Hanya Istri Bayangan.

Hanya Istri Bayangan.
H I B 28.


__ADS_3


LIKE dulu sebelum membaca... 😜 jangan pelit Like ya sayong..


*****


Ternyata banyak cakaran disana yang masih tertinggal. " Cakar.. " Kemudian Arman menyingkap selimutnya fan berlari kearah cermin.


" Ini kenapa? Dan.. Astaga baju ku... " Cairan yang masih menempel di ****** nya menjadi jawaban semua pertanyaannya.


" Aku.. Melakukan itu. Tapi? Dengan siapa? "


Otaknya berpikir keras. Tidak mungkin kan dia berbuat seperti itu kepada Mutia. mengobrak-abrik selimutnya. Dan benar saja...


" Darah.. " Arman menjadi lemas.


" Tidak.. Ini pasti hanya halusinasi ku saja. " Kemudian ia menutup matanya kembali. Dan mencoba menggoyangkan kepalanya supaya yang ia lihat tadi berubah.


Namun, kenyataan tak dapat ia rubah dengan hanya menggelengkan kepala. Ketika matanya terbuka. " Ini benar-benar darah. Tapi, bagaimana aku bisa melakukan itu kepadanya. "


" Perasaan aku semalam sedang menggarap Wina, kenapa malah ada noda darah? Aku aku sudah merusak kehidupan gadis itu. Aku pria bejat yang tak pantas mengambil apa yang menjadi miliknya. Jika aku bisa membayar dokter untuk mengembalikan seperti semula... Maka aku akan membayarnya dengan harga lebih. "


^^^*^^^


" Bu.. Mutia datang. Bu hari ini Mutia sangat bahagia.. Mas Arman dan aku akhirnya menjadi satu. "


" Walau aku dan dia tidak pernah menjadi kita tapi ini awal yang bagus bukan Bu. Mutia tidak akan menyerah Bu, biarlah orang berkata ( kenapa mau-maunya sih di madu. ) Aku tak perduli lagi Bu. Yang penting suamiku bahagia, jika suatu saat aku harus menderita. Setidaknya aku bisa melihat suamiku bahagia. "


" Bu, ibu akan selalu bersama Mutia bukan Bu? Mutia sangat menyayangi ibu. Mutia pamit pulang dulu ya Bu. "


^^^**^^^


Berkunjung tempat mertua.


" Selamat pagi Bu.. "


" Pagi juga, eh menantu. Kau datang nak? "


" Iya Bu. Mutia tadi habis dari makam ibu, dan kebetulan Mutia lewat sini jadi sekalian Mutia mampir kesini. "


" Oh sayang.. Sering-seringlah mampir ya nak.. Maafkan ibu yang kemarin sempat marah-marah kepadamu nak. "


" Iya Bu, Mutia mengerti. Ibu hanya ingin Mutia bahagia bukan? Hari ini adalah awal baru dari hubungan kami Bu. "


" Benarkah? Ayo duduk. "


A'yunina sangat memperhatikan langkah kaki Mutia. " Sayang.. Kenapa langkahmu.. " Secara pelan.

__ADS_1


" Iya Bu, awal kehidupan baru akan di mulai hari ini. " Mutia duduk.


" Oh sayang.. Benarkah? Oh cucuku.. Segera hadirlah nak, engkau didalam rahim ibu mu. " Mengelus perut sang menantu kalau memeluk Mutia dengan tetesan air mata.


" Ibu sempat berpikir untuk menculikmu Mutia. "


Deg! Seketika Mutia kaget akan perkataan ibu mertuanya. " Kenapa Bu? "


" Sekarang ibu seharusnya memberikan yang terbaik dari yang ia punya. Menurut ibu, anak ibu Arman yang paling baik dari semua pria yang ada. Tapi, malah sebaliknya.. Kau malah hiks hiks hiks. "


" Ibu ibu ibu.. Jangan menangis. Mutia tidak apa-apa Bu. Mutia baik-baik saja. Jangan menangis. Mungkin sudah jalan takdir Mutia harus seperti ini. " Mengusap air mata sang mertua.


" Ibu benar-benar bahagia mendapatkan kabar ini. Ibu hanya bisa mendoakan kalau kalian bisa kok menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Asalkan kau terus berusaha dan jangan menyerah. Ibu selalu berada dibelakang mu sayang. "


^^^**^^^


" Sayang.. Sudah. Aku sudah telat. Aku harus pulang kerumah. Kalau tidak di Arman Arman itu akan menyuruh orang untuk menjemput ku. "


Saat Saga berusaha menahan pujaan hatinya agar tetap berada di sampingnya. " Sayang.. Tak bisakah kau tetap berada disini? Aku sangat ingin kau tetap berada disini. "


" Tidak bisa sayang.. Aku harus pulang. Jika tidak, dia akan bertambah curiga. "


" Baiklah. Cium lah aku terlebih dahulu. Baru kau boleh pergi dari sini. "


" Hemp.. Baiklah. Cium saja ya? " Ujar Wina.


Saga mengangguk. " Muahhhhh. " " Aku pamit pulang dahulu. Jaga diri baik-baik, jangan main dengan wanita lain. Kau cukup menghubungiku ketika kau ingin kan itu. Oke sayang... Aku pulang. Bye.. "


^^^**^^^


" Dari mana saja kamu? " Pertanyaan langsung menohok kepada Wina.


" Eh sayang.. Kamu baru bangun? "


" Aku sudah menunggu hingga larut malam. Kenapa kau tak pulang, kemana saja semalaman ini hah!! " Beginilah jika Arman marah.


" Aku tidak kemana-mana sayang. Aku hanya pergi menginap di rumah teman ku sayang. "


" Teman yang mana? Bisa kau telpon kan sekarang? "


Pasti kau tak akan berani karena kau memang sedang berbohong kepadaku. - Batin Arman.


" Tidak. Aku tidak sedang berbohong. Baiklah, aku akan menghubunginya. " Dengan cepat ia mengetik nama Salsha.


" Halo.. "


" Halo, Sha... Tadi malam aku menginap di rumah mu kan? "

__ADS_1


" Iya, kamu semalam menginap disini. Ada apa? Apakah ada barang mu yang tertinggal? Jika benar. nanti aku akan menyuruh supir untuk mengantarmu. "


" Oh tidak tidak. Aku hanya bertanya saja, soalnya ada yang cemburu. "


" Oh benarkah? Wah wah wah Wina ratu playgirl sangat di sayangi oleh pria ya hihihi.. "


" Itu dulu. Kau ini, jangan bongkar kartuku. " Tuttt tutttttttt panggilan itu berakhir.


Memasukkan ponselnya ke dalam tasnya.


"Bagaimana? Apakah kurang pembuktian ku? "


" Apakah yang baru saja dikatakan temanmu itu benar? Bahwa kau adalah playgirl? "


" Sayang.. Ayolah.. Itu dulu. Kau tahu kan.. Semenjak aku berkenalan denganmu, jiwa tebar pesona ku telah kalah saing dengan wajah tam.. " Sorot matanya teralihkan dengan tanda merah yang ada di leher Arman.


" Sayang.. Ini apa? " Menyentuh.


" Jangan mencoba mengalihkan pembicaraan. "


" Aku tidak mengalihkan pembicaraan sayang.. Ayo kita masuk kamar, dan kita lihat apa yang aku maksud tadi. "


Menggandeng tangan Arman hingga masuk ke dalam kamar mereka. " Kau bisa menjelaskan ini sayang? " Tanya yang seakan menyudutkan nyatanya dirinya semalam juga seperti itu.


" Ini.. Oh ini hanyalah bekas serangga. "


" Astaga serangga? Tapi, kenapa besar sekali.. Jangan-jangan kau. "


" Sayang.. Aku sedang mengintrogasi mu. Kenapa sekarang malah berbanding? "


" Percayalah aku. Maka aku juga tak akan bertanya lagi dan selalu percaya kepadaku. Itu yang aku inginkan. "


Arman.. Kau harus menurut. Jika tidak, dia pasti sudah tahu hal sebenarnya yang sedang terjadi. - Batin Arman.


Ia saat ini harus mengalah.


" Baiklah.. Aku menyesal telah mengintrogasi mu. Maafkan aku ya sayangku. "


" Oh sayang... Maafkanlah aku juga.. "


Krekkkkk pintu apartemen terbuka.


" Muuahhhhhh selamat pagi. "


Pemandangan yang tak dapat Mutia alihkan saat melewati pintu kamar sang suami.


Sebegitu cintanya kamu mas. Apakah aku akan kuat, semoga benih yang baru kau taburkan tumbuh dan bisa membuatmu berpaling kepadaku. - Batin Mutia.

__ADS_1


Ia langsung menyusuri ruang dan meletakkan sayur ya ia beli. " Makanan pun kau tak menyentuh sama sekali mas. Apakah kau baru akan makan jika istri tercintamu pulang, mas? " Ujar Mutia saat membuka tudung saji itu.


Padahal sepanjang jalan sudah membayangkan, jika masakan yang ada didalam sini habis tak tersisa. Tapi, kenyataan memang tak bisa di elak kan. - Batin Mutia.


__ADS_2