
Catherine yang mendengar kabar dari kakaknya. Bahwa saat ini Angel sedang berada di rumah sakit, dia langsung keluar dari apartemennya dan berniat untuk menjenguk Angel.
" Kamu mau pergi ke mana malam-malam begini?" tanya Deka yang baru saja pulang dari kantor tempat dia bekerja.
Catherine yang merasa terkejut, tiba-tiba mendapatkan Deka yang sudah berdiri di hadapannya langsung masuk ke dalam lift.
Deka yang merasa penasaran dengan wanita impiannya itu, dia pun kemudian mengikuti Catherine masuk ke dalam lift.
" Kenapa kau mengikutiku? Bukankah kau baru saja datang dari luar?" tanya Catherine tanpa melirik ke arah Deka yang sejak tadi terus memperhatikannya dengan raut wajah penuh kerinduan.
Sejujurnya saat ini Catherine merasa salah tingkah terus diperhatikan oleh laki-laki seperti mereka yang memiliki ketampanan hakiki yang sangat sulit untuk ditolak oleh wanita manapun.
Apalagi Catherine sudah mengetahui tentang status seorang Deka Yamada yang saat ini merupakan pewaris dari Kaisar corporation dan juga Bramantyo Group yang memiliki banyak sekali cabang perusahaan di berbagai negara.
Belum apa-apa Catherine sudah minder duluan dengan semua hal yang dimiliki oleh Deka. Seorang Dion yang hanya menjadi pewaris dari Bagaskara group saja, tidak memandang dirinya sedikitpun walaupun mereka menikah selama 5 tahun lamanya.
Kapasitas perusahaan Bagaskara group, apabila dibandingkan dan di sejajarkan dengan perusahaan milik keluarga Deka benar-benar tidak ada seujung kuku pun.
Bisa dikatakan Catherine sudah mengalah duluan mundur sebelum berperang.
Walaupun keluarga Dirgantara tidak bisa dianggap enteng tetapi tetap saja status Catherine sebagai seorang janda menjadi suatu penghalang untuk dirinya berani maju mendekati dekat yang seorang single tulen.
Apalagi Catherine sudah mengetahui tentang tabiat seorang Kaisar yang keras dan juga tegas terhadap anak mereka.
Deka terus menatap Catherine yang selama beberapa hari ini sangat cuek dan terus saja menghindarinya. Deka sampai bingung sendiri menghadapi Catherine yang tabiatnya sangat sulit untuk ditebak.
" Kau sebenarnya kenapa sih Cat? Beberapa hari ini aku selalu memperhatikanmu. Kau tampaknya selalu menghindariku! Ada apa bisa kau jelaskan padaku?" tanya Deka sambil memegang telapak tangan Catherine.
__ADS_1
" Cat? Kau kira aku kucing?" tanya Catherine kesal yang malah mengundang tawa Deka.
Deka kemudian mendekati Catherine dan dia pun berbisik di telinga wanita cantik yang saat ini sedang kesal kepada nya.
" Bagaimana kalau aku memanggilmu Honey?" bisik Deka di telinga Catherine yang seketika melotot kepadanya.
Melihat Deka yang begitu dekat dengan dirinya. Hal itu membuat Catherine menjadi kesulitan untuk bernafas. Pesona Deka Yamada benar-benar sudah membuat Catherine mengalami begitu banyak kesulitan untuk mengendalikan jantungnya yang terus berdetak begitu cepat.
" Menjauh dariku! Apa kau tahu kalau kau itu membuat diriku menjadi kesulitan?" tanya catering dengan suara yang gugup membuat Deka menjadi bingung.
Deka mengedikkan kedua bahunya karena tidak mengerti maksud dari Catherine mengatakan kata-kata seperti itu padanya.
" Aku membuatmu kesulitan?"
" Pardon!" Ucap Catherine yang kemudian keluar dari lift saat pintu lift mulai terbuka.
Ya sampai saat ini Catherine benar-benar merasa trauma sekali dengan gaya Deka menggunakan mobilnya yang sangat barbar dan tidak mengutamakan keselamatan.
" Ayolah ikut denganku Aku janji aku akan mengantarkanmu selamat sampai tujuan!" ucap Deka sambil menatap Catherine yang terus menolak keinginannya.
Tetapi bukan Deka Yamada namanya kalau bisa menyerah hanya karena ditolak satu dua kali oleh Catherine.
Di saat Deka terus memaksa Catherine untuk masuk ke dalam mobilnya. Tampak Aprilia Yamada keluar dari mobilnya dan mendekati Deka yang terlihat begitu sibuk dengan Catherine.
" Heh! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menarik-narik perempuan itu ke dalam mobilmu?" tanya Aprilia sambil menatap Deka yang terkejut melihat kedatangannya.
" Kau mau apa malam-malam ke sini?" tanya Deka ketus tanpa melihat ke arah Aprilia yang cemberut mendapatkan penyambutan seperti itu dari sepupunya.
__ADS_1
Siapa yang menyangka kalau Aprilia tiba-tiba saja memukul bahu Deka dengan keras untuk melampiaskan kekesalannya.
Deka bahkan sampai meringis karena kesakitan menerima perlakuan Barbar dari sepupunya.
Catherine tampak terkesiap melihat interaksi antara Deka dan Aprilia.
Mereka berdua berbicara dalam bahasa Jepang Sehingga Catherine tidak mengerti pembicaraan keduanya.
" Sebenarnya kau datang ke Indonesia untukku ataukah untuk perempuan lain?" tanya Aprilia yang merasa kesal melihat sepupunya walaupun sudah beberapa lama tinggal di Indonesia tapi belum pernah mengunjunginya satu kali pun.
Deka tampak memutar bola matanya dengan malas. Aprilia kalau sudah ngambek pasti selalu main tangan terhadapnya dan dia sudah sangat hafal dengan kelakuan sepupunya itu.
" Kenapa kok malam-malam ke sini bukannya pergi bersama dengan kekasihmu?" tanya Deka terdengar ketus sekali. Karena Deka merasa kesal terhadap Aprilia yang sudah mengganggu dirinya untuk bersama dengan Catherine malam ini.
Catherine akhirnya memilih untuk masuk ke dalam mobilnya daripada harus melihat interaksi dari Deka dan wanita asing yang tidak diketahui siapa namanya.
' Apa jangan-jangan dia itu kekasihnya Deka ya? Ya ampun! Sudah punya pacar segitu cantik dan kaya. Dia masih juga fliryt aku. Dasar memang cowok playboy cap kadal!' ucap Catherine dalam hati sangat geram ketika melihat interaksi antara Deka dan Aprilia yang begitu dekat.
Catherine merasa bingung sendiri dengan perasaannya yang sejak tadi merasa benar-benar sangat terganggu melihat Aprilia dan Dekavyang begitu dekat.
Hubungan mereka sepertinya sangat baik terlihat dari Aprilia yang begitu luas memukul bahu Deka dan laki-laki itu tidak membalas sedikitpun perbuatan Aprilia yang dikira sebagai kekasih dari Deka.
Begitu sampai di rumah sakit Catherine langsung menemui kedua orang tuanya dan mencari keberadaan sang kakak yang tampak sedang berdebat dengan Rossa.
" Ada apa sih kak di rumah sakit kau ribut kayak gitu? Kalau mau ribut sanalah pergi keluar nanti Pasti kalian akan ditegur oleh security!" ucapkan memberikan nasehat kepada Mario yang saat ini sedang bersikeras untuk menyuruh Rosa pulang ke rumahnya karena dia merasa tidak nyaman Rosa berada di antara keluarga besarnya dan Angel.
" Catherine ajaklah wanita ini untuk keluar dari rumah sakit karena aku benar-benar merasa terganggu dengan kehadirannya!" ucap Mario sambil meninggalkan adiknya yang sekarang berhadapan dengan Rossa.
__ADS_1
Sementara itu Dion langsung diam ketika dia melihat Catherine yang saat ini sedang berbicara serius dengan Rossa. Catherine meminta kepada perempuan itu untuk meninggalkan rumah sakit dan tidak mengganggu ketenangan orang lain yang saat ini sedang pusing memikirkan keadaan Angel yang sampai sekarang masih belum ada kabarnya.