Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
39. Bertemu Kembali


__ADS_3

Tasya bertanya kepada suaminya dulu. Apakah dia diperbolehkan untuk bertemu dengan mantan nya atau tidak. Setelah melihat suaminya mengangguk, Tasya pun kemudian mengikuti Zainal yang mengajaknya bertemu.


Sementara Angel hanya bisa menatap kedua orang tuanya dari kejauhan karena dia belum berani untuk bertemu dengan sang ayah yang telah dia tinggalkan.


" Kamu kenapa tidak bercerita tentang Maria? Apakah benar yang dikatakan oleh Andien bahwa gadis yang bertunangan tadi adalah Putri kita?" tanya Zainal to the point. Karena bagaimanapun dia merasa tidak enak kepada suami Tasya yang sejak tadi terus memperhatikan mereka berdua.


Tasya menatap Zainal dengan lekat. Dia pun merasa bingung. Apakah harus jujur kepada Zaenal atau tidak. Di satu sisi dia pun takut kalau sampai Zainal menuntut haknya untuk bisa hidup bersama Maria atau Angel.


" Dari mana istrimu itu tahu tentang Angel adalah Putri kita?" tanya Tasya berusaha untuk bersikap tenang agar Zainal tidak curiga kepadanya.


Zainal terus memperhatikan Angel yang terus mencuri pandang kepada mereka berdua.


Suasana pesta yang mulai ramai dengan anak-anak muda yang mulai berdansa dengan pasangan mereka masing-masing.


Tampak Mario pun sudah mulai mendekati Angel dan mengajak untuk turun ke lantai dan sah yang sudah dipersiapkan oleh Catherine.


" Tolong jujur padaku. Apakah benar kalau Gadis itu adalah putriku?" tanya Zainal menuntut penjelasan kepada Tasya.


Melihat istrinya yang saat ini sedang dipegang tangannya oleh Zaenal. Bayu pun kemudian mendekat kepada mereka.


" Ada apa ini? Bukankah Anda mengatakan ingin berbicara dengan istriku? Apakah perlu sampai ada kekerasan seperti ini?" tegur Bayu sambil menarik tangan istrinya ke arahnya.


Bayu Merasa tidak senang melihat Zainal yang mencekal dengan istrinya sehingga terlihat Tasya yang meringis kesakitan. Oleh karena itu Dia mendekati mereka berdua.


" Tidak apa-apa Mas. Dia hanya bertanya tentang Maria!" ucap Tasya sambil menatap kepada suaminya.


Bayu menarik nafasnya dalam-dalam kemudian dia menatap kepada Zainal yang tampak masih belum puas karena pertanyaannya belum dijawab oleh Tasya.


" Jawablah! Apakah benar gadis yang bertunangan tadi adalah Putri kita?" tanya Zainal yang sudah mulai menurunkan suaranya. Karena bagaimanapun dia merasa tidak enak kepada Bayu yang terus saja menatapnya dengan tidak nyaman.


" Maafkan saya saya harus membawa istri saya pergi!" Bayu pun kemudian menarik Tasya untuk meninggalkan Zainal yang masih bengong karena pertanyaannya tidak menghasilkan sebuah jawaban.


Akhirnya Zainal hanya bisa menatap kepergian Tasya Karena bagaimanapun dia juga tidak mau membuat keributan di pesta orang lain.


" Apakah aku dekati saja Gadis itu dan bertanya langsung kepadanya? Aku yakin Andien tidak mungkin sembarangan bicara mengatakan kalau dia adalah putriku. Andien bukanlah tipe orang yang ceroboh. Aku harus memastikan apakah gadis itu benar-benar Mariaku!" Zaenal pun kemudian mendekati Angel yang sedang asyik mengobrol dengan Mario yang sekarang telah resmi menjadi tunangannya.


Mario memberikan aba-aba kepada Angel bahwa ada seseorang yang saat ini sedang mendekatinya.


' Papa?' bathin Angel.

__ADS_1


" Apakah saya boleh berbicara denganmu sebentar?" tanya Zaenal sambil terus menerisik wajah Angel yang mirip dengan Tasya ketika masih muda.


Angel melirik sekilas kepada Mario meminta pendapatnya apakah akan menerima undangan tersebut ataukah tidak.


" Apakah boleh saya menemani calon istri saya bicara dengan anda? Tampaknya dia tidak nyaman untuk bicara dengan Anda berdua saja!" ucap Mario sambil tersenyum kepada Zaenal yang langsung menganggukkan kepala menyetujui keinginannya.


Angel dan Mario kemudian mengikuti Zainal untuk keluar dari area pesta.


Zainal terus menatap wajah Angel yang sejak tadi hanya bisa menundukkan kepala di hadapannya. Bagaimanapun dia tidak berani untuk menatap sang ayah. Walaupun betapa besar rasa rindunya untuk bisa memeluk Ayah yang menyayanginya sejak kecil.


" Apakah kau adalah Mariaku yang telah meninggalkanku dulu?" tanya Zainal dengan suara yang tersekat di tenggorokannya.


Tampak Angel menatap Zaenal dengan lekat berusaha mencari sesuatu yang sangat dia rindukan yaitu kasih sayang ayahnya.


Hanya dengan melihat tatapan mata Angel, Zainal bisa mengenali bahwa gadis yang di hadapannya adalah putrinya.


Zainal langsung memeluk Angel dengan erat dan mengelus rambut putrinya dengan penuh kasih sayang.


Mario yang masih bingung dengan situasi yang sedang terjadi, Dia pun hanya bisa menjadi penonton saja antara pertemuan ayah dan anak yang sudah lama berpisah.


" Akhirnya ayah bisa bertemu denganmu. Setelah begitu lama kau pergi meninggalkan ayahmu. Katakan pada Ayah sayang, kenapa kau pergi begitu saja dari kehidupan ayah? Apakah Ayah telah gagal menjadi ayahmu?" tanya Zainal kepada Angel yang sekarang sedang terisak di dalam pelukannya.


Tasya kemudian mendekati Angel dan melihat keadaannya.


" Kamu baik-baik saja sayang?" tanya Tasya merasa khawatir dengan keadaan putrinya.


Zainal kemudian menatap Tasya yang seperti membencinya saat ini.


" Katakanlah sama Ayah. Apa yang sudah dilakukan oleh Mama Andin dan juga Rossa kepadamu? Sehingga membuatmu nekat untuk kabur dari kediaman ayah?" tanya Zainal dengan penuh pertanyaan.


Sementara itu Mario yang melihat Angel sesegukkan dalam pelukan Zaenal, dia pun merasa tidak enak dan tidak senang perasaannya. Cemburu rasanya. Mario menarik Angel dari pelukan Zainal lalu merangkul pundaknya dengan posesif.


" Aku mengantarmu pulang ya, sayang?" tanya Mario sambil memeluk pinggang Angel dengan begitu posesif.


Angel menatap Mario dengan lekat. Dia pun saat ini sedang bingung apa yang harus dia lakukan. Apakah perlu dia menceritakan masa lalunya kepada sang ayah di hadapan Mario ataukah dia menyembunyikan semuanya. Bagaimanapun dia tidak mau sampai Mario mengetahui niatnya mendekati dan menerima pertunangan mereka berdua semata adalah untuk balas dendamnya kepada Rossa dan Andien yang telah memberikan waktu terberat dalam hidupnya di masa kecilnya dahulu.


Perasaan dilema di dalam diri Angel saat ini membuatnya hanya bisa menatap sang ayah dan juga Mario secara bergantian.


' Bagaimanapun tujuanku untuk balas dendam kepada Rossa dan Mama Andien tidak boleh gagal. Aku harus menjadikan Mario sebagai suamiku dan tidak akan kubiarkan Rossa mendapatkan apa yang dia mau!' batin Angel sambil terus menatap Mario yang sejak tadi terus mengajaknya untuk pulang.

__ADS_1


Sementara itu Zainal dan Tasya tampak terlihat berdebat. Jarak Angel dan Mario serta Zainal dan Tasya lumayan jauh sekitar 20 meter. Jadi Mario tidak bisa mendengarkan apa yang dikatakan oleh Tasya saat ini kepada Zainal.


" Istrimu dan anak tirimu selalu menyiksa Maria sejak kecil. Bahkan ketika aku menemukannya sekujur tubuhnya penuh dengan luka. Mental Maria rusak gara-gara mereka. Butuh bertahun-tahun untuk aku bisa mengembalikan mentalnya sehingga kembali percaya diri seperti sekarang." ucap Tasya menjelaskan kepada Zainal.


Mendengar apa yang dikatakan oleh mantan istrinya, seketika Zainal merasa bahwa dia telah gagal menjadi seorang ayah bagi Maria. Tampak dia memukul kepalanya dengan kedua tangannya sendiri.


" Maafkan ayah Maria. Karena Ayah tidak berhasil untuk melindungimu. Sehingga membuatmu harus menjalani kehidupan masa kecil yang buruk!" ucap Zaenal sambil menangis di hadapan Tasya.


Angel yang saat ini masih bingung Apakah dia akan mengakui Zainal sebagai ayahnya ataukah tetap bersandiwara tidak mengenalnya. Semuanya benar-benar membuat pusing kepala Angel saat ini. Apalagi sejak tadi Mario terus menatapnya dengan bingung.


" Ayo aku mengantarmu pulang saja suasana di sini sudah tidak kondusif lagi. Aku tidak senang kalau kau dipeluk-peluk kalau orang asing seperti itu!" ucap Mario berusaha menarik tangan tunangannya.


" Laki-laki yang kau bilang orang asing itu adalah ayahku!" ucap Angel perlahan dan langsung berlari kepada Zainal dengan air mata yang mengalir deras di pipinya. Angel memeluk ayahnya dengan erat.


" Maafkan Maria Ayah. Karena sudah meninggalkan Ayah sendirian di sana. Maria terpaksa melakukan itu, karena Maria sudah tidak tahan lagi dengan semua siksaan Mama Andien dan juga Rosa padaku!" ucap Angel sambil menangis di dalam pelukan ayahnya yang seketika merasa begitu sedih hatinya. Karena sudah gagal melindungi putrinya sendiri dari istri dan juga anak tirinya.


Untung saja mereka berlima saat ini sedang berada di luar ruangan jadi tidak menjadi perhatian para tamu yang lain yang masih asyik dan sibuk berdansa untuk menikmati pesta pertunangan tersebut.


Mario yang sedikit banyak mendengarkan apa yang dikatakan oleh tunangannya. Mario berusaha untuk bisa mengerti tentang keadaan wanita yang dia cintai saat ini.


' Ternyata masa kecilmu sangat menyedihkan sayang. Bahkan engkau sampai berani kabur dari kediaman orang tuamu. Aku gak bisa membayangkan kesulitan apa yang telah kau hadapi ketika itu. Pantas saja sekarang kau selalu bersikap negatif kepada orang yang baru kau temui. Pasti alam bawah sadarmu yang telah membentuk sebuah manifestasi untuk melindungi dirimu seseorang yang ingin menyakitimu!' batin Mario sambil terus memperhatikan Angel yang masih terisak di dalam pelukan ayahnya.


Pertemuan yang mengharukan itu, telah diabadikan oleh seorang reporter. Dia seperti mendapatkan jackpot dari kejadian yang tidak terduga.


Bagaimana tidak keluarga Bagaskara dan keluarga Dirgantara adalah keluarga yang terkenal dan mempunyai cukup pengaruh di dalam dunia bisnis.


Kasus yang terjadi di masa kecil Angel bisa menjadi sebuah berita yang booming. Apalagi kehidupan rumit yang dilalui oleh keluarga Bagaskara yang harus menyembunyikan identitas asli seorang Angel dari ayahnya sendiri selama belasan tahun lamanya.


Setelah merasa puas bercengkrama dan menceritakan hal-hal yang terjadi di antara mereka. Angel kemudian diantarkan pulang oleh Mario dalam keheningan malam tanpa ada percakapan apapun di antara mereka berdua. Sampai mereka sampai di apartemen milik Angel.


" Terima kasih karena kau sudah berbaik hati mengantarkanku!" ucap Angel dengan lesu dan dia pun kemudian masuk ke dalam kamarnya tetapi Angel merasa terkejut ketika melihat Mario yang berbaring di sampingnya.


Angel mengurutkan keningnya merasa bingung dengan apa yang dilakukan oleh tunangannya itu di kamarnya.


" Apa yang kau lakukan kenapa Kau tidur di situ? Pulanglah Aku ingin beristirahat!" ucap Angel mengusir Mario dari apartemennya.


" Hari ini adalah hari terberatmu. Aku tidak akan tega untuk membiarkanmu sendirian di sini. Tenanglah sayang. Aku tidak akan ngapa-ngapain kamu kok. Aku hanya ingin menemanimu dan memastikan kalau kau baik-baik saja!" ucap Mario sambil mengelus pipi Angel dengan lembut.


Seketika hati Angel merasa menghangat ketika mendapatkan perlakuan lembut seperti itu dari Mario. Laki-laki yang sudah resmi menjadi tunangannya hari ini.

__ADS_1


__ADS_2