
Angel terkejut mendengarkan Mario bertanya tentang Bryan dan Steven. Angel benar-benar tidak mengerti. Bagaimana mungkin Mario bisa mengetahui tentang mereka?
" Dari mana kau mendengar tentang anak kembar yang ada di rumah ini?" tanya Angel masih berusaha untuk tenang.
Mario duduk di samping Angel yang masih menatapnya dengan penuh pertanyaan.
" Mamaku bertanya tentang mereka. Ibunya Rossa yang memberitahukan tentang anak kembar itu kepada Mamaku!" ucap Mario.
Angel kemudian berdiri dan melihat jendela kamarnya yang langsung menghadap ke taman yang ada di belakang.
Angel mengetahui bahwa tamu-tamu yang berada di luar sudah banyak yang pulang dan kembali ke kediaman mereka masing-masing.
" Bisakah kau menceritakanku tentang si kembar?" tanya Mario begitu penasaran ingin mendapatkan kejujuran dari Angel.
Berkali-kali Angel menarik nafasnya dalam-dalam. Ada perasaan ragu dan juga takut ketika dia mengakui tentang si kembar yang saat ini berstatus sebagai adiknya.
" Apa yang akan kau lakukan kalau mengetahui kebenaran tentang mereka?" tanya Angel menatap lekat kepada Mario.
" Kalau memang mereka adalah anakmu, maka aku akan tetap menerima mereka sebagai anakku. Apapun yang terjadi. Aku akan berusaha untuk menjadi ayah yang baik bagi mereka!" ucap Mario tersenyum kepada Angel.
' Aku tahu bahwa mereka adalah anak-anakku karena hanya aku yang selama ini selalu bersamamu. Hanya saja yang menjadi bahan penasaranku. Kenapa dulu kau tidak datang kepadaku untuk minta pertanggungjawaban dariku? Alih-alih kau melarikan diri dan menyerahkan anak-anak kita kepada kedua orang tuamu untuk menjadi adikmu?' bathin Mario benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Angel.
Sejak tadi Angel terus mondar-mandir di dalam kamar. Terlihat sangat berat untuknya untuk mengakui bahwa si kembar memang benarlah anak kandungnya.
" Mereka berdua adalah anakku!" Angel hanya mengatakan kata-kata itu kemudian dia meninggalkan kamar dan membiarkan Mario bingung sendiri.
__ADS_1
Mario sebenarnya berniat untuk mengejar Angel. Tetapi dia ingin memberikan waktu kepada Angel untuk menenangkan dirinya.
" Biarlah Angel berpikir dan merenung sendiri dulu untuk menjelaskan semuanya. Aku akan memberikan dia waktu sendiri dulu!" Mario kemudian mencari ponselnya dia berniat untuk menghubungi ibunya.
Berkali-kali Mario menghubungi ibunya tetapi masih belum juga diangkat membuat Mario sangat kesal dibuatnya.
" Ke mana sih ini Mamahku? Malam-malam begini juga ko ga ada di rumah!" Mario akhirnya memutuskan untuk pergi keluar kamar mencari Angel yang sudah hampir 2 jam tidak kembali ke kamar mereka.
Mario melihat suasana di dalam kediaman Bagaskara sudah sepi. Karena tamu-tamu yang hadir dalam acara pernikahannya sudah meninggalkan kediaman.
" Rumah sebesar ini kenapa begini sepi?Apakah semua orang sudah pada tidur karena kelelahan menyiapkan acara pernikahanku?" tanya Mario sambil terus mencari orang yang masih terjaga di rumah itu.
Tiba-tiba Mario berhenti di depan ruang kerja Bayu di mana terdengar suara orang sedang bercakap-cakap.
" Katakan sama Papah, siapa sebenarnya ayah dari si kembar? Sejak dulu kau tidak pernah mau berterus terang kepada kami setiap kami bertanya!" tanya Tasya kepada Angel yang masih menundukkan kepalanya.
" Mario Dirgantara adalah ayah mereka!" ucap Angel sambil menundukkan kepalanya.
Tampak Bayu menggelengkan kepala seakan tidak percaya apa yang di katakan oleh Angel.
" Kalau memang dia adalah ayah si kembar. Lalu kenapa waktu itu kau malah pergi dan meninggalkan rencana pernikahan kalian? Alih-alih kalian menikah dan membentuk rumah tangga untuk memberikan keluarga yang utuh bagi anak kalian!" tanya Bayu seakan kecewa dengan tindakan Angel yang terlalu gegabah.
Angel tampak kesulitan menelan salivanya sendiri mendapatkan pertanyaan dari Bayu.
" Katakanlah kepada kami karena kami benar-benar penasaran kenapa sampai kau melakukan hal gegabah sepert itu?" tanya Tasya benar-benar kehabisan kata untuk menanggapi apa yang sudah dilakukan oleh Angel selama 5 tahun belakangan ini.
__ADS_1
" Karena aku tidak mau dijadikan alat oleh Mario untuk menghancurkan perusahaan keluarga kita! Dia tidak tulus mencintaiku. Oleh karena itu aku memutuskan untuk memiliki anak itu sendiri tanpa perlu meminta belas kasihan dia untuk bertanggung jawab!" Bayu dan Tasya hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengarkan pemikiran sempit dari Putri mereka.
Akan tetapi mereka sangat tahu bahwa Angel dan Mario memiliki cinta yang kuat yang bisa dia lihat dari pancaran mata keduanya.
' Jadi kau masih belum memaafkan ku hingga saat ini? Tadi saat aku bertanya. Kau bahkan tidak mau mengakuiku sebagai ayah dari anak kita?' tanya Mario dalam hati merasa kecewa dengan keputusan Angel yang tidak percaya dengan dirinya.
Mario kemudian meninggalkan ruang kerja Bayu dan langsung masuk ke dalam kamar.
Terlihat Mario yang mondar-mandir di dalam kamar dan menunggu Angel untuk kembali.
Tetapi lebih dari 2 jam dia menunggu Angel tak kunjung masuk ke dalam kamar mereka.
" Apa sebenarnya yang dilakukan perempuan itu di luar sana? Kenapa lama sekali?" Mario sudah mulai kehilangan kesabaran dia pun kemudian berniat untuk keluar dari kamar.
Saat dia membuka knop pintu dia dikagetkan dengan Angel yang masuk ke dalam kamar dalam keadaan lesu dan tidak bersemangat.
" Kau dari mana saja? Aku hampir saja gila menunggumu!" ucap Mario yang langsung mendekati Angel yang langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
Angel sama sekali tidak menanggapi apapun yang dikatakan oleh Mario. Saat ini pikirannya sedang buntu dan tidak bisa berpikir sama sekali.
Angel ingat apa yang dikatakan oleh ayahnya tentang si kembar, "Sekarang umumkanlah kepada media bahwa si kembar adalah anak kalian, kemudian kita memasukkan mereka ke dalam kartu keluarga kalian berdua!" Angel benar-benar pusing memikirkan hal itu.
' Mario adalah seorang Casanova apakah mungkin dia bisa menerima statusnya sebagai seorang ayah? Aku bisa melihat kalau dia tidak menyukai anak kecil. Dia marah sekali ketika si kembar melimpahkan minuman ke pakaian dia,' bathin Angel terus sibuk memikirkan langkah apa yang akan diambil tentang si kembar.
Mario yang sedang penasaran dengan apa yang dipikirkan oleh Angel, dia terus saja memperhatikan istrinya tanpa merasa bosan.
__ADS_1
' Apa sebenarnya yang sedang kau pikirkan? Kenapa kau tidak ingin berbagi bebanmu denganku?' Mario benar-benar menyesali apa yang terjadi di dalam rumah tangganya yang baru saja mereka rajut bersama.
' Sayangku! Apakah kau benar-benar tidak mempercayaiku sebagai seorang laki-laki? Apakah kau juga tidak mempercayaiku kalau aku mencintaimu dengan tulus? Aku dulu pernah melakukan kesalahan tetapi aku sudah membayar semuanya dengan lunas selama lima tahun hidup jauh darimu!' ucap Mario dengan perasaan yang benar-benar getir dan pedih ketika wanita yang dia cintai ternyata tidak mempercayainya bisa menjad suami dan ayah yang baik.