
Deka kemudian menghubungi nomor Mario menggunakan ponsel Dion.
" Tidak diangkat!" ucapnya.
" Sudahlah Ayo kita segera saja ke rumah sakit. Aku hanya takut kalau terjadi apa-apa dengan kakakku!" ucap Dion mulai merasa tidak tenang hatinya.
Dion kemudian langsung melajukan kendaraannya untuk segera sampai di rumah sakit tempat di mana kakaknya saat ini sedang dirawat. Perasaan bergemuruh di dalam hati Dion bisa didengarkan oleh Deka.
" Bagaimana kalau aku yang menyetir saja? Aku takut kalau kau gugup begitu, malah akan membuat kita mengalami kecelakaan di jalanan nantinya!" ucap Deka menawarkan diri.
Dian langsung menggeleng dan mengatakan bahwa dia sanggup untuk menyetir menuju rumah sakit dengan selamat.
" It's oke! No problem! Don't Worry!" Dion terus mensugesti dirinya sendiri agar pikirannya tenang dan bisa menyetir dengan fokus yang baik agar mereka bisa selamat sampai tujuan.
Sekitar 30 menit kemudian mereka pun sampai di rumah sakit dan mereka sangat bingung melihat keluarga semuanya sudah berkumpul di rumah sakit.
Hati Dion semakin tidak karuan rasanya. Melihat wajah keluarganya begitu cemas dan terlihat khawatir.
" Ada apa ini? Kenapa semua keluarga berkumpul di sini?" tanya Dion dengan raut wajah khawatir dan ketakutan.
Tasya melihat putranya sudah datang dia langsung memeluk Dion dengan begitu erat.
Tasya menangis di dalam pelukan Dion. Sungguh saat ini Dion benar-benar sangat kacau karena dia tidak mengerti kenapa semua orang tampak sedang menangis.
" Mah ada apa ini?" tanya Dion.
" Tadi Rossa datang kemari dan masuk ke ruangan kakakmu. Dia membekap wajah kakakmu dengan bantal sehingga membuat kakakmu unfal kembali. Sekarang kakakmu masuk kembali ke ruang ICU dan sedang dioperasi dokter sedang berusaha untuk menyelamatkan nyawanya. Dokter bilang ada kemungkinan kakakmu akan kehilangan anak yang ada di dalam kandungannya!" Tasya terus menangis sejadinya.
__ADS_1
Mendengar semua keterangan yang tadi disampaikan oleh ibunya. Dion seketika merasa lemas. Bahkan dia tidak bisa berdiri di atas kakinya sendiri.
" Sekarang di mana Rosa Mah?" tanya Dion dengan mata yang nyalang menatap seluruh ruangan mencari keberadaan Rossa.
" Rossa sudah masuk penjara. Kakak iparmu yang melaporkan dia ke polisi atas percobaan pembunuhan terhadap Angel! Hiks hiks!" ucap Tasya dengan berlinang air mata.
Dion merasa bersyukur karena akhirnya Rossa dimasukkan ke dalam penjara dan bersiap untuk mendapatkan ganjaran atas perbuatan jahatnya mencelakai kakaknya yang tersayang.
sementara itu Deka langsung mendekati Caterine yang saat ini sedang menangis dipelukan ibunya.
Seketika hati Deka mencelos ketika dia melihat air mata yang berderai deras di kelopak mata Catherine yang tampak sangat layu dan tanpa sinar.
Deka sangat tahu kalau Catherine sangat menyayangi Angel.
' Bagaimana mungkin aku bisa tega menyakiti hati seorang perempuan seperti Catherine? Apakah aku akan sanggup melihat air matanya mengalir ketika kedua orang tuaku tidak menyetujui hubungan kami berdua?' bathin Deka merasa semakin dilema.
' Sepertinya aku harus datang dulu ke Dubai. Aku harus menjajaki dulu. Apakah mungkin hubunganku akan dilanjutkan untuk mengajak Catherine bertemu dengan mereka? Kalau sekiranya kedua orang tuaku tidak akan menerima hubungan ini, maka sebaiknya aku mengakhirinya saja secara baik-baik. Jangan sampai kedua orang tuaku nantinya menyakiti Catherine. Aku sungguh tidak tega harus menjadi sebab dari air mata Catherine yang jatuh!' batin Deka sedih sekali. Hatinya kini semakin merasa tidak nyaman.
Catherine melihat kekasihnya sudah ada di situ. Dia pun kemudian mendekati Deka dan meraih jemari prianya. Catherine berusaha mencari kekuatan dari dukungan sang kekasih pujaan hatinya.
Yah setelah Catherine memutuskan untuk menerima Deka sebagai orang penting dalam hidupnya. Catherine sadar bahwa dia sudah mulai jatuh cinta kepada Deka yang selalu bersikap dewasa dan bijaksana dan bisa mengimbangi dirinya yang selama ini selalu introvert dan insecure dengan status janda yang sekarang disandang di dalam namanya.
" Are you ok?" tanya Deka sambil memeluk Catherine dan terus mengelus bahunya untuk mendukung sang kekasih agar kuat dalam menerima setiap cobaan yang datang di keluarga mereka.
" Aku hanya takut kalau Kak Angel tidak sanggup melewati malam ini dan kami akan kehilangan mereka berdua! Hiks hiks!" ucap Catherine dengan air mata yang mengalir di pipinya semakin deras.
Mario yang saat ini sedang memeluk kedua putranya. Dia pun tidak bisa membohongi dirinya kalau saat ini dia sedang merasa sangat sedih dan juga takut.
__ADS_1
Ketakutan yang sama sedang dirasakan oleh Mario. Seperti semua orang yang saat ini sedang menunggu Angel keluar dari ruangan ICU.
Bahkan ayahnya Angel pun sekarang sudah berada diantara mereka. Setelah dihubungi oleh Mario karena perbuatan Rossa yang sudah sangat jahat dan keterlaluan membekap di wajah Angel dengan bantal dan berniat untuk membunuhnya.
" Papa, Mama akan baik-baik saja kan?" tanya Steven dengan suara yang tersekat di tenggorokannya.
" Steve kita harus banyak berdoa untuk Mama dan adik kita. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada Mama agar Mama bisa kembali ke sisi kita!" ucap Bryan yang juga mulai menangis tersedu seperti saudara kembarnya.
Sementara itu di ujung lorong dari ruangan ICU terlihat sesosok bayangan putih yang sedang menangis dengan pilu.
" Ya Allah. Seharusnya aku sudah pergi sekarang. Akan tetapi mereka semua yang sedang menangis dan tidak mengiklaskan kepergianku, membuatku kesulitan untuk pergi. Ya Allah tolong aku untuk tidak memberikan luka dan penderitaan kepada kedua anakku!" ucap bayangan Angel yang sejak tadi terus bersedih hatinya melihat seluruh keluarganya saat ini sedang menangis di depan pintu ICU menunggu dirinya yang masih dalam tindakan medis.
Deka yang tanpa sengaja melihat ke ujung lorong dia melihat roh Angel yang sedang menangis dengan penuh kepiluan.
' Tampaknya bayangan itu adalah roh kakaknya Catherine. Dia sangat kesulitan untuk meninggalkan tubuhnya karena keluarganya yang masih tidak ikhlas untuk melepaskan dia! Kasihan sekali dia. Air mata semua keluarganya sudah menghambat dia untuk bisa pergi ke akhirat dengan tenang!' batin Deka dengan tatapan sendu dan merasa kasihan kepada Angel.
Angel yang merasa terkejut ada seseorang yang bisa melihat dia dia pun terus menatap Deka dengan tatapan penuh pengharapan.
Angel pun kemudian melambaikan tangannya kepada Deka, meminta untuk bertemu dengan pemuda tampan itu. Angel menginginkan berbicara dengan Deka.
" Tampaknya pemuda itu bisa melihatku. Aku bisa minta tolong kepadanya. Agar semua keluargaku bisa mengikhlaskan kepergianku sehingga aku bisa pergi ke akhirat dengan tenang!" ucap Angel dengan senyum yang mengembang di bibirnya dia merasa ada harapan ketika mengetahui Deka ternyata bisa melihatnya.
Deka kemudian berpamitan kepada Catherine untuk pergi ke toilet karena dia ingin tahu apa yang ingin disampaikan oleh Angel kepadanya.
" Aku pergi ke toilet dulu sebentar ya?" tanya Deka kepada Catherine yang saat ini sedang menangis dalam pelukannya.
Catherine kemudian melepaskan pelukannya pada pinggang Deka dan mengangguk secara perlahan memberikan akses kepada kekasihnya untuk pergi ke toilet.
__ADS_1
" Hati-hati ya!" ucap Catherine sambil tersenyum kepada Deka yang langsung mengangguk padanya.