
Setelah keluar dari kamar orang tuanya Deka menemui Aprilia yang masih betah berada di dalam kamarnya.
" Besok lagi lah. Soalnya orang tuaku lagi sibuk. Ga bisa di ganggu!" ucap Deka yang kemudian membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan berniat untuk tidur.
Wajah Deka langsung memerah seketika. Ketika dia mengingat lagi apa yang dia lihat di dalam kamar kedua orang tuanya.
Aprilia bisa menebak apa yang sedang terjadi kepada Deka yang seperti orang kena sawan.
" Pasti kamu lihat yang tidak-tidak kan ya di dalam kamar orang tua kamu?" tanya Aprillia sambil tersenyum jahil menertawakan wajah bodoh Deka yang sangat menggemaskan.
" Ya udah sana kembali ke kamarmu aku mau tidur!" ucap Deka mengusir sepupunya karena Deka yang merasa jengkel kepada Aprilia yang terus saja menggodanya sejak tadi.
" Ya ampun kamu kayak bujang lapuk yang gak laku saja. Emang kau ga pernah begituan dengan kekasih kamu dulu? Hmmm?" tanya Aprillia yang merasa lucu dengan tingkah konyol sepupunya yang terkadang membuatnya benar-benar ingin menjahilinya.
" Udah keluar sana dari kamarku! Sebelum aku tendang kau!" ancam Deka dengan wajah horornya yang membuat Aprilia malah semakin geli dibuatnya.
Aprilia kemudian bangkit dari duduknya dan memilih keluar dari kamar Deka. Akan tetapi gelak tawannya masih bisa didengarkan oleh Deka membuat pemuda tampan itu menjadi semakin kesal di buatnya.
Bagi Aprilia, Deka lebih dari sahabat. Lebih dari saudara. Bahkan kedekatan Aprilia dengan Deka melebihi saudara kandungnya sendiri. Sehingga membuat Aprilia tidak pernah merasa sungkan kepada pemuda tampan itu yang jadi saudara kebanggaannya.
Aprillia selalu minta bantuan kepada Deka ketika dia membutuhkan seorang pacar untuk dia bawa gandeng ke acara-acara sosial pergaulannya begitu juga sebaliknya.
Mereka berdua selalu terlihat begitu kompak dan sangat akur bila dihadapan publik Tetapi kalau sudah berada di belakang panggung jangan heran kalau melihat mereka cakar-cakaran seperti kucing dan anjing. Kadang Delia dan Kyoto di buat pusing tujuh keliling menghadapi dua anak itu.
" Ah nasib sial! Kalau punya sepupu yang otak nya geser kayak dia itu!" ucap Deka sambil menutup wajahnya dengan selimut karena merasa malu ketika mengingat kembali kejadian di kamar ke dua orang tuanya tadi.
Deka seakan mengingat kembali pergumulan dirinya bersama Catherine pada malam perpisahan mereka berdua. Jantung Deka berdebar sangat kencang. Wajah Catherine seakan terus menari di kelopak matanya.
Seketika darah Deka berdesir begitu cepat. Sudah lewat satu tahun lamanya sejak perpisahan dirinya. Akan tetapi sampai sekarang Deka masih belum bisa melupakan kejadian itu. Hati Deka menghangat saat dia merah bibirnya.
Ciuman perpisahan yang di berikan oleh Catherine di lift itu, hingga sekarang masih begitu manis di bibir Deka.
" Apakah Kau juga masih mengingat tentang aku Catherine? Aku sangat merindukan kamu sayang. Ah, kau benar-benar laki-laki yang sangat bodoh Deka!" sungut Deka merasa frustasi sekali.
__ADS_1
Deka tadi mendengarkan percakapan Ayah dan Ibunya. Bahwa ayahnya akan menerima siapapun yang dibawa olehnya selama perempuan itu mencintai dirinya.
" Kenapa kau bodoh sekali Deka? Kenapa? Kenapa dulu tidak kau coba untuk membawa Catherine ke sini dan memperkenalkannya kepada kedua orang tuamu? Dasar bodoh! Kau memang layak mati Deka Yamada!" Sungut Deka frustasi sekali.
Deka meraup wajahnya dengan kasar. Deka mengacak rambutnya dengan kesal sekali. Benar-benar sangat frustasi dan menyesali semua yang sudah terjadi di dalam hidupnya.
" Kalau dulu kamu tidak ragu pasti sekarang kamu bersama Catherine sudah hidup bahagia. Hidup dalam cinta dan keberkahan yang melimpah. Mungkin juga seorang bayi mungil sudah hadir dalam hidup kamu!" ucap Deka benar-benar tidak bisa memaafkan diri sendiri atas kebodohannya yang belum mencoba tetapi sudah ketakutan duluan.
Deka tampak terdiam memikirkan kembali perkataan yang terakhir.
" Bayi mungil?" tanya Deka pada dirinya sendiri.
Darah Deka seakan berdesir begitu cepat, jantungnya berpacu begitu cepat.
" Kejadian malam itu apakah membuat Catherine hamil?" tanya Deka seperti linglung.
Sejak kecil Deka memang sudah terbiasa untuk membahagiakan kedua orang tuanya. Deka paling tidak bisa untuk membuat ibunya sedih ataupun membuat ayahnya marah.
Deka lebih rela kehilangan apapun yang dia sukai. Asalkan itu tidak membuat kedua orang tuanya marah ataupun sedih.
Deka kemudian membuka media sosial Catherine yang selama ini menjadi obat pelepas rindunya.
" Catherine sekarang berada di Afrika? Sedang apa dia?" tanya Deka benar-benar penasaran dengan apa yang sedang dilakukan oleh mantan kekasihnya.
Mantan terindah di dalam hidup Deka yang hingga saat ini masih dia cintai dan belum bisa dia lupakan.
" Kamu sedang ngapain Cath? Kenapa jauh sekali kau pergi ke Afrika?" Deka terus menggeleng-gelengkan kepalanya.
Deka merasa heran dengan kelakuan Catherine yang selama beberapa bulan ini benar-benar membuat dirinya terus menggelengkan kepala keheranan.
Setelah merasa puas mengintip media sosial Catherine, Deka kemudian tidur dengan lelap.
Begitulah cara Deka melewati hari-harinya setelah perpisahannya bersama dengan Catherine yang menyisihkan luka yang begitu dalam di hatinya yang ternyata baru dia sadari bahwa dirinya sangat mencintai Catherine.
__ADS_1
" Kalau Catherine memang memiliki seorang anak, pasti di dalam media sosialnya ada postingan tentang anak-anak. Tetapi di sini hanya terlihat kegiatan-kegiatan Catherine yang melakukan kegiatan amal dan sosial." setelah puas mencari tahu tentang kehidupan Catherine yang terbaru Deka pun kemudian memutuskan untuk tidur saja.
Keesokan paginya DK kemudian menemui Aprilia di dalam kamarnya.
" Ya ampun anak gadis jam segini masih tidur. Pantas saja kekasihmu selingkuh darimu. Dia pasti merasa takut hidupnya sengsara punya istri sepertimu!" ucap Deka sambil terus menggoyangkan bahu Aprillia yang masih lelap dari tidur nya.
" Aprillia, ayo bangun! Sudah siang loh. Ayo cepat! Apa kau tidak mau ikut denganku lari marathon?" tanya Deka berusaha untuk membangunkan Aprillia yang begitu lelap dalam tidurnya.
Tampak Catherine yang merasa terganggu dengan suara bariton Deka. Dia langsung melemparkan bantal yang ada di sebelahnya ke arah Deka dan menyuruh pemuda itu untuk keluar dari kamarnya.
" Ganggu tahu! Masih pagi juga!" protes Aprilia benar-benar kesal dengan kelakuan sepupu tampannya yang pagi-pagi sudah mengganggu kedamaian hidupnya.
" Ya udah aku tinggalkan kamu ya? Nanti kau jangan menangis kalau ketinggalan jauh lari marathonnya!" ucap Deka sambil menutup pintu kamar Aprillia lagi.
" Persetan dengan lari marathon! Aku masih ngantuk!" ucap Aprilia yang kembali memejamkan matanya.
Ketika Aprilia sudah mantap untuk kembali melanjutkan tidurnya. Tiba-tiba matanya auto melotot.
" Eh, Bukankah Deka tadi malam berjanji akan mengirimkan anak buahnya untuk menghajar Akeno saat lari marathon? Wih, aku harus segera bangun dan melihat kejadian itu dengan mata kepalaku sendiri!" ucap Aprillia yang mendadak bersemangat setelah mengingat apa yang dijanjikan oleh Deka tadi malam.
Aprilia ingat tadi malam Deka berjanji bahwa dia akan mengirimkan anak buahnya yang ada di Jepang untuk menghajar Akeno dan akan melakukannya secara live sebagai bentuk laporan kepada Deka.
Dengan semangat menggebu Aprilia kemudian bangkit dari ranjangnya. Mandi lalu melaksanakan sholat shubuh. Setelah itu Aprillia langsung menanyakan keberadaan Deka kepada Delia yang masih sibuk di dapur.
Setelah memberikan ciuman selamat pagi kepada Delia. Aprilia kemudian duduk di kursi makan ingin bertanya tentang Deka pada Delia.
" Ke mana Deka Tante?" tanya Aprillia begitu melihat Delia yang begitu sibuk di dapur bersama dengan pembantunya.
" Tadi katanya mau lari marathon di taman depan. Memangnya kau tadi tidak diajak oleh Deka?" tanya Delia yang langsung menggelengkan kepalanya ketika melihat Aprilia langsung berlari meninggalkannya mengejar Deka.
Melihat tingkah kocak Aprilia, membuat Delia tertawa senang dan bahagia. Aprillia selalu sukses membuat Delia tersenyum di rumahnya. Putrinya lebih memilih hidup di luar negeri. Bahkan sampai sekarang tidak mau pulang ke rumah mereka.
Delia selalu merasa sedih kalau sudah mengingat tentang putrinya yang memilih meninggalkan kediaman mereka. Karena merasa kecewa kepada Kaisar yang dulu menolak lamaran kekasihnya. Sehingga akhirnya kekasih putrinya menikah dengan wanita lain yang menjadi musuh putri mereka dalam segala hal.
__ADS_1
Hingga saat ini Delia masih belum menemukan clue dari alasan kenapa Kaisar begitu ngotot menolak lamaran pria itu. Pria tampan yang sudah membuat putri kesayangan Delia jatuh cinta kepada pria itu. Pria sederhana yang tidak mencolok baginya.