
Setelah selesai makan malam, Delia langsung kembali ke Mansion miliknya dan bertemu dengan suami dan putranya.
" Bagaimana pembicaraanmu bersama dengan Thomas sayang? Apakah dia kurang ajar terhadapmu?" tanya Kaisar yang langsung memeluk Delia dan mengecup bibirnya. Deka yang merasa tidak nyaman melihat keberhasilan orang tuanya dia memilih untuk pergi meninggalkan mereka.
" Kalian selalu saja menodai mata suciku dengan selalu bermesraan di depan umum! Ckck!" decak Deka ketika dia pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang malah tertawa melihat putranya misuh-misuh.
Kaisar kemudian mendekati Delia dan memintanya untuk duduk di sampingnya. Karena dia ingin berbicara tentang masalah perjodohan Deka.
" Apakah kau sudah menemukan calon istri untuk putra kita?" tanya Kaisar pada Delia.
Delia menggelengkan kepalanya karena dia memang tidak berniat untuk menjodohkan putranya dia tidak mau kalau sampai putranya mengalami nasib seperti dirinya dulu dipaksa menikah dengan orang yang tidak dia kenal.
" Cukup kita berdua saja yang merasakan pernikahan karena nikah paksa. Biarkan putra kita menikah dengan orang yang dia cintai!" ucap Delia mawanti-wanti suaminya.
Kaisar tampaknya tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Delia.
" Kamu sendiri bukan sayang? Kehidupan Deka hanya tahu kerja dan kerja. Dia sama sekali tidak mengenal seorang perempuan, bagaimana nanti dia bisa menikah kalau kita tidak ikut campur dalam urusan Asmara dia?" tanya Kaisar merasa tidak setuju dengan keinginan istrinya.
Delia memutar bola matanya dengan malas. Kemudian dia bangkit dan berniat meninggalkan Kaisar yang masih belum selesai mengungkapkan argumennya.
" Jangan berani-berani kau mencarikan jodoh untuk Putraku! Aku tidak akan pernah mau membiarkan Putraku hidup dalam keadaan tertekan karena menikah dengan orang yang tidak dia cintai!" ucap Delia keras sambil mengacungkan jari telunjuknya di hadapan Kaisar. Kaisar sampai merinding melihat mata istrinya yang berkilat karena amarah.
Kaisar yang sangat mengenal karakter istrinya yang keras dan pantang menyerah. Dia akhirnya hanya bisa menggelengkan kepalanya dan mengelus dada.
" Setidaknya kau harus selalu mengajak putra kita kalau kau mengadakan pertemuan dengan teman-temanmu. Pastikan Putra kita tidak menjadi Bujang Lapuk yang tidak laku!" ucap Kaisar ketika dia melihat Delia yang akan masuk ke dalam kamarnya.
Delia hanya bisa menatap tajam suaminya dan segera masuk ke dalam kamar mereka. Delia sangat marah karena suaminya berniat ingin menjauhkan putranya.
" Ada apa Mah? Kenapa malam-malam wajah mama ditekuk begitu? Jadi mengurangi kecantikan mama!" tiba-tiba saja Deka sudah berdiri di hadapan ibunya.
__ADS_1
Visualisasi Deka Yamada
Visualisasi Aprilia Yamada
" Kau mengagetkan Mama Deka. Kenapa kau belum tidur jam segini?" tanya Delia sambil menatap putranya.
Deka memeluk ibunya yang sangat dia sayangi. Delia dan Deka sangat dekat satu sama lain. Itulah yang kadang membuat Kaisar selalu merasa cemburu dengan keduanya. Itulah yang selalu menjadi alasan Kaisar ingin agar Deka segera menikah. Sehingga perhatian Deka akan lebih condong kepada istrinya dari kepada kepada Delia.
" Aku hanya ingin mengucapkan selamat malam sama mama!" ucap Deka mengulas senyum manis kepada ibunya.
Delia pun kemudian memeluk Sang putra dan memberikan ciuman di pipinya dada saat itu Kaisar masuk dan tampak cemberut.
" Kalau orang lain tidak tahu, kalau kalian adalah ibu dan anak. Pasti mereka mengira kalau kalian itu adalah sepasang kekasih!" ucap Kaisar sambil cemberut dan melewati Delia.
Deka hanya tersenyum melihat ayahnya yang seperti biasa selalu cemburu sehingga melihat dia dekat dengan ibunya.
Di dalam kamarnya, Deka tampak tersenyum sendiri merasa geli dengan kelakuan ayahnya yang selalu cemburu kalau melihat dia dekat dengan ibunya.
" Papa ada-ada saja sih, masa cemburu sama aku sih? Gabut banget!" ucap Deka sambil membaringkan tubuhnya di ranjang.
Tiba-tiba ponsel Deka berdering dan ternyata itu adalah dari sepupunya Aprilia Yamada, putri dari Takeshi Yamada dan Kyoto.
" Ada apa Kau malam-malam menghubungiku bukannya menghubungi pacarmu?" tanya Deka ketus.
April hanya tersenyum kemudian dia langsung mengatakan apa keperluannya menghubungi Deka di malam buta seperti itu.
" Aku besok mau mengunjungi Indonesia untuk mengecek proyek baru di sana. Apakah kau mau ikut ke sana?" tanya April.
Deka tampak diam berfikir dengan tawaran dari sepupunya.
__ADS_1
" Apa kalau aku ikut,maka Kau akan mampir dulu ke Dubai? Sebelum menuju Indonesia?" tanya Deka kepada April.
April tertawa terbahak-bahak mendengarkan pertanyaan sepupunya.
" Ayolah sepupuku sayang! Kau datang sendiri ke Indonesia dan kita bertemu di sana!" ucap April yang langsung membuat Deka bersemangat.
Sebenarnya Deka memang ada keinginan untuk pergi ke Indonesia. Hanya saja belum ketemu momen yang tepat untuk bisa dia sampaikan kepada kedua orang tuanya.
" Baiklah aku akan menyusulmu. Nanti aku akan menggunakan pesawat komersial saja. Karena aku tidak mau kesepian di perjalanan kalau menggunakan jet pribadi keluarga kita!" ucap Deka menyatakan persetujuannya.
April merasa senang bahwa ternyata tidak sulit untuk membujuk sepupunya agar menemani dia pergi ke Indonesia.
Keluarga Takeshi selama ini menetap di Jepang dan mengurus perusahaan milik keluarga Yamada dan keluarga Kyoto.
Aprilia walaupun usianya masih muda tetapi dia sudah dipercaya oleh ayahnya untuk menjadi CEO satu cabang perusahaan milik keluarga Yamada.
Prestasi Gadis itu sangatlah hebat dan dia selalu berhasil untuk mendapatkan tender-tender yang dia incar.
Akan tetapi dia memiliki masalah yang sama dengan Deka yaitu sama-sama belum pernah memiliki kekasih.
Kesibukan mereka dengan dunia bisnis benar-benar membuat mereka tidak memiliki banyak waktu untuk memiliki hubungan romantis dengan seseorang.
Terkadang orang-orang suka iseng dengan mencoba menjodohkan Deka dan Aprilia tetapi mereka sama sekali tidak menggubris hal itu. Mereka hanya menganggap itu semua sebagai angin lalu yang tidak penting.
Setelah mendapatkan persetujuan dari sepupunya. April pun langsung menutup teleponnya dan mereka berdua telah berjanji akan bertemu di Indonesia di mansion milik keluarga Yamada.
Setelah mendapatkan telepon dari Aprilia, tampak Deka merenung dan terus menatap langit-langit kamarnya yang sangat indah.
Kamar Deka yang ada di lantai 4, atapnya bisa dibuka selayaknya korden, sehingga kalau malam dia bisa menatap langit malam secara langsung seakan-akan dia sedang berada di atas awan. Sangat cantik dan membuat hati tenang. Itulah cara Deka menikmati kesendirian hidupnya selama 25 tahun hidup tanpa seorang wanita yang mencintainya.
Sebenarnya Deka memiliki satu nama di dalam hatinya yang telah membuat dia rela menolak banyak wanita yang hadir dalam hidupnya. Akan tetapi wanita itu tidak pernah mau menerima Deka karena merasa takut dengan status Deka sebagai pewaris dari perusahaan ayah dan ibunya.
__ADS_1