Hanya Istri Bayangan.

Hanya Istri Bayangan.
H I B 60.


__ADS_3


LIKE dulu sebelum membaca... 😜 jangan pelit Like ya sayong..


*****


" Maaf mbak? Yang namanya mbak Lista Mutia Sari Daulay yang mana ya? " Tanya pegawai.


" Saya mbak. "


" Wah.. Cantik sekali mbaknya. Beruntung sekali masnya bisa dapatin mbaknya. " Goda sang pelayan.


" Alhamdulillah... Saya benar-benar beruntung mbak. "


Dengan mencari nama Mutia pada kertas yang sudah ter-absen nama. " Mari nona, saya akan memilihkan gaun-gaun yang paling best seller bagi toko kami. "


Mutia masuk dan melihat baju yang sagat menawan, namun.. " Mbak.. "


" Eh iya mbak? Sudah ada yang kecantol dengan matanya mbak? "


" Sudah mbak. "


Saat Arman melihat Mutia menggunakan gaun yang sagat anggun dan juga berat karena berhiaskan berlian. " Kamu serius? " Tanya Arman.


" Kenapa? Aku kan pengen pakai ini.. Tapi, kamu pasti nggak mau kan? Ya kan.. Ya sudah deh, aku nggak jadi lah.. 🤭 " Setelah mengibaskan gaunnya, siapa sangka Arman terpesona dengan indahnya gaun yang Mutia kenakan.


" Eh iya iya... Jangan ngambek lah. Apapun yang mau inginkan aku pasti setuju. "

__ADS_1


" Bener? "


" I-ya Ben... "


Ucapan Arman terhenti.


Setelah mendengar seseorang yang memanggilnya 'sayang'.


" Sayang ... "


Arman pikir, seseorang itu adalah salah satu pelanggan di toko baju ini. Ternyata setelah menoleh. " Wi...Wina... "


Mutia terkejut, saat Arman menyebutkan nama sang istri keduanya.


Deg ! !


Arman langsung menghampiri Wina dan langsung memeluk mesra tak lupa mengecup pucuk kepala Wina.


Mas... Apakah semua yang kau ucapkan hanyalah.. Mungkin memang benar apa yang dikatakan. Jangan mengharapkan lebih kepada seseorang yang pernah mengkhianati mu. Kesetiaan tak mungkin pernah di dapatkan darinya. Lebih baik aku pergi dari sini, dan aku tidak usah melihat mas Arman dan selingkuhannya lagi.


Mutia mengusap air di pelupuk matanya.


Memasuki ruang ganti dan meninggalkan Arman berbincang disana.


" Sayang kamu apa kabar? Kemana saja selama ini? " Tanya Arman.


" Kabarku baik mas. Waktu itu aku mengunjungi kediaman orang tuaku. Orang tuaku sangat marah besar mas, mengetahui putri satu-satunya menikah diam-diam tanpa persetujuan orang tua. Hiks hiks hiks... " Air mata buaya pun keluar dari bola mata Wina.

__ADS_1


" Sudah sudah. Mas yang akan berbicara kepada mereka, kau tidak usah bersedih kembali. Mas akan berbicara kepada mereka. "


Mutia keluar dengan mengambil tasnya secara diam-diam. Setelah mengamati pembicaraan mereka berdua. Hatinya hancur bahkan kalah dengan gelas pecah.


Jika kau ingin menjemput kebahagiaan, maka jemputlah. Jika itu membuatmu tertusuk duri cabut dan buanglah. Jika kamu bersamanya bisa bahagia, aku akan mengalah mas ... Untuk kedua kalinya aku akan mengalah. Walau sekeras apapun aku mencoba melupakanmu.. Bahkan hatiku tak sanggup bila membencimu ..


Pergi dari toko baju itu. Sambil mengorder Grab untuk mengantarnya pulang.


" Hiks hiks hiks makasih mas. Oh iya? Mas ngapain ke sini? "


" Mas ke sini... " Berhenti berbicara.


Astaga... Aku melakukan kesalahan..


Wajah itu terlihat panik. Menoleh ke kanan dan kiri mencari keberadaan Mutia yang tak dapat di jangkau pandangannya. " Sayang... Kamu cari siapa sih? Dari tadi noleh kesana kemari? "


" Aku lagi.. "


Aku nggak mungkin bilang kalau aku mencari Mutia. Bisa-bisa dia akan meninggalkan aku lagi. Tapi.. Tanggal pernikahan tidak bisa di undur dan di tunda lagi, Arman kau harus bagaimana... (- ∆ -)


" Eh nggak sayang.. Aku nggak lagi nyari siapa-siapa kok. "


" Yang benar? "


Arman mengangguk. " Iya sayangku.. "


" Cup. "

__ADS_1


__ADS_2