Hanya Istri Bayangan.

Hanya Istri Bayangan.
H I B 77.


__ADS_3

" Ayah.. Bintang ingin menyampaikan sesuatu. "


Dengan wajah yang sangat serius pembawaan itu terdapat dari sang ibu. Yang benar-benar pergi meninggalkannya dan juga sang ayah.


Sang ayah pun duduk di samping bintang dengan hati-hati bintang pun bertutur kata.


" Ayah.. Jika misalkan bintang merantau di kota orang.. Apa ayah akan mengijinkan bintang? "


Dengan wajah tertunduk.


Ayahnya mengira, hal-hal aneh yang akan di ucapkan karena ia pikir bintang masih di rasuki oleh ruh jahat. " Boleh. Kenapa tidak? Kamu anak lelaki ayah satu-satunya. Dan.. Kamu juga sudah lulus SMA, jika kamu bisa menjaga diri di kota orang kenapa tidak di coba saja? Tapi.. Kenapa kamu tiba-tiba pengen ke kota? Bukannya disini saja melanjutkan jabatannya bapak menjadi kepala kampung di desa ini? "


" Bintang ada sesuatu yang harus di selesaikan yah. Ini menyangkut seseorang.. " Iya tidak melanjutkan perkataanya kembali.


: Seseorang yang mungkin saja akan menjadi ibu dari anak-anak ku nanti. Seseorang yang akan menjadi istri Sholehah ku.

__ADS_1


" Seseorang? Kamu jangan macam-macam, bintang. Kamu anak ayah satu-satunya. Kalau terjadi sesuatu pada kamu, bagaimana dengan ayah mu ini? Siapa yang akan mengasihinya saat ayah tua. "


" Aku akan berhati-hati ayah. Ini masalah hati, hati yang sudah di curi seseorang ayah. Ayah.. Bagaimana? Apa ayah memberikan ijin pada bintang? " Tanya dengan penuh harap.


" Boleh. Asal kabari ayahmu ini selalu. Ayah hanya memiliki dirimu di dunia ini. Biarlah orang lain akan berbicara ayah ini overprotektif kepada anak laki-lakinya. Ini demi kebaikan kamu juga. "


" Ayah tenang saja.. Bintang akan menjaga diri bintang, masalah komunikasi.. Jika bintang tidak sibuk bintang akan mengabari ayah. "


Setelah beberapa hari ijasah itu keluar dan bintang mulai berkemas kan baju-bajunya kedalam koper yang saat ini sudah hampir separuh dari almarinya.


" Baiklah yah. "


Sampai di stasiun bus kota yang akan menjemput orang-orang desa yang akan urbanisasi ke kota yang akan mencapai cita-citanya.


" Jaga dirimu baik-baik ya nak.. "

__ADS_1


Bintang menyempatkan untuk berpelukan kepada sang ayah. Mereka menangis bersamaan mencoba mengikhlaskan anaknya yang saat ini beranjak dewasa dan mencoba menjadikan jati dirinya yang baru. Yang mungkin saja akan di kenal orang banyak dan mendapatkan kesuksesan.


" Ayah.. Bintang akan mengabari ayah jika bintang sudah tiba disana. "


" Baiklah nak. "


Bintang menaiki satu tangga yang berada di dalam bus itu. Tak lupa ia menoleh untuk sementara memastikan keadaan sang ayah baik-baik aja ketika ia pergi.


" Semoga dengan ini aku dan kamu bisa bersatu, tidak ada yang salah dengan cinta yang aku punya. Aku hanya bisa memberikan mu cinta, jika saat ini kau tanya harta? Maka, aku baru akan mencarinya untuk mu dan juga anak-anak kita kelak. "


Setelah beberapa jam bintang terbangun di sebuah stasiun bus. " Kenapa ramai sekali? Ah iya.. Tas.. dimana tasku? "


Bintang mulai menoleh kearah kiri bangku yang sempat ia taruh tas di sana. " Lho ... Tas ku mana? " Bintang berseloroh.


" Tak mungkin hilang, kata orang disini adalah tranportasi yang sangat aman bagi masyarakat tapi kenapa sekarang malah nggak ada sih .. "

__ADS_1


Bintang kebingungan. Setelah maju mundur melihat sisi-sisi kursi penumpang yang ada. Ia melihat sesuatu yang nampak familiar baginya.


__ADS_2