
Keesokan harinya Rossa langsung bersiap untuk meninggalkan kediamannya. Dia tidak memperdulikan ibunya yang saat ini sedang sedih karena ditinggalkan oleh Zainal.
" Sudah lama tidak usah lebay laki-laki seperti papa Zainal tidak usah diharapkan lagi dia jelas-jelas tidak mencintaimu Mamahku sayang! Lupakanlah dia dan Mama carilah laki-laki yang lebih baik daripada Papa Zainal!" baca prosa tanpa memikirkan perasaan Andien sama sekali.
Andien yang merasa jengkel terhadap putrinya dia hanya menatap kecewa tanpa berniat untuk membalas perkataan Rossa.
" Ya sudah mah aku pergi dulu aku akan menemui Mario di kantornya!" ucap Rossa dengan penuh percaya diri.
' Biarkanlah Dia merasakan sakitnya ditolak oleh orang yang tidak mencintainya sehingga dia akan mengetahui bagaimana perasaanku saat ini,' batin Andien sambil membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
Hati Andien saat ini benar-benar sedang sakit dan terluka. Karena melihat Zainal yang sekarang sudah tidak ada lagi di rumah itu dan telah mengancamnya untuk memberikan surat cerai kepada dirinya.
" Kamu sekarang di mana Pah? Kenapa kau tega sekali meninggalkan aku seperti ini?" Isak Andien dalam tangisnya.
Selama seharian itu Andien hanya berbaring di kasurnya dan tidak tertarik untuk melakukan kegiatan apapun.
Sementara itu Rossa yang saat ini berada di depan gedung Dirgantara group, dia tampak tersenyum bahagia karena niatnya untuk bertemu Mario sebentar lagi akan segera terwujud.
" Aku akan membuat Mario bertekuk lutut padaku. Akan kupastikan dia akan menjadi suamiku! Dahulu Ibuku berhasil merebut Papa Zaenal dari ibunya Maria. Aku yakin, kalau sekarang aku pun bisa merebut Mario dari tangan garis bodoh itu!" ucap Rossa dengan tersenyum licik dan penuh muslihat di wajahnya yang cantik.
Dengan langkah arogan dan kesombongan yang luar biasa, Rossa melangkahkan kakinya ke perusahaan Dirgantara Group.
" Aku datang Mario! Aku pasti akan bisa menaklukkanmu. Percayalah padaku sayang!" Rosa langsung masuk ke dalam ruangan Mario tanpa mengetuk pintu.
Mario yang saat ini sedang melakukan pertemuan penting dengan klien dari Swiss tampak mengerutkan keningnya melihat ketidaksopanan Rossa.
" Halo sayang apa kabarmu?" ucap Rossa sambil mencium pipi Mario dengan begitu percaya diri.
Mario yang tidak senang dengan kehadiran Rossa langsung mendorong tubuh Perempuan itu ke samping sehingga membuat Rosa limbung dan hampir saja terjatuh kalau tidak ditolong oleh klien Mario yang berasal dari Swiss tersebut.
__ADS_1
" Are you ok, ladies?" tanyanya khawatir dengan keadaan Rossa yang tak dihampir saja terjatuh gara-gara perbuatan Mario.
Untuk beberapa menit, Rossa dan laki-laki tampan tersebut bertatapan.
" Apakah kau baik-baik saja?" pulang laki-laki yang bermata biru itu kepada Rossa yang akhirnya tersadar dari lamunannya.
" Aku baik-baik saja terima kasih!" ucap rasa gugup sambil menatap kepada laki-laki yang bernama Thomas yang berasal dari Swiss.
" Hai bro jangan terlalu kasar terhadap perempuan!" tegur Thomas kepada Mario.
Mario yang merasa kesal terhadap Rossa yang sudah lancang mencium dirinya hanya bisa menarik nafasnya dengan dalam. Dia kesal karena mendapat teguran dari Thomas gara-gara Rossa.
" Mau apa kau kemari?" tanya Mario tanpa basa-basi.
" Aku datang kemari karena ingin bertemu denganmu," Ucap Rossa yang kemudian mendekati Mario.
Mario yang melihat gelagat aneh dari Rossa dia langsung memasang ancang-ancang dan waspada terhadap gadis itu.
" Cepat katakan apa yang kau butuhkan karena aku sedang sibuk!" ucap Mario dengan kesal.
Rossa yang tadinya berniat untuk mengajak Mario keluar untuk makan siang bersamanya, sontak merasa ragu ketika dia melihat Thomas yang dari tadi terus menatapnya dengan kekaguman.
' Wah, bagaimana ini? Laki-laki tampan itu juga menarik hatiku tampaknya dia tertarik terhadapku. Apakah aku harus mengubah targetku saja? Tampaknya akan sangat sulit untuk mendapatkan Mario yang sepertinya sudah bucin aku terhadap Angel.' batin Rossa sambil terus memperhatikan Thomas yang sampai saat ini masih menatapnya tanpa berkedip sama sekali.
Rossa berusaha untuk menenangkan jantungnya yang sejak tadi terus berdebar gara-gara melihat Thomas yang begitu tampan dan juga tampak sukses tentu saja.
Wanita seperti Rossa yang hanya mengagumkan kejayaan dan juga ketampanan seorang laki-laki dia tidak benar-benar mencintai Mario karena yang dia inginkan hanyalah status dan kekayaan yang dimiliki oleh Mario Dirgantara.
Oleh karena itu melihat Thomas yang begitu menarik hatinya, seketika hati Rossa pun agak goyah dan berniat untuk membatalkan keinginannya menggaet Mario.
__ADS_1
" Heh cepat katakan apa kebutuhanmu disini? Kenapa kau malah melamun?" ucap Mario dengan tidak sabar karena pembicaraan bisnisnya bersama dengan Thomas jadi terhenti gara-gara kedatangan Rossa yang tanpa diundang olehnya.
' Dari mana sih datangnya gadis tidak tahu sopan santun ini? Aih, mengganggu saja acara rapatku! Apa dia tidak tahu kalau aku sudah sangat rindu terhadap Angel? Tadinya aku berniat untuk makan siang dengan dia setelah pertemuan ini. Tetapi gara-gara gadis ini tampaknya aku akan terlambat untuk menemui Gadis kesayanganku!' batin Mario merasa kesal sekali dengan Rossa.
Sementara itu Thomas yang merasa takjub dengan kecantikan Rossa yang menurutnya eksotis dengan tatapan mendamba. Dia terus menatap Rossa yang sekarang mulai gamang hatinya untuk menaklukkan seorang Mario Dirgantara.
" Apakah anda baik-baik saja Nona? Silahkan duduklah di sini. Anda pasti lelah setelah melakukan perjalanan untuk menuju kantor ini," ucap Thomas sambil menepuk kursi yang ada di sampingnya kepada Rossa.
Mario hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Thomas yang terlalu baik hatinya melayani seorang Rossa yang selama ini selalu membuatnya merasa jengkel dan kesal dengan kelakuan Rossa yang selalu mengganggunya.
' Gadis ini benar-benar sangat menyebalkan! Ditanya dari tadi cuma mesem-mesem saja nggak jelas. Sudah seperti orang gila saja!' ucap Mario di dalam hatinya dengan kesal.
Tok
Tok
Tok
Tidak lama kemudian, pintu kantor Mario diketuk dari luar.
" Masuklah!" ucap Mario kesal, sambil mendudukkan tubuhnya di bangku kebesarannya karena dia tidak senang harus duduk berdekatan dengan Rossa yang sekarang duduk di samping Thomas.
" Selamat siang Taun Mario. Bagaimana dengan makan siang kalian berdua? Apakah akan disiapkan di kantor ataukah akan saya reservasi di restoran terdekat?" tanya sekretaris Mario sambil menatap atasannya yang saat ini wajahnya sedang ditekuk karena merasa terganggu dengan kehadiran Rossa di kantornya.
" Mari kita makan siang di restoran," ucap Thomas dengan wajah berbinar.
" Bagaimana menurut anda Tuan Mario?" tanya sekretaris Mario mengkonfirmasi kepadanya tentang keinginan Thomas untuk makan di restoran.
" Aku terserah kepada Thomas!" ucap Mario pada akhirnya mengalah.
__ADS_1
Bagaimanapun Thomas adalah rekan penting di perusahaannya dan dia membutuhkan kerjasama untuk pembangunan hotel baru mereka di Swiss.
' Aku tidak akan mengambil resiko untuk kehilangan rekan penting untuk pembangunan hotelku gara-gara perempuan yang tidak ada sopan santunnya itu!' ucap Mario sengit sambil menatap kepada Rossa yang masih terpesona kepada Thomas yang saat ini sedang duduk di sampingnya.