
Dengan perasaan kecewa Catherine akhirnya mencari dokter yang biasa merawat Angel di ruangan ICU.
Tetapi kekecewaan Catherine hanya sebentar saja tergantikan oleh perasaan bahagia karena melihat yang sekarang sudah sadarkan diri dari komanya.
Begitu bertemu dengan dokter, Catherine langsung menyampaikan bahwa Angel sekarang sudah sadar. Dokter sangat senang sekali mendengarkan berita tersebut dan langsung berlari mengikuti Catherine.
Dokter sangat bahagia ketika dia masuk ke dalam ruangan melihat Angel yang sedang berbincang-bincang dengan Mario.
" Alhamdulillah akhirnya Anda bangun Nyonya Angel!" Angel tersenyum kepada sang dokter yang dia tahu bahwa dokter itu telah berusaha sangat keras untuk menjaganya selama dia berada di dalam masa komanya.
" Terima kasih Dokter atas kerja keras Anda yang selalu menjagaku dan berusaha untuk menolongku!" dokter paruh baya itu tersenyum mengangguk merasa bahagia bahwa usahanya diapresiasi oleh Angel.
Dokter kemudian memeriksa semua tanda vital Angel. setelah memastikan bahwa semuanya stabil dokter mengucapkan selamat kepada Mario dan juga Angel bahwa sekarang Angel sudah melewati masa kritisnya dan sudah bisa dikembalikan ke ruangan perawatan.
Mario menggenggam telapak tangan istrinya yang sangat dia rindukan.
" Alhamdulillah semuanya baik-baik saja. Keadaan Dede bayi di dalam kandunganmu maupun sehat. Semoga kalian bisa kembali ke rumah dan menikmati waktu bersama seperti dulu. Selamat sekali lagi ya?" ucap dokter itu sambil tersenyum kepada Angel dan Mario yang sejak tadi terus saling menatap satu sama lain.
" Baiklah aku kembali ke ruanganku dulu. Karena aku tidak mau mengganggu kalian berdua yang pasti sedang saling merindukan satu sama lain!" ucap dokter itu sambil tersenyum kepada Angel dan Mario yang tersipu malu mendapatkan godaan dari dokter tersebut.
Setelah dokter meninggalkan ruangannya, Catherine pun langsung masuk menerobos dan memeluk Angel dengan sangat bahagia.
" Terima kasih ya Kak Angel. Karena Kaka masih mau kembali bersama dengan kami. Kau tahu tidak? Kakakku hampir saja kenapa-napa gara-gara takut kehilanganmu!" ucap Catherine sambil melirik sekilas kepada Mario yang merasa malu sekali dengan godaan Catherine.
Angel tersenyum sangat bahagia mengetahui bahwa seluruh keluarganya sangat mencintainya dan begitu peduli kepadanya.
Angel sangat tahu hubungan Mario dan Kathryn sebagai kakak adik sangatlah lekat dan sangatlah akrab.
" Terima kasih Kak karena kamu sudah mau menjaga putra-putraku dengan baik!" ucap Angel tersenyum.
" Jangan berterima kasih padaku masalah si kembar karena yang menjaga si kembar adalah kedua orang tuaku. Aku terlalu sibuk mengurus perusahaan karena Kak Mario yang hanya sibuk di sini menjagamu!" ucap Catherine cemberut. Tetapi dia sangat bahagia melihat kakaknya kembali bersinar wajahnya setelah sang istri siuman dari komanya yang sangat panjang.
Mario meremas telapak tangan istrinya dengan lembut, tangan yang berada di dalam genggamannya. Mario ingin menyalurkan perasaan cinta dan kerinduannya terhadap sang istri yang selama ini dia pendam.
Catherine yang tahu bahwa saat ini kakaknya sedang ingin berduaan bersama dengan sang istri Dia pun akhirnya berpamitan untuk mengabarkan berita gembira itu kepada keluarga besar mereka.
Catherine pun kemudian pulang ke apartemennya. Namun sebelumnya Dia telah menelpon kedua orang tuanya mengabarkan tentang Angel yang sudah siuman.
__ADS_1
Dengan perasaan bahagia Catherine pun kembali ke apartemennya. Saat Catherine hendak keluar dari mobilnya catering melihat Deka yang sedang sibuk menelpon di dekat mobilnya dengan seseorang.
" Iya Mah nanti Deka pasti akan membawa kekasih Deka ke Dubai. Hanya saja saat ini dia masih sibuk." ucapnya pasrah.
" Sekarang Deka tidak bisa mengganggunya mah. Keluarga dia ada yang koma di rumah sakit. Bagaimana mungkin Deka begitu tega membawa dia menjauh dari keluarganya saat ini? Sementara keluarganya sedang sangat membutuhkan dia untuk membantu mereka mengurus perusahaan keluarganya. Karena kakaknya yang sangat sibuk mengurus istrinya yang sedang koma!" ucap Deka secara perlahan.
Deka tidak menyadari kalau Catherine saat ini sedang berdiri di belakangnya dan mendengarkan semua percakapannya bersama Delia.
" Jangan khawatir Tante. Besok kami akan segera terbang ke Dubai dan menemui kalian!" ucap Catherine yang berbicara di telepon milik Deka yang sedang berbicara dengan ibunya.
Deka yang terkejut mendengarkan perkataan Catherine dia langsung menoleh dan menatap kekasihnya yang sedang tersenyum kepadanya dengan begitu bahagia.
Deka kemudian berpamitan kepada ibunya dan bicara dengan Catherine secara serius.
" Ada apa ini kenapa kau tiba-tiba sudah ada di sini? Hmmm?" tanya Deka dengan wajah penasaran melihat Catherine yang begitu bahagia wajahnya.
Catherine langsung memeluk Deka dan menghadiahkan sebuah kecupan keningnya.
Deka yang masih belum mengerti dengan situasi yang sedang terjadi. Dia hanya melihat Catherine dan menunggu apa yang akan disampaikan oleh kekasihnya kepada dirinya.
Catherine kemudian menarik tangan Deka ke arahnya dan menaruh tangan yang sangat kekar itu pinggangnya. Catherine memeluk Deka dengan erat. Ingin membagi kebahagian hatinya kepada kekasihnya.
" Terima kasih ya karena kau sudah menolong Kak Angel untuk siuman dari komanya." ucap Catherine sambil menyandarkan kepalanya diperlukan sang kekasih.
Ketika mata mereka melihat ada orang lain di basement apartemen. Deka pun kemudian menarik tangan Catherine untuk masuk ke Unit mereka berdua.
Catherine hanya terkekeh lucu, melihat ekspresi Deka ketika dirinya diperhatikan oleh ibu-ibu yang terus menatapnya dengan tajam ketika tadi ibu itu melihat Deka yang mencium bibirnya di area publik.
Wajah Deka bahkan sampai memerah karena malu yang terlalu. Terus di tatap tajam oleh ibu itu." Kalau kalian mau bermesraan. Tolong jangan di lakukan pinggir jalan. Area publik. Tidak sopan tahu!" semprot Ibu paruh baya itu tanpa melirik sekilas pun kepada Catherine yang sedang menyembunyikan wajahnya di dalam pelukan Deka.
Deka hanya tersenyum kemudian berlalu dari hadapan ibu-ibu itu yang masih misuh-misuh gara-gara mereka.
Begitu mereka berdua sudah berada di dalam lift, Catherine auto tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Deka yang begitu lucu.
Deka hanya bisa memalingkan wajahnya dan tersenyum tipis melihat kekasihnya yang begitu bahagia. Setelah selama beberapa hari yang lalu wajah Catherine terus mendung dan diliputi kesedihan. Karena memikirkan Angel yang masih belum siuman juga.
Deka tadi sudah mendengar bahwa Angel sekarang sudah ciuman mungkin itu yang menjadi alasan kenapa Catherine sekarang begitu cerah wajahnya.
__ADS_1
Namun tiba-tiba saja Deka mengingat tentang janji Catherine yang mengatakan akan datang ke Dubai besok untuk menemui kedua orang tuanya. Tiba-tiba saja hati Deka ketar-ketir memikirkan tentang situasi yang ada di hadapannya.
Begitu mereka berdua sudah berada di dalam lift dan hanya berdua saja. Deka kemudian menarik tangan Catherine untuk mendekat ke arahnya. Deka ingin berundingkan perihal niat Catherine untuk bertemu dengan kedua orang tuanya yang ada di Dubai.
" Sayang, maafkan aku. Apakah kau bisa melupakan tentang niatmu untuk datang ke Dubai besok?" tanya Deka dengan sangat hati-hati karena dia takut kalau akan menyinggung perasaan Catherine yang sedang bahagia.
Catherine mengerutkan keningnya melihat raut wajah Deka yang seperti tidak senang.
" Kenapa?" tanya Catherine heran.
Deka merasa kesulitan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Karena dia pun merasa bingung dan belum yakin dengan alasan tersebut.
" Katakan padaku Deka! Apa alasannya? Kenapa aku harus melupakan niatku untuk datang kepada kedua orang tuamu? Hmm? Cepat katakan!" tanya Catherine yang sudah mulai kehilangan kesabaran melihat Deka yang masih belum membuka mulutnya.
Catherine yang merasa kecewa terhadap Deka. Kemudian dia langsung keluar dari lift begitu pintu lift terbuka.
Deka yang sejujurnya masih bingung dengan situasi mereka saat ini. Deka tetap membeku di tempatnya dan membiarkan Catherine keluar dari lift tanpa mengejar wanitanya.
Catherine sangat kecewa sekali melihat Deka yang tidak peduli dengannya.
Saat Catherine melihat pintu lift yang hendak tertutup, telapak tangan Catherine menahannya dan membuka pintu tersebut lagi, sebelum benar-benar tertutup.
" Aku rasa kau masih ragu dengan hubungan kita berdua. Lebih baik kita putus saja Deka. Tidak baik sebuah hubungan kalau tidak ada keyakinan di dalamnya. Terima kasih atas waktu yang sudah kau berikan selama beberapa waktu ini. Semoga kau menemukan wanita yang bisa membuat hatimu yakin untuk bertemu dengan kedua orang tuamu! Selamat tinggal!" ucap Catherine pelan dengan suara yang gemetar.
Tampak air mata di pipi Catherine. Catherine mendekat ke arah Deka yang masih saja membeku di tempatnya.
Catherine terlihat memeluk pria tampan itu sambil mencium bibir Deka dengan begitu syahdu sebagai ucapan perpisahan terakhir darinya. Sebelum mereka benar-benar berpisah pada malam itu. Dan menjalani hidup masing-masing sebagai orang asing.
Deka membalas pelukan dan ciuman yang diberikan oleh Catherine dengan perasaan yang luar biasa bingung dan aneh. Berbagai perasaan membuncah di dada Deka saat ini. Tetapi Deka pun tidak sanggup untuk mengatakan apapun kepada Catherine.
Mulutnya seakan kelu. Dengan penuh gairah mereka berdua kemudian masuk ke dalam apartemen Catherine dan meluapkan semua perasaan cinta yang ada di dalam hati keduanya yang sedang berkobar saat ini.
Semua logika sudah tertutup. Otak keduanya sudah tumpul. Sekarang hanya ada keinginan untuk melepaskan semua rasa di hati kedua insan yang malam ini harus berpisah karena ego masing-masing.
Air mata tampak membasahi kelopak mata Catherine saat akhirnya penyatuan keduanya terjadi malam itu. Malam naas yang kelak akan mereka sesali untuk selamanya.
Karena sejak malam itu mereka berdua berpisah dan tidak pernah bertemu lagi. Deka kembali ke Dubai dan Catherine kembali rujuk dengan Dion yang ternyata masih mencintai Catherine setelah menyadari bahwa dia tidak bisa hidup tanpa Catherine setelah perceraian mereka berdua. Apalagi Catherine sudah putus dengan Deka.
__ADS_1
TAMAT