Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
88. Kemarahan Catherine


__ADS_3

Catherine langsung memukul wajah Deka yang telah lancang menciumnya tanpa seijin dirinya.


" Kurang ajar sekali kau!" ucap Catherine dengan wajah memerah karena kemarahan yang berada di dalam hatinya.


Bukannya marah Deka malah tersenyum melihat reaksi Catherine yang sangat menggemaskan baginya.


" Ya ampun reaksimu itu terlalu berlebihan seolah-olah kau tidak pernah dicium oleh lelaki sebelum ini!" ucap Deka sambil tersenyum melirik ke arah Catherine yang sekarang tampak tersipu mendengarkan perkataan Deka.


" Itu memang ciuman pertamaku dan kau seenaknya saja sudah mencurinya dariku. Dasar kau memang laki-laki kurang ajar!" ucap Cathrine sambil menyentuh kedua pipinya yang terasa begitu panas ketika mengatakan itu kepada Deka.


Deka benar-benar terkejut mendengar pengakuan Catherine yang benar-benar di luar dugaannya.


" What the hell? Are you kidding?" tanya Deka tak percaya.


Bagaimana mungkin Deka bisa percaya? Ada seorang wanita yang sudah menikah dan bahkan sekarang sedang mengajukan surat perceraian ke pengadilan. Tetapi dia mengaku bahwa dia baru memiliki ciuman pertama bersama dengan dirinya? Apakah ada hal yang lebih gila dari itu?


Akan tetapi Catherine lebih memilih untuk mengalihkan pandangannya ke arah jalanan daripada menjawab pertanyaan Deka yang jelas-jelas sangat merendahkan harga dirinya sebagai seorang wanita.


Bagaimana tidak? Hal itu jelas-jelas sangat menyakiti hati Catherine. Dia yang telah menikah selama 5 tahun bersama dengan Dion. Akan tetapi Dion tidak pernah sudi untuk menyentuhnya sedikitpun. Dion memperlakukan dirinya selayaknya kuman yang tidak layak untuk disentuh oleh sang suami yang tidak pernah menganggapnya ada di sampingnya.


" Cepatlah antarkan aku ke pengadilan! Apakah kau mau membuatku gagal untuk bercerai dengan suamiku?" tanya Catherine dengan kesal sekali.


Sejak tadi Deka mengendarai mobilnya dengan begitu perlahan. Membuat Catherine benar-benar kesal dibuatnya.

__ADS_1


" Apakah kau begitu ngebetnya ingin menjadi seorang janda sampai takut terlambat datang ke pengadilan?" tanya Deka dengan senyum nakalnya.


Bagaimanapun juga, Deka masih bisa merasakan manisnya bibir Catherine ketika tadi dia mencium bibirnya walaupun hanya beberapa detik saja. Karena Catherine yang keburu sadar dari hipnotis ketampanan seorang Deka Yamada.


" Apa kau senyum-senyum seperti orang bodoh, huh? Cepatlah menyetir nya atau kau menepilah biar aku pergi menggunakan taxi saja!" ucap Catherine yang mulai kehilangan kesabarannya dengan kelakuan Deka yang benar-benar memeras kesabarannya.


Deka kemudian langsung menarik tuas gasnya dengan kecepatan tinggi. Sehingga membuat Catherine menjadi ketakutan. Karena Deka yang seperti kehilangan akal dan berencana membuat mereka mati di jalanan.


" Ya ampun Apakah kau gila kau berniat mengantarku ke pengadilan agama atau mengantarku ke kuburan biar ketemu malaikat maut huh? Ya Allah! Dasar pria gila!" Deka tidak berhenti tertawa mendengarkan semua perkataan Catherine yang benar-benar menggelitik hatinya dan membuat dia semakin gemas terhadap wanita yang duduk di sampingnya.


Melihat Catherine yang gemetar ketakutan membuat Deka semakin bersemangat untuk menggeber mobilnya secepat kilat.


" Eh cepet hentikan mobilmu! Ya ampun! Ini orang benar-benar gila apa ya? Tolong dong oiiii perlahan-lahan sedikit nyetirnya! Kau jangan membuat orang dalam keadaan bahaya dong! Ya Allah bukan hanya kita yang akan mati di jalanan tapi mungkin mobil orang lain pun nanti akan ikut terseret juga di dalamnya!" Ucap Catheine dengan gemetar.


" Cium aku dulu, baru aku akan melambatkan laju mobilku!" ucap Deka dengan senyum usilnya menggoda Catherine yang auto melotot mendengarkan perkataannya.


" Apa kau gila huh? Kenapa meminta sesuatu yang mustahil seperti itu kepadaku?" tanya Catherine dengan gugup dan malu.


Akan tetapi Deka Malah semakin menarik tuasnya semakin dalam. Sehingga mobil mereka melaju semakin kencang membelah Ibukota yang untung saja saat ini sedang lengang dari mobil lainnya karena jam kantor yang sudah masuk sejak tadi.


Catherine benar-benar hilang akal dengan kelakuan Deka yang benar-benar sangat labil dan sangat ceroboh di matanya.


' Ya Allah kenapa kau pertemukan aku dengan laki-laki gila seperti dia sih? Pria gila yang sedang bermain-main dengan nyawa kami hanya demi sebuah ciuman!' bathin Catherine merasa telah kehilangan akal.

__ADS_1


Catherine terus berpegangan dengan erat. Tubuhnya sudah gemetar ketakutan sejaka tadi. Melihat mobil Deka yang terus saja meluncur begitu kencang, begitu pesatnya layaknya anak panah yang meluncur.


" Baiklah! Tolong kau perlahan laju mobilnya. Ok! Aku akan memberikan yang kau mau! Ok! Tolong perlahankan kecepatan mobil sekarang! Aku mohon!" pinta Catherine.


Deka pun kemudian melambatkan laju kendaraannya, dan menyorongkan wajahnya ke arah Catherine bersiap menerima ciuman dari Catherine yang tubuhnya masih terlihat gemetar karena ketakutan.


Catherine pun kemudian mencodongkan tubuhnya dan bersiap untuk mencium pipi Deka. Akan tetapi, siapa yang menyangka kalau tiba-tiba saja Deka malahan menoleh ke arah Catherine sehingga dia pun akhirnya mendaratkan bibirnya di bibir Catherine yang tadi berniat mencium pipinya.


Catherine pun segera menarik dirinya dan menjauh dari Deka. Pipu-nya sudah memerah layaknya kepiting rebus. Karena rasa malu yang begitu besar.


" Aku kapok naik mobilmu. Aku kapok bertemu denganmu lagi. Lain kali aku tidak akan pernah mau terjebak di dalam mobilmu lagi!" ucap Catherine lirih dengan mata yang terlihat sangat gugup dan tidak berani menatap dekah yang sejak tadi terus tersenyum bahagia.


Deka pun tidak mengerti kenapa dia merasakan hal seperti itu terhadap Catherine. Ini barulah pertama kali dia rasakan dan dia sangat bersenang-senang dengan seorang wanita. Melihat Catherine yang gerak tari terus misuh-misuh membuat suasana hati Deka menjadi semakin baik.


Tiba-tiba suasana di dalam mobil menjadi mencekam. Karena tidak ada pembicaraan apapun di dalamnya. Mereka berdua, kini masing-masing tampak sibuk dengan pikiran mereka sendiri.


Catherine mengangkat teleponnya ketika sebuah panggilan masuk.


" Nyonya Catherine! Kenapa anda belum juga sampai di pengadilan? Cepatlah! Karena sidang akan segera dimulai bahkan Tuan Dion sudah datang di sini bersama dengan pengacaranya!" ucap pengacara Catherine memberitahukan kondisi di pengadilan.


Catherine sangat terkejut sekali, ketika dia mendengarkan bahwa Dion juga saat ini berada di pengadilan dan sudah datang bersama dengan pengacaranya.


" Apakah benar kalau Dion juga datang kesana? Padahal tadi pagi dia bilang dia tidak bersedia untuk datang ke pengadilan. Apa kau tahu kenapa dia berubah pikiran?" tanya Catherine merasa bingung sekali dengan apa yang dilakukan oleh Dion.

__ADS_1


" Saya tidak tahu Nyonya. Tapi yang jelas, Anda harus segera datang ke pengadilan sekarang karena sidang sudah mau dimulai!" ucap pengacara Catherine yang langsung menutup panggilan teleponnya. Karena dia melihat pengadilan yang segera dimulai sekarang juga.


__ADS_2