Hanya Istri Bayangan.

Hanya Istri Bayangan.
H I B 63.


__ADS_3

Sikap bak bunglon yang selalu berubah mengikuti dahan atau media yang dia tempati.


Begitu dengan Wina, sebelum melihat orangnya dia sudah marah-marah. Dan setelah melihat siapa yang datang, dia langsung mencari muka. ( Dasar muka dua ! )


" Apa ! Tadi kamu marah-marah sama saya, dan sekarang bisa-bisanya.. Astaghfirullah... Arman. Berapa banyak ronde yang di berikan oleh j****g ini hah? Sampai-sampai kamu tega mengkhianati Mutia yang entah ke berapa kalinya.. Dan bukannya kamu tadi datang dengan Mutia ya ? Kemana dia? Oh Arman! Kamu bisa nggak sih jadi suami yang teladan. Bukan malah berpaling satu kalau yang satunya udah kembali. Jangan menjadi seseorang yang serakah. "


" Bu.. Apa maksud ibu? Wina bukan ****** Bu! Berhenti menjelek-jelek kan Wina. Dia itu perempuan baik-baik. "


" Oh ya? Bagaimana dengan video ini kak? Apakah ini juga di sebut-sebut dengan ya.. Wanita baik? Oh iya.. Kakak kan memang buta, di buatkan karena cinta. "


" Benar. Kamu nggak bakalan bisa berubah kalau hanya bisa menyakiti Mutia, lebih baik kamu batalkan aja. Toh yang akan malu kamu sendiri. Tapi kamu nggak akan malu sendiri kok, sudah ada nih si cewek gatel. Udah, ibu pulang dulu. Setelah ini kemas barang-barang kamu yang ada di mansion. Jangan ada yang sampai tertinggal. "


Dengan amarah yang menggebu, melihat anak kandung yang selama ini ia tunggu malah di kecewakan oleh anak angkatnya sendiri.


" Bu.. Bukan seperti itu. Arman .. "

__ADS_1


" Sudah Arman, sekarang buat keputusanmu sebelum ibu dan adik mu ini akan pindah. "


Di satu sisi ... Arman bingung, istrinya Wina baru saja kembali setelah sekian lama tak kunjung datang.


" Mas... Kamu pasti pilih aku kan? " Dengan mata berkaca2.


: Cih dasar ratu drama ... umpat ibu A'yunina dari dalam hatinya.


" Sudahlah, sepertinya harapan ibu untuk kamu berubah akan amat sia. Besok, ibu akan menyuruh Dewa untuk memesankan tiket. Aku tak ingin kedua cucu-cucu ku seorang pewaris dari Daulay harus mengemis cinta yang tak pantas untuk di perjuangkan. "


Melihat A'yunina dengan muka yang sangat berbeda lalu kemudian Dewa menghampiri A'yunina.


: Ada apa dengan nyonya? Perasaan tadi dengan muka senang masuknya kenapa sekarang.


" Nyo..... "

__ADS_1


" Balik ke mansion baru. " Dengan muka judes dan belum meredam emosinya.


" Baik nyonya. "


Sepulang dari butik tadi.. Mutia terus berpikir, apakah dirinya memang benar-benar tidak pantas untuk di cintai?


: Tuhan.. Kenapa kau begitu tega, setelah sekian bulan dia tidak bertemu dengan istrinya... Dia ...


Mutia tidak sanggup berkata kembali.


Air mata itu terus saja terjatuh.


" Sayang ... Zhalina dan Zhafran kalian jangan ikut ninggalin ibu ya nak.. Kalian lah yang cuma setia dengan ibu. Hiks hiks kamu harus kuat nak, jika suatu saat ayah mu tak inginkan kita lagi dan lebih menginginkan anak dari kandungan si dia .. Hiks hiks Kita akan bahagia tanpa ayah, tapi bagaimana suatu saat nanti kalau kamu besar dan menanyakan ayahmu? Ibu, pasti tidak bisa menjawab nak.. "


" Apakah ibu kalian ini tidak boleh mendapatkan sedikit saja kebahagiaan, sehingga dengan datangnya wanita itu ayah kalian langsung berpaling. Zhalina, walau kamu mirip ayah kamu dengan sangat ibu meminta agar kamu tidak berbuat seenak hati dan setepuk jidat saja, kamu harus memikirkan perasaan orang lainnya nak. "

__ADS_1


__ADS_2