Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
104. Memilih


__ADS_3

Catherine menatap Dion dan Deka bergantian. Hatinya sempat meragu untuk bisa memilih kedua lelaki yang sama-sama istimewa di hatinya.


" Tetapi kisah kita sudah selesai Dion. Sejak pengadilan mengetokkan palu perceraian kita berdua. Kau sudah melewati masamu untuk memperbaiki hubungan kita berdua. Aku sekarang mencintai Deka, aku yakin kalau aku akan bahagia bersama dia!" demi mendengarkan kata-kata Catherine kedua laki-laki tampan itu sampai terkejut dibuatnya.


Deka menatap wajah Catherine dengan tidak percaya. Bahwa ternyata dia memilihnya untuk menjadi pelabuhan cintanya yang terakhir.


Dika langsung memeluk Catherine dengan erat dan mencium bibirnya. Dion hanya bisa menatap nanar kedua insan yang saat ini sedang jatuh cinta dan sekarang terlihat bermesraan di hadapannya.


" Aku tahu kalau aku sudah terlambat dan aku harus mengikhlaskanmu untuk bersama dengan orang yang mencintaimu. Aku berharap kamu bahagia Cat." ucap Dion dengan mata berkaca-kaca.


Catherine tersenyum kepada Dion kemudian dia menggenggam telapak tangan Deka dengan kemantapan hati.


" Terima kasih Dion atas doamu. Aku juga berharap semoga kau bisa berbahagia dengan pasanganmu yang baru!" doa terbaik Catherine berikan untuk Dion sang mantan suami yang baru saja menyatakan cinta kepadanya. Setelah 5 tahun lamanya mereka menjalani hubungan yang tidak sehat di dalam pernikahan mereka.


Dengan perasaan hancur Dion kemudian meninggalkan mereka berdua untuk menikmati waktu bersama.


" Hati-hati bro!" ucap Deka sambil menepuk bahu Dion yang tampak kecewa karena usahanya untuk mendapatkan catering kembali gagal total karena ternyata Catherine sudah mencintai pria lain.


Akan tetapi Dion merasa lega karena ternyata Catherine mencintai laki-laki sebaik Deka yang bahkan masih bersikap baik kepadanya yang telah menjadi Rival cintanya.


" Terimakasih bro! Tolong kau jaga Catherine dan cintailah dia. Jangan biarkan terluka lagi seperti ketika aku dulu tidak menganggapnya sebagai istriku! Cukuplah aku yang menjadi pria bodoh yang tidak pernah menganggap berlian seperti Catherine." ucap Dion berpesan kepada Deka yang sekarang bahkan memeluk dirinya dengan sangat erat.


Catherine yang menatap interaksi antara Dion dan Deka hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Aku percaya bahwa kau pasti akan memiliki kesempatan kedua dan menemukan wanita yang benar-benar kau cintai dan juga mencintaimu!" ucap Deka sambil tersenyum kepada Dion yang mengangguk lalu pergi dengan membawa luka di hatinya.


Deka mendekati Catherine lagi setelah tadi dia mengantarkan Dion untuk meninggalkan apartemen Catherine.

__ADS_1


Deka memeluk Catherine dan menciumnya dengan lembut. Hatinya sangat bahagia karena ternyata dia telah berhasil untuk menaklukkan kutub utara itu. Wanita dingin dan cuek yang sekarang tampaknya mulai mencair karena kehangatan cintanya yang dia berikan kepada Catherine.


" Terimakasih sayang! Karena kau sudah memilihku daripada Dion. Aku janji aku akan selalu membahagiakanmu dan membuatmu menjadi wanita paling bahagia di dunia ini!" ucap Deka kembali mencium bibir Catherine yang entah sejak kapan telah menjadi candu baginya. Sehingga membuat Deka menggila.


Catherine langsung mendorong tubuh Deka untuk menjauh darinya. Ketika dia melihat gelagat Deka yang sudah mulai berkabut matanya ketika melihat dirinya.


" Pulanglah ke apartemenmu. Bukankah sebentar lagi kau harus berangkat ke kantor?" tanya Catherine dengan nafas memburu.


Sungguh sesuatu yang sangat sulit untuk bisa ditangani. Apalagi pesona seorang Deka yang luar biasa. Benar-benar menggoda Iman seorang Catherine yang walaupun sudah pernah menikah tetapi belum pernah disentuh oleh suaminya.


" Apakah kau tidak menginginkanku? Hmm?" tanya Deka dengan suara bergetar, menahan sesuatu yang ada di dalam dirinya yang sejak tadi seakan hendak meledak meminta pelampiasan dari kekasihnya yang sudah resmi menerima dirinya.


Catherine mendorong tubuh Deka semakin jauh dan meminta pria tampan itu untuk kembali ke apartemennya.


" Aku mohon Deka. Tolong kembalilah ke apartemenmu. Aku tidak mau hubungan kita sejauh itu!" ucap Catherine yang semampu dia terus bertahan untuk tidak tergoda kepada sosok Deka yang begitu sempurna.


Yah Deka sangat bahagia karena Catherine bisa mengendalikan dirinya dan juga menghentikan dirinya yang hampir saja kehilangan kendali untuk melakukan hal yang tidak senonoh terhadap wanita yang baru saja menjadi kekasihnya.


" Aku akan segera menelepon kedua orang tuaku untuk datang ke Indonesia! Aku tidak bisa berlama-lama untuk bersama dengan Catherine. Aku bisa menggila nanti. Aku harus segera menghalalkannya sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan di antara kamu!" ucap Deka ketika dia sudah berada di dalam apartemennya.


Saat ini Deka sedang memperhatikan Catherine yang sedang sibuk menjemur pakaian di balkon apartemennya.


" Sabarlah Sayang aku pasti akan segera menghalalkanmu dan aku akan meyakinkan dirimu bahwa kau tidak salah memilihku sebagai calon suamimu!"Janji Deka ketika dia memperhatikan Catherine di seberang sana.


Catherine yang merasa dirinya sedang diperhatikan oleh seseorang. Mau tidak mau dia pun mengangkat kepalanya dan tersenyum kepada Deka yang sejak tadi terus memperhatikannya seperti orang yang hilang akal. Terpesona dengan kecantikan Catherine yang alami dan tanpa riasan.


Deka sudah melihat Catherine yang baru bangun tidur tadi pagi. Bahkan tanpa make up satu lapis pun. Deka kini semakin yakin bahwa kecantikan Cathetine bukan hanya berasal dari make up mahal yang dia miliki tetapi terpancar dari hatinya yang cantik dan pribadinya yang terjaga.

__ADS_1


Menyadari kalau Catherine sekarang sedang tersenyum kepadanya, Deka pun membalas senyuman Catherine. Kemudian dia masuk kembali ke dalam apartemennya untuk menghubungi kedua orang tuanya.


" Aku harus segera menghubungi kedua orang tuaku sekarang juga!" Deka kemudian langsung mencari ponselnya dan langsung menghubungi kedua orang tuanya.


Setelah menunggu sekitar 10 menit panggilan Deka diangkat oleh Delia.


" Assalamualaikum Mah!" sapa Deka lembut.


" Waalaikumsalam sayang. Kok tumben kau pagi-pagi menelpon mamamu sayang? Ada apa sayang? Apakah ada masalah?" tanya Delia to the point. Karena bagaimanapun Dia sangat mengenal putranya yang super sibuk dengan pekerjaan dia.


Deka terdiam sejenak karena dia harus mengatur kata-kata untuk bisa membuat ibunya mau datang ke Indonesia.


" Deka baik-baik saja Mah. Mama nggak usah khawatir!" ucap Deka sambil tersenyum.


Deka merasa seperti orang bodoh selalu dia yakin kalau ibunya tidak akan melihat dia tersenyum tetapi dia tersenyum terus karena hatinya yang sedang bahagia setelah menjadi kekasih Catherine secara resmi.


" Ada apa sayang? Katakan sama mama. Karena mama yakin, kalau kau pasti memiliki alasan untuk menghubungi Mama pagi-pagi begini! Hmm? Ya kan?" tanya Delia terus mendesak putranya untuk berkata jujur.


Deka kemudian menceritakan tentang perasaannya saat ini yang sedang jatuh cinta kepada Catherine dan berharap kepada kedua orang tuanya untuk datang ke Indonesia dan berkenalan dengan wanita yang dia cintai.


" Mama tidak yakin kalau kami bisa datang ke Indonesia sayang. Papamu sangat sibuk disini. Bagaimana kalau kau bawa kekasihmu kemari saja? Biar kami bertemu dengannya nanti!" ucap Delia memberikan saran kepada Deka yang terkejut seketika.


Bagaimanapun Deka sangat mengenal kedua orang tuanya. Tidak mudah bagi seseorang mendapatkan undangan khusus dari sang ibu untuk datang ke kediaman mereka.


" Baiklah mah. Nanti Deka akan bertanya kepada Catherine Apakah dia mau untuk berkunjung ke rumah kita yang ada di Dubai dan bertemu dengan kalian!" ucap Deka yang sangat bahagia karena ibunya bersedia untuk menerima Catherine untuk bertamu di kediaman mereka.


Setelah berpamitan Deka pun langsung menutup panggilan teleponnya. Deka pun segera bersiap untuk segera berangkat ke kantor dan melaksanakan tugasnya sebagai CEO Kaisar Corporation mewakili sang ayah.

__ADS_1


__ADS_2