
Diam sejenak dan membalas dengan kata-kata yang sedikit sopan kepada yang lebih tua.
" Saya bukanlah duri om. Saya istri pertama yang tak mempunyai status, dan suami saya ini.. Dengan begitu teganya menikahi wanita lain di hari itu juga. Kau tahu om, jika saja anakmu yang berada di posisi ini. Apakah kau akan menerima semuanya? Masih beruntung kau melihat putrinya mu menikah dengannya secara resmi agama dan negara. Sedangkan aku, sampai saat ini pun... Masih berstatuskan istri siri, bahkan parahnya lagi mempunyai anak yang mungkin tak di anggap olehnya jika ia tidak mengetahui aku hamil saat itu. "
" Mungkin saja dia tidak mau menikahi ku secara agama dan negara seperti yang akan menjelang beberapa hari kemudian. "
Deg. Curahan hati istri nyatanya ada di dunia nyata. Tak hanya di televisi, jangan menekan batin istri walau hanya melalui perbuatan atau perkataan yang sering di anggap sepele oleh kaum laki-laki.
" Dan kau mau menikah dengannya? Lalu bagaimana dengan anakku? "
" Mau tidak mau, aku harus kembali dengannya. Aku tidak mau menjadi wanita yang sangat egois yang tak memperdulikan anak-anak ku untuk mempunyai gelar ayah itu sangat susah. "
" Anak... Anak papa sudah tiada. Benar begitu tuan Ali Arman Daulay. Tapi, disini calon suami saya yang ingin rujuk ini.. Tidak sepenuhnya salah, dia tidak sengaja. Jadi, maafkanlah dia. "
__ADS_1
" Eghhh.. " Tanpa sadar Ani tersadar dari pingsannya.
" Tidak.. Aku tidak akan memaafkan kamu. Wina anakku satu-satunya, kau tahu itu Arman. Dan kau malah melenyapkan nya. Kau seharusnya juga harus menjadi santapan harimau putih mu, dan bagaimana tanggapan ibu kandungmu jika mengetahui anaknya meninggal. "
" Ma... Istighfar ma ... "
" Tidak pa, dia juga harus mati. Wina anak kita satu-satunya pa.. Bagaimana kehidupan kita selanjutnya, harta yang selama ini kita cari untuk Wina, pa. "
" Bunda... Bunda.. " Mengingat sesuatu yang sangat tak ingin dia ingat. Saat dia menjadi saksi bisu orang tuanya meninggal dan tak bisa membuktikan yang sejujurnya.
" Tidak ... Anakku cuma Wina, hiks hiks hiks.. Bawa aku menemui Wina untuk yang terakhir kalinya.. "
Karena tak tega, Arman dan Mutia mengajak kedua orang tua Wina kedalam mobilnya dan menuju mansion kedua. " Silahkan masuk, Tante. "
__ADS_1
Dengan lembut Mutia menuntun Ani masuk diikuti dengan papa dari Wina. "
" Dimana kandang harimau itu? "
" Ada di sana ... " Ujar Arman yang dari tadi hanya diam sekarang berani bersuara.
Melihat pagar itu, nampak tangan Wina dan muka yang hancur karena terkaman harimau. Namun, ntah mengapa tidak sampai habis hingga tulang.
" Ma.. Itu Wina... "
" Mas putri kita ... "
Melihat harimau itu tertidur di dekat Wina dimana ia terbaring. Nyatanya saat Arman meninggalkan mansion tanpa mengecek terlebih dahulu keadaan Wina.. Dan langsung menuju mansion pertama. Dan hanya mengabari anak-anak buahnya untuk membius harimau itu. Tanpa mengangkat Wina dari sana.
__ADS_1
" Bagaimana dengan Wina? Apakah dia masih hidup. " Tanya Ani yang sangat prihatin melihat kondisi Wina saat ini.