
Bintang mendapatkan tatapan tajam dari El. Biasanya dia tidak pernah seperti ini. Melupakan apa yang anak-anak inginkan, biasanya dia menomer satukan duo bocil ini tapi ... Ntah apa yang membuat bintang sanggup.
" Ayo nak, makan dulu dengan yang ada... Sepertinya Daddy tidak mengingat nya, oke sayang. "
" Bukan. Daddy ... "
Mutia sangat muak dengan seseorang yang suka berbicara berbelit-belit.
" Cukup dad. "
" Baik, mom. El akan makan apa yang ada. "
Ada rasa mangkel di hati Mutia. Padahal hati Mutia tadi sempat berbunga, namun... Sering sekali bintang selalu menjatuhkan langsung ke dasar bawah. Atas di sengaja atau tidak, melukai hati putra-putri nya merupakan hal yang sangat Mutia jengkelkan.
Acara makan pun telah usai.
" Anak-anak ibu... Jangan lupa sikat gigi ya, cuci tangan dan kaki jangan lupa baca doa dulu sebelum tidur. "
" Baik mom. "
" Siap mom. "
Kedua anak kecil itu masuk kamar mereka masing-masing yang berlawanan arah.
" Da El. Semoga mimpi indah. " Melambai tangan.
__ADS_1
" Da juga kakak Al. Mimpi indah juga. "
Sedari tadi bintang memperhatikan Mutia yang sedang membereskan sisa sisa makanan.
" Bi... Ini ada sedikit lauk dan sayur, tolong bagikan ke anak-anak jalanan ya bi. Bibi sudah mengambil bagian untuk dapur bukan? "
" Siap nona. Siap sudah nona. Apakah ada tugas lainnya nona? "
" Udah bi, sementara ini saja dahulu. "
" Baik nona muda. "
Karena ibunda Mutia sedang mengunjungi Putri Gyan Daulay di asrama. Rumah ini nampak sangat sepi, biasanya sebelum acara makan makan terkadang ada beberapa kuis yang semata-mata untuk acara menghibur dari pada bosan dengan kegiatan sehari-harinya.
Tiba hari esok yang akan datang. Pagi yang di sambut dengan suara anak-anaknya yang menggelegar di langit-langit rumah.
" Daddy ada urusan sebentar sayang.. "
" Nggak boleh ! Tidak boleh pergi. Kemarin ada teman El bilang, kalau mamanya pergi dan tidak kembali ke rumah setelah membawa tas besar. Daddy nggak ada niatan ninggalin El kan? "
Terkejut bukan main. Sampai segitunya putri tunggalnya menangisi bintang. " Sayang.. Sudah ya.. Biarin saja, Daddy nya El bakalan balik lagi kok. "
" Nggak Mom. Daddy mau ninggalin kita mom, Daddy udah nggak sayang lagi sama El dan Al. "
Sesegukkan di pelukan sang ibunda.
__ADS_1
" Nggak nak.. Nggak sayang, princess my Daddy. Bukan begitu.. "
" Jadi bagaimana dad? Daddy memang ingin pergi dari sisi El dan Al kan? Sudah jelas buktinya tas ini dad. "
" Daddy bukannya mau ninggalin kamu sayang. Cuma.. Daddy ingin berkunjung, ke rumah kakek. "
( Deg. )
: Kenapa malah bicara jujur. Kan bisa saja dia berbohong sedikit.
Menatap tajam bintang.
" Kakek? " Matanya berbinar.
Sosok lelaki yang pernah ia lihat hanya Daddy. Sosok lelaki yang ada disini cuma dia. Dewa? Jangankan melihat mendekat saja mungkin El sudah takut duluan dan berlindung di balik tubuh Mutia.
" Iya. Kakek. " Mengangguk dengan raut bibir yang tersenyum.
" Kakek ya... Berarti... " El memikir.
" E...alah.. Gitu aja kok pakai mikir lama sih El. Kakek berarti ayahnya Daddy, berarti kakek kita. "
" 100 buat Al. Makin pintar saja my prince daddy. "
" Wah.. Mau dong ketemu kakek.. "
__ADS_1
Semangat 45 di pagi hari yang masih belum terkuras sama sekali. " Hah... " Mutia bingung akan menjawab apa. Melarang pun dia tidak ingin, tapi..