
" Maria sayang! Lihatlah Papa membawakan gaun yang sangat cantik yang bisa kau gunakan untuk ulang tahunmu nanti!" ucap Zainal dengan muka berbinar penuh kebahagiaan. Ketika dia membuka pintu kamar Maria.
Zaenal mengerutkan keningnya ketika dia melihat kamar putrinya yang tampak begitu sepi dan lengang.
" Maria apakah kau sedang di kamar mandi Sayang?" tanya Zaenal sambil meletakkan gaun yang dia beli di atas ranjang milik putrinya dengan hati-hati.
" Mas Kamu pulang-pulang bukannya istirahat malah langsung mencari Maria. Anak pemalas itu pasti sedang tidur, dasar anak manja!" tiba-tiba Andien sudah masuk ke dalam kamar Maria sambil menatap tajam kepada suaminya yang sedang mengecek kamar mandi putrinya.
" Maria tidak ada di kamar mandi maupun di kamarnya. Coba Mama cek barangkali Maria ada di ruangan yang lain!" ucap Zainal mulai merasa khawatir dengan keadaan putrinya.
" Mama itu capek Mas! Setelah kita tadi berjalan-jalan seharian. Sudahlah Mas! Paling dia mungkin sedang main di sekitar komplek sini. Berkeliaran seperti biasanya. Dia itu kan nakal seperti mamanya tidak bisa diam di rumah!" ucap Andein merasa kesal.
" Siapa yang tadi kau bilang liar seperti mamanya?" tiba-tiba saja Tasya sudah berada di antara mereka berdua bersama dengan Bayu. Bayu memaksa ikut bersama dengan istrinya untuk mengunjungi rumah mantan suaminya yang agak jauh dari kediamannya.
" Tasya kau ada di sini? Ayo masuk beb! Ya ampun! Kamu tambah cantik aja Tasya!" raut wajah Andien seketika berubah ketika dia melihat Bayu datang bersama dengan Tasya.
" Apa maksudmu mengatakan bahwa Putriku nakal seperti mamanya? Hmmmm? Jadi itu yang selama ini kau pikirkan tentang aku?" banyak ribuan pertanyaan yang ada di dalam hati Tasya. Ketika dia melihat bahwa ternyata istri baru mantan suaminya adalah Andien yang sejak kecil selalu menjadi sahabatnya.
" Tidak Tasya. Kau salah dengar beb! Aku tadi hanya mengatakannya saja. Asal bicara saja. Maafkan aku ya beb! Aku tidak bermaksud apa-apa kok!" ucap Andien dengan suara gugup dan merasa salah tingkah.
__ADS_1
Sebenarnya ada sesuatu yang membuat Andien sangat terkejut yaitu mendapati Bayu yang datang bersama dengan Tasya.
' Ada hubungan apa Bayu dengan wanita ****** Ini?' bathin Andien merasa iri dengki.
Sejak dulu Andien memang selalu merasa iri dengki dengan apapun yang dimiliki oleh Tasya. Walaupun di permukaan Andien selalu menampakan sikap persahabatan kepada Tasya.
" Gak usah bersikap sok manis! Aku sekarang baru tahu kalau ternyata kau tidak pernah menyayangi putriku!" ucap Tasya dengan sengit menatap kepada Andien yang mulai memerah wajahnya karena menahan rasa malu.
" Mau apa kau datang ke rumah ini? Pergilah! Aku sedang pusing mencari anakku!" ucap Zainal mengusir mantan istrinya yang datang ke rumahnya dengan suami barunya yang dia kenal sebagai kakak kelas mereka berdua ketika mereka sekolah di bangku SMA.
" Apa maksudmu mencari putrimu? Putrimu itu adalah anakku juga! Di mana putriku sekarang? Aku ingin bertemu dengannya!" ucap tasyah berpura-pura memasang wajah emosi agar tidak kentara kalau dia saat ini sedang mengetes Zainal dan juga istri barunya.
" Kami baru pulang dari jalan-jalan dan tidak mendapatkan Maria di dalam kamarnya!" ucap Zainal sambil menundukkan wajahnya merasa malu kepada mantan istrinya. Karena sudah ketahuan kalau dia tidak becus menjaga Putri mereka berdua.
Tasya memang sengaja datang ke kediaman mantan suaminya. Hanya untuk memastikan bahwa anak kecil yang saat ini ada di dalam rumahnya benar-benar adalah anak kandungnya bersama Zaenal yang sudah lama tidak dia temui sejak perceraiannya dengan sang mantan suami.
Mata Tasya mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan dan dia tercekat ketika melihat foto Maria yang sedang digendong oleh Zainal yang tergantung di ruang tamu.
" Apakah anak kecil itu adalah putriku?" tanya Maria dengan mata berkaca-kaca.
" Benar dia adalah Maria, Putri kita!" ucap Zaenal sambil menatap kepada Bayu yang sepertinya hanya bisa diam dan menjadi penonton dari drama rumah tangga sang istri dengan mantan suaminya.
__ADS_1
" Di mana Maria Sekarang? Aku ingin bertemu dengannya Mas. Sudah 5 tahun lebih aku tidak bertemu dengan Putri kita!" ucap Tasya dengan suara gemetar.
" Duduklah dulu Beb! Aku akan mencari Maria dulu. Siapa tahu dia sedang bermain di sekitar komplek!" ucap Andien merasa gugup.
Kalau dulu Tasya selalu merasa senang ketika dipanggil Beb oleh Andien. Entah kenala sekarang rasanya dia merasa sangat jijik mendengarkan perempuan yang selalu dia anggap sebagai sahabat itu kini kembali memanggilnya "Beb"!
" Hmmmm!" jawab Tasya dengan mata nanar ketika dia melihat Andien yang langsung keluar dari rumah itu.
" Mah! Apakah Maria si bocah kurang ajar itu tidak ada di rumah?" tiba-tiba saja Rossa masuk di antara mereka dan mengatakan hal yang sangat membuat Tasya marah.
" Lihatlah apa yang dikatakan oleh anak sekecil itu karena putri kita. Apakah kau tidak mengetahui bagaimana kehidupan Putri kita di dalam rumah ini ketika kau tidak ada di sini Mas?" tanya Tasya dengan emosi yang mulai merasuk di dalam hatinya ketika dia Mendengarkan Rossa mengatakan bahwa putrinya adalah bocah yang kurang ajar.
Zainal merasa terkejut ketika dia mendengar Tasya memanggil Maria dengan kata-kata bocah kurang ajar tepat di hadapannya.
" Kau ini bicara apa Rossa? Sembarang sekali! Sudah sana kau pergilah main dengan teman kamu. Mama mau mencari Maria dulu. Siapa tahu dia sedang bermain di rumahnya Arman, anak yang tinggal di gang paling ujung itu!" ucap Andien sambil mencubit Rossa yang sembarangan berbicara di hadapan suaminya dan juga Tasya.
" Aih sakit Mah! Kenapa Mama sembarangan sekali mencubit ku?" ucap Rossa dengan polosnya di hadapan sang ibu yang kini melotot ke arahnya.
" Maaf ya Mas, Tasya. Saya mau pergi dulu mencari Maria!" ucap Andin merasa takut dan juga gugup karena perbuatannya terhadap anak tirinya, ada kemungkinan besar sudah ditangkap tangan oleh Zainal. Gara-gara Rossa yang keceplosan bicara.
" Temukan putriku kalau tidak Kau akan menerima akibatnya!" ucap Tasya dengan sengit.
__ADS_1
' Kurang ajar berani sekali wanita ****** itu mengancamku di hadapan Mas Bayu dan juga Mas Zaenal! Dia kira dia itu siapakah?' tanya Andien dengan kesal sekali.
" Yah aku pasti akan menemukan Maria dan membawanya ke mari!" ucap Andien berusaha tersenyum kepada Tasya yang saat ini sedang menatapnya dengan sinis.