
: Gantungan kunci ku.. Kenapa bisa di sini? "
Kemudian bintang menunduk dan mencoba mengambil gantungan itu. " Kenapa kamu bisa lepas sendiri? Sedangkan tas ku saja tidak bisa aku temukan apalagi kamu hanya barang kecil saya sudah tertendang. "
Bintang sampai tak habis pikir.
Ia pun keluar dari bus yang ia naikin. Dan melihat segerombolan ibu-ibu yang memaki bahkan ada yang membanting kan tas atau koper mereka yang penting memberi pelajaran bagi pencuri itu.
" Ibu ibu itu ngapain? Kenapa malah menghajar seenaknya sendiri? " Ujar bintang.
Yang karena penasaran bintang pun mendekati ibu-ibu itu dan mencoba memasuki barisan ibu-ibu yang sedang menggebu.
" Ha makan ini hah ! Kau ini nggak ada kata tobat apa hah ! Sudah tua Bangka bentar lagi ia ndet pakai acara curi curi barang orang mau jadi apa kau hah ! "
" Benar-benar manusia sekarang nggak ada rasa ibanya. Emang kita lagi susah, tapi nggak harus mencuri juga jalan solusinya. Kalau kau malas-malasan, nggak mau cari kerja. Sampai matipun nggak akan ada yang mau sama kau itu ! "
Bintang berhasil masuk dalam gerombolan ibu-ibu dan bapak-bapak yang tak berani memisahkan karena jumlahnya tak cukup banyak dari penumpang perempuan.
" Lho .. Itukan tas aku. " Ujar bintang secara pelan. Namun, hal itu sepertinya terdengar oleh telinga salah satu ibu-ibu itu.
" Lho itu tas kamu dek? "
" Eh iya Bu. Itu tas saya. "
__ADS_1
Ibu yang sedang berbicara dengan bintang pun mengumpulkan tenaga.
" Ibu ibu ! ! ! "
" Apa? Jangan bilang kalau tidak boleh menghajar pencuri. Dia tidak akan selamat. "
" Yang terhormat, ibu-ibu sekalian. Boleh minta waktunya. Pemilik tasnya ingin mengambil barangnya? "
" Pemilik tas? Lho.. Tadi katanya punya kamu jeng Nuni? "
" Eh anu.. Itu.. "
Sepertinya ada yang sedang memanfaatkan keadaan dengan meng-aku aku kan suatu barang yang mungkin saja dia tidak tahu barang milik siapa...
" Kamu yakin ini tas kamu? Ibu Nuni tadi sempat berkata kepada saya bahwa yang di bawa copet itu adalah tasnya. "
Dengan melihat Nuni sekilas dengan tatapan yang tajam bahkan sulit untuk di artikan.
" Benar Bu. Itu kepemilikan saya. Boleh kok jika mau di periksa, di dalam cuma ada kaos dalam dan baju-baju muslim saya saja serta sarung. Jika barang-barang yang sangat penting saya menaruhnya di dalam koper. "
Mengamati seseorang merupakan bagiannya saat ini.
: Jika dari segi penampilan, tidak ada tanda-tanda bahwa dia berbohong. Batin ibu berbadan gempal itu.
__ADS_1
( Deg. )
Sang pencuri kaget.
Sudah wajahnya tidak berbentuk lagi alias penyot jika di samakan dengan panci liwet nasi, eh malah yang di carinya bukan hal yang sangat berharga sama sekali.
: Astaga aku pikir isinya uang gepokan karena..
Menyesal, sungguh pasti menyesal. Siapa yang tidak menyesal apalagi ini dia di hajar sama ibu-ibu dan reputasi dalam pencurian akan turun saat itu juga.
Sang ibu berbadan gempal itu lantas memeriksa tas yang dia pegang sebelum dia menyerahkannya kepada bintang.
" Dengan ibu Nuni atau nak siapa? "
Seolah bertanya kepada bintang.
" Bintang Bu. " Dengan masih menggenggam kopernya di depan.
" Saya minta ijin ingin membuka tas ini. "
" Iya, Bu. Silahkan. "
Mau tidak mau Nuni harus kena malu atau akan terseret dalam masalah baru.
__ADS_1