Hanya Istri Bayangan.

Hanya Istri Bayangan.
H I B 78.


__ADS_3

: Gantungan kunci ku.. Kenapa bisa di sini? "


Kemudian bintang menunduk dan mencoba mengambil gantungan itu. " Kenapa kamu bisa lepas sendiri? Sedangkan tas ku saja tidak bisa aku temukan apalagi kamu hanya barang kecil saya sudah tertendang. "


Bintang sampai tak habis pikir.


Ia pun keluar dari bus yang ia naikin. Dan melihat segerombolan ibu-ibu yang memaki bahkan ada yang membanting kan tas atau koper mereka yang penting memberi pelajaran bagi pencuri itu.


" Ibu ibu itu ngapain? Kenapa malah menghajar seenaknya sendiri? " Ujar bintang.


Yang karena penasaran bintang pun mendekati ibu-ibu itu dan mencoba memasuki barisan ibu-ibu yang sedang menggebu.


" Ha makan ini hah ! Kau ini nggak ada kata tobat apa hah ! Sudah tua Bangka bentar lagi ia ndet pakai acara curi curi barang orang mau jadi apa kau hah ! "


" Benar-benar manusia sekarang nggak ada rasa ibanya. Emang kita lagi susah, tapi nggak harus mencuri juga jalan solusinya. Kalau kau malas-malasan, nggak mau cari kerja. Sampai matipun nggak akan ada yang mau sama kau itu ! "


Bintang berhasil masuk dalam gerombolan ibu-ibu dan bapak-bapak yang tak berani memisahkan karena jumlahnya tak cukup banyak dari penumpang perempuan.


" Lho .. Itukan tas aku. " Ujar bintang secara pelan. Namun, hal itu sepertinya terdengar oleh telinga salah satu ibu-ibu itu.


" Lho itu tas kamu dek? "


" Eh iya Bu. Itu tas saya. "

__ADS_1


Ibu yang sedang berbicara dengan bintang pun mengumpulkan tenaga.


" Ibu ibu ! ! ! "


" Apa? Jangan bilang kalau tidak boleh menghajar pencuri. Dia tidak akan selamat. "


" Yang terhormat, ibu-ibu sekalian. Boleh minta waktunya. Pemilik tasnya ingin mengambil barangnya? "


" Pemilik tas? Lho.. Tadi katanya punya kamu jeng Nuni? "


" Eh anu.. Itu.. "


Sepertinya ada yang sedang memanfaatkan keadaan dengan meng-aku aku kan suatu barang yang mungkin saja dia tidak tahu barang milik siapa...


" Kamu yakin ini tas kamu? Ibu Nuni tadi sempat berkata kepada saya bahwa yang di bawa copet itu adalah tasnya. "


Dengan melihat Nuni sekilas dengan tatapan yang tajam bahkan sulit untuk di artikan.


" Benar Bu. Itu kepemilikan saya. Boleh kok jika mau di periksa, di dalam cuma ada kaos dalam dan baju-baju muslim saya saja serta sarung. Jika barang-barang yang sangat penting saya menaruhnya di dalam koper. "


Mengamati seseorang merupakan bagiannya saat ini.


: Jika dari segi penampilan, tidak ada tanda-tanda bahwa dia berbohong. Batin ibu berbadan gempal itu.

__ADS_1


( Deg. )


Sang pencuri kaget.


Sudah wajahnya tidak berbentuk lagi alias penyot jika di samakan dengan panci liwet nasi, eh malah yang di carinya bukan hal yang sangat berharga sama sekali.


: Astaga aku pikir isinya uang gepokan karena..


Menyesal, sungguh pasti menyesal. Siapa yang tidak menyesal apalagi ini dia di hajar sama ibu-ibu dan reputasi dalam pencurian akan turun saat itu juga.


Sang ibu berbadan gempal itu lantas memeriksa tas yang dia pegang sebelum dia menyerahkannya kepada bintang.


" Dengan ibu Nuni atau nak siapa? "


Seolah bertanya kepada bintang.


" Bintang Bu. " Dengan masih menggenggam kopernya di depan.


" Saya minta ijin ingin membuka tas ini. "


" Iya, Bu. Silahkan. "


Mau tidak mau Nuni harus kena malu atau akan terseret dalam masalah baru.

__ADS_1


__ADS_2