Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
32. Entahlah


__ADS_3

Mario kemudian mengajak Angel dan Dion untuk memakan makanan yang tadi dia bawa dari luar. Karena memang itulah niatnya yang sesungguhnya datang ke apartemen Angel. Tetapi dia dibuat marah karena dia melihat Dion berada di apartemen Angel dan berpikir bahwa Dion adalah kekasihnya Angel. Kesalahpahaman Mario yang sudah membuatnya terus mengamuk ketika Angel menyebut nama Dion.


" Kau pergilah keluar kamarku. Makan saja di luar sana! Awas kau! Jangan makan di kamarku! Aku tidak mau kalau sampai ada semut dan serangga di kamarku!" ucap Angel memberikan ultimatum kepada Mario yang langsung mengikuti perkataannya.


" Baiklah aku akan makan di luar. Sayang, sebaiknya kau pun bergabung dengan kami berdua. Aku membawa makanan banyak untukmu. Karena aku takut kalau kau lapar setelah olah raga kita berdua tadi _____!" belum selesai Mario mengucapkan kata-katanya. Angel langsung menutup mulut Mario dengan kedua tangannya.


" Kau bisa diam tidak?" ucap Angel sambil menatap tajam kepada Mario yang selalu saja bicara tanpa disaring.


Dion yang merasa bingung dengan perdebatan mereka akhirnya hanya bisa menggelengkan kepala dan keluar dari kamar Angel.


" Tampaknya sudah terjadi sesuatu hal yang mencurigakan di antara mereka. Aku harus menyelidikinya sendiri sebelum semuanya terlambat!" ucap Dion bermonolog dengan dirinya sendiri.


Sementara itu Mario yang saat ini sedang menatap Angel mulai bisa bersikap rileks. Setelah mengetahui bahwa Dion adalah adik dari Angel.


' Syukurlah kalau dia adalah adik dari Angel. Jadi aku tidak perlu merasa khawatir akan bersaing dengan dia!' batin Mario dengan sangat senang mengetahui kenyataan itu.


" Sebetulnya ada apa sih denganmu? Kau betul-betul sangat aneh sekali dari kemarin!" ucap Angel sambil melotot kepada Mario yang hanya bisa cengengesan karena ternyata dia telah cemburu pada tempat yang salah.


" Ayo makan dulu sayang. Aku tahu kalau kau belum makan kan? Apa kau tidak lapar? Ayolah kau makan dulu. Jangan sampai nanti anakku di dalam perutmu." ucap Mario sambil menarik tangan Angel untuk keluar kamar agar bergabung dengan Dion yang sedang menikmati makanan yang tadi dia bawa dari restoran langganannya.


" Anak apaan sih? Kau jangan melindur deh!" ucap Angel merasa frustasi dengan kelakuan Mario yang benar-benar luar biasa membuatnya pusing tujuh keliling.

__ADS_1


" Apa kau lupa sayang? Kalau tadi malam aku sudah menanamkan benih di dalam rahimmu? Itu hanya tinggal menunggu waktu untuk berbuah dan menjadi seorang bayi yang sangat menggemaskan seperti kamu!" ucap Mario sambil menatap Angel dengan tatapan mesra.


Mendengar perkataan Mario seketika Pipi Angel merona karena malu. Seketika dia mengingat kembali malam yang telah dia lalui bersama dengan Mario. Malam yang secara tidak langsung telah mengikatnya bersama dengan Mario.


" Apa kau bisa melupakannya saja dan jangan terus mengungkitnya? Apalagi sampai mengatakannya di hadapan orang lain. Apa kau tidak punya malu hah?" tanya Angel benar-benar frustasi dengan kelakuan absurd seorang Mario.


" Apa kau sedang mengatakan bahwa kau malu bersama denganku?" tanya Mario dengan perasaan kecewa.


" Siapa yang tidak malu melakukan hal seperti itu? Apalagi kalau sampai hamil diluar nikah. Kau pikir, mau dikemanakan nama keluarga Bagaskoro? Aku bisa dicoret dari kartu keluarga ayahku! Karena setelah mencorengkan sebuah noda dan aib ke muka mereka!" ucap Angel sambil luruh di lantai ketika dia memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan terhadap dirinya yang saat ini telah ternoda gara-gara Mario yang telah berbuat ceroboh kepadanya.


Melihat Angel yang tampak bersedih. Mau tidak mau Mario jadi merasa bersalah kepada wanita yang telah dia cintai sejak pandangan pertama dia melihatnya.


" Apakah kau berpikir seperti itu?" tanya Mario mulai bisa mengerti perasaan Angel saat ini.


" Maka kau menikahlah denganku?! Jadi kau tidak perlu memikirkan tentang hal-hal seperti itu lagi. Karena aku yang telah mengambil kesucinan kamu!" ucap Mario dengan tatapan pengharapan.


Akan tetapi Angel langsung menggelengkan kepalanya. Mario tampak kecewa melihat Angel melakukan itu.


" Kenapa? Apa kau tidak puas denganku? Apakah menurutmu, aku tidak cukup pantas untuk menjadi suamimu?" tanya Mario dengan wajah tertunduk dan merasa sangat sedih atas penolakan Angel terhadap dirinya.


" Menikah itu bukan permainan yang apabila kita menginginkannya maka kita harus mendapatkannya. Ketika kau sudah tidak menginginkannya, maka kau membuangnya. Pernikahan itu adalah urusan seumur hidup. Kita tidak bisa main-main untuk melakukan hal itu!" ucap Angel sampai menatap lekat kepada Mario.

__ADS_1


" Harus ada cinta di dalamnya. Harus ada kepercayaan. Harus ada banyak hal untuk membuat kita bisa menikah. Bukan hanya karena nafsu sesaat dan bukan hanya karena kau ingin, maka pernikahan bisa terjadi. Pernikahan bukanlah hal yang sesederhana itu. Apa kau mengerti?" ucap Angel berusaha untuk merubah pikiran Mario yang dia pikir terlalu kekanak-kanakan karena suka sekali memaksakan kehendaknya kepada orang lain.


" Aku mencintaimu dan aku rasa itu cukup untuk menjadi dasar kita berdua bisa menikah!" ucap Mario sambil menggenggam tangan Angel.


" Tapi aku tidak mencintaimu. Pernikahan tidak bisa terjadi apabila tidak ada cinta di antara keduanya!" tiba-tiba saja Mario merasa hatinya begitu sesak mendengarkan pengakuan Angel yang mengatakan bahwa dia tidak mencintainya.


" Kenapa kamu tidak mencintaiku? Aku bisa membuatmu mencintaiku! Percayalah padaku kau hanya tinggal memberikan kesempatan kepadaku untuk membuatmu jatuh cinta kepadaku!" ucap Mario sambil menggenggam telapak tangan Angel.


" Kau itu orang yang sangat egois dan suka sekali memaksakan kehendakMu Aku tidak suka tipe-tipe laki-laki semacam itu. Kau lihat Dion? Kalau dia bukan Adikku, aku pasti akan memilihnya untuk menjadi suamiku!" ucap Angel sambil tersenyum kepada Mario.


" Kenapa?" tanya Mario penasaran.


" Karena Dion selalu mengerti tentang aku. Dia tidak pernah memaksakanku harus melakukan ini, harus melakukan itu. Semua keputusan ada di tanganku. Selama ini dia membebaskanku untuk melakukan apapun yang kuinginkan!" ucap Angel sambil tersenyum ketika dia membayangkan tentang Dion. Walaupun tidak 100% benar. Akan tetapi, setidaknya itulah pria idaman yang ada di dalam pikiran Angel saat ini.


" Percayalah! Aku pasti akan berjuang dan berusaha untuk membuatmu percaya bahwa aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku! Cukup kau berikan aku kesempatan untuk membuatmu mencintaiku!" WhatsApp Mario memohon kepada Angel.


" Baiklah sekarang Kau pergilah keluar. Karena aku benar-benar sangat mengantuk sekali dan ingin sekali tidur. Apa kau tahu? Sekarang badanku benar-benar sangat lelah dan semua itu adalah karena perbuatan kamu bukan?" ucap Angel dengan penuh permohonan kepada Mario.


" Baiklah aku akan anteng di luar kamar kamu. Sambil menunggumu bangun tidur. Aku juga akan akur dengan adikmu dan tidak akan membuat keributan dengan dia lagi!" ucap Mario dengan wajah berbinar ketika diasah akan mendapatkan lampu hijau dari Angel.


" Terserah kau mau melakukan apa. Sekarang yang penting bagiku, keluarlah dari kamarku. Karena aku tidak nyaman kau ada di sini di saat aku tidur pulas!" ucap Angel sambil menatap horor kepada Mario yang langsung meringis ketika mendengarkan perkataannya.

__ADS_1


" Apa kau tidak mau makan dulu?" tanya Mario berbalik. Tetapi dia langsung mengangkat kedua tangannya kemudian menutup pintu kamar Angel. Saat Mario melihat Angel yang langsung melotot kepadanya dengan tatapan penuh aura pembunuhan.


__ADS_2