Hanya Istri Bayangan.

Hanya Istri Bayangan.
H I B 95.


__ADS_3

" Apa? Kantor? Lho.. Katanya kamu bisa menghendlenya tanpa aku. Kenapa sekarang kesannya aku pemilik kantornya ketimbang kamu. Seperti anak magang. hihihi.. "


" Ngeledek.. Ngeledek saja terus. "


" Eh... Lho.. Hallo halo.. Jangan menjauh dari ponselnya dong. Aduh sayangnya mas Bintang, sinar mencarinya Bintang.. Jangan ambekan gitu ya.. Menangani kamu sedang marah itu sulit.. "


" Salah siapa yang membuat aku begini. "


" Yah yah jangan ngambek sayang.. Oke oke selasa aku balik lagi ke sana. Sekalian aku ingin melamar kamu, aku akan datang bersama bapak. "


Deg deg deg..


Mutia bergetar hebat. Kaget super kaget sekali. Bintang mengatakan akan melamar dirinya hari selasa ini. " A.. apa? "


Mencoba mengintonasi ulang, ucapan yang di bicarakan Bintang apakah sama dengan pendengarannya. " Ya ampun calon istriku.. Hari selasa aku kembali. Aku sudah siap menjadi daddy untuk malaikat-malaikat imutku. "


" Jangan bercanda. "


" Aku tidak bercanda. Tunggu hari selasa depan kita berjumpa. See you next time honey, I love you 😘"


Saat panggilan telepon itu berakhir.


" Dih genit sekali. " Dia bergerak ngeri. Bagaimana nanti kalau dia, pria brondong yang nekat ingin menikahinya. Apakah nafsunya begitu tinggi juga, seperti dia mengejar cintanya kepada Mutia selama ini.


" Hah siapa yang genit bu? "


" Ah nggak, itu tadi malam ada sinetron. Masa pemainnya genit sekali. "


" Ih si ibu, namanya juga sinetron. Kalau nggak menjiwai penonton nggak bakalan ikut ngomel di rumah, ibu. "


" Hehehe.. Kamu benar juga. Ya udah yuk, lebih baik kita temui bapak yang punya tanah. Siapa tahu bisa deal. "


" Mari bu. "


Dengan sopan mengikuti Mutia dari belakang. Mengadakan pertemuan secara mendadak demi masa depan anak buah karyawannya yang sudah mendesain bangunan vila yang sudah setengah jalan.


" Selamat siang Pak. "


Mutia menyapa, seseorang yang tengah menyeruput kopi. " Siang mbak. "


" Begini, saya langsung tidur the point saja. Mengenai masalah tanah itu, bagaimana detail permasalahnnya? Ceritakan pada kami, supaya kami bisa membantu. Dan pekerjaan segera terselesaikan dengan sesuai tanggal yang telah di tetapkan. "

__ADS_1


" Beliau adalah kakak saya. Beliau tidak Terima kalau dia tidak mendapatkan bagiannya. Padahal yang kenyataannya adalah.. Tanah yang saya jual tersebut tanah yang cukup sedikit dari harta yang pernah mama saya beri kepada kakak saya itu. Namun, namnya manusia.. Ada hari dia di penuhi dengan nafsu nya "


" Kakak, bukannya dia sudah mendapatkan bagiannya? Kenapa harus meminta hakntanah milikmu. "


" Di dunia ini tidak ada yang menolak uang dan kekayaan. Kalau pun ada pasti orang-orang yang mengerti akan agama. Jika memperebutkan tanah hanyalah sebuah ambisi yang akan bisa menghancurkan kita suatu hari nanti. "


" Hah.. Bagaimana jika kami menggantinya dengan uang saja? Itu sama saja bukan. "


" Sudah, sudah saya coba untuk mengganti dengan uang. Namun, dia memintanya yang tak tanggung-tanggung.. "


" Berapa yang dia minta? "


" 40 juta. Sedangkan saya, adanya uang 20 juta saja. "


" Baiklah, nanti aku akan berbicara dengan calon suami saya untuk mengurus semua ini. Sementara para pekerja mungkin akandi istirahat kan sementara. "


" Baik, kalau begitu kami permisi. Tuan. " Ujar Siska sebagai seseorang yang mewakili pihak perushaan.


Asisten dan bos itu berpisah.


" Kamu mau bareng saya atau ada kegiatan lainnya? "


" Saya mm.. Mmm... "


Goda Mutia, yang mungkin kebetulan benar.


Rona wajah itu berbinar terang.


" Ih ibu.. Nggak begitu.. "


" Halah Sis, Sis.. Kamu nggak usah malu-malu gitu, kayak sama siapa saja kamu ini. Ya sudah lanjut sana, saya juga mau pulang. Sudah kangen sama anak-anak saya. "


Niat yang baik akan berakhir baik. Namun, niat yang tidak di sertai ketulusan akan berakhir dalam kegagalan. Awalnya camat itu tidak ingin bertemu dengan Bintang. Pasalnya, Lisa sudah menceritakan seluruh kejadian kepada dirinya. Bahwa Bintang adalah pria yang sangat tampan dan sangat gagah. Lisa dengan sengaja menerima Bintang di hadapan sang ayah. Karena, meskipun Bintang tidak menyukai Lisa sekalipun. Obsesi untuk memiliki suami yang tampan untuk memperbaiki keturunan itu hak wajar bagi dirinya.


Saat sang ayah bertanya kepada Lisa, mengenai kedatangan Bintang yang terkesan dadakan jika ia ingin melamar anak gadis orang.


" Nak, Apakah kamu tahu? Bintang ada keperluan apa, kenapa dia ingin berkunjung kesini? "


" Lisa juga tidak tahu, mungkin saja dia sudah berbicara kepada ayahnya untuk mempercepat pernikahan kami. "


" Ah.. Kalau begitu ayah setuju. Jika memang kamu menikah sekarang, keinginan ayah untuk memiliki seorang cucu akan terlaksana lebih cepat. "

__ADS_1


" Ah ayah.. Mungkin kami akan menikmati masa-masa pacaran setelah menikah nanti ayah. Jangan membebankan seoarang cucu dulu. "


" Iya iya putri ayah yang cantik ini sepertinya sudah terpikat oleh ketampanan seorang anak lurah. "


Ting tong.


Belum berbunyi, Lisa memanggil seseorang yang bekerja di rumahnya sepanjang waktu untuk mengurusi segala kebutuhan dirinya dan juga ayahnya.


" Ida! Ida! "


Ida yang tengah cuci piring kaget sekali mendengar teriakan dari ruang keluarga. Hampir saja gelas yang berada di ga gannya pecah.


" Ada apa non Lisa memanggil ya? Hampir saja gelasnya pecah lagi. Kalau ini sampai pecah lagi. Maka aku harus melihat ggabti 3 lusin gelas dong.. "


" Ida! Ida! "


Masih tetap memanggil dengan jeda intonasi yang sama. " Lari, Ida. Lari.. "


Menghampiri Lisa di ruang keluarga.


" Lama banget kamu di panggil, ngapain aja hah! "


" An.. anu.. Tadi Ida masih cuci piring. Nanggung kalau nggak di selesaikan semua nanti numpuk lagi. "


" Kamu itu lho.. dikit-dikit cuci piring dikit-dikit cuci gelas. Kaya nggak ada pekerjaan yang lain aja. "


: Pekerjaan saya banyak nona, kamu kan tahu sendiri.. Ayahmu selalu menerima tamu dari manapun. Desa-desa yang memerlukan tanda tangan camat pasti akan kesini. Jika aku tidak mencuci piring dan gelas, nanti gelas beraihnya akan habis lama-lama.


" Hehehe sepertinya cuci mencuci sudah menjadi hobi saya nona, jika harus di hilangkan maka akan sulit. "


" Ya sudah, sana jamu bukain saha pintu itu. Dari tadi berbunyi terus. Telinga Lisa sudah mau pecah rasanya. "


: Huh sabar sabar... Kalau aku yang jadi majikan sudah tak pites duluan kalah punya pembokat kaya begini. Astaghfirullah..


Berusaha bersikap biasa saja, lalu ia membuka pintu dan menyapa tamu yang berada di balik pintu.


" Hallo Mister.. "


Entah katro atau bagaimana.. Selama bertahun-tahun, Bintang selalu pergi ke gym dan melatih badan-badan itu supaya berotot tinggi dan rambut tak lupa ia cat dengan warna kesukaannya.


" Bisa saya bertemu pak camat? "

__ADS_1


" Oalah... Bisa.. bisa banget mister. Ayo mister silahkan masuk. Ngomong-ngomong, - " Ucapannya berhenti.


__ADS_2