
LIKE dulu sebelum membaca... 😜 jangan pelit Like ya sayong..
****
Dengan penuh semangat, tukang sayur itu memberikan kantung kresek pada Arman.
" Ini mas. "
" Ya, ini uangnya. Kembaliannya ambil aja. "
" Wah matur thank you lo mas. Laris manis... Tanjung kimpul. Dagangan laris, duit ke kumpul. "
**
Setibanya dirumah, ia langsung bergegas untuk membersihkan diri. Tak lupa ia, memanggil sang pembantu. " Bi!! Itu ada tahu di meja, serta hasil ternak yang lain. Tolong diolah. "
" Baik den. Bibi masih giling baju. "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Ini benar jalannya? Tapi, ya ampun.. Rusak banget.. Parah ini mah, para pejabat memakan jatah jalan. Haduh seharusnya mereka mikir dong, kalau ada apa-apa yang terjadi pada pengendara R2 bagaimana? Apa mereka mau tanggung, pasca kecelakaan. "
drt drt..
" Haduh ini ponsel, tahu aja kalau aku lagi ngomel. " Naufal menepikan kendaraannya agar pengguna jalan yang lain bisa lewat.
" Astagah.. Bos lagi. Seperti setan saja, baru juga tadi pagi nemu alamatnya. "
Naufal mengambil nafas dengan dalam, lalu menghembuskan nafasnya. " Iya, Hallo bos. "
" Kemana saja kamu! Tugas yang aku beri, bagaimana? Pokoknya, aku nggak mau tahu! Lo harus nemuin cewek itu. "
" Iya, bos iya. Tenang dong. Stay Calm, ini udah dikit lagi sampai rumahnya Marmut. Lo nggak usah marah, nanti malahan di ketawa-in. "
" Oke. Gue tunggu!! "
*
Tiba-tiba sesosok pembantu datang mengetuk pintu kamar Arman. " Den.. Den Arman? "
" Iya, Bi. "
Ceklek..
" Ini den, suster yang bertugas menjaga ibu Aden tadi nelpon ke tuan. Tapi, tuannya sibuk. Jadi, dia nelpon ke nomer rumah. Lalu suruh sampaikan kepada Aden. "
" Oh, baik bi. Nanti biar Arman yang akan menghubungi pihak rumah sakit kembali. "
**
Dirumah Sakit.
" Tenang, Bu. Kami sudah mengabari keluarga anda. Beliau akan segera datang kesini. "
" Kalau sampai dalam satu jam, belum datang. Maka, aku sendiri yang akan mencabut selang infus ini. "
" Sebentar Bu, jangan mencabutnya. Kami tidak bisa melepaskannya, karena kami belum mendapatkan perintah dari dokter Randika. "
**
__ADS_1
Dengan bergegas, supir itu hingga di bentak oleh Arman. " Pak, berhenti disini. Bapak parkir kan saja, saya ingin langsung menemui ibu saya. "
" Ba..baik den. "
*
" Bu... Bu.. " Panggilnya dan menggenggam tangan kanan ibundanya yang masih tertancap selang infus.
" Sebegitu sibuknya kamu, Arman? "
" Maaf Bu. Arman, sudah berusaha mencarinya... "
" Apa kamu sudah menemuinya? Dimana ia tinggal? "
Arman menggeleng pasrah. " Jika belum? Kenapa kamu berani datang kemari! Ibu sudah katakan, jangan temui ibu kalau gadis itu tidak sampai kau temukan. " Menepis tangan Arman.
" Bu.. Arman sudah berusaha Bu. "
" Usaha!! Usaha apa yang kamu maksudkan?? Dengan menyuruh Naufal, dan kamu sibuk dengan pekerjaan kamu sendiri? Begitu! "
Arman tak berani menjawab lagi. Perkataan sang ibunda sangat bisa menembak dengan nilai 10 tepat sasaran. " Kamu diam, Arman? Sudah, lebih baik ibu ikut Diana saja. Ibu tak ingin hidup dengan,- "
Tring tring..
" Sebentar Bu. Arman, ijin angkat telpon sebentar. "
Ibu A'yunina sangat mengenali anaknya.
Pekerjaan lagi, lagi dan lagi. Pasangan belum juga ia dapat, dan ia malah sibuk dengan perusahaan saja. - Batin A'yunina.
Dan Arman mendatangi ibundanya lagi setelah itu ia berpamitan tanpa memberitahu hal apa yang ada di telpon. " Bu, Arman pamit dulu Bu. Jangan menyusahkan dokter, Arman akan kembali secepatnya. "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Hey!! "
Tidak menoleh, karena ia pikir orang lainlah yang ia panggil. " Hey kamu! "
" Ada apa sih? Anda manggil saya? " Dengan cueknya, gadis itu malah melanjutkan pekerjaan menyapunya.
" Iya. Emangnya ada orang lain selain Lo!! " Sangking kesalnya dengan tingkah gadis itu.
" Oh. "
*
Pria itu langsung masuk tanpa permisi dalam halaman rumahnya lalu menariknya dengan paksa. " Ih jangan macam-macam!!! " Memberontak, untung saja ia membawa sapu. Jadi, ia bisa melindungi dirinya sendiri dari hal-hal yang tak diinginkan pikirnya.
" Aw aw.. Awh... " Melompat-lompat bergantian kaki pria itu dan terus menga-duh kesakitan.
" Kapok! Ini ni rasain lagi! Mangkanya, jangan asal pegang! Mau merampok ya... Harusnya, kamu pikir 1000× dulu. Aku nggak punya apa-apa, tapi main tarik-tarik aja!! "
" Berhenti aku bilang!! "
Namun, gadis itu tak menghentikan aktifitasnya. " Nggak!! Kamu pria kurang ajar, dan ini aku ajarkan supaya kamu bisa menghargai wanita. Dan nggak asal pegang aja,, eh eh eh!!! "
Pria itu kesal, teramat kesal. Dan ia langsung mengambil alih pegangan sapu itu. Seketika mata mereka beradu. " Lepas!!!! "
" Coba aja kalau kamu bisa!! "
Oh.. Gadis ini, benar-benar ingin menantang ku! Baiklah... - Batin pria itu.
__ADS_1
Merebutnya secara paksa, hingga membuat tubuh gadis itu sempoyongan dan terjatuh kelantai. Brug!!
" Awwhhh..ssstttrff.. " Memegangi bokongnya.
" Hahaha rasain!! Kan gue udah bilang, lepas ya lepas!! Lo pakai bandel kaya noda kotoran aja. Akan aku musnahkan sekalian barang jelek ini. "
Seketika sapu itu menjadi 3 bagian. " Sapu ku!! " Teriak Mutia sambil berusaha bangkit berdiri lagi.
" Mangkanya! Jangan membuat aku kesal!! Nggak kamu, nggak dia. Sama-sama buat kesal aku aja!! "
" Apa maksud mu? Dia? Aku bahkan tidak mengenal dia itu siapa? Dan kamu, seenaknya menuduhku! " Tak terima, sambil memungut sapu yang telah tak berbentuk lagi.
" Udah! Sebaiknya kamu ikut aku! Bos ku mau bertemu denganmu. "
" Enak saja! Yang ingin bertemu siapa? Yang kau tarik seenaknya siapa?? Suruh bos mu saja yang datang kesini, jangan berani menarik ku lagi. "
His ini cewek! Apa bos mau kalau ku suruh kesini?? Gadis yang sangat keras kepala, dan bos juga pasti tak mudah kalau.. - Batinnya.
" Gimana!! Kalau bos mu nggak mau? Mending kamu angkat kaki dari sini. "
" Oke oke. Aku coba dulu. "
**
" Bos, begini bos.. "
" Ada apa? Kalau belum nemuin, jangan berani Lo balik lagi kesini. "
" Udah, bos. Udah ketemu, malah barusan ngobrol. "
" Lalu? Tunggu apa lagi!!! Tarik dia kesini! "
" Anu bos.. "
" Apalagi sih!! Tinggal bawa dia kesini aja kok kamu pakai ngeluh sih!!! "
Kalau kamu berada disini juga bakalan stres kali bos, menghadapi wanita yang sikapnya sebelas dua belas kayak kamu. - Batin Naufal.
" Masalahnya ceweknya nggak mau bos. Mending Lo kesini aja deh bos. " Dengan kesal Naufal langsung memutuskan panggilannya, meninggalkan GPS yang sengaja ia nyalakan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Flash off....
Naufal! Lo pengen lihat gue marah ya!!! - Batin Arman.
..
Didalam mobil, ponselnya berdering kembali
Wina. - Batinnya.
" Iya, Win. "
" Kamu dimana sih sayang? Aku dah nunggu kamu nih.. "
" Aku.. Aku lagi banyak pekerjaan sayang. Udah dulu ya sayang.. Bye.. Muach! "
* Wina Putri Wangsaatmaja. Walau seorang keluarga terpandang, tak meliputi kekurangannya dalam perhatian orang tuanya. Ia selalu melampiaskan itu kepada kesenangan om om yang selalu memanfaatkannya.
Gadis itu menghentakkan kakinya berulangkali. Ia kesal banget, jadwal seminggu sekali menginap bersamanya telah di ingkar janji Arman. " Sesibuk apa kamu!! Apa nenek tua itu selalu menyuruhmu bekerja terus dan terus, sayang.. Aku khawatir akan kesehatan kamu disana. "
__ADS_1