Hanya Istri Bayangan.

Hanya Istri Bayangan.
H I B 70.


__ADS_3

Saat anak buah mereka di tanyai seperti polisi yang mengintrogasi seorang yang melakukan tindakan kriminal. Mereka menunduk dan tak menjawab sepatah kata pun.


" Hey ! Kalian jawab ! Atau mau saya pecat. " Ujar Arman yang sedikit memberikan ketegasan untuk anak buahnya.


Mereka ketakutan. Mengangkat Wina dari kandang secara perlahan karena mereka takut akan harimau yang seakan-akan bangun karena obat bius yang di tembakkan.


Selang beberapa menit, mereka pun memanggil dokter. Karena dokter mansion Daulay sedang tidak berada di tempat, jadi mereka memanggil dokter lainnya.


" Dok .. Bagaimana keadaan putri saya? "


" Syukurlah.. Detak jantungnya masih berfungsi. "


Melihat bekas cakaran yang berada di wajah dan juga yang lainnya membuat dokter itu bertanya. " Maaf, kalau saya boleh bertanya ... " Dokter itu sedikit takut untuk menanyakan masalah apa yang terjadi hingga cakaran hewan sampai merusak kulit ayu nona yang berada di depannya.


" Ada apa? Bukannya kau tadi bilang kalau istriku tidak apa-apa. Apa kau sekarang berubah pikiran, bahwa istriku tidak baik-baik saja? "

__ADS_1


: Segitu perhatiannya kau mas... Aku sungguh yakin jika pilihanku untuk bersama mu itu sangat salah. Aku akan memutuskan kepada ibu untuk membatalkan acara pernikahan yang sebentar lagi di gelar. Kau harus ikhlas Mutia. kau tahu kan kata pepatah, mati satu tumbuh beribu. Insyaallah Allah akan memberikan hal yang paling terbaik dari yang baik.


Keluar dari mansion satunya secara perlahan. Berusaha untuk kuat dan tanpa menyakiti batin wanita lainnya. Karena ia tahu, kalau mencintai seseorang hanya bisa sekali. Mungkin itu juga yang di rasakan Arman yang sangat mencintai Wina. Wanita yang sempat dia kira meninggal akibat serangan harimau, ternyata masih bernafas hingga saat ini.


" Bagaimana bisa harimau itu menggigit nona ini, tuan. Maaf nyonya, saya hanya ingin bertanya saja. " Menunduk.


" Itu adalah masalah pribadi kami. Orang lainnya yang bukan dari keluarga ini tidak boleh ikut campur. Benar bukan, mut... " Saat yang sama pula, Arman menoleh ke kiri. Namun, saat itu pula.. Mutia sudah tidak ada disana.


Deg.


" Kau sedang mencari dukungan dari siapa mantu? " Tanya papa mertua.


" Eh nggak pa. " Arman sangat malu, dia tadi berbicara sendirian dan tak ada yang membenarkan perkataanya.


Saat tiba di mansion utama, Mutia menampakkan wajah yang seperti biasanya ayu menawan. Dengan senyum yang masih menyimpul di pipinya. " Nak.. Kau sudah pulang? Bagaimana masalah mu dengan Arman? "

__ADS_1


" Huh.. " Mutia mendudukkan dirinya di dekat ibunya.


" Bu.. Nampaknya Mutia tidak jadi ingin rujuk dengan mas Arman. Biarlah, nanti Mutia akan bayar berapapun untuk mendapatkan akte kembar Z. "


" Apa... Mbak serius? Lalu.. Gaun yang kemarin Mbak pesan buat apa? " Tanya Putri Gayn Daulay yang baru saja keluar dari dapur dengan membawa satu baskom es krem.


" Buat kamu aja. Hehehe.. Dek, kamu nggak diet? "


" Nggak, ya.. Adik masih lama untuk menikah. Sudah deh Mbak... Jangan mengalihkan pembicaraan, adik paling malas kalau mba seperti itu. "


" Ih ... Gemasnya mbak tuh... Kalau lagi makan es krim ya makan aja dulu telan baru ngomong jangan mulut penuh masih aja ngomong. Nggak sopan tahu. " Sambil menyebut hidung Putri.


" Mbak.. Mutia .. Nggak lucu ya.. "


Melihat Mutia sudah menaiki tangga. Dan menghilang.

__ADS_1


__ADS_2